hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenyataan pahit
Setelah mengalami hal buruk tadi malam Inda tetap masuk sekolah seperti biasanya, dia menyapa teman kelasnya.
pelajaran dimulai seperti biasa, guru menjelaskan dan murid mendengarkan.
Bel istirahat berbunyi Inda langsung berdiri dan menuju meja mori tak pakai lama Inda menarik lengan mori.
Inda terus menarik lengan mori, Inda menarik mori masuk kedalam toilet perempuan.
" apa sih!" mori mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Inda.
mori mencoba meninggalkan Inda tapi Inda dengan cepat meraih tangan mori lagi.
" tunggu dulu mori, aku mau kamu dengerin cerita aku"
" cerita apaan? Cepetan bilang "
" ini soal kakak kelas itu, sepertinya dia punya banyak hubungan spesial dengan perempuan lain "
" aku udah tahu, ada cerita lain? " jawab mori
" Eh " Inda terkejut dengan jawaban dan ekspresi tidak peduli dari wajah mori.
" udah ceritanya?" lanjut mori sambil memainkan kuku jari-jarinya
" dia juga kayanya melakukan hal ilegal, seperti menjual perempuan yang dekat dengannya kepada pria lain" Inda gelisah
setelah mengatakan itu Inda menatap wajah mori, tidak ada ekspresi terkejut dari wajah mori yang membuat Inda spontan menampar mori.
" mori kamu? Jangan bilang " sebelum Inda berhasil menyelesaikan pertanyaan mori memotong
" iya iya semua yang ada dipikiran kamu benar, terus kamu mau apa hah? Gak usah sok peduli " ucap mori dengan keras.
Inda tidak langsung menjawab, perlahan air mata jatuh dari kedua matanya.
" apa maksudmu gak usah peduli? Aku ini temanmu tentu saja aku khawatir melihat temanku melakukan sesuatu yang buruk "
melihat Inda menangis membuat mori tidak bisa membuka mulutnya dan langsung pergi meninggalkan Inda tanpa sepatah katapun.
Setelah istirahat selesai Inda meminta izin untuk pergi ke uks, setelah di izinkan Inda pergi di dalam UKS ada satu orang guru perempuan yang sedang berjaga.
" ada masalah apa?" guru perempuan itu bertanya
Inda tidak menjawab, lalu dia pergi berbaring sambil terus menangis.
Inda menangis cukup lama dan pada saat dia selesai menangis guru perempuan itu kembali bertanya.
" lagi ada masalah apa? Coba sini cerita ke Bu guru " tanya guru perempuan tersebut sambil memberi Inda air dan tisu.
" ah..Bu guru, tidak aku gak ada masalah apa apa kok "
" gak usah bohong coba kamu jujur " tanya guru perempuan itu sambil terus menenangkan Inda
" aku mau tanya soal kakak kelas yang namanya Reval "
" oh.. anak itu sebaliknya kamu jangan terlalu terlibat sama dia " guru itu menggenggam tangan Inda
" tidak aku tidak terlibat sama dia kok, tapi apa para guru mencoba menghukumnya "
" sudah, beberapa kali guru-guru menghukum dan menegur untuk tidak terlalu bermain-main dengan para murid perempuan dikelas " jawab guru perempuan itu sambil menggelengkan kepalanya
" selain kelakuannya yang suka bermain dengan murid perempuan dia cukup pintar dan dia juga andalan di ekskul sepak bola, jadi gak ada alasan guru untuk menghukum dengan lebih kerasa" jelas guru itu
mendengar penjelasannya gurunya Inda mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memperlihatkan foto yang dia ambil kemarin.
" ini ? " guru tersebut sedikit terkejut melihat foto yang di ambil Inda, salah satu anak muridnya bertemu pria tua dan difoto yang lain anak muridnya sedang bersama perempuan di tempat muridnya bertemu dengan pria tua tadi.
" kapan kamu mengambil foto tersebut " jawab guru itu sambil memegang bahu Inda
" kemarin malam " Inda menjawab
" kamu belum menyebarkan foto ini kan? "
" belum aku baru menunjukannya kepada pacarku "
" Hah untunglah " guru perempuan itu mengambil ponsel Inda dari tangannya dan kemudian menghapus kedua foto tersebut.
" kenapa ibu hapus fotonya " Inda membentak
" tenanglah, sekarang masalah sudah selesai silahkan keluar dari sini dan juga jangan terlalu terlibat dalam bahaya kamu itu anak yang baik" guru itu berbicara sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Inda meninggalkan ruang UKS dengan keadaan semakin buruk, pikirannya kacau seorang guru yang harusnya dia percaya malah terlibat dalam hal ilegal yang dilakukan oleh muridnya.
Pelajaran dimulai seperti biasa tapi Inda tidak mencatat maupun mendengarkan penjelasan guru yang sedang mengajar di depan Inda terus menutupi wajahnya dengan tangannya sampai bel pulang berbunyi.
Inda segera meninggalkan sekolah, para murid berdesakan keluar melalui gerbang begitu pula dengan Inda yang pikirannya sedang kacau dia tidak bisa fokus.
Saat sedang berjalan pulang Inda bertatapan dengan Reval yang kemudian tersenyum dan berjalan cepat menghampiri Inda.
Tak pikir lama Inda kemudian lari menjauh dan meninggalkan pesan kepada Keiza.