NovelToon NovelToon
Sangkar Merah

Sangkar Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Aletha merupahan remaja yang sangat senang akan dunia malam. Ia juga merupakan anak konglomerat yang terkenal di kota Metropolitan. Tapi kini dirinya harus di hadapkan dengan perjanjian kontrak dengan Danny yang sepertinya menguntungkan? atau malah merugikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Palung Laut—17

Suara tangisan Aletha semakin tenggelam di pundak ayahnya. Ruangan kantor yang biasanya dipenuhi ketegangan negosiasi bisnis bernilai miliaran rupiah itu kini hanya menyisakan gema dari kejujuran yang menyayat hati.

Pak Adinata mempererat dekapannya, seolah ingin membayar tuntas setiap detik, setiap jam, dan setiap tahun yang hilang karena ketidakberdayaan dirinya sebagai seorang ayah. Air matanya ikut luruh, membasahi bahu baju rajut sage green yang dikenakan putrinya.

"Kehilangan mamamu itu... pukulan yang terlalu besar buat Papa, Nak," bisik Pak Adinata, suaranya parau dan terputus-putus menahan sesak di dada. "Papa sayang banget sama kamu, Nak... Sayang banget. Tapi Papa bener-bener nggak sanggup..."

Aletha menggelengkan kepalanya di dalam pelukan itu, tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Air matanya mengalir deras tanpa bisa dibendung lagi.

"Setiap kali Papa telepon kamu... setelah menutup telepon itu, Papa selalu nangis sendirian di kantor ini," Pak Adinata, suaranya sarat akan penyesalan yang mendalam. "Papa kangen banget sama kamu, Nak. Papa pengen pulang, pengen peluk kamu, tapi Papa nggak sekuat itu untuk kembali ke rumah yang penuh kenangan tentang mamamu tanpa merasa hancur."

Pria paruh baya yang di luar sana dikenal sebagai raksasa bisnis migas yang kejam dan tak tersentuh, kini rapuh total di hadapan putrinya sendiri. Ia menangkup kedua pipi Aletha, menghapus air mata yang membanjiri wajah cantik yang sangat mirip dengan mendiang istrinya itu.

"Papa sayang kamu, Aletha... Papa nyesel banget. Papa nyesel karena Papa nggak sekuat itu buat ada di sebelah kamu saat kamu butuh Papa. Maafin Papa yang pengecut ini, Nak... Maafin Papa..."

Mendengar kata 'pengecut' keluar dari mulut pria yang selama ini ia anggap sebagai sosok yang abai, kemarahan dan kebencian yang selama ini dipelihara Aletha di dalam hatinya menguap begitu saja. Digantikan oleh rasa haru yang luar biasa.

Ternyata dia tidak dibenci. Ternyata dia tidak dibuang. Ayah yang selama ini dia tunggu di ruang tamu yang sepi itu, ternyata selalu merindukannya di balik meja kerjanya yang dingin.

"Aletha nggak marah lagi sama Papa..." bisik Aletha dengan suara serak, sepasang matanya yang basah menatap lekat wajah sang ayah. "Aletha cuma... kangen Papa."

Pak Adinata tersenyum di tengah tangisnya, lalu kembali menarik Aletha ke dalam pelukan hangatnya. Kali ini, dekapan itu terasa begitu melegakan, menyembuhkan luka menganga yang selama ini membuat Aletha tumbuh menjadi gadis manipulatif yang liar di luar rumah.

Di sudut sofa, Danny masih bergeming. Menyaksikan adegan itu membuat sudut hati Danny yang paling dalam seperti diketuk oleh palu besar. Pria dingin yang selalu menganggap pernikahan dan hubungan keluarga adalah sebuah transaksi bisnis belaka itu, kini dipaksa melihat arti dari sebuah ketulusan dan cinta yang sesungguhnya.

Danny memperhatikan bagaimana Aletha mulai bisa tersenyum kecil di sela-sela sisa tangisnya—sebuah senyuman yang sangat berbeda dari senyum licik atau senyum tengilnya ini adalah senyuman paling jujur dari seorang anak perempuan yang akhirnya mendapatkan kembali dunianya yang hilang.

‘Kontrak ini...’ batin Danny, dadanya berdegup dengan ritme yang tak beraturan. ‘Gue nggak boleh sampai merusak kebahagiaan yang baru dia dapet. Kalau skenario ini harus berjalan sampai akhir, gue bakal pastiin dia tetap aman di dalam perlindungan gue.’

Sore itu, selembar kertas kontrak di antara Danny dan Aletha tidak lagi terasa seperti sebuah lembaran bisnis yang kaku. Tanpa mereka sadari, benang tak kasat mata itu kini mulai mengikat sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar status legalitas di atas kertas.

