NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:871
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sekolah, kendaraan, rumah, baru

Hari hari sudah berlalu Wira sudah sembuh dari cideranya dia sudah beraktivitas seperti biasanya membantu ayu dan bermain dengan Sasa, suasana rumah sudah cukup hangat tidak terlalu canggung, bahkan respon ayu sudah tidak terlalu ketus.

" pagi semua....." ucap Wira yang baru selesai lari pagi.

" pagi ayah...." jawab Sasa.

" pagi...." jawab ayu.

" wah Sasa sedang menggambar boleh ayah tau apa yang Sasa gambar." tanya Wira mencoba mengapresiasi Sasa.

" tentu.... Coba ayah lihat dan ayah tebak apa yang Sasa gambar." ujar Sasa.

Wira melihat gambar anaknya, sekilas Wira sudah tau apa yang di gambar anaknya itu itu adalah gambar suatu keluarga.

" bisa beri tahu ayah tentang gambar ini sepertinya karena ayah terlalu lama tidak sekolah ayah menjadi sedikit tidak pintar." ucap Arya.

" ayah sih malas sekolah.... Lihat ini mama, ini Sasa dan yang ini ayah, ini adalah gambar keluarga." ujar Sasa.

" wah Sasa pandai sekali, apa ini juga mama yang mengajarkannya." ucap Wira.

" Sasa melihat di ponsel mama....." jawab Sasa.

" hebat sekali tapi ada yang aneh dari gambar ini mengapa ayah begitu jauh jaraknya." ucap Wira penasaran.

" itu karena ayah tidak mau tidur bersama Sasa dan mama setiap malam." ujar Sasa.

ayu dan Wira saling pandang dan ada perasaan aneh yang menyeruak dalam diri mereka tanpa sadar pula ayu menjatuhkan nampan yang di pegang ya.

Prank........

" ay hati hati...." Wira dan ayu panik bersamaan Wira segera menghampiri ayu untuk membantu membereskan, hanya saja karena sama sama panik keduanya tidak sengaja bersentuhan.

Kembali perasaan yang sudah lama itu seperti berdesir dan menyemprot keluar dari tubuh mereka, hanya saja ayu lebih cepat mengendalikan diri.

" kamu berkeringat lebih baik bersihkan tubuhmu dulu setelah itu kita sarapan, aku juga ingin bicara sesuatu yang Sasa nantinya." ucap ayu canggung.

" oh.eeeee iya jika begitu aku ke kamar mandi dulu." ucap Wira.

...****************...

" ada apa ay...." tanya Wira hari itu sudah siang Sasa juga sudah tidur siang.

" ini tentang sekolah Sasa, ajaran baru sudah akan tiba, dan aku sudah memikirkannya, untuk memasukkan Sasa ke salah satu sekolah " ucap Ayu.

" itu bagus aku setuju, apa kamu sudah tau sekolah mana yang akan kamu pilih." ucap Wira.

" aku rasa TK kasih bunda yang berada di ujung jalan sana cukup bagus." ujar ayu.

" tidak masalah, hanya saja jaraknya cukup jauh dari rumah jika berjalan kaki aku takut Sasa akan kelelahan, menggunakan ojek bukan solusi jangka panjang, apa sebaiknya kita membeli kendaraan saja." ujar Wira memberikan pendapat. Ini juga karena Wira kasihan melihat ayu yang berjalan kaki setiap kali ke pasar.

" itu juga yang sedang aku pikirkan." ucap ayu.

" ay apakah menurut mu tidakkah sebaiknya kita pindah rumah saja sepertinya rumah ini sudah terlalu kumuh untuk kita bertiga." ujar Wira.

" Wira kamu ya barusan kendaraan sekarang rumah kamu ingin begitu cepat menghabiskan uang ya...." ucap ayu kesal.

" maaf maaf, bukan begitu, tapi coba kamu pikirkan, sampai kapan kita akan tinggal di rumah ini." ucap Wira

Ayu menatap seluruh ruangan walau dalam rumah itu tidak banyak kenangan manis tapi rumah itu benar benar hasil memeras keringat.

" boleh lah, sepertinya rumah baru juga tidak masalah. " jawab ayu seperti sulit juga untuk menolak.

