NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyambut Fajar

​Cahaya matahari pagi yang lembut menyusup melalui celah gorden sutra di apartemen penthouse rahasia mereka, menyapu lantai kayu dan jatuh tepat di atas tempat tidur yang berantakan. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, tidak ada dering ponsel darurat atau laporan intelijen yang membangunkan mereka. Yang ada hanyalah kesunyian yang damai dan aroma sisa gairah semalam yang masih menggantung di udara.

​Lyra Selene membuka matanya perlahan, merasakan berat yang nyaman dari lengan Elian yang melingkari pinggangnya. Ia berbalik pelan, menemukan wajah Elian yang tampak jauh lebih muda dan tenang saat tidur. Tidak ada kerutan di dahi sang Perdana Menteri pagi ini.

​"Selamat pagi," bisik Lyra, suaranya masih parau, seraya membelai rahang tegas Elian.

​Elian membuka mata, senyum tipis langsung terkembang di bibirnya. "Selamat pagi, Ketua Dewan," jawabnya dengan suara bariton yang dalam dan seksi. Ia menarik Lyra lebih dekat, mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.

​Gairah di Balik Selimut

​Awalnya, itu hanya ciuman ringan, sebuah ucapan selamat pagi yang manis. Namun, saat bibir mereka bertemu, sisa-sisa alkohol semalam dan kebebasan yang mereka rasakan memicu kembali api yang belum sepenuhnya padam. Tangan Elian mulai menjelajah di bawah selimut, menyentuh kulit halus Lyra yang hangat.

​"Elian, kita harus bersiap..." Lyra mencoba memprotes lemah, namun desahannya mengkhianati kata-katanya saat tangan Elian menemukan titik sensitifnya di bawah selimut.

​Aktivitas seksual mereka kembali aktif di bawah kehangatan selimut tebal. Elian bergerak dengan ritme yang lebih lambat namun lebih emosional pagi ini. Tidak ada urgensi yang liar seperti semalam, melainkan sebuah eksplorasi yang mendalam. Di bawah perlindungan kain sutra, mereka menyatu kembali, saling memberikan kenikmatan yang membuat mereka lupa bahwa dunia luar sedang menunggu. Erangan rendah Lyra tertahan di dada Elian saat mereka mencapai puncak pagi yang manis.

​Ritual Pagi dan Sarapan yang Damai

​Setelah beberapa saat membiarkan napas mereka kembali normal, mereka bangkit. Pemandangan ini sangat kontras dengan citra mereka di televisi, sang pemimpin negara yang hanya mengenakan celana dalam hitam, sedang menyiapkan kopi dan roti panggang, sementara Lyra duduk di atas konter dapur dengan kemeja putih Elian yang kebesaran. Mereka menikmati sarapan bersama dalam keheningan yang nyaman, tertawa kecil membicarakan hal-hal sepele yang hampir tidak pernah mereka lakukan.

​Intensitas di Bawah Pancuran Air

​"Kita harus mandi, Elian. Aku punya rapat direksi dalam dua jam," Lyra mengingatkan, meski matanya masih terpaku pada pundak kokoh pria di depannya.

​"Kalau begitu, mari kita mandi bersama agar lebih efisien," Elian menyeringai, menarik tangan Lyra menuju kamar mandi utama yang luas.

​Di dalam bilik shower kaca yang modern, Elian menyalakan air. Suhu hangat segera memenuhi ruangan dengan uap tipis. Namun, alih-alih mengambil sabun, Elian justru menarik Lyra ke bawah kucuran air, membiarkan kemeja putih yang dikenakan Lyra basah kuyup hingga mencetak lekuk tubuhnya dengan transparan.

​Elian menyandarkan Lyra ke dinding kaca yang licin dan dingin, memberikan sensasi kontras dengan air hangat yang mengalir di punggung mereka. Ciuman mereka kembali memanas, kali ini lebih beringas. Tangan Elian merobek kancing kemeja itu satu per satu hingga jatuh ke lantai shower. Ia mulai menjilati tetesan air yang mengalir di leher Lyra, turun menuju payudaranya yang sudah menegang akibat suhu dan rangsangan.

​Lyra mencengkeram bahu Elian, kuku-kukunya sedikit menekan kulit pria itu saat Elian berlutut di bawah guyuran air. Di atas lantai yang basah, Elian kembali memanjakan pusat sensitif Lyra dengan lidahnya. Suara air yang berjatuhan menyamarkan erangan Lyra yang semakin keras. Gesekan air dan gerakan lidah Elian menciptakan sensasi yang membuat Lyra hampir kehilangan keseimbangan.

​"Elian... sekarang... kumohon," Lyra mendesah, menarik rambut Elian agar pria itu berdiri.

​Elian mengangkat tubuh Lyra, membiarkan kaki jenjangnya melingkar erat di pinggangnya. Dengan punggung Lyra yang masih menempel di kaca, Elian memasukinya dengan satu hentakan dalam yang membuat Lyra memejamkan mata rapat-rapat. Air yang mengalir deras di antara tubuh mereka yang bersatu menciptakan stimulasi tambahan yang tak tertahankan.

​Elian bergerak dengan tenaga penuh, setiap dorongannya diiringi oleh suara napas yang memburu dan cipratan air. Lyra mendongak, membiarkan air shower membasahi wajahnya, bibirnya terbuka mengeluarkan teriakan nikmat yang beradu dengan suara derasnya air. Mereka bergerak dalam ritme yang semakin cepat, semakin beringas, seolah-olah ingin menghabiskan seluruh energi mereka di sana.

​Puncaknya datang dengan ledakan yang membuat tubuh mereka bergetar hebat di bawah guyuran air. Elian membenamkan wajahnya di ceruk leher Lyra, melepaskan segalanya di dalam, sementara Lyra mencengkeram punggung Elian seolah tak ingin pria itu pergi. Mereka tetap berpelukan dalam posisi itu selama beberapa menit, membiarkan air hangat membersihkan sisa gairah mereka sebelum realita kembali memanggil.

​Kembali ke Topeng Kekuasaan

​Setelah selesai, mereka berpakaian dalam diam yang penuh pengertian. Lyra mengenakan setelan bisnis "Iron Rose" miliknya yang tajam, sementara Elian mengenakan jas resmi Perdana Menteri. Saat mereka berdiri di depan cermin besar bersama-sama, mereka melihat dua penguasa tertinggi Aethelion. Namun, pantulan binar dari mata mereka menunjukkan kehangatan dan kepedulian terhadap masing-masing. Tak ada sandiwara, hanya kasih tulus yang bertahun-tahun yang harus mereka palsukan.

​"Sampai jumpa di meja perundingan, Tuan Perdana Menteri," ujar Lyra, menyesuaikan dasi Elian untuk terakhir kalinya.

​"Sampai jumpa, Nona De la Vega," balas Elian dengan ciuman singkat namun dalam di bibir Lyra.

​Mereka keluar dari apartemen secara terpisah, menuju kendaraan masing-masing. Pintu lift tertutup, dan bersamaan dengan itu, topeng dingin mereka kembali terpasang.

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!