NovelToon NovelToon
Clara Ingin Bercerai Dari Suaminya

Clara Ingin Bercerai Dari Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah menikah selama tujuh tahun, Edward tetap saja begitu dingin, Clara hanya bisa menghadapinya dengan tersenyum. Semua karena dia sangat mencintainya. Dia juga percaya suatu hari nanti, dia bisa melelehkan es di dalam hatinya. Akan tetapi pada akhirnya Edward malah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap cewek lain. Clara tetap bersikeras menjaga rumah tangganya. Hingga di hari ulang tahunnya, putrinya yang baru saja pulang dari luar negeri, dibawa oleh Edward untuk menemani cewek itu, meninggalkannya sendirian di rumah kosong. Dia akhirnya putus asa. Melihat putri yang dibesarkannya sendiri akan menjadi anak dari cewek lain, Clara tidak merasa sedih lagi. Dia menyiapkan surat cerai, menyerahkan hak asuh anaknya, dan pergi dengan gagah, tidak pernah menanyakan kabar Edward dan anaknya lagi, hanya menunggu proses perceraian selesai. Dia menyerah atas rumah tangganya, kembal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Dua rekan kerja di samping Clara terlihat mundur hingga ke dinding sambil melirik Vanessa.

Vanessa juga menatap ke arah Clara.

Namun kemudian, dia mengalihkan pandangannya dengan dingin. Dia menganggap Clara hanya sebagai angin lalu. Dia pun memasuki dengan masih ditemani para eksekutif.

Begitu pintu lift tertutup, dua rekan kerja Clara menghela nafas lega. Mereka mulai bergosip dengan penuh semangat.

"Harusnya cewek barusan itu pacar pak Edwardkan? Astaga, cantik banget yang dipakai barang bermerek semua pasti mahal itu! Wajak sih anak 'horang' kaya. Auranya beda sama kita-kita sikapnya juga tenang dan percaya diri."

"Ya, aku juga merasa seperti itu!"

Sambil berbincang-bincang, Mereka bertanya lembut pada Clara.

"Clara, gimana menurutmu?"

"Ya" ucapnya singkat dan datar sembari menundukkan pandangan.

Vanessa sebenarnya adalah anak haram dari ayah Clara.

Menyebut Vanessa sebagai anak haram mungkin kurang pas.

Bagaimanapun, saat Clara berusia 8 tahun, ayah bersikeras menceraikan ibunya dan menikahi ibu Vanessa. Itu dilakukan ayahnya agar ibu Vanessa tidak menderita lagi.

Setelah orang tuanya bercerai, dia bersama ibunya yang depresi tinggal bersama nenek dan paman dari pihak ibu.

Selama bertahun-tahun, bisnis Maman semakin terpuruk sedangkan bisnis keluarga gory berkembang pesat tiap harinya.

Dengar-dengar ayah selalu memberikan yang terbaik untuk Vanessa. Entah berapa banyak uang yang dihabiskan untuk merawat Vanessa, semua itu ayah lakukan untuk menebus penderitaan yang Vanessa alami sebab sewaktu kecil.

Vanessa sendiri bisa memenuhi harapan. Berdasarkan kabar yang beredar, dia menjadi sosok wanita yang luar biasa.

Anisa yang mulanya adalah anak haram, kini menjadi putri sah keluarga kaya.

Setelah lebih dari 10 tahun berlalu, aura yang dimiliki Vanessa sebagai putri dari keluarga kaya semakin kuat, bahkan lebih kuat dari dirinya yang dulu adalah Putri asli keluarga kaya.

Langkah awalnya mengira mereka tidak akan pernah berhubungan lagi satu sama lain.

Namun takdir berkata lain Tuhan seperti lebih sayang pada Vanessa.

Hubungan antara Clara dan Edward bagaikan pungguk merindukan bulan. Tidak peduli seberapa kelas dia berusaha, Edward tidak pernah memperhatikannya. Namun, saat pertama kali melihat Vanessa Edward langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

" Clara, kamu nggak apa-apa?" Tanya rekan kerja dengan khawatir saat melihat wajah Clara memucat

Clara pun tersadar, lalu berkata, "nggak apa-apa, kok."

Dia dan Edward akan segera bercerai entah siapa yang nanti akan Edward cintai dia tak lagi memedulikannya.

Pada hari itu, Clara tidak lagi memperhatikan apa yang terjadi antara Edward dan Vanessa.

Clara bekerja lembur hingga waktu mendekati pukul 09.00 malam. Saat pekerjaannya hampir selesai ponselnya berdering. Layar ponselnya muncul nama Raisa Geraldine, sahabatnya.

Clara mengangkat telepon dan diberitahu oleh Raisa sedang mabuk. Lara lantas dimintai untuk menjemputnya di restoran dan membawanya pulang.

Clara buru-buru menyelesaikan dokumen terakhir lalu mengambil kunci mobil dan bergegas meninggalkan perusahaan.

20 menit kemudian, Clara tiba di restoran.

Begitu turun dari mobil dan hendak berjalan menuju pintu, kita lihat seorang gadis kecil berjalan keluar dari tempat parkir di sebelah.

Clara terdiam sejenak saat melihat wajah gadis kecil itu.

"Elsa?"

"Bukankah seharusnya Elsa sedang sekolah di latvin? Kenapa malah....

Apa mungkin dia ikut pulang bersama Edward?"

