NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tarian di Atas Tali

Malam di Gunung Pilar Langit tidak pernah terasa semencekam ini. Kuil Dewa Perak, sekte penguasa yang biasanya diterangi oleh keagungan cahaya perak dan arogansi surgawi, kini diselimuti oleh hawa pembantaian yang membekukan darah.

Puncak Neraka Es telah sepenuhnya rata dengan tanah. Asap beracun masih mengepul dari dasar kawah, diawasi oleh lima Pelindung Peleburan Jiwa yang mengudara dengan wajah sedingin besi.

Di pelataran Murid Luar, puluhan ribu pendekar fana berlutut di atas lantai pualam yang sedingin es. Tidak ada yang berani bersuara, bahkan untuk sekadar meringis ketika lutut mereka mulai membiru. Di depan mereka, puluhan Penatua Balai Hukuman berjalan hilir mudik dengan mata menyala merah, mencari tumbal untuk melampiaskan kemurkaan sekte.

Craaaak!

Sebuah kepala terpenggal dan menggelinding di atas lantai pualam, darahnya memercik ke jubah murid-murid di sekitarnya.

"Pembohong! Kau mencoba menyembunyikan kultivasimu di depan Cermin Penyingkap Jiwa!" raung seorang Penatua Balai Hukuman, mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah. "Siapa lagi?! Siapa lagi mata-mata dari kubu luar yang menyusup ke tempat ini?!"

Shen Yuan menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyatu dengan barisan ribuan murid fana. Matanya menatap genangan darah yang mengalir tak jauh dari lututnya.

"Mereka sudah gila," batin Shen Yuan dengan tenang. "Kematian seorang Pelindung Bintang Tujuh membuat mereka kehilangan akal sehat. Mereka membunuh murid mereka sendiri hanya karena kecurigaan sekecil debu."

"Itulah sifat asli dari sekte-sekte yang mengaku sebagai jalan kebenaran," cibir Leluhur Darah di dalam lautan kesadaran Shen Yuan. "Ketika mereka berkuasa, mereka berbicara tentang keadilan langit. Ketika mereka terluka, mereka lebih ganas dari anjing liar. Terus tekan hawa murnimu, Bocah. Jika kau berkedip sedikit saja, Cermin Penyingkap Jiwa itu akan menangkap riak Inti Emas Iblismu."

Shen Yuan tidak menjawab. Sutra Penelan Surga di dalam Dantian-nya berputar dalam keheningan mutlak, mengunci Inti Emas Iblisnya di balik selubung kegelapan yang tak bisa ditembus. Kulit Emas Gelap-nya disamarkan menjadi kulit pucat dan kotor layaknya kuli tambang biasa. Ia bahkan mengatur detak jantungnya agar terdengar sedikit tak beraturan, persis seperti pemuda fana yang sedang dilanda teror.

Hingga fajar menyingsing, lebih dari lima ratus Murid Luar telah dieksekusi mati atas tuduhan "mencurigakan". Bau anyir darah mengalahkan wangi dupa di sekte suci tersebut.

Akhirnya, suara yang sangat berat dan dipenuhi gema kekuasaan turun dari arah puncak tertinggi. Itu adalah suara Leluhur Tertinggi yang sebelumnya memerintahkan penutupan gunung.

"Cukup."

Satu kata itu seketika menghentikan pedang para Penatua Balai Hukuman.

"Pelaku yang meruntuhkan Puncak Neraka Es bukanlah tikus fana dari Murid Luar. Kemampuan untuk menghancurkan segel dan meledakkan puncak gunung setidaknya membutuhkan kekuatan di Puncak Ranah Pembentukan Inti Emas atau Peleburan Jiwa," suara Leluhur Tertinggi itu menilai dengan dingin. "Pelaku itu sangat licik. Ia pasti telah menggunakan pusaka pemindah ruang untuk melarikan diri tepat sebelum Susunan Aksara Pemusnah Bintang diaktifkan."