" yes....." senang Wira

" kamu kenapa seperti begitu senang mengenai rumah baru ini." tanya ayu.

" ya aku hanya ingin memperbarui semuanya di mulai dari rumah hubungan dan semuanya, aku mau keluarga kita menjadi keluarga yang sangat bahagia." ujar Wira.

" basi......" sahut ayu pergi.

" eh ay mau kemana." tanya Wira.

" ngantuk mau tidur." jawab ayu.

" aku juga boleh aku ikut." tanya Wira, bukan jawaban yang di terima tapi pintu yang tertutup dengan buru buru dan suara kunci yang di kunci dengan panik.

Wira pun hanya membuang nafas pasrah sepertinya dia harus sedikit lebih lama untuk bersabar agar bisa mendapatkan kembali hati ayu sepenuhnya.

" ayu ada apa dengan kamu mengapa kamu begitu panik, dia itu suami sah mu....." pikir ayu yang bersandar di pintu. Ada perasaan seperti rindu tapi takut, ada juga rasanya canggung.

Wira mengambil ponselnya dan menghubungi firman yang sedang santai setelah menemani Diana mencari baju pengantin untuk pernikahan mereka.

" halo kak ada apa....." tanya firman.

" kamu sedang sibuk. apa kamu bersama Diana." ujar Wira.

" aku tidak sibuk kak, ya aku sedang bersama Diana ." ujar firman menjawab. Kebetulan Diana mendengar apa yang di katakan firman.

" oh ya sudah lanjutkan saja, aku akan berbicara lain kali saja." ucap Wira.

" halo kak ini aku Diana calon istri firman. " ucap dianya yang mencomot ponsel firman tiba tiba.

" eh Diana apa yang kamu lakukan." ucap firman tapi Diana memberi kode dengan satu jari menempel di bibirnya.

" oh ya halo. Maaf karena aku tidak tau situasi, aku tidak akan mengganggu kalian, aku akhiri panggilan ini." ujar Wira.

" tunggu kak... Kakak adalah kakak dari calon suamiku dan kakak adalah sesuatu yang tidak tergantikan, lagi pula kita sedang free jadi kak Wira bisa mengobrol bebas dengan firman." ujar Diana.

" oh... Ah... Aku merasa tidak enak, aku sudah banyak mengganggu hubungan kalian dan menyulitkan firman. Aku minta maaf pada kalian." ucap Wira.

" kak Wira apa yang kakak katakan. " firman.

" itu sudah masa lalu, jadi biarkan saja berlalu ." ujar Diana.

" benar benar....." ucap Wira.

" ada apa kak menghubungi ku." tanya firman.

" ini aku ingin membeli rumah untuk ayu dan anak ku. Kamu bantulah mencarikan rumah untuk ku tidak perlu besar yang penting layak dan lingkungannya bagus untuk anak. Sebentar lagi Sasa akan masuk sekolah, ayu berencana memasukkannya di TK kasih bunda." ujar Wira.

" rumah ya......" firman coba memikirkan rumah seperti yang di katakan Wira.

" kak Wira TK kasih bunda merupakan sekolah dalam naungan perusahaan ayahku, dan untuk rumah aku rasa aku ada dan lingkungan di sana sangat baik, dan juga rumah itu tidak jauh dari TK kasih bunda."

" Diana kamu serius." firman.

" tentu...." ujar Diana.

" aduh aku jadi menyusahkan adik ipar." ucap Wira.

" apa yang kakak katakan. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga sudah seharus saling membantu." ujar Diana.

" baik baik baik.... Aku bersyukur firman mendapatkan orang baik seperti mu adik ipar." ucap Wira.

" kakak salah aku yang bersyukur karena mendapatkan pria seperti firman, kak Wira aku Diana secara pribadi mengucapkan terimakasih karena kak sudah membantu firman dulu saat susah." ujar Diana.

" hahaha. Apa yang kamu katakan adik ipar, apa yang aku lakukan dulu tidak lah sebanding dengan seberapa menyusahkan nya aku pada firman beberapa tahun ini." ujar Wira.

mereka pun terus mengobrol santai

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!