NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu

Bab 21.

Maya bergegas keluar dari lift yang membawanya ke arah lantai bawah, lalu menuju ke Front Office.

“Pagi mbak Ika, kata Bondan ada yang  mo bertemu dengan saya ?”

“Oh iya... suaminya ibu Lidya, mbak Maya, pak Damien.  Itu ada di lobbi  , ruangan tamu “ balas Ika sambil menunjuk ke arah bilik besar dan nyaman yang memang di peruntukkan untuk para tamu dari luar perusahaan.

“Oke, Terima kasih ya” jawab Maya sambil tersenyum

“Tamunya sudah dikasih minum ?”

“Sudah mbak, Teh manis hangat. “

“Bisa tolong info ke OB nya juga ya mbak, saya mau dibawakan air mineral “

“Baik mbak Maya.”

Maya berjalan ke arah lobbi, dan akhirnya bertemu dengan Damien.

Sekilas Maya melihat Damien sedang duduk termenung, tampak cangkir teh berisi Teh manis hangat baru saja di cicipi. Dan dia duduk dengan sedikit menyenderkan punggung nya ke senderan bangku sambil menopangkan kaki kiri ke kaki kanan nya, dan tangan kanannya bertelekan ke wajahnya . Raut muka tampak serius dan muram.

“Selamat pagi mas Damien, apa kabar nya? “ , sapa Maya memulai terlebih dahulu  sambil mengulurkan tangan kanannya.

Damien tersadar, lalu melihat ke arah Maya sambil merubah posisi duduk nya lebih tegak dan membalas uluran tangan Maya sambil tersenyum.

“Alhamdulillah, baik...Maya bagaimana, maaf mendadak begini ya..” jawab Damien dengan nada tenang.

Maya langsung duduk di hadapan Damien.

“Maaf ya mas, baru bisa bicara sekarang, tadi ada kerjaan yang butuh langsung dikirim pagi ini..” Maya melanjutkan percakapan, sedikit basa basi. Damien  mengangguk memaklumi.

“Ada apa ya mas, tiba-tiba kesini, mo ketemu dengan saya dan Bondan ... ?“ tanpa basa basi lagi  Maya langsung bertanya.

Damien berdeham, kembali menggerakkan badannya agak duduk semakin tegak.

“Iya, tadi sudah ketemu duluan sama Mas Bondan, sekarang saya mau ketemu sama Maya.

Maya, terakhir kali bertemu dengan istri saya kapan ya kira-kira?”

Maya sedikit mengerutkan dahinya,

“Terakhir yang saya ingat sebelum liburan tahun baru ini ya, sebelum pulang kantor... saya ingatnya dia sudah mengeluh pusing dan gatal- gatal lagi di kulit nya. Kayaknya waktu itu Autoimun nya kambuh lagi deh...” Maya memberikan keterangan kepada Damien.

Damien bertanya kembali, “ Oh iya, sayangnya waktu itu saya tidak sempat menjemput dia. Saat itu aja ya ? Lidya sempat minum obat ga, waktu Autoimun nya kambuh lagi ?”.

Maya menggelengkan kepala,

“ Kayaknya engga deh, dia bilang obatnya habis..” Jawab Maya mengingat-ingat.

Damien kembali mengangguk sekejap.

“Itu saat terakhirnya dengan Istri saya komunikasi ya...atau saat kami berlibur Tahun Baru kemarin kalian masih sempat komunikasi lagi ?”

“Hmmm...engga. Itu saat terakhir “ , Jawab Maya.

“Lidya ga pulang ke rumah , Mas ??” . Maya langsung bertanya.

Damien menghela nafas,

“Dia lebih dulu pulang dari Singapura dengan alasan kantor buka di tanggal 2, sementara kita sejak awal sudah sepakat untuk di Singapura sampai tanggal 3,”

“Dia juga berencana untuk ke  dokter terlebih dahulu memeriksa terlebih dahulu penyakitnya “.

“Oo...” Maya diam sejenak.

“Maaf ya mas, baiknya coba laporkan ke kepolisian terlebih dahulu mengenai kehilangan nya Lidya , maksudnya saya, sekedar berjaga- jaga saja...”

Damien tersenyum samar.

“Mamanya sudah laporkan sih...., saya tinggal tunggu hasilnya.  Semoga mereka bisa membantu “. Jawab Damien.

Maya ikut mengangguk.

tepat pada saat itu, ada getaran pelan dari hape Damien didalam kantong celananya. Damien merogoh kantong nya, dan dengan cepat mengecek dari mana getaran hape itu berasal.

Ternyata dari Aling, ibu mertuanya sendiri.

"Oke May, makasih atas semua keterangan nya ya, maaf mengganggu aktivitas kerja nya..." kata Damien sambil tersenyum.

"Ga apa-apa mas, kalau boleh sering update juga kesini mengenai kabarnya Lidya ya mas..." Jawab Maya segera.

"Saya balik ke atas lagi ya mas" jawab Maya sambil beranjak berdiri dari tempat duduk.

"Pasti... nanti saya info." Jawab Damien kembali.

Maya menjabat tangan Damien, lalu saling mengucapkan salam perpisahan.

Maya berjalan keluar ruangan lobbi untuk menuju lift, sementara Damien juga beranjak dari ruangan sambil mengangkat telpon dari ibu Mertuanya.

"Pagi Ma." Damien memulai percakapan.

"Pagi Damien,kamu ada dimana sekarang?" Tanya Aling.

"Di kantor Lidya, Ma.."

"Oh...lalu bagaimana, ada berita mengenai Lidya?"

"Belum Ma..rekan sekerja dia juga belum sempat berkomunikasi sejak liburan tahun baru kemarin.."

"Haduh... jadi bagaimana nih, mau telusuri kemana lagi ??".

"Hmm...kalau dari kepolisian, bagaimana Ma...sudah ada perkembangan nya kah ?"

"Mereka bilang, kamu akan dihubungi hari ini untuk diminta keterangan nya"

"Oh begitu..." terdapat keheningan sejenak diantara mereka.

"Saya belum dapat telpon dari mereka."

" Nanti juga mereka hubungi kamu kok. Mungkin emang seperti itu cara kerja Mereka. Butuh Waktu".

jawab Aling sedikit ketus, menutupi rasa kesal karena menurut dia pribadi, kinerja laporan nya sedikit lama.

Damien hanya diam mendengarkan.

"Ya sudah, saya tunggu mereka di rumah ya Mah."

"Iya, tunggu saja dirumah "

"Anak-anak baik , Ma ?"

" Baik. sedang pada sekolah kok"

"Oke. Damien pulang dulu ya Ma"

"Iya, hati-hati dijalan ".

"Iya, makasih Ma"

Damien menutup telfon nua, lalu kali ini benar-benar berjalan keluar ruangan keluar kantor untuk ke arah parkiran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!