NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: PAGI YANG CERIA DAN KEHIDUPAN YANG INDAH

Pagi harinya, sinar matahari yang cerah masuk melalui celah-celah jendela kamar Aisyah, menerangi seluruh ruangan dengan cahaya yang hangat dan menyejukkan. Suara burung-burung yang berkicau dengan riang terdengar jelas dari luar, menciptakan suasana yang sangat damai dan menenangkan hati. Aisyah yang sebelumnya tertidur lelap dengan wajah yang tersenyum manis, perlahan-lahan membuka matanya saat cahaya matahari menyentuh kelopak matanya.

Dia duduk tegak di tempat tidur sambil mengusap-usap matanya yang masih terasa ngantuk, lalu menoleh ke sekeliling kamarnya yang berwarna pink dan putih. Semua barang-barang yang ada di sana terlihat rapi dan indah, membuat hatinya terasa senang dan nyaman saat berada di tempat itu. Dia kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke cermin besar yang terpasang di dinding kamar. Saat melihat pantulan dirinya, dia melihat wajahnya yang masih terlihat segar dan cantik, dengan rambut panjangnya yang terurai sedikit acak acak karena baru bangun dari tidurnya aisyah membuka jendelanya di dan membiarkan cahaya pagi masuk melalui jendelanya

"Alhamdulillah pagi yah indah dan sejuk kata aisyah dengan seyum cerah yang indah," bergumam dengan suara yang lembut sambil tersenyum manis.

Tidak lama kemudian, suara ketukan di pintu kamar terdengar. "Tok... tok... tok..."

"Masuk," jawab Aisyah dengan suara yang masih sedikit berat karena baru bangun tidur.

Pintu kamar terbuka perlahan, dan terlihat seorang pembantu yang membawa seperangkat pakaian yang sudah disiapkan rapi di tangannya. "Selamat pagi, nona muda. Tuan Alpin menyuruh saya membawa pakaian yang nona sukai hari ini,kata kepala pelayan tersebut pangil saja dia dengan sebutan siti yah. Kata siti kepada aisyah,Tuan berkata bahwa nona muda akan beraktivitas di taman dan berjalan-jalan di sekitar halaman rumah, jadi pakaian ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan nona hari ini," kata pembantu itu dengan suara yang sopan dan penuh hormat.

Aisyah menatap pakaian yang dibawakan itu dengan wajah yang ceria. Pakaian yang disiapkan adalah baju gamis berwarna biru muda yang terlihat sangat cantik dan nyaman dipakai, dipadukan dengan jilbab berwarna putih yang terlihat rapi dan sopan. Selain itu, ada juga sepatu yang sesuai dan aksesoris kecil yang membuat penampilan Aisyah terlihat lebih indah.

"Wah, terima kasih ya kata aisya kepada bi siti. Cantik sekali ya pakaiannya," kata Aisyah dengan gembira sambil menerima pakaian itu.

Setelah pembantu itu keluar dari kamar, Aisyah segera menuju ke ruang ganti untuk memakaikan pakaiannya. Dia melakukan semuanya dengan rapi dan hati-hati, sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh orang tuanya dan kedua abangnya sejak kecil. Setelah selesai berpakaian, dia menatap dirinya di cermin dan merasa sangat puas dengan penampilannya. Dia terlihat cantik, sopan, dan terlihat sangat rapi sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Saat dia siap keluar dari kamar, dia berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Saat dia berjalan di lorong rumah, dia melihat beberapa pengawal yang berdiri tegak di setiap sudut, semuanya memperhatikan sekeliling dengan waspada dan penuh perhatian. Meskipun mereka terlihat sangat serius dan berwibawa, Aisyah tidak merasa takut sama sekali — sebaliknya, dia merasa aman dan nyaman karena mengetahui bahwa ada orang-orang yang menjaganya dengan sepenuh hati.

Sesampainya di ruang makan, dia melihat Alpin yang sudah duduk di mejanya sambil membaca koran, dan juga Alfarro yang sudah datang lebih dulu. Keduanya menoleh ke arahnya saat mendengar langkah kaki Aisyah, dan senyum yang hangat langsung terlihat di wajah mereka saat melihat adik perempuannya itu.

