NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:121
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

"ARINA!!"

Suara menggelegar itu sontak membuat para perkumpulan muda-mudi berkisar 10 orang itu menoleh secara bersamaan. Mereka menatap sosok Aruna yang berjalan mendekat kearahnya bersama Noah dibelakangnya.

"Ka?!!

"Kamu bener-bener ya! Kamu pamitnya kan beli minum. Kenapa nggak balik?!! Ibu telfon tadi cariin kamu!!"

"Maaf, Aku keasikan bareng temen-temen kak Rehan jadi lupa waktu"

Aruna menghiraukan sang adik. Dan Kini ia lebih memilih menatap sosok laki-laki yang diceritakan Arina kemarin. Nathan?

"Apa lihat-lihat?!"

Aruna menyembur kesal dan itu sukses membuat Nial mengerutkan keningnya menatap gadis disampingnya, "Kakakmu memang segalak ini?"

Sedangkan Arina hanya menyengir canggung, "Sorry she's little sensitive. Periode maybe?"

"I see"

"Udah jangan marah-marah Runa. Arin aman kok sama kita"

Leon, laki-laki itu menyentuh lengan Aruna sambil mengusapnya pelan, dan kejadian itu tak luput dari perhatian Noah.

"Aman-aman kepalamu. Awas saja kalau nanti aku cek ada yang lecet. Ku tuntut kalian semua"

"Aku yang jamin Miss. Orang kita semua barengan kok dari tadi" Memang benar adanya, Sejak siang tadi gadis mungil yang tidak lain adik Aruna itu dalam pengawasan mereka semua. Apalagi Arina dan Noa, pacar Liam hanya gadis berdua.

"Miss, Arina boleh buat aku?"

Aruna menoleh lagi. Menatap Leon yang kini cekikikan tanpa malu. Terang-terangan menatapnya dengan lucu, "Sayang banget, mungkin kamu cuma akan dijadikan pelampiasan. Kamu kalau cepat dengan Teman mu"

"Sial" 

Percakapan antara Leon dan Aruna itu membuat beberapa orang disitu terlihat cukup bingung. Kecuali para pemain asli Indonesia yang mengerti bahasa mereka berdua. Dan tak terkecuali Arina yang kini mencebik kesal dan memplototi Leon garang.

Dan yah, hal selanjutnya adalah Aruna yang mulai menyatu dengan para teman-teman Rehan, Mereka saling bertukar cerita dan bercanda tawa. Menghabiskan malam yang tidak cukup panjang. Aruna yang dibuat tertawa oleh para lelaki itupun tak luput dari pandangan Noah yang diam-diam mengamati Aruna dengan intens. Mulut lelaki itu bahkan menarik seutas senyum.

"She's beautiful right?"

"Cave?"

"Banyak yang harus di tempuh jika kamu mau dia bro. Bukan hanya tentang hatimu. Tapi juga tentang dia dan kehidupannya. Jadi saranku kamu bisa berfikir panjang sebelum terlambat!"

.

.

.

.

.

Aruna dibuat kesal pagi-pagi sekali. Pukul 9 lebih beberapa menit, adiknya itu sudah berulah. Bagaimana tidak, gadis itu dengan terang-terangan izin padanya akan ikut pergi bersama teman-teman kakaknya yang akan tour keliling Bali hari ini.

Dan ia ditinggal begitu saja? Benar-benar sialan Arina itu.

"Kita kan liburan kak. Jadi sayang banget kalau cuma berdiam diri dalam kamar hotel"

"Kamu cewek sendiri disana"

"Ada Noa kok kak. Pacarnya si Liam. Jadi aku nggak akan cewek sendiri"

"Terus kamu mau ninggalin aku sendirian?"

"Yaudah ayo ikut kalau gitu. Ada Noah juga kok"

"Apa hubungannya sama Noah?!"

"Kakak kan lagi pdkt sama dia. Jadi cocok dong kalau boncengan bareng"

"Gila kamu!!"

Bicara soal Noah, laki-laki itu entah kenapa sejak kemarin malam, lebih tepatnya setelah acara barbeque party kemarin laki-laki itu pergi begitu saja meninggalkan tempat berkumpul.

Bahkan biasanya Noah yang biasanya basa-basi padanya langsung pergi tanpa pamit pun tanpa menoleh padanya. Entah dia sedang badmood tiba-tiba atau yang lainnya yang pastinya laki-laki itu sedikit aneh.

Tidak hanya kejadian aneh dimalam hari kemarin, bahkan ketika waktu sarapan tadi pagi, Saat mereka papasan, Noah hanya mengangguk untuk menyapanya dan setelahnya laki-laki itu mengacir pergi begitu saja.

"Yaudah aku keluar dulu ya, Nial sudah nunggu aku dibawah. Bye I love you"

Ingin rasanya Aruna menjerit kesal. Ingin memaki sang adik habis-habisan tapi sadar ia tidak berhak melarang adiknya itu bersenang-senang. Biar bagaimanapun benar kata Arin mereka kesini niatnya itu liburan bukan malah tiduran didalam kamar hotel.

