NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pagi hari

 Nina bangun lebih pagi, setelah mendapat informasi dari Milano mengenai masalah perusahaan miliknya.

 "Kamu cek siapa orang yang sengaja membuat kekacauan di tempat itu,apalagi tidak sulit untuk kita awasi." perintah Nina yang selama beberapa minggu ia tinggal,kini perusahaan miliknya menghadapi masalah dengan tikus-tikus yang mulai berani mencuri sesuatu diperusahaan miliknya.

 "Baik Nona,akan saya kerjakan."jawab Milano yang langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan Nonanya.

 Nampak Nina begitu kesal," Berani juga mereka berani melakukan hal-hal itu di belakang. Baiklah jika para tikus-tikus itu mulai berani mengusik, harus ada bayaran setimpal dengan kerugian yang mereka lakukan." gumam Nina yang sudah muak dengan orang-orang yang dia pekerjakan mulai bermain licik dibelakang dia.

  Nina bergegas untuk bersiap berangkat ke tempat kerjanya,saat Nina baru keluar dari kamarnya Nina disambut oleh Airin.

 "Pagi,Nin." sapa Airin yang baru saja siap berangkat bekerja.

 "Pagi." jawab Nina yang langsung mengunci kamarnya.

 "Oh iya Nin,mungkin besok aku pulang kampung dulu." pamit Airin pada Nina.

 "Pulang kampung?"

 "Iya,aku dapat kabar dari Ayahku jika ibuku sedang sakit.Sementara aku ambil cuti dulu." Pamit Airin pada Nina.

 "Begitu ya." jawab Nina yang mengerti keadaan keluarga dari Airin, setelah Airin berpamitan Nina segara pergi ke tempat kerjanya.

 Saat Nina hendak akan berangkat dari depan ada sosok pria yang selalu mengawasi dirinya.Siapa lagi jika bukan Andra yang saat itu dalam posisi juga akan berangkat kerja juga.

 Nina hanya cuek tak memperhatikan pria itu,Nina berangkat kerja di hari itu juga.Sedangkan Andra masih diam-diam mengawasi Nina dari kejauhan.

 "Kenapa dia terlihat begitu berbeda dengan wanita lain, apalagi kejadian kemarin malam membuat aku penasaran siapa sebenarnya dia." batin Andra yang terdiam melihat depan,hingga tanpa sadar dari belakang Andra sudah ada Yogi dan Doni yang berdiri.

 "Kesambet apa tuh orang,diam saja seperti orang lagi kebingungan." ucap Yogi yang melihat perubahan sikap Andra

 "Jangan ikut campur urusan orang lain " jawab Doni yang mengingat Yogi untuk tidak berbuat hal aneh.

 "Aku hanya merasa aneh saja sama dia,atau mungkin..."

 "Mungkin apanya?"

 "Dia lagi mikirin Nina."tiba-tiba saja pundak Yogi di pukul Doni.

 "Mikir jangan aneh-aneh begitu, walaupun dia suka dengan Nina kita lebih baik diam.Itu urusan mereka berdua." jawab Doni yang mendekati Andra.

 "Dra, ayo kita berangkat." ajak Doni yang spontan Andra sadar dan segera menghampirinya.

 "Iya." jawab Andra yang akhirnya mereka berangkat bekerja bersama.

 Di lokasi Nina sekarang, situasi ditempat kerjanya mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

 "Tolong antarkan makanan ini di meja 4." Nina segera mengantarkan makanan itu dimeja itu.

 Saat Nina sudah mengantarkan hidangan itu dimeja pelanggan , tiba-tiba langkah terhenti setelah menyebut nama ."Maksud kamu perusahaan Anxel company?" tanya pria itu yang terlihat kaget.

 "Iya,aku dengar jika perusahaan itu sangat bagus kita untuk berinvestasi.Bahkan rumor yang aku dengar, perusahaan ini juga sangat berpengaruh di negara K." ucap pria itu yang menjelaskan tentang perusahaan itu.

"Kamu tidak sedang bercanda,kan?"

"Buat apa aku bohong,maka dari itulah aku ingin kerjasama dengan perusahaan itu." pria yang di sampingnya hanya menganggukkan kepala.