Mendengar perkataan itu, Shen Yuan tersenyum sinis di balik helaian rambutnya yang berantakan. Para fosil tua itu terlalu percaya diri pada pemahaman mereka sendiri, meremehkan kemungkinan bahwa seorang pembunuh bisa saja menyamar menjadi semut di pelataran rumah mereka sendiri.

"Buka Gerbang Gunung!" perintah Leluhur Tertinggi. "Kirimkan sepuluh ribu Murid Luar sebagai regu pelacak! Sebarkan mereka ke Hutan Bayangan Menangis di kaki gunung. Jika pelaku itu menggunakan pusaka pemindah ruang, ia pasti meninggalkan riak ruang dalam lingkup seratus li! Siapa pun yang menemukan jejaknya, akan diangkat menjadi Murid Dalam secara langsung!"

Perintah itu adalah titah mutlak. Kuil Dewa Perak akhirnya membuka sebagian kecil segel pertahanannya, bukan untuk membiarkan orang keluar, melainkan untuk melepaskan puluhan ribu "anjing pelacak" fana ke alam liar.

Bagi Shen Yuan, ini adalah karpet merah menuju kebebasan.

"Semuanya, berdiri! Bagi menjadi kelompok berisi seratus orang! Setiap kelompok akan dipimpin oleh satu Murid Dalam!" teriak para Penatua Pelaksana.

Shen Yuan segera bangkit, dengan gerakan yang disengaja agar terlihat sedikit kaku dan kelelahan. Ia bergabung dengan salah satu barisan yang digiring menuju gerbang utama sekte.

Pemimpin kelompoknya adalah seorang pemuda angkuh berpakaian sutra putih, memancarkan hawa murni dari Ranah Pengumpulan Lautan Qi Tahap Awal. Ia menatap ratusan Murid Luar yang dipimpinnya dengan pandangan merendahkan.

"Dengar, sampah-sampah," desis sang Murid Dalam. "Hutan Bayangan Menangis penuh dengan siluman beracun. Jika kalian ingin hidup, gunakan hidung dan mata kalian dengan baik untuk mencari riak ruang. Aku tidak akan membuang hawa murniku untuk menyelamatkan nyawa anjing kalian."

Shen Yuan berjalan di tengah barisan. Langkahnya teratur, matanya menyapu sekeliling. Begitu mereka melangkah melewati gerbang perak raksasa yang dijaga ketat, hawa murni langit dan bumi yang bebas kembali menyapa kulitnya.

Ia telah berhasil. Ia menyusup, membunuh sasaran tertingginya, merampas seluruh harta karun, dan kini berjalan keluar dari pintu depan mereka di bawah pengawalan sekte itu sendiri.

Kelompok yang dipimpin Murid Dalam itu menuruni tangga panjang dan masuk ke dalam rimbunnya Hutan Bayangan Menangis. Pepohonan di hutan ini berwarna kebiruan, memancarkan kabut tipis yang menyesatkan pandangan.

Berjam-jam mereka menyisir hutan. Murid Dalam yang memimpin mereka mulai kehabisan kesabaran. Ia mengayunkan cambuk hawa murninya, memukul beberapa Murid Luar yang kelelahan.

"Cari lebih teliti! Leluhur bilang ada riak ruang! Jika aku kembali dengan tangan kosong, kalian semua akan kujadikan makanan siluman!" raungnya marah.

Shen Yuan yang berjalan di posisi belakang tiba-tiba menghentikan langkahnya. Kesadaran spiritualnya yang tajam, jauh melebihi milik Murid Dalam itu, mendeteksi kawanan Serigala Mata Darah yang sedang bergerak mendekat dari arah barat. Siluman tingkat menengah yang cukup merepotkan untuk ahli Lautan Qi.

"Ini saatnya perpisahan," batin Shen Yuan.

Ia dengan sengaja berjalan sedikit melenceng dari barisan utama, masuk ke balik semak berduri berdaun lebar. Ketika seorang murid fana di sebelahnya menoleh dan berniat memanggilnya, Shen Yuan menatap mata murid itu.

