Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.
Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.
Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.
Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 1
BRAK,,,
Di lorong lantai 2 sekolah yang begitu sepi, tampak seorang gadis tengah mengadah kesakitan sebab didorong sengaja oleh perempuan yang diikuti oleh tawa dua temannya.
“Lo lagi, Lo lagi!!! Punya masalah apasih sama Gue?” Ucap gadis yang terjatuh sedikit kesal sambil bangkit. Ia membersihkan debu yang mungkin hinggap di roknya.
“Masalah? Jelas, Lo yang nyari masalah duluan sama Gue!!!” Ujar gadis marah.
“Lah, Gue aja baru pindah 3 hari, gak ada kerjaan bangat nyari masalah sama orang! Kenal aja gak!” Ucap Allyssa bingung dengan perempuan aneh yang sejak kemarin menganggunya.
“Seharusnya Lo gak pindah ke sekolah ini! Gara-gara Lo Althan jauhin Gue!”
“Althan?” Ia bertanya dengan nada bingung. Sebab, nama itu benar-benar asing baginya.
“Gak usah sok polos deh Lo! Pokoknya... kalau Lo mau tenang sekolah di sini, jauhin Althan! Ujar gadis itu marah.
“CKCK. Masalahnya Lo gak jelas! Gue aja gak tau Althan siapa. Deketin? sorry Gue gak tertarik!” Ujarnya berdecak emosi dengan sikap perempuan yang terus menyudutkannya itu.
“Ha?! Gak tertarik Lo bilang! Terus ini maksudnya apa? Lo pasti pura-pura pingsan kan buat dapatin perhatian dia! Althan bukan tipe cowok yang bakal bantuin cewe, apalagi modelan kayak Lo!” Ujarnya sinis sambil menyodorkan HP yang memperlihatkan video laki-laki sedang menggendong sorang gadis pingsan menuju UKS sekolah.
“Lo dorong Gue, marah-marah gak jelas, dan ngatain Gue cuman karena tu cowok bantuin Gue? CKCK, Ga waras ya Lo. Gue kan sejak awal udah bilang, nggak tahu dia siapa! Gue juga gak minta dia nolongin Gue! Dan Gue, gak akan tertarik sama dia sedikitpun! Gue gak mau ya buang waktu dan tenaga berharga cuman karena masalah gak penting kayak gini!” Ujarnya kali ini benar-benar muak menghadapi masalah yang gak penting dan cukup membuang energinya.
“Bisa marah juga Lo ternyata.” Ujarnya dengan raut smirknya.
“Pikir aja sendiri, siapa yang gak marah diperlakuin kayak gini. Lo pikir bisa seenaknya ngelakuin hal kayak gini! Gur gak bakal takut sama modelan tukan bully kayak Lo. Kemarin aku sabar karena kamu bilang gak sengaja!” Jawab Allyssa menunjuk lawan bicaranya dengan raut yang marah. Biarpun dirinya hanya murid pindahan, dia gak akan biarkan orang lain menindasnya.
“Gue kayak gini ya karena Lo deketin Althan. Kalau dia gak gendong Lo kemarin, Gue gak akan ngelakuin hal kayak gini!” Ujarnya dengan nyali yang mulai menciut dari sebelumnya.
‘CKCK, Kalau diladenin terus ni cewek, yang ada Gue gak pulang-pulang. Mana nanti harus ke toko buku lagi!” Ujar Alyssa dalam hati.
“Ckckc udah Gue bilang bakal jauh dari cowok yang Lo maksud! Gue pastiin gak bakal deket-deket sama dia. SEDIKITPUN!” Ujar Alyssa menekan kata-katanya di akhir. Ia benar-benar capek hari ini. Tenaganya benar-benar terkuras menghadapi perempuan yang bahkan dia gak tahu namanya. Di tambah hari ini dia harus melakukan sesuatu yang penting.
“Flo kayaknya cukup deh untuk hari ini, kalau dia keliatan dekat sama Althan baru tuh kita labrak lagi. Takutnya nanti satpam datang!” Ujar salah satu teman Flora setengah berbisik. Ia sangat tahu setelah semua siswa pulang, satpam akan langsung mengecek lorong-lorong sekolah. Flora juga setuju dengan pernyataan temannya.
“Sekarang Gue pegang omongan Lo ya. Tapi kalau sampai Gue liat Lo dekat sama Althan, Gue gak bakal biarin Lo tenang sekolah di sini.” Ujaranya mengancam sambil menyilangkan tangan dengang angkuh, lalu beranjak pergi diikuti kedua temannya.
'Pergi juga tuh mak lampir. Dia pikir, Gue bakal takut apa diancam kayak gitu.' Ujar Allysa sambil menatap kepergian 3 perempuan yang menganggunya.
'Sejak awal Gue pindah ada aja hal-hal absurd yang bikin gak mood. Padahal kan Gue cuman pengen sekolah dengan tenang'. Lanjutnya dalam hati menyayangkan apa yang terjadi barusan.