NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Di sudut ruangan yang agak gelap, Rian Adhitama berdiri tegap memegang segelas whiskey. Sejak tadi matanya tidak lepas memantau setiap gerak-gerik adik kesayangannya. Wajah tampannya yang biasanya selalu terlihat santai dan cool, kini berubah masam penuh amarah yang tertahan.

Ia melihat semuanya dengan jelas.

Melihat bagaimana Selly bersusah payah berdiri di samping pria itu, tersenyum manis, menjaga minuman, dan berusaha terlihat baik-baik saja. Lalu... melihat bagaimana Darren Wijaya dengan begitu mudahnya melepaskan pegangan tangan adiknya, berbalik badan, dan pergi begitu saja tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Melihat Selly yang berdiri sendirian, terpaku, dan terlihat begitu kecil di tengah keramaian itu... sesuatu di dalam dada Rian rasanya ingin meledak.

"Brengsek..." gerutunya pelan, cukup untuk terdengar menyeramkan.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Rian melangkah lebar dan cepat menuju ke arah Selly. Langkah kakinya tegas, aura kekesalan dan perlindungan yang begitu kuat memancar dari tubuhnya.

Selly yang masih menunduk menahan air mata, tiba-tiba merasakan ada tangan yang hangat dan kokoh mencengkeram pergelangan tangannya dengan lembut namun tegas.

"Ayo kita pulang, Sel."

Suara itu. Suara yang selalu menjadi pelindung baginya.

Selly mendongak kaget, matanya yang sudah basah bertemu dengan tatapan tajam namun penuh kekhawatiran sang kakak. Wajah Rian terlihat sangat marah, tapi saat menatap mata Selly, amarah itu berubah menjadi rasa kasihan yang mendalam.

"Kak... Rian..." isak Selly pelan, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya lolos juga membasahi pipinya.

"Sudah, jangan bicara apa-apa dulu. Ayo kita pergi dari tempat sampah ini," ucap Rian dingin.

Dengan protektif, Rian langsung menarik tangan Selly mengajak berjalan. Ia bahkan tidak sudi menoleh sedikit pun ke arah Darren yang masih asyik mengobrol di sana. Baginya, pria itu sudah mati.

Rian berjalan mendahului, membelah kerumunan orang dengan wajah datar namun menakutkan, membuat siapa pun yang melihatnya akan otomatis menyingkir memberi jalan. Ia tidak peduli pada tatapan orang lain, yang penting ia harus segera membawa adiknya keluar dari tempat yang sudah membuat gadis itu menangis ini.

Mereka berjalan menuju lift, keluar menuju parkiran, dan sampai di depan mobil mewah berwarna hitam legam milik Rian.

Rian membukakan pintu mobil untuk Selly, membantu adiknya masuk dengan hati-hati, lalu berkeliling masuk ke sisi sopir.

Suasana di dalam mobil begitu hening. Hanya suara mesin yang menyala lembut. Tidak ada musik, tidak ada obrolan. Hanya terdengar suara isakan tangis Selly yang tertahan.

Selly duduk meringkuk di kursi penumpang, wajahnya ditutup dengan kedua telapak tangan. Bahunya terguncang pelan menahan tangis yang begitu pilu. Hatinya terasa sakit, sangat sakit. Rasanya seperti ditusuk berkali-kali oleh pisau tajam.

Rian menghela napas panjang, tangannya mencengkeram setir mobil dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia menyalakan mesin, lalu melajukan mobilnya perlahan meninggalkan area hotel itu.

Matanya sesekali melirik ke arah samping, melihat adiknya yang menangis tersedu-sedu. Hati Rian ikut terasa perih. Sebagai kakak, melihat adik semata wayangnya menangis karena seorang pria adalah hal yang paling menyakitkan dan paling membuatnya emosi.

"Berhenti nangis, Sel..." suara Rian memecah keheningan, nadanya berat dan serius.

"Tapi Kak... sakit... rasanya sakit banget..." jawab Selly dengan suara parau dan terputus-putus. "Selly udah usaha semampu Selly, Kak. Selly udah berusaha baik, perhatian, tapi kenapa dia selalu perlakuin Selly kayak gini?"

Air mata Selly makin deras mengalir. Kenyataan yang terjadi tadi malam benar-benar menghancurkan perasaannya.

"Dia ninggalin Selly sendirian di sana, Kak. Di depan banyak orang. Selly malu... Selly merasa bodoh banget. Kenapa Selly harus ngejar orang yang bahkan gak pernah liat keberadaan Selly?"

Rian mengepalkan tangannya lagi di atas setir. Ia benar-benar ingin memutar balik mobilnya, pergi ke hotel itu, dan memukul wajah tampan Darren Wijaya sampai hancur. Berani-beraninya pria itu menyakiti adiknya sebesar ini.

"Dengar Kakak baik-baik, Selly..." Rian berbicara pelan namun tegas, matanya tetap fokus ke jalan raya. "Lo itu putri keluarga Adhitama. Lo itu cantik, pinter, baik, dan lo itu BERHARGA. Jangan pernah rendahin diri lo cuma demi satu orang brengsek yang gak punya mata dan gak punya hati!"