Status dan jabatan Clara di perusahaan memang terbilang rendah. Dia tidak memiliki akses untuk mengecek dokumen penting dan rahasia perusahaan. Meski begitu, dia tahu Edward masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pengembangan pasar bisnisnya di Latvia.

Dia mengira kepulangan edwap hanya untuk sementara karena harus menangani beberapa urusan.

Dia tidak menyangka Putri semata wayangnya juga ikut kembali ke Marola.

Rara tidak tahu pasti kapan mereka tiba. Namun, karena pagi tadi dirinya melihat edward besar kemungkinan kalau mereka sudah kembali sehari lalu.

Meski begitu, sampai detik ini Elsa masih belum menghubunginya sekedar untuk memberitahu kepulangan mereka.

Setelah memikirkannya, Clara mencengkram atasnya. Dia memperhatikan gadis kecil yang melompat kegirangan di depannya. Dia diam-diam mengikutinya.

Setibanya di lobby restoran, terlihat Vanessa dan beberapa teman mereka muncul di ujung koridor.

Clara pun segera menghindar ke sisi lain. Kemudian, dia mendengar putrinya memanggil Vanessa dengan gembira. "Tante Vanessa!" Panggil gadis kecil itu sambil berlari ke arah Vanessa dan memeluknya.

Clara duduk di sofa membelakangi mereka manfaatkan tanaman hias dan sandaran kursi untuk menutupi tubuhnya.

"Loh, Elsa juga gitu pulang?" Tanya Vanessa.

"Tante kan pulang ke Marola, aku sama ayah nggak rela ditinggal gitu aja. Ayah langsung menyelesaikan pekerjaannya lebih awal dan membawaku pulang. Lagian kamu juga sengaja pulang sehari sebelum ulang tahun Tante supaya nggak melewatkan ulang tahun Tante!" Celoteh Elsa.

"Ini hadiah dariku dan juga ayah. Kalung ini ku buat sendiri bersama ayah selamat ulang tahun Tante Vanessa," imbuh Elsa.

"Wah, ini buatan kalian sendiri? Pasti butuh waktu dan usaha membuatnya. Elsa memang hebat, Tante suka banget sama hadiahnya. Makasih Elsa!" Jawab Vanessa.

"syukurlah kalau Tante suka," timpal Elsa.

Harusnya kemudian memeluk Vanessa sembari bersikap manja, berkata " seminggu nggak ketemu tante rasanya kangen banget. Untung aja masih bisa telepon tante, kalau enggak mana mungkin aku bisa bertahan di Latvin."

"Aku juga kangen sama Elsa."

Pada saat ini, terdengar suara langkah kaki datang mendekat.

Clara terdiam mematung.

Yaps, suara langkah kaki itu berasal dari Edward.

Meski tidak melihat sosok pria itu Clara hafal betul dengan irama suara langkah kakinya.

Alasan kenapa Clara begitu yakin, karena selama 7 tahun pernikahan dia selalu menunggu kedatangan Edward tiap hari.

Irama langkah kaki Edward sama persis dengan wataknya. Konstan, mantap dan tenang. Bahkan ketika berhadapan dengan anggota keluarga anggasta yang dekat dengannya. Dia tetap tenang dan tampak acuh seolah-olah dia akan tetap seperti itu meski langit runtuh sekalipun.

Awalnya Clara mengira tidak ada seorangpun atau tidak ada apapun di dunia ini yang akan mengubah pikiran pria itu.

Namun dia salah.

Semenjak kemunculan Vanessa semuanya berubah.....

Belum sempat memikirkannya lebih lebih jauh, lamunan telepon harus pecah saat mendengar suara Elsa.

"Ayah!" Teriak Elsa.

Teman-teman yang ada di sana juga ikut menyapanya.

Edward hanya mengangguk lalu berkata kepada Vanessa, "selamat ulang tahun."

"Ya," jawab Vanessa sambil tersenyum.

"Ayah, bukannya ayah udah menyiapkan hadiah lain buat tante Vanessa? Cepat kasih sekarang!" timpal Elsa.

Suasana tiba-tiba menjadi hening. Selanjutnya, salah satu teman Edward tekekeh selayak menundukkan kepala dia mencubit gemes pipi Elsa, berkata "itu hadiah yang ayahmu siapkan khusus untuk tante Vanessa. Mungkin, ayahmu ingin memberikannya secara langsung pada tante kita nggak usah ikut campur ya, haha."

Yang lain pun ikut tertawa.

Namun, Edward segera berkata,"sudah ayah kirim."

"Hah?kapan?" Tanya Elsa lalu lanjut berkata," ayah diam-diam ketemu sama tante Vanessa tanpa aku, hih!'

Teman-teman Edward lantas tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya.

Tanpa sadar, Clara teringat akan kejadian di perusahaan pagi tadi saat Vanessa berkunjung ke anggasta Group.

Bisa jadi saat itu Edward memberikan hadiahnya.

Vanessa tanpa tersenyum canggung, lalu berkata, " kita jangan lama-lama di sini, ayo ke atas."

Suara langkah kaki Mereka pun mulai menghilang.

Pikiran Clara seolah menjadi kosong.

Hatinya sakit hingga terasa disekujur tubuh. Butuh waktu yang lama baginya untuk tersadar. Dia masuk ke dalam lift dalam diam berniat untuk ke atas dan membawa sahabatnya itu.

Ruangan tempat warisan makan sebenarnya masih satu lantai dengan ruangan yang Edward pesan.

Saat memapah Raisa masuk ke dalam lift langkah kaki teman Edward, Gading perkasa pun terhenti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!