NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Saga dan nadia kini duduk berhadapan di meja dapur apartemen saga,

Meja dapur yang minimalis persegi panjang,

Kaki meja yang kokoh untuk menampung Alas beja yang terbuat dari marmer tebal.

Dimana semakin dingin ruangan,mejanya pun akan ikut dingin.

Keduanya terdiam untuk beberapa saat,

Keduanya membisu seperti sedang mencari ide obrolan apa yang ingin di keluarkan dari mulutnya masing-masing.

Nadia sesekali melirik saga yang berpenampilan maskulin,

Kemeja putih yang ia linting sampai bahu dengan masih menggunakan dasi panjang berwarna navy bergaris.

"Apartemen ini miliknya,kenapa ia tidak mandi atau berganti pakaian dulu.."

"Kenapa dia malah duduk mematung disini.."

"Aahh tau gitu tadi setelah selesai aku berpamitan pulang.."

Bathin nadia sembari menghentak-hentakkan jempol kalinya ke lantai.

"Nad.."

"Boleh saya meminta tolong?.."

Terdengar nada suara saga sangat serius.

"Oh,oh iyaa pak.." ucap nadia terbata-bata.

"Ga jadi!.."

"Tunggu aldo sebentar ya,saya akan mandi.." saga pun bangkit masuk kamar yang menurut nadia itu kamar utama.

"Astaga,kenapa aku gugup begitu.."

Bathin nadia.

"Kalau cuma minta tolong buat jagain aldo kan tinggal ngomong aja,ga harus seserius itu.." kini nadia ber ucap.

Saga memasuki kamarnya menutup rapat lalu berdiam diri dibelakang pintu sembari menutup wajahnya sendiri.

"Bodoh-bodoh-bodoh.." gerutunya.

"Apa yang ingin aku ucapkan tadi,wahh gila.."

"Benar-benar gila,aku hampir termakan rayuan reno.."

Yaa,setelah rapat siang tadi komunikasi dengan reno kembali terjalin lewat panggilan suara ketika saga perjalanan pulang ke apartemen.

Dimana reno memberitahunya bahwa ia kini sedang menjalin hubungan dengan perempuan yang umurnya jauh dibawahnya.

"Jaman sekarang susah sekali dapet yang masih segelan.."

"Tinggal di iming-imingin uang sudah pasti nemplok anak-anak sekolah,anak anak kuliah mah.." ucap reno sebelum mengakhiri panggilannya.

"Tapi aku ga mau jika sampai mempermainkan perasaan seseorang..aku tau betul rasanya dikhianati.."

"Aahh nadia,apakah dia punya pasangan?.."

"Gadis itu juga terlihat polos,tapi dibalik kepolosannya ia sangat cantik.."

"Kalau tadi aku menyatakan perasaanku yang akupun masih meragukannya,lalu di tolak apa kabar dengan aldo,."

"Apa mungkin dia masih mau mengajar.."

"Dia sudah mulai nyaman dengan nadia.."

"Ah nanti sajalah.."

Saga pun memandang kamar miliknya yang masih sangat kosong,

Hanya terdapat sebuah kasur berukuran besar,meja rias,lemari baju dan itupun kosong semua belum terisi,

Bahkan kamar mandinya pun juga kosong.

Ia kini melangkah menuju kamar mandi dan hanya membasuh wajahnya saja,

Ia membuka dasi dan dua kancing dari atas yang membuatnya kini nampak semakin hot.

Dan karna memang tidak ada handuk juga,ia pun keluar dengan wajah yang masih sedikit basah.

Kini posisi nadia sudah berada di sofa tepat sebelah aldo,

Sofa yang bisa berubah bentuk menjadi tempat tidur,

Ia meraih bantal kecil dan meletakkannya diatas perutnya.

Saga sengaja duduk tepat disebelahnya karna memang ia juga tak mau anaknya itu terbangun,

"Apakah dia tertidur sudah cukup lama?"

"Mmm lumayan pak,.."

"Tadi setelah makan mi..mm maksud saya setelah makan cemilan yang aku bawa dia langsung tertidur.."

Nadia hampir saja keceplosan memberi tau bahwa anaknya telah ia kasih makanan mie instan.

