tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Kereta kuda yang dinaiki Arthur dan Athena memasuki pagar mansion.
Mereka berdua lalu turun dengan perlahan.
"Athena! Arthur! Teriak Ailuna melihat cucunya yang baru pulang dari utara, di sampingnya, Ashley sedang diam menunggu.
Ailuna Cassiera Vesper, mantan Duchess Vesper sekaligus istri tercinta Alex.
Mereka berdua lalu berjalan menghampiri nenek mereka sambil tersenyum.
Kenapa nenek disini? Tanya Arthur khawatir, dia takut kondisi kesehatan neneknya akan memburuk karena dia berjalan-jalan di luar.
"Nenek kangen kalian" Ucap Ailuna mengelus pelan rambut Arthur.
"Nenek bisa menunggu dari dalam rumah" Ucap Athena.
Ailuna hanya tersenyum, lalu bergantian mengelus rambut hitam lebat Athena.
"Ayo masuk" Ucapnya.
"Ayo Athena" Girang Ashley menarik narik tangan Athena.
Gadis kecil itu lalu mengikuti langkah Ashley dalam diam.
“Bagaimana kondisi Archel? Tanya Perez tiba-tiba dari belakang mereka saat berjalan di lorong mansion.
"Dia baik-baik saja ayah" Balas Athena.
"Baik-baik saja? Perez mengangkat satu alis nya meminta Athena jujur.
" Dia baik-baik saja setelah aku dan Milean memulihkan tubuhnya" Ucap gadis itu menunduk.
Ashley menatap khawatir Athena, ia takut gadis itu akan mendapatkan masalah.
"baiklah"
Perez lalu berjalan pergi diikuti Alan di belakangnya.
"Sampai jumpa nona Athena nona Ashley" Ucap Alan melambaikan tangan pada dua gadis kecil itu.
Athena lalu berjalan pergi meninggalkan Ashley yang sedang fokus pada mereka.
"Athena! Teriak Ashley saat sadar dirinya ditinggal.
Athena menggunakan sihir untuk menutup telinganya agar ia tidak mendengar suara Ashley yang memanggilnya.
"Kau itu bangsawan yang sombong ya" Ucap Valeo dalam pikiran Athena.
"...? Balas gadis itu.
“Sungguh, kau benar-benar jahat pada saudaramu sendiri” Lanjut Arwah itu.
"Aku tidak peduli" Ucap Athena datar.
****
"Kita sungguh-sungguh akan mengirim mereka? Tanya Alex, pria tua itu fokus pada dekret dari Kaisar yang menyuruh Vesper mengirimkan perwakilan untuk mengikuti festival pertarungan ujung tongkat dan bilah pedang yang digelar 6 tahun sekali.
Kemarin telah berakhirnya festival itu dengan Damien yang berpartisipasi, dan kaisar sudah menyuruh Vesper mengirimkan data perwakilan Vesper yang akan ikut 6 tahun lagi.
" Aku berpikir untuk mengirimkan semua anak" Jawab Perez datar, ia berniat mengirimkan 5 bersaudara Vesper untuk menghadiri Festival pertarungan itu.
"Kau benar-benar gila" Ucap Alex memijat pelipisnya pelan.
"Apa kau setuju Damien? Tanya Alex pada cucunya.
Damieno Lysander Vesper, anak pertama duke Vesper sekaligus kakak Athena, Damien adalah seorang Pendekar pedang dan juga penyihir api yang memiliki penampilan khas yang tajam dan juga dingin.
Sama seperti adik adiknya, Damien adalah anak berbakat yang bisa menguasai ilmu pedang sekaligus dengan sihir api milik ibu nya.
Ia memiliki penampilan yang tampan namun juga menakutkan, rambut nya hitam pekat dan bola mata nya hitam pekat, memunculkannya kosong seperti seorang mayat hidup yang dipaksa berjalan, penampilan itu adalah ciri khas Vesper dengan dua keahlian yaitu pedang dan sihir.
"Aku mungkin akan diam saja jika hanya aku dan Arthur yang dikirim, tapi aku setuju jika Arsene Athena dan Ashley juga ikut" Ucap pemuda yang masih berusia 14 tahun itu.
“Apa alasanmu keberatan? Tanya Perez.
" Usia mereka masih di bawah 10 tahun, meskipun mereka anak yang berbakat, tetap saja aku takut dan khawatir " Balas anak itu.
"Tidak ada alasan masuk akal yang bisa membuat mu takut Damien, jika mereka mau, mereka bisa saja menghancurkan seluruh Arbeloa" Ucap Perez dingin.
“Selain itu festival diadakan saat mereka sudah berusia 12 tahun, lebih lanjut pria itu
"Ayah" Ucap Damien menatap mata ayah nya.
"Lebih baik kau diam Damien" Sahut Ailuna, wanita itu lalu mengelus pelan punggung tegap Damien yang langsung membuat anak itu seketika diam.
***
"Athena! Panggil Damien pada adiknya yang sedang duduk sendirian di tepi air mancur.
"Apa? Balas gadis kecil itu."
Damien lalu duduk di samping Athena dan ikut memandangi air mancur.
“Apa kau tahu Festival ujung tongkat dan bilah pedang baru selesai digelar? Tanya pemuda itu menatap Athena.
"Aku tahu" Balas gadis itu.
"Ayah bermaksud mengirim kita semua untuk festival 6 tahun lagi" Ucapnya menatap sendu air mancur.
"Apa kita semua yang kakak maksud termasuk aku di dalam nya? Tanya Athena, kali ini giliran gadis kecil itu yang menatap mata Damien.
"Iya" Balas pemuda itu.
"Sungguh? Mungkin ini akan menjadi pertama kalinya seluruh rakyat Arbeloa melihat kekuatanku" Ucap Gadis itu dengan tersenyum, senyumannya benar-benar bentuk nyata sebuah ambisi.
Damien mengerutkan dahi melihat reaksi Athena yang terlihat senang, apa anak itu tidak takut?
"Kau tidak takut? Tanya Damien.
"Apa?"
“Memangnya bagimu Festival kecil ini menakutkan? Tanya Athena menaikkan satu alisnya.
Damien berhasil di buat terkejut oleh jawaban Athena, mungkin di dunia ini, hanya adiknya yang mengatakan Festival ujung pedang dan tongkat itu kecil.
Ia lalu mengeleng-geleng kepala melihat tingkah berani adiknya, memang seperti inilah seharusnya pikiran sang jenius 2000 tahun.
"Kakak! Athena! Teriak Ashley dari belakang mereka.
Gadis kecil itu lalu berlari mendekati Athena dan Damien yang sedang duduk.
" Apa yang kalian lakukan disini? Tanya gadis kecil itu.