"Tapi Selly sayang sama dia Kak..."

"Sayang itu dua arah, Sel! Bukan lo doang yang lari, dia doang yang diam! Cinta itu bukan bikin lo nangis dan malu kayak gini!" seru Rian sedikit meninggi, tapi ia segera menenangkan suaranya kembali.

Ia menoleh sebentar, menatap wajah sembab adiknya.

"Gak usah nangis demi orang yang gak hargain kamu, Sel. Orang yang gak bisa hargain kamu sekarang, gak akan pantas dapatkan kamu selamanya. Dia itu cuma pria sombong yang merasa hebat, tapi dia gak tau apa yang dia buang."

Kata-kata Rian itu bak tamparan keras yang menyadarkan Selly, namun juga membuat luka di hatinya makin terasa nyata.

Selly menunduk, menatap tangan kecilnya yang gemetar. Selama ini ia berfikir, kalau ia berusaha cukup keras, es batu pun pasti akan cair. Tapi ternyata... ada es yang terlalu tebal, atau mungkin memang es itu tidak mau dicairkan olehnya.

Rasa lelah mulai menyelimuti pikirannya. Lelah mengejar, lelah berharap, dan lelah terus-menerus disakiti.

"Kak Rian..." panggil Selly lirih.

"Hm?"

"Apa Selly salah ya? Salah karena terlalu maksa? Salah karena berharap terlalu tinggi?" tanya Selly dengan suara putus asa.

Rian menghela napas panjang lagi, lalu ia mengulurkan tangan kanannya, mengusap lembut kepala adiknya penuh kasih sayang.

"Kamu gak salah, Sel. Kamu cuma terlalu baik dan tulus. Salahnya ada di dia yang buta. Dan mulai sekarang... Kakak gak mau liat kamu nangis lagi gara-gara orang itu. Cukup ya... cukup sampai di sini."

Selly mengangguk pelan, air matanya masih terus menetes tapi isak tangisnya mulai mereda.

Di dalam perjalanan pulang itu, Selly menyadari sesuatu. Bahtera cintanya yang sudah ia layarikan selama bertahun-tahun, mungkin sudah waktunya untuk berlabuh dan tidak akan pernah berlayar lagi menuju pelabuhan bernama Darren Wijaya.

Hatinya sakit, sangat sakit. Tapi rasa sakit itu justru membuatnya sadar... bahwa ia tidak pantas diperlakukan seperti sampah. Ia Selly Adhitama, putri kesayangan yang harusnya bahagia, bukan menangis di dalam mobil karena pria yang tidak tahu berterima kasih.

 

(Bersambung...)

1
aku
petir, gledek, angin topan, nyampur dlm otaknya daren 🤣🤣
wiwi: bener banget kak🤣🤭
total 1 replies
aku
bentar, kok aq malah merinding disko sm aron. takut bgt ada niat gk bner, mudahan jgn. kesian selly. n pliss sell, jgn gmpg luluh sm makhluk berkelamin LAKI2 dulu 😭😭
wiwi: lanjut terus kak biar gak penasaran🤭
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
badai salju akan datang🤭🤭
hanyauntknovelygseru😋
aaiisshh bnyak bcot luhh Darren🙈
hanyauntknovelygseru😋
yuhuuiiii thooorr bisa bikin Derren bucin akut ke Selly nggak🤭🤭 seru banget soalnya liat Derren jdi pusing 7 keliling🤣🤣🤣
hanyauntknovelygseru😋: *Darren
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
eeeee situ baru ngerasa sakit yah... apa kabar dngan Selly yg slalu kamu sakiti slm bertahun2 njjirrrr😑
hanyauntknovelygseru😋
Ceritanya sangatt seruuu
Semangattt thoorrr💚❤️🌺🍂🍁🌸🌼💮🔥
partini
daren ngedumel Mulu dah ,,
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak
wiwi: sabar kak, update tiap hari kok
total 1 replies
Celine Jehira
rasain lu 🤣🤣🤣
wiwi: aku aja penulisnya kalau baca ulang kadang jengkel🤣
total 1 replies
Celine Jehira
idihhhh mulai kehilangan loh
Sodiri Dirin
mampir KK 😍😍
wiwi: makasih kak😄
total 1 replies
partini
nah baru segitu kalau lihat dia Ama cowok lain bias" auto pindah alam 😂😂
hanyauntknovelygseru😋
lanjuutttt thoorrr,,, seru banget ceritanyaa
wiwi: sabar yah gays, ini update tiap hari kok, tiap jam 07.00 dan 12.00
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
lanjuuuuutttt thooorrrr🌺❤️
hanyauntknovelygseru😋
😭😭😭😭😭
hanyauntknovelygseru😋
iihhhh dingin bener tuhhh derren kyak es batu
wiwi: sabar aja kak, ada masanya dia yang bucin😄
total 1 replies
partini
lah kejar terus apa ga cape hati malu juga lah dasar laki laki Bege
wiwi: nnti juga dia yang kejar balik kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!