Saga hanya menyunggingkan mulut dan pipinya sedikit mendengar tingkah nadia yang ingin menutupi kesalahannya itu,

Padahal meskipun ia berkata dengan jujur,ia tidak akan memarahinya atau pun memarahai anaknya.

Saga memang tidak memperbolehkan,tapi tidak sepenuhnya melarang.

"Kamu sudah mau pulang?"

"Belum pak,eh maksud saya..mungkin sebentar lagi.."

Saga mendekatkan wajahnya ke wajah nadia,bahkan hampir tak berjarak sekian detik.

Entah mengapa ia bersikap demikian kepada nadia.

"Hmm.."

Perlakuan saga seketika membuat pipinya memerah.

Terasa hangat sampai jantungnya pun berdegup kencang.

Lalu ia mematung.

"Gapapa kalau mau pulang nad.."

"Bukankah alasanmu meminta jam lebih awal agar kamu bisa pulang lebih cepat juga?.."

"Oh iyaa benar,benar pak.."

"Gapapa saya pulang ya pak.." ucap nadia dengan sesegera mungkin merapikan tas dan kembali memakai jaket coklatnya.

Nadia pun keluar dari apartemen saga,ia berjalan buru-buru sampai-sampai kunci motornya pun tertinggal di atas nakas.

Ia mencari-cari di kantong jaket,di dalam tas bahkan ia sampai mengeluarkan semua isinya tapi tidak ketemu sampai akhirnya ia teringat dimana ia meninggalkan kunci tersebut.

"Ahh..kok bisa si ketinggalan.."

"Balik lagi aja apa?.."

"Engga usah deh,besok aja aku kesini lagi bawa kunci cadangan.."

Ia pun keluar lobby dan langsung menaiki taxi yang baru saja menurunkan penumpang.

ia tidak menyadari bahwa dari kejauhan saga sebenarnya mengejarnya dengan membawa kunci motor di tangannya.

"Hmm untung tadi aku bawa uang cash.." bathinnya.

Nadia kembali memagang pipi kanannya yang kini sudah berwarna kembali normal,

Juga memastikan detak jantung yang bekerja seperti biasa.

"Kalau sampai tadi bersentuhan.."

"Aaaahhh astaga.."

"Mungkin karna kebetulan saling nengok jadi nya begitu.." nadia menggerutu sembari menatap ponselnya.

Sesampainya dihalaman rumah yang bertembok tinggi dan berpagar besi tebal mobil taxi pun berhenti,ia membayar lebih kepada sang sopir karna sebelumnya ia juga meminya tolong untuk menunggunya sebentar.

Nadia berjalan sambil berlenggak lenggok sembari membawa es kopi susunya yang segar.

"Heii nad.."

"Motor mana??.."

"Ah mama!..ngagetin aja.."

Ia terkejut begitu baru masuk rumah sudah di todong pertanyaan dari orang tuanya.

"Ah mogok ma.."

"Mogok tapi kamu kok seneng..kamu ga segaja ninggalin motor di sembarang tempat kan?.."

"Engga ma..mogok,besok aku ambil motornya.."

"Oiyaa boleh aku main kerumah mikayla.."

"mama ga perlu ijin kamu nad,yang penting pergi kemananua jelas,jangan rusak kepercayaan mama papa.."

"Inget katanya mau kuliah??"

Nadia terdiam sejenak.

"Iyaa ma..nadia janji pasti bisa buktiin ke mama kalau nadia bisa kuliah dan setelah kuliah pasti akan berkarir.."

Mamanya hanya menatap tajam lalu meninggalkan nadia seorang diri.

Kini di meja makan hanya ada orang tuanya dan nadia seorang.

Ia makan begitu lahap lalu kembali ke kamarnya dengan segera.

"Mik.."

"Mikay...""

Nadia mengirim pesan kepada mikayla.

Sedangkan di seberang sana,mikayla tengah memadu kasih dengan bagas,pria yang ia pergoki dirumah mikayla sendiri.

Butuh waktu setengah jam sampai akhirnya pesannya pun dibalas.

Ting "iyaa kenapa nad.."

"Bosen nih..besok kita jalan yuk.."

Ting "kayanya udah kebanyakan duit nih.."

Ting "ok,besok samperin aku di kosan ya,nanti aku kirim alamatnya.."

Nanti di episode 11 aku kasih foto nadia dan saga..

Sabar yaa😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!