 Tanpa mereka sadari Nina mendengar percakapan mereka, reaksi Nina hanya terdiam dan tahu betul apa yang sedang mereka pikirkan.

 "Sepertinya mereka orang baru."batin Nina yang menilai orang itu orang yang tidak terlalu berpengaruh baginya.

 Nina kembali beraktivitas dan tak begitu menghiraukan tentang kedua orang itu. Setelah pekerjaannya selesai, Nina bergegas pergi menemui Manager di tempat kerjanya.

 "Nona."Raffi langsung terdiri dari tempat duduknya.

 Nina langsung mendekati Raffi yang saat itu sedang bekerja di meja kerjanya."Nanti siang aku harus pergi."Raffi membalasnya dengan anggukkan kepala.

 "Jika ada salah satu orang bertanya tentang keberadaan ku, kamu bilang saja aku pergi ada urusan keluarga." pesan Nina kepada Raffi.

 "Baik Nona saya mengerti." setelah Nina mengobrol dengan Raffi, Nina segera bersiap-siap untuk pergi di waktu itu.

Nina keluar melewati jalan area pintu belakang yang langsung menyambung ke area parkir.Sebelum Nina pergi ke lokasi yang akan dia kunjungi, ia pergi ke suatu butik untuk dirinya membeli baju kerja.

 Kini posisi Nina sudah rapi, tinggal menunggu jemputan dari seseorang. Dari arah depan sudah ada mobil berhenti dan langsung keluar sosok pria yang tidak lain adalah Milano asisten pribadinya di perusahaan.

 "Silakan Nona."Milano langsung melayani nonanya dan posisi sepeda motor miliknya sengaja dibawa oleh orang suruhan Milano yang langsung dibawa.

 Kini posisi Nina sudah ada di dalam mobil bersama Milano, Nina sedang sibuk membaca laporan di iPad miliknya.

 "Apa kamu yakin semuanya sudah lengkap?"tanya Nina kepada Milano.

 "Sudah semuanya Nona, bahkan beberapa laporan juga pun sudah saya curigai memang sengaja mereka memalsukan data yang sebenarnya." Nina membalas dengan senyum sinis.

 "Kini waktunya membasmi tikus-tikus yang ada di sana, kamu siapkan beberapa bodyguard untuk menjaga pintu keluar. Aku yakin dari mereka pasti akan melarikan diri."perintah Nina kepada Milano untuk segera mempersiapkan semuanya.

 "Baik Nona."jawab Milano yang segera menghubungi seseorang untuk mempersiapkan semuanya.

 Akhirnya Nina sampai juga di perusahaan miliknya, beberapa orang pun terkejut dengan kedatangannya. Nina pun sudah memasuki lift menuju lantai 10 di mana itu adalah ruang kerjanya.

 "Apa mereka masih ada di ruang rapat?"tanya Nina kepada Milano.

 "Masih nona, kurang 10 menit lagi rapat itu akan dimulai." jawab Milano sembari memberikan sebuah map untuk Nonanya.

 "Kita berangkat sekarang saja, mereka melarikan diri." pada akhirnya Nina dan Milano bergegas menuju ruang rapat yang dihadiri oleh beberapa orang penting di perusahaan miliknya.

 Saat Nina masuk ke ruang rapat, keadaan semakin riuh dan beberapa orang pun terkejut dengan kedatangannya.

 "Nona Angel." beberapa orang menyebut namanya dan langsung dari Mereka berdiri dari tempat duduknya.

 Dengan tenang Angel menatap mereka semua yang tampak tegang setelah melihat kedatangan dirinya.

 "Sepertinya, aku belum terlambat."ucap Angel dengan nada dinginnya menatap mereka semua yang ada di ruang rapat.

 Dari mereka mulai melirik kanan kiri, sampai ada dari mereka saling memberi kode entah apa yang sedang mereka rencanakan.

 "Selamat datang Nona Angel."Siapa mereka ke arah dirinya.

 Milano cara mendekat sembari membisikan sesuatu di telinga Nonanya,"Tidak perlu kita tunda lagi, mulai sekarang rapat hari ini."Angel pun memulai rapat hari ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!