"Selamat pagi, adik abang yang cantik," kata Alpin dan alfaro barengan sambil meletakkan koran di meja dan menatap adiknya dengan pandangan yang penuh cinta,kata kedua abangnya dan alfaro bertanya pada adiknya."gimana Tidur nya semalam?"kata alfaro

"Aisyah. Sangat nyenyak sekali semalam.abang kata Aisyah dan aisyah semalam juga mimpi indah lho," jawab Aisyah sambil tersenyum lebar dan mendekati meja makan.

Alfarro juga tersenyum dan menepuk tangan kosongnya sambil berkata, "Bagus dong. Kalau tidur nyenyak, badan jadi segar dan pikiran jadi ceria. Ayo duduk dulu, sarapan sudah siap dan semuanya adalah makanan kesukaan kamu."

Benar saja, di atas meja sudah tersedia berbagai macam makanan dan minuman yang sangat lezat. Ada nasi goreng kesukaan Aisyah, bubur ayam yang lembut, roti bakar dengan berbagai isian, buah-buahan segar, susu segar, dan juga minuman hangat yang cocok diminum di pagi hari. Semua makanan itu disiapkan dengan sangat baik, dan semuanya adalah makanan yang Aisyah sukai sejak lama.

Mereka bertiga kemudian duduk bersama dan mulai sarapan. Selama makan, Aisyah tidak berhenti bercerita tentang mimpi indah yang dia alami semalam, tentang hal-hal lucu yang dia ingat, dan juga tentang perasaan yang dia rasakan saat bangun pagi. Alpin dan Alfarro hanya mendengarkan dengan senyum yang tidak pernah hilang dari wajah mereka, sesekali menimpali dengan pertanyaan yang membuat Aisyah semakin bersemangat bercerita.

Setelah selesai sarapan, mereka berjalan keluar menuju ke taman yang sangat luas dan indah di belakang rumah. Taman itu dihiasi dengan berbagai jenis bunga yang berwarna-warni, yang terlihat sangat cantik dan harum baunya. Ada juga pepohonan yang rindang, kolam ikan yang berisi ikan-ikan berwarna-warni yang berenang dengan lincah, dan juga berbagai jenis permainan yang tersedia untuk Aisyah bermain.

"Ayo, Dek. kita temanin kamu bermain di taman ya ," kata keduanya sambil menggenggam tangan adiknya kiri kana aisyah dengan lembut oleh kedua adiknya.

"Baiklah, Bang! Ayo kita bermain kejar-kejaran!" seru Aisyah dengan suara yang ceria dan gembira.

Mereka bertiga kemudian bermain dengan riang di taman. Aisyah berlari-lari dengan langkah yang ceria, tertawa lepas sambil memanggil abangnya untuk mengejarnya. Alpin dan Alfarro tidak pernah merasa lelah meskipun mereka adalah orang yang memiliki kekuasaan dan pekerjaan yang sangat berat di dunia luar. Bagi mereka, menghabiskan waktu bermain bersama adik mereka adalah hal yang paling menyenangkan dan berharga di dunia ini. Mereka rela berjalan cepat, berlari, dan melakukan apa saja yang diinginkan Aisyah, hanya untuk melihat senyum ceria dan tawa bahagia yang terlihat di wajah gadis kecil mereka itu.

Saat mereka bermain, Aisyah melihat sekeliling taman dan merasa sangat bersyukur. Dia melihat keindahan alam yang ada di depannya, melihat kasih sayang yang diberikan oleh kedua abangnya, dan dia merasa bahwa dia adalah gadis yang paling beruntung di seluruh dunia. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia bisa memiliki semua hal yang dia miliki saat ini — keluarga yang mencintainya sepenuh hati, harta yang berlimpah, keamanan yang terjamin, dan kebahagiaan yang tidak pernah berakhir.

Setelah bermain cukup lama, mereka duduk di bawah pohon yang rindang sambil beristirahat. Aisyah duduk di antara kedua abangnya, memandang wajah mereka satu per satu dengan pandangan yang penuh cinta.

"Terima kasih ya, Bang alfin dan bang al kata asiyah dan tidak lupa mengucapkan . Terima kasih kepada dua abangnya yang dia sayangi sudah menyayangi Aisyah dan memenuhi semua keinginan Aisyah," kata Aisyah dengan suara yang lembut dan penuh perasaan.