Putaran Pelahap Jiwa.

Satu tatapan singkat sudah cukup untuk menghapus ingatan sesaat murid tersebut, membuatnya kembali berjalan linglung seolah tidak pernah melihat Shen Yuan menghilang.

Begitu ia berada cukup jauh dari jangkauan pandangan kelompok tersebut, Shen Yuan tidak lagi menahan diri.

Zirah Hawa Murni berwarna hitam pekat meledak menyelimuti tubuhnya! Inti Emas Iblis di dalam Dantian-nya berputar dengan rakus, menghisap seluruh kabut di sekitarnya dalam satu tarikan napas.

"Sudah cukup aku bermain sebagai semut," ucap Shen Yuan. Udaranya seketika membeku. Ia merobek seragam Murid Luar berwarna abu-abu kusam itu, membuangnya ke tanah, dan membiarkan jubah hitamnya kembali membungkus dirinya dengan aura kaisar malam.

Dari arah barisan yang ia tinggalkan, terdengar suara jeritan panik dan raungan siluman serigala. Kelompok itu telah disergap. Murid Dalam yang angkuh itu sibuk bertarung mempertahankan nyawanya sendiri, tak akan pernah menyadari bahwa "buronan" yang mereka cari baru saja berjalan bersamanya dan kini telah lenyap tanpa jejak.

Langkah Bayangan Hantu!

Shen Yuan melesat membelah hutan. Ia tidak perlu lagi memadatkan Sayap Iblis Malam. Kecepatannya di Puncak Inti Emas Tahap Awal, dipadukan dengan ilmu perpindahan seketika jarak dekat, membuatnya melampaui kecepatan suara.

Dalam setengah hari, ia telah benar-benar meninggalkan wilayah kekuasaan Kuil Dewa Perak.

Di ujung cakrawala, matahari mulai tenggelam, mewarnai langit Benua Pusat dengan warna jingga berdarah. Shen Yuan berdiri di atas sebuah bukit gundul, memandang hamparan daratan yang tak berujung di hadapannya.

"Benua Pusat..." gumam Shen Yuan, merogoh Kantong Qiankun-nya dan menimbang Cincin Giok Pusaka milik Bai Luo di telapak tangannya. "Sekte penguasa di sini mungkin kuat, tapi mereka buta oleh kesombongan mereka sendiri."

"Lalu, apa rencanamu sekarang, Bocah?" Leluhur Darah bertanya. "Keluargamu sudah rata dengan tanah, dendam ayahmu sudah terbalas. Musuhmu kini adalah sekte raksasa yang menguasai wilayah ini."

Shen Yuan menyarungkan kembali tangannya. Sepasang matanya memancarkan ambisi yang belum padam. Kematian Bai Luo bukanlah akhir; itu hanyalah pintu masuk menuju misteri yang lebih besar.

"Bai Luo membunuh ayahku atas perintah dari kekuatan yang lebih tinggi," jawab Shen Yuan dingin. "Di dalam ingatannya, aku melihat sosok yang memberinya perintah untuk melacak Peta Makam Tuan Tanah Hantu. Aku akan mencari sosok itu. Sembilan Cakrawala tidak akan pernah tenang selama ada yang merasa mereka bisa mengatur takdirku."

"Untuk saat ini," Shen Yuan memandang ke arah sebuah kota raksasa yang gemerlap di kejauhan, Kota Awan Emas, ibu kota perniagaan terbesar di wilayah barat Benua Pusat. "Aku butuh menukarkan sebagian harta dari rubah perak itu, dan mencari kabar tentang langkah mereka selanjutnya. Mari kita lihat, apakah para dewa di benua ini siap menyambut kedatangan sang Iblis secara terbuka."

Dengan satu hentakan kaki yang menggetarkan bukit, Shen Yuan melesat turun, menjadi bayangan hitam yang siap menelan segala cahaya di Benua Pusat.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!