NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Formasi Surga Turun

​Bau darah menggenang di udara malam Puncak Awan. Tiga jasad tetua dan mayat tanpa kepala Zhao Tianba, Kepala Keluarga Zhao yang dulunya ditakuti di seluruh Kota Angin Biru, tergeletak begitu saja di pelataran sekte.

​Ratusan pasukan elit Keluarga Zhao yang masih hidup berlutut gemetar. Dahi mereka menempel erat pada lantai batu giok yang retak. Beberapa dari mereka bahkan mengompol karena teror yang menekan jiwa mereka.

​Lin Chen berdiri dengan tenang, jubah putihnya tak ternoda setetes darah pun. Ia menatap pasukan yang tersisa dengan pandangan merendahkan.

​"Aku bukan iblis yang haus darah," ucap Lin Chen memecah keheningan yang mencekam. Suaranya datar, namun membuat ratusan pria dewasa itu tersentak ketakutan. "Kalian hanyalah anjing suruhan. Membunuh kalian hanya akan mengotori tanganku dan membuang waktuku."

​"T-terima kasih, Master Sekte! Terima kasih atas belas kasihan Anda!" seru beberapa penjaga sambil terus bersujud hingga dahi mereka berdarah.

​"Namun..." Nada suara Lin Chen mendadak berubah sedingin es abadi. "Sekte Puncak Awan tidak memberikan pengampunan secara gratis. Kalian punya waktu hingga matahari terbit. Kembali ke Kota Angin Biru, kosongkan seluruh perbendaharaan, gudang senjata, dan paviliun pil Keluarga Zhao. Bawa semuanya ke kaki gunung ini."

​Lin Chen menunduk, matanya memancarkan niat membunuh yang pekat. "Jika saat matahari terbit ada satu keping Batu Roh Keluarga Zhao yang tertinggal, aku sendiri yang akan turun gunung dan meratakan seluruh garis keturunan kalian dari muka bumi. Mengerti?"

​"M-mengerti! Kami akan membawa semuanya! Kami bersumpah!"

​"Enyah."

​Bagai mendapat pengampunan dari dewa kematian, ratusan pasukan itu bangkit dan berlari turun gunung dengan panik. Mereka saling dorong, melupakan harga diri dan senjata mereka yang tertinggal di tanah. Malam ini, reputasi Keluarga Zhao sebagai penguasa lokal hancur lebur tanpa sisa.

​Ye Fan melangkah maju dan membungkuk. "Guru, apakah bijaksana membiarkan mereka pergi? Bagaimana jika mereka melarikan diri membawa harta tersebut?"

​Lin Chen tersenyum tipis, membelakangi muridnya. "Ye Fan, ingatlah ini. Di hadapan kekuatan absolut, kelicikan hanyalah lelucon. Mereka tahu kultivasi Pembangunan Yayasan-ku bisa mengejar mereka ke ujung Wilayah Selatan sekalipun. Ketakutan akan memastikan mereka patuh."

​"Murid mengerti! Kebijaksanaan Guru sedalam lautan!" Ye Fan menatap punggung Lin Chen dengan mata penuh pemujaan.

​Lin Chen terbatuk pelan untuk menyembunyikan senyum puasnya. Ia kemudian membuka inventaris Sistem di benaknya. Waktunya mengamankan markas ini secara permanen.

​"Sistem, aktifkan Formasi Ilusi Awan Pembantai!"

​[Ding!]

[Mengaktifkan Formasi Penjaga Sekte Tingkat Surga: Formasi Ilusi Awan Pembantai...]

[Integrasi dengan Puncak Awan dimulai. Memakan waktu 3... 2... 1... Selesai!]

​WUSSHHH!

​Tiba-tiba, angin kencang berhembus dari segala penjuru gunung. Suhu udara anjlok secara drastis. Dari tanah, pepohonan, dan bebatuan, kabut putih tebal menyembur keluar seperti lautan awan yang mengamuk, menelan seluruh wilayah Puncak Awan dalam sekejap.

​Dari kejauhan, Gunung Puncak Awan kini tampak seperti gunung suci abadi yang diselimuti awan mistis, memancarkan aura sakral yang membuat siapa pun ingin bersujud. Bangunan-bangunan bobrok tak lagi terlihat dari luar, digantikan oleh ilusi istana giok raksasa yang melayang di balik kabut.

​Namun, di balik keindahan ilusi itu, tersembunyi niat membunuh yang mengerikan.

​[Informasi Formasi: Awan Pembantai akan memisahkan teman dan musuh secara otomatis. Musuh yang masuk tanpa Token Sekte akan terjebak dalam ilusi tanpa batas, di mana pancaindera mereka akan dibutakan, dan Qi pedang yang tersembunyi di dalam kabut akan memotong mereka menjadi jutaan serpihan daging.]

[Kapasitas saat ini: Mampu membunuh secara instan kultivator di bawah tahap Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)!]