Alpin menunduk dan menatap adiknya dengan pandangan yang dalam, lalu berkata dengan suara yang tegas tapi lembut, "Kamu tidak perlu berterima kasih apa-apa sama kita, Dek. Menyayangimu, menjagamu, dan membuatmu bahagia adalah kewajiban kami. Kamu adalah adik satu-satunya kami, dan kamu adalah harta yang paling berharga yang Tuhan berikan kepada kami. Kami akan melakukan apa saja untukmu, bahkan jika kami harus berjuang melawan seluruh dunia sekalipun."

Alfarro juga menambahkan dengan senyum yang hangat, "Benar kata abang al dek. Kamu adalah segalanya bagi kami. Selama kamu bahagia dan aman, kami juga akan merasa bahagia dan tenang. Jadi jangan pernah merasa ragu atau takut, karena kami akan selalu ada di sampingmu kapan saja dan di mana saja."

Mendengar kata-kata kedua abangnya, air mata kebahagiaan terlihat menetes di pipi Aisyah. Dia memeluk kedua abangnya dengan erat, merasa sangat aman dan dicintai di dalam pelukan mereka. Dia tahu bahwa tidak ada hal yang tidak bisa dia dapatkan selama dia bersama keluarga yang mencintainya ini.

Namun di tengah kebahagiaan yang mereka rasakan, Alpin tiba-tiba menatap ke arah yang jauh dengan pandangan yang serius. Dia merasakan sesuatu yang tidak biasa, perasaan waspada yang muncul kembali di hatinya. Dia tahu bahwa meskipun mereka berada di tempat yang aman dan terjaga dengan baik, di dunia ini masih ada orang-orang yang tidak beruntung dan berniat buruk. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu waspada, dan dia akan melakukan apa saja untuk memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang akan menimpa keluarganya tercinta.

Sementara itu, Alfarro yang melihat perubahan wajah abangnya juga menjadi serius. Dia tahu bahwa Alpin sedang merasakan sesuatu yang tidak beres, dan dia siap untuk membantu menangani apa pun yang akan terjadi. Mereka berdua saling bertukar pandangan, dan dari tatapan itu mereka sudah mengerti satu sama lain — mereka akan selalu bersatu dan saling mendukung, tidak peduli seberapa besar tantangan atau bahaya yang akan datang menghadang mereka.

Aisyah yang melihat perubahan suasana sedikit pun menatap abangnya dengan wajah yang penasaran. "Ada apa, Bang? Ada yang tidak beres?" tanyanya dengan suara yang lembut.

Alpin segera kembali menatap adiknya dengan senyum yang hangat, berusaha menyembunyikan perasaan khawatir yang ada di hatinya. "Tidak ada apa-apa, Dek. Abang hanya berpikir tentang hal-hal yang akan kita lakukan nanti. Sekarang kita nikmati saja kebahagiaan ini, ya? Karena kebahagiaan yang kita miliki ini adalah anugerah yang sangat berharga yang harus kita jaga sebaik-baiknya."

Aisyah mengangguk mengerti, lalu kembali tersenyum ceria. Dia tidak ingin memikirkan hal-hal yang buruk, karena dia percaya bahwa selama dia bersama keluarga yang mencintainya, tidak ada hal buruk yang bisa terjadi. Dia ingin menikmati setiap detik kebahagiaan yang dia rasakan saat ini, dan dia berharap bahwa kebahagiaan ini akan terus ada selamanya dalam hidupnya.

Hari itu berlalu dengan sangat indah, diisi dengan tawa, cerita, dan kebersamaan yang hangat. Meskipun di balik kebahagiaan itu ada rasa waspada yang tersimpan di hati kedua abangnya, mereka tetap berusaha membuat Aisyah merasa nyaman dan bahagia. Mereka berdua bersumpah akan selalu menjaga janji mereka — untuk selalu melindungi adik kesayangan mereka, untuk selalu mencintainya dengan sepenuh hati, dan untuk memastikan bahwa dia akan hidup dengan bahagia dan aman selamanya.

Next sampai jumpa di bab selanjutnya dan selamat menbaca dan sampai jumpa lagi🤗🩷

jika kalia mau lihat visual toko toko dalam cerita ini ada di👇👇🌷🩷

akun tiktok nya:( lisalestari310 )

Instragram:(Lisa lestari)

jgn lupa follow dan komen yah.🤗🌷 makasih bay sampai jumpa lagi di bab selanjutnya yan🤗🌷👋👋

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!