NovelToon NovelToon
Mereka Adalah Suamiku

Mereka Adalah Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Wisa

⚠️ ***+ | Kisah Cinta segitiga

Valencia kehormatannya direnggut, hatinya terbelah.
Valencia hancur saat kehormatannya direnggut oleh Ansel—pria yang hadir diantara cinta Valencia dan Zyro,. Namun Zyro, kekasihnya yang sangat mencintainya, tetap ingin menerima apa adanya dan ingin menikahinya.

Keduanya mengaku mencintainya, keduanya tak ada mau mengalah. Perkelahian sengit pun terjadi, hingga di batas keputusasaan, Valentina harus melukai dirinya sendiri hanya agar mereka mau berhenti...

Melihat wanita yang mereka cintai terbaring penuh darah, akhirnya kedua pria itu mengambil keputusan berat: mereka berdua akan menikahi Valen dan berjanji menjaganya bersama-sama.

Dua pria, satu wanita.

Akankah cinta bisa menyatukan mereka, atau malah membawa pada kehancuran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Wisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepas Kerinduan

"Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, ayahku berpesan padaku dengan nada yang sangat serius dan penuh harap. Dia memintaku untuk selalu menjaga, menghormati, dan menyayangi Mama Catherine selamanya. Beliau bilang, Mama Catherine sudah tidak memiliki keluarga atau kerabat lain di dunia ini. Semua keluarganya sudah tiada, dan aku adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang. Jadi aku berjanji pada ayahku... aku akan memperlakukannya seperti ibuku kandung sendiri, dan aku tidak akan pernah membiarkannya kesepian atau menderita..."

Drett... Drett... Drett...

Belum sempat Ansel menyelesaikan seluruh ceritanya, suara dering ponselnya terdengar nyaring memecah suasana. Di layar tertera nama penelepon: Jodi Calling.

Ansel terdiam sejenak, lalu mengangkat ponsel itu dan menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan. Ia menempelkan benda pipih itu ke telinganya, lalu bertanya dengan nada datar namun berwibawa.

"Ada apa, Jodi?"

Suara Jodi terdengar jelas dari seberang sana, terdengar agak terburu-buru namun sopan.

"Maaf mengganggu waktu istirahatmu, Tuan. Tapi boleh saya bertanya, kapan kira-kira Tuan akan datang ke kantor? Ada banyak hal penting yang harus saya bicarakan dan laporkan langsung pada Tuan. Beberapa keputusan besar juga menunggu persetujuan Tuan secepatnya."

Saat Ansel sedang asyik berbicara dan membahas urusan pekerjaan lewat telepon itu, Zyro perlahan bangkit dari duduknya. Ia tersenyum tipis melihat Ansel, lalu memilih untuk tidak mengganggu dan memberikan ruang pribadi bagi Ansel untuk menyelesaikan pembicaraannya. Tanpa bersuara, Zyro melangkah pelan meninggalkan ruang tamu, lalu berjalan menuju kamar tempat Valencia beristirahat untuk menyusulnya.

Zyro membuka pintu kamar itu perlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara berisik, lalu masuk dan menutupnya kembali dengan lembut di belakangnya. Di dalam kamar yang remang-remang itu, tampak Valencia sedang terlelap pulas di atas ranjangnya, wajahnya terlihat damai dan tenang.

Zyro mendekat perlahan ke sisi ranjang, menatap wajah wanita yang sangat dicintainya itu dengan tatapan penuh kerinduan dan kasih sayang yang mendalam. Ia menundukkan kepalanya perlahan, lalu mencium bibir Valencia dengan lembut dan hangat. Sentuhan itu begitu manis dan penuh perasaan.

Perlahan namun pasti, ciuman itu berhasil membuat Valencia terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya pelan-pelan, masih terasa berat dan mengantuk, namun saat menyadari siapa orang yang sedang menciumnya itu, wajahnya seketika bersemu merah dan matanya terbuka lebar.

"Zyro..." panggilnya lirih, suaranya terdengar serak namun manis.

Zyro tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya tersenyum tipis menatap wajah Valencia, lalu kembali menundukkan kepalanya dan mulai melumat bibir wanita itu lebih dalam lagi. Namun ciuman itu tetap terasa lembut, penuh rasa hormat, namun begitu membara dan menggelora.

Valencia yang masih setengah sadar itu perlahan mulai merespons ciuman Zyro. Ia membalas ciuman itu dengan lembut namun penuh perasaan, seolah ikut melepaskan segala kerinduan yang selama ini tersimpan rapi di dalam hatinya.

"Aku sangat merindukanmu Valencia".

Mereka berdua sama-sama merasakan kerinduan yang mendalam, kerinduan yang tak terlukiskan dengan kata-kata, dan saat ini mereka saling melepas segala rasa rindu itu lewat ciuman yang manis, hangat, dan begitu menyatukan jiwa mereka berdua. Di dalam keheningan kamar itu, hanya ada mereka berdua, tenggelam dalam rasa cinta dan rindu yang tak terbatas.

Perlahan, Zyro menuruni kecupan dari bibir hingga menyusuri lekuk leher jenjang Valencia dengan lembut dan penuh kasih. Perasaannya begitu membara, seolah ingin menumpahkan seluruh kerinduan yang selama ini tertahan. Ketika kecupannya mulai menyentuh bagian dada wanita itu, Valencia tersentak pelan dan menahan gerakan Zyro dengan tangannya.