​Lin Chen mengangguk puas. Dengan formasi pembunuh setingkat ini, bahkan Kaisar dari kerajaan fana pun harus berpikir ribuan kali sebelum berani mengirim pasukan kemari.

​"Mulai sekarang, aku bisa tidur nyenyak," gumam Lin Chen.

​Keesokan paginya...

​Matahari baru saja menyembul di ufuk timur, memancarkan cahaya keemasan ke atas lautan awan pelindung sekte.

​Di kaki Gunung Puncak Awan, pemandangan luar biasa sedang terjadi. Belasan kereta kuda berbaris panjang, memuat kotak-kotak kayu berat yang berisi Batu Roh, tanaman herbal berusia puluhan tahun, pil-pil kultivasi tingkat rendah, dan berbagai bijih besi berharga.

​Para penjaga Keluarga Zhao, dengan wajah pucat dan mata kurang tidur, berdiri gemetar di samping kereta-kereta tersebut. Mereka telah menjarah rumah majikan mereka sendiri semalaman suntuk tanpa berani mencuri satu keping pun.

​Lin Chen, ditemani oleh Ye Fan, turun gunung dengan santai. Begitu para penjaga itu melihat jubah putih Lin Chen yang menembus kabut mistis, mereka serempak jatuh berlutut.

​"L-Lapor, Master Sekte! S-seluruh aset Keluarga Zhao telah kami bawa! Total ada 50.000 Batu Roh Tingkat Rendah, 300 batang Herbal Spiritual, dan 50 botol Pil Kondensasi Qi!" lapor komandan penjaga dengan suara bergetar.

​Lin Chen menyapu pandangannya ke arah harta kekayaan tersebut. Sebagai mantan sekte miskin yang makan rumput kemarin, melihat 50.000 Batu Roh membuat jantung Lin Chen berdetak kencang. Namun, di permukaan, ia mempertahankan ekspresi jijik yang elegan.

​"Hanya segini kekayaan dari keluarga penguasa kota? Benar-benar miskin," desah Lin Chen dengan nada kecewa, yang membuat para penjaga itu semakin merunduk ketakutan.

​"Ye Fan," panggil Lin Chen. "Masukkan semua sampah ini ke dalam cincin penyimpananmu. Bawa ke paviliun perbendaharaan sekte. Gunakan Batu Roh dan Pil itu untuk mempercepat latihanmu di Menara Gravitasi."

​"Semuanya, Guru?! Tapi ini..." Ye Fan terkejut. Kekayaan sebesar ini bisa membesarkan ratusan murid di sekte kecil.

​"Jangan banyak bicara. Bagi sekte kita, ini hanya uang receh. Kekuatanmu adalah yang utama sekarang." Lin Chen mengibaskan tangannya, seolah membuang kotoran.

​Para penjaga Keluarga Zhao menelan ludah. Uang receh?! 50.000 Batu Roh disebut uang receh?! Sekte Puncak Awan ini sebenarnya monster purba dari mana?!

​Setelah mengusir para penjaga itu dan membawa semua harta rampasan kembali ke atas gunung, Lin Chen duduk bersila di atas kursi Master Sekte di Aula Utama. Ia baru saja menikmati secangkir teh spiritual yang diseduh dari herbal jarahan ketika notifikasi Sistem kembali berdering panjang.

​[Ding!]

[Akumulasi Poin Reputasi mencapai 2000! Toko Sistem (Level 1) resmi dibuka!]

[Misi Utama Kedua Dikeluarkan!]

[Detail: Sebuah sekte tidak bisa hanya mengandalkan satu jenius. Terdeteksi kemunculan Pemilik 'Fisik Mata Pedang Bintang Jatuh' di radius 500 Mil. Saat ini target sedang dalam bahaya mematikan!]

[Tujuan: Selamatkan dan Rekrut target (Su Yue) sebagai Murid Kedua dalam waktu 3 Hari!]

[Hadiah Keberhasilan: Peningkatan Kultivasi ke Tahap Pembentukan Inti (Core Formation) & Bangunan 'Kolam Pencerahan Yin-Yang'.]

[Hukuman Kegagalan: Toko Sistem dikunci selamanya.]

​Mata Lin Chen langsung terbuka lebar. Tahap Pembentukan Inti?! Di Benua Langit Bela Diri Wilayah Selatan, ahli Pembangunan Yayasan adalah penguasa kota. Namun ahli Pembentukan Inti? Mereka adalah leluhur rahasia dari Sekte Bintang Tiga! Entitas yang bisa menghancurkan kota hanya dengan membalikkan telapak tangan!

​"Su Yue... Mata Pedang Bintang Jatuh..." Lin Chen berdiri dari kursinya. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman buas yang penuh ambisi.

​"Ye Fan! Berhenti berlatih! Bawa pedangmu, kita akan turun gunung lagi. Waktunya mencari adik seperguruanmu!"

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!