Tidak ingin sendirian di kamar, Aruna pun mencoba untuk mencari hiburan di luar. Kakinya membawa pada pantai lagi. Namun, kali ini Aruna tidak menginjakkan kakinya kebawah pasir. Aruna menduduki tubuhnya pada bangku kayu yang menghadap ke laut lepas. Topi coklat melindungi kepalanya. Dan ia pun siap menikmati keindahan laut Bali kembali.

"Hallo?"

Kepala Aruna kembali bergerak perlahan. Menoleh pada sumber suara yang menyapa telinganya barusan. Wanita dengan long dress tanpa lengan dan rambut pirang itu duduk begitu saja disampingnya. Dan Aruna ingat wanita ini. Kalau tidak salah namanya Noa. Iya kekasih dari salah satu team atlet. Rick? Liam? Mereka orang yang sama kan? Hanya berbeda panggilannya saja.

Tapi kenapa wanita ini bisa disini? Bukannya harusnya dia ikut keliling Bali? Kalau wanita ini disini berarti Arina cewek sendirian dong?

"Hallo"

"Aruna kan?"

"Iya. Noa right?"

"Ya"

"Bukannya kamu harus ikut Keliling ya?"

"No. Aku nggak ikut. Capek aja, Kamu sendiri kenapa disini? Bukannya adik kamu ikut?"

"Aku juga capek"

Lalu kedua wanita cantik itu tertawa bersamaan, "Kamu sudah lama menggeluti dunia fashion dan Design?"

"Lumayan sekitar 6 tahun lebih maybe. Why?"

"Nothing. Aku merasa kagum aja"

"....."

"Aruna?"

"Ya?"

"Boleh aku cerita sesuatu?"

"Of course you can"

"Tapi sebelumnya aku ingin minta maaf dulu denganmu"

"Minta maaf? For what?"

"Ini tentang Marinos"

Sial! Aruna kembali berdebar jika mengingat nama itu.

"Ma-marinos? Kenapa dengan dia?"

"I know How did you break up with him"

"....."

"Nggak memungkinkan ini semua ada sangkut pautnya dengan awalan Rick"

"Rick? Kenapa harus Rick ikut andil?"

"Run, i know yang membuat kamu dan Rinos renggang adalah awal kamu yang mengetahui rahasia Marinos dari mulut Rick "

"....."

"Aku benar kan?"

"No Noa. Rick nggak salah dia--"

"No Aruna! You wrong! Harusnya Rick nggak ikut campur hubungan mu dan Marinos meskipun ia mengetahui rahasianya"

"It's oke. Berkatnya juga aku jadi tahu kalau selama ini Marinos berbohong "

"Rick punya maksud tertentu Run kenapa ia bisa melakukan itu padamu"

"....."

"Namanya Luna. Dia ... Dia kakakku Run. Dia wanita dibalik masa lalu Marinos. Tapi percayalah, Luna dan Marinos tidak pernah saling mencintai, Hubungannya dengan Marinos murni ketidak sengajaan"

"....."

"Dan alasan Rick memberimu informasi tentang rahasia nya adalah karena ia tidak ingin Marinos denganmu. Ia ingin Marinos tetap bersama Luna dan anak-anaknya. Kamu tahu Rick-- jika menyangkut denganku dia terlalu sensitif. Apalagi ini tentang keluarga Run. Aku sungguh minta maaf atas nama Rick. Aku menyesal gagal mencegah --"

"Noa?"

"....."

"Semuanya sudah berlalu. Terlepas dari Rick ikut andil atau tidak, aku tidak perduli. Toh aku dan Marinos sudah berakhir "

"Justru itu aku amat sangat merasa bersalah Run. Rasanya aku juga ikut bertanggung jawab atas ini semua"

"Tidak perlu Noa. Aku sudah --"

"NOA!!!"

Suara teriakan yang ikut terbawa oleh angin itu mengalihkan keduanya. Noa dan Aruna secara bersamaan menoleh pada sumber suara. Sosok Noah dengan boxer dan atasan singlet itu terlihat berjalan pelan mendekati kedua gadis itu.

"Noah?"

"Rick mencari mu!"

Hanya itu kalimat Noah yang keluar, Laki-laki itu tidak bicara banyak hanya menatap Noa dan sesekali melirik Aruna. Sampai Noa berdiri dan mulai berjalan untuk meninggalkan Aruna, barulah dirinya menatap lekat Aruna.

Ada mendung di raut wajah gadis yang kini tengah menatap lautan luas itu. Senyum yang biasanya tersemat hilang entah kemana. Hanya ada tatapan kosong dan bersamaan dengan itu satu tetes air matanya turun membasahi pipi kirinya.

She's crying?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!