"Zyro..." panggilnya lirih, suaranya terdengar bercampur antara keterharuan dan kegelisahan.

Zyro menghentikan sejenak gerakannya, lalu menatap wajah Valencia dengan tatapan lembut namun penuh hasrat yang terkendali. Ia berbisik tepat di samping telinga wanita itu, suaranya terdengar menenangkan namun membuat bulu kuduk merinding.

"Tenanglah, Sayang... Aku tahu batasanku, aku tidak akan melampauinya. Ingat, lukamu pun sebenarnya belum benar-benar pulih sepenuhnya. Aku hanya ingin menyayangimu, menumpahkan rinduku, dan membuatmu merasa bahagia..."

Tanpa menunggu jawaban lagi, Zyro kembali melanjutkan sentuhannya dengan lembut namun penuh gairah. Kecupannya begitu hangat dan membelai, membuat Valencia tak kuasa menahan desahan halus yang lolos dari bibirnya.

"Ah... Zyro..." rintihnya pelan, matanya terpejam menikmati setiap sentuhan dan kecupan yang diberikan pria itu. "Zyro... nanti Ansel melihatnya..." bisiknya lagi, wajahnya bersemu merah karena malu namun hatinya terasa begitu bahagia dan dicintai.

Zyro berhenti sejenak, menatap wajah Valencia dengan senyum menggoda namun lembut.

"Bukankah kita sudah berjanji bersama? Kita tidak akan saling cemburu, dan kita saling memahami perasaan satu sama lain... Ingat itu, Valen," jawabnya tenang namun tegas, lalu kembali menyambung kecupannya dengan penuh perasaan.

"Shh... Zyro..." desis Valencia lemah, tubuhnya terasa lemas namun hatinya melayang tinggi.

"Zyro... aku takut... aku takut kita terbawa suasana dan melewati batas. Aku sungguh tidak ingin memiliki anak di luar ikatan pernikahan, ... kau mengerti kan?" tanyanya dengan nada memohon, berusaha mengingatkan meski dirinya pun terhanyut dalam perasaan itu.

Zyro mengangguk perlahan,

"Aku mengerti"

tangannya yang lembut mulai membelai pinggang hingga turun ke paha mulus Valencia, menyelinap masuk di balik gaun tidur yang dikenakan wanita itu. Gerakannya begitu hati-hati dan penuh rasa hormat. Ketika tangannya akhirnya menyentuh bagian paling sensitif dan pribadi milik Valencia, Zyro kembali menatap mata wanita itu lekat-lekat.

"Bolehkah aku menyentuhmu di sini, Valen? Tenang saja, aku berjanji... aku tidak akan melakukan penyatuan itu. aku berjanji tidak tidak akan melanggar laranganmu," bisiknya meyakinkan.

Valencia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, menatap wajah pria yang begitu dicintainya itu dengan tatapan percaya penuh.

"Shhh... baiklah... aku percaya padamu, Zyro. Aku memegang janjimu itu," jawabnya lirih.

Zyro tersenyum puas dan lembut. Perlahan, ia mulai memberikan sentuhan dan kecupan yang begitu lembut namun menembus hingga ke dalam jiwa. Ia memperlakukan tubuh Valencia dengan penuh kekaguman dan kasih sayang, seolah wanita itu adalah benda paling indah dan berharga di dunia yang harus dijaga dan disayangi dengan sepenuh hati.Perlahan dia membuka pengait celana yang ia kenakan, menurunkannya sebatas paha dan mengeluarkan rudalnya yang sudah siap tempur. Tangannya dan mulutnya bekerja serempak, menciptakan sensasi yang luar biasa bagi Valencia, membawanya perlahan naik ke puncak kenikmatan dengan cara yang lembut namun pasti.

Hingga akhirnya tubuh Valencia menegang kaku, napasnya tersengal-sengal, tangannya mencengkeram rambut Zyro dengan kuat, dan kakinya secara refleks mengapit kepala pria itu erat-erat seolah tidak ingin melepaskannya. Valencia mencapai puncak kenikmatannya yang luar biasa, membiarkan rasa nikmat itu membasahi seluruh jiwa dan raganya, sementara Zyro menerimanya dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Tak lama kemudian, Zyro pun ikut mencapai puncaknya, melepaskan segala hasrat dan kerinduan yang tersimpan dengan cara yang aman dan tidak melanggar batas.Peluru Zyro meledak menembaki kaki Valencia.

Tiba-tiba saja pintu kamar terdengar terbuka perlahan. Ansel berdiri di ambang pintu, matanya menangkap pemandangan di hadapannya. Tubuhnya seketika menegang kaku. Jujur saja, ada rasa kecemburuan yang samar namun terasa menyengat di hatinya melihat keakraban dan keintiman yang terjadi di antara Zyro dan Valencia. Namun, sekuat tenaga ia berusaha menahannya dan tidak memperlihatkan rasa itu di wajahnya. Ia sadar, mereka sudah berjanji untuk saling memahami dan tidak saling membenci karena hal seperti ini.

1
Ichka Francisca
ceritanya menarik
Pena Wisa: bantu dukungannya ya kak ini novel perdananku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!