Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.
Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Kelahiran Kembali Tulang Naga
Lin Feng tidak membuang waktu. Dengan sisa-sisa kusen pintu yang hancur, dia mengganjal pintu masuk ruangannya, menciptakan barikade seadanya. Ini tidak akan menghentikan seorang ahli sejati, tetapi setidaknya akan memberinya sedikit peringatan.
Dia kembali duduk bersila di tempat tidurnya, ekspresinya berubah menjadi serius. Proses selanjutnya akan menjadi sangat menyakitkan. Bahkan dengan tekad seorang Kaisar Abadi, rasa sakit dari penempaan tulang adalah sesuatu yang tidak bisa dianggap remeh.
Dia mengambil napas dalam-dalam, menenangkan pikirannya hingga setenang danau beku. Lalu, tanpa ragu, dia memasukkan ketiga bahan itu ke dalam mulutnya secara bersamaan: pasta Rumput Darah Besi yang sudah diolah, kelopak Bunga Roh Embun, dan Buah Ular Merah yang utuh.
BOOM!
Sesaat setelah buah-buahan itu masuk ke perutnya, rasanya seperti gunung berapi meletus di dalam tubuhnya. Energi yang seratus kali lebih dahsyat dari sebelumnya meledak dengan liar. Energi panas dari Buah Ular Merah dan Rumput Darah Besi berubah menjadi lautan api, sementara energi dingin dari Bunga Roh Embun berusaha melindungi organ vital dan jiwanya.
"ARRGH!"
Bahkan Lin Feng tidak bisa menahan erangan tertahan. Ini bukan lagi sekadar darah yang mendidih. Ini adalah tulang-tulangnya yang dibakar! Energi panas yang liar itu meresap ke dalam setiap tulang di tubuhnya, dari ujung jari hingga tulang punggungnya, menggerogoti dan melelehkannya dari dalam ke luar.
Keringat sebesar kacang mengalir deras dari dahinya. Pembuluh darah di seluruh tubuhnya menonjol, dan kulitnya memerah seperti besi yang dipanaskan. Suara retakan yang samar namun mengerikan terdengar dari dalam tubuhnya. Itu adalah suara tulang-tulangnya yang hancur menjadi debu di bawah amukan energi.
Setiap orang biasa pasti sudah mati sepuluh kali lipat karena rasa sakit yang tak terbayangkan ini.
Tetapi Lin Feng bukanlah orang biasa.
"Datanglah!" raung jiwanya dalam keheningan. "Rasa sakit ini... inilah jalan seorang kultivator! Tempa aku! Hancurkan aku! Bangun aku kembali!"
Dia dengan paksa menahan gelombang rasa sakit yang bisa menghancurkan kesadaran, dan dengan tekad baja, dia mulai menjalankan formula lengkap dari Teknik Penempaan Tulang Naga. Dia tidak melawan energi liar itu, melainkan memandunya. Dia menggunakan rasa sakit itu sebagai palu dan tubuhnya sebagai landasan, menempa ulang fondasi Dao-nya yang telah hancur.
Energi panas melelehkan tulang lamanya yang rapuh, membakar semua kotoran tersembunyi. Kemudian, di bawah bimbingan jiwa ilahinya dan efek penyembuhan dari Bunga Roh Embun, partikel-partikel tulang yang hancur itu mulai menyatu kembali. Mereka menyerap esensi dari Rumput Darah Besi dan Buah Ular Merah, membentuk kembali tulang-tulang baru yang jauh lebih padat, lebih kuat, dan bersinar dengan kilau samar seperti giok.
Proses ini terasa seperti selamanya.
Ketika gelombang rasa sakit terakhir mereda, Lin Feng terengah-engah, seluruh tubuhnya basah kuyup seolah baru diangkat dari air. Pakaiannya telah hancur, dan kulitnya dilapisi oleh lapisan tebal zat hitam yang berbau busuk. Ini adalah kotoran dan racun yang telah terakumulasi di dalam tubuh ini selama bertahun-tahun, yang kini telah sepenuhnya dikeluarkan.
Mengabaikan bau busuk itu, Lin Feng perlahan mengepalkan tangannya.
Sebuah perasaan kekuatan yang belum pernah dirasakan oleh tubuh ini sebelumnya membanjiri dirinya. Ini bukan kekuatan spiritual, melainkan kekuatan fisik murni. Dia merasa seolah-olah dia bisa meremukkan batu besar hanya dengan satu pukulan.
Dengan satu lompatan ringan, dia turun dari tempat tidur, gerakannya lincah dan tanpa suara. Dia melihat ke tubuhnya. Kulitnya yang tadinya pucat dan kusam kini memancarkan kilau samar seperti giok. Meskipun masih terlihat kurus, setiap otot di bawah kulitnya terasa padat dan penuh dengan kekuatan ledakan.
Tapi perubahan terbesar ada di dalam.
Lin Feng memejamkan mata, memfokuskan kesadarannya pada Dantiannya. Meridian yang tadinya hancur dan tersumbat kini telah terlahir kembali sepenuhnya. Tidak hanya itu, meridian barunya jauh lebih lebar dan lebih tangguh daripada meridian orang biasa, berkilauan dengan cahaya redup, siap untuk menerima gelombang energi spiritual.
"Fondasi telah diletakkan."
Senyum tipis yang penuh kepuasan muncul di wajahnya untuk pertama kalinya sejak reinkarnasi.
Tanpa ragu, dia duduk kembali dan mulai menjalankan bagian pertama dari kitab suci terhebat di seluruh alam semesta: Kitab Suci Kekacauan Abadi.
Saat formula mental itu dijalankan, sebuah pusaran tak terlihat terbentuk dengan Lin Feng sebagai pusatnya. Energi spiritual langit dan bumi yang tipis di sekitarnya—energi yang biasanya tidak akan pernah bisa dirasakan oleh seorang pemula—kini tersedot dengan deras ke dalam tubuhnya seolah-olah ditarik oleh lubang hitam.
Energi itu mengalir melalui meridian barunya yang tangguh, beredar satu putaran penuh tanpa hambatan sedikit pun, sebelum akhirnya mengendap di Dantiannya, membentuk jejak pertama dari Energi Kekacauan Abadi.
Alam Penempaan Tubuh, Tingkat Pertama!
Alam Penempaan Tubuh, Tingkat Kedua!
Dalam sekejap, dia tidak hanya melangkah ke jalur kultivasi, tetapi langsung menembus dua tingkat! Kecepatan ini, jika diketahui orang lain, akan cukup untuk membuat mereka pingsan karena syok.
Lin Feng perlahan membuka matanya. Sebuah kilatan cahaya tajam melintas di pupilnya sebelum menghilang. Dia bisa merasakan kekuatan yang nyata mengalir di tubuhnya. Dia bukan lagi sampah yang tak berdaya.
Tepat pada saat itu, sebuah aura yang kuat dan penuh niat membunuh menyelimuti halaman kecilnya dari luar.
"Lin Feng! Keluar kau, sampah tak berguna!"
Sebuah suara dingin dan penuh amarah yang terpendam terdengar, jauh lebih mengintimidasi daripada suara Lin Wei.
Lin Feng mengenali suara itu dari ingatan pemilik tubuh ini. Itu adalah suara Lin Hu, ayah Lin Wei.
Masalah akhirnya datang mengetuk pintu.
Namun, kali ini, Lin Feng tidak lagi merasa khawatir. Dia berdiri, dan senyum dingin yang samar muncul di sudut bibirnya.