Dua tahun lalu, dunia Aletha runtuh dalam senyap.

Kematian ibunya bukanlah sebuah takdir yang biasa, melainkan sebuah konspirasi busuk. Ibunya adalah seorang ilmuwan kelautan terkemuka yang sedang memimpin penelitian besar di laut dalam. Namun, ambisi itu dipatahkan secara brutal oleh rekan bisnis papanya sendiri yang merasa terancam oleh hasil temuan tersebut. Kecelakaan itu sengaja direncanakan.

Hari itu, kapal selam ilmiah yang membawa ibunya dan beberapa kru peneliti tiba-tiba kehilangan kontak saat berada di atas palung terdalam. Kapal itu diledakkan dari dalam secara sengaja di bawah tekanan ribuan atmosfer. Tidak ada alarm bahaya, tidak ada panggilan darurat. Begitu hancur, bangkai kapal beserta jasad ibunya langsung tenggelam ke dalam palung paling gelap, lenyap ditelan samudra tanpa menyisakan satu pun serpihan yang utuh di permukaan laut. Jasad itu tidak akan pernah bisa ditemukan.

Sejak hari terkutuk itu, Pak Adinata hancur total. Pria itu menangis meraung-raung di ruang kerjanya, sementara Aletha, yang saat itu masih berusia 18 tahun, kehilangan arah.

Setiap hari, tanpa absen, Aletha selalu datang ke tepi pantai. Ia berdiri di atas tebing batu, menatap hamparan air biru yang luas dengan tatapan kosong dan teriakan histeris yang memanggil nama ibunya. Sampai pada suatu sore yang mendung, Pak Adinata datang menyusulnya dengan sisa-sisa kewarasan yang hampir habis. Rasa frustrasi dan duka membuat pria itu membentak putrinya dengan kejam.

"Jangan menangis, Aletha! Jangan berteriak!" bentak Pak Adinata, suaranya parau dan bergetar hebat karena tidak sanggup lagi mendengar jeritan keputusasaan putrinya.

Ditegur dengan keras oleh ayahnya yang juga sedang hancur, Aletha seketika membungkam mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangannya. Ia memundurkan langkah, membiarkan air matanya luruh deras dalam diam tanpa suara. Napasnya tersengal-sengal di balik bungkaman tangannya sendiri.

Pak Adinata memalingkan wajahnya ke arah laut, lalu berkata dengan nada dingin yang menusuk, "Aletha... kamu terlalu menghabiskan banyak waktu untuk melihat air yang nggak akan pernah memberimu jawaban."

Setelah sore itu, Pak Adinata tidak pernah lagi menginjakkan kaki di rumah, memilih menenggelamkan diri dalam pekerjaan di kantor untuk melarikan diri dari kenyataan. Sementara Aletha ditinggalkan sendirian di tepi pantai yang sunyi.

Dalam keheningan malam di tepi laut yang berombak besar, Aletha berjalan mendekati bibir pantai. Air laut yang dingin membasahi ujung kakinya. Dengan pandangan yang menusuk ke arah horizon terjauh, Aletha berbisik lirih kepada samudra luas, melayangkan kata-kata yang selama dua tahun ini terkunci rapat di dasar jiwanya:

"Hari itu, setelah kepergianmu, Mama... bersama abadinya namamu di dasar palung—ke tempat paling gelap yang tak sanggup kuraih, kini aku tak dapat menggenggam kembali tanganmu, Mama.

Andai aku mengucapkan kata cinta kepadamu lebih banyak setiap harinya, Mama... Andai Mama tahu semenjak kepergian Mama, Papa jadi sosok lain di mata Aletha. Mama, di mana aku bisa menjemput Mama? Di mana aku bisa menyelamatkan Mama dari kegelapan abadi di bawah sana?

Setiap hari aku berduka atas kepergianmu, Mama... duka yang tak pernah bisa kusebut namanya. Mama, tenanglah di tempatmu bersemayam, aku mencintaimu, Mama. Dalam hatiku... aku ingin menyusulmu, Mama—tapi seolah deburan ombak ini enggan menerimaku atas perintahmu."

Sore itu, di tepi pantai dua tahun lalu, Aletha berjanji pada dirinya sendiri di depan deburan ombak. Jika lautan menolak untuk menjemputnya, maka dia akan kembali ke daratan sebagai sosok yang baru. Dia bersumpah tidak akan pernah membiarkan dirinya terlihat lemah, menangis, atau berharap pada belas kasihan orang lain lagi. Dia membangun benteng egonya setinggi langit, menjadi seseorang memegang kendali atas segalanya.

1
azrinasarah
LANJUTT PLUSSS😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!