Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.
Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.
Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan di Jalan Sepi
Suara pengeras suara dari helikopter memekakkan telinga. Lampu sorot menyilaukan mata. Joko dan Bang Jack sama-sama menoleh ke atas dengan tatapan kaget.
Situasi berubah drastis dalam sekejap. Kedua belah pihak terkepung.
"Siapa mereka?! Kenapa ikut campur urusan kami?!" gerutu Joko kesal.
"Bukan tim pemerintah biasa. Seragam dan perlengkapannya berbeda," jawab Bang Jack singkat.
"Dasar mengganggu! Hei kalian di atas! Urusan kita belum selesai!"
"Jangan banyak omong! Turunkan senjata atau kami tembak sekarang juga!"
Joko menatap Bang Jack dengan pandangan tajam penuh permusuhan. "Dengar sini bocah. Hari ini kita berhenti dulu. Tapi ingat, hutang nyawa harus dibayar. Kita loloskan diri dulu dari sini. Setelah itu kita lanjutkan lagi."
"Setuju. Saya tidak mau menang karena dibantu orang lain."
"Bagus. Sikap jantan. Awas jangan sampai tertembak!"
Joko melompat cepat menghilang di antara tumpukan peti kemas. Anak buahnya yang masih sadar segera menyusul mundur perlahan.
Bang Jack juga tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan kekacauan untuk mundur.
"Target bergerak! Jangan biarkan mereka kabur! Tembak!"
Dorr! Dorr! Dorr!
Hujan peluru menghujani area tempat mereka berdiri tadi. Namun Bang Jack sudah melesat jauh menggunakan Kecepatan Kilat.
Ia keluar dari area pelabuhan dan menuju jalan raya utama. Sayangnya, sebuah mobil jeep hitam mengejarnya dari belakang dengan kencang.
"Jangan harap bisa lari! Kami tidak akan melepaskanmu!"
Mobil itu terus mendesak dan mencoba menabrak motor Bang Jack. "Gila! Mereka benar-benar ingin membunuhku!"
Bang Jack memacu motornya sekuat tenaga membelah angin malam. Ia memilih masuk ke jalan kecil yang sepi dan berkelok-kelok. Jalanan ini minim penerangan dan jarang dilalui kendaraan lain.
"Baiklah. Kalau mau main kasar, ayo kita mainkan."
Bang Jack tiba-tiba mengerem mendadak di tengah jalan yang gelap. Mobil jeep itu terpaksa ikut berhenti beberapa meter di depannya.
Pintu terbuka lebar. Tiga orang pria bertopeng keluar membawa senapan laras panjang.
"Berhenti Kamu tikus! Akhir jalanmu sudah sampai di sini!"
"Kalian siapa sebenarnya? Bukan polisi dan bukan anggota Sarang Hitam."
"Kami pasukan pembersih. Siapa pun yang menghalangi proyek besar harus dihabisi."
"Jadi kalian juga bagian dari komplotan koruptor itu?"
"Jangan banyak tanya. Lebih baik mati saja!"
Ketiga pria itu melepaskan tembakan secara bersamaan.
Bang Jack sudah siap. Ia bergerak zig-zag dengan kecepatan tinggi. Peluru-peluru itu meleset semua dan menghantam dinding .
"Apa?! Kenapa susah sekali kena sasaran?!"
"Karena kalian melawan orang yang salah!"
Bang Jack melompat tinggi dan mendarat tepat di kap mobil. Dengan satu tendangan keras, ia menghancurkan kaca depan mobil.
Brakkk!
"Arrghh! Mataku!"
"Turun kalian semua! Lawan aku satu lawan satu!"
Dua pria keluar dengan panik dan mencoba menusuk dengan bayonet.
Namun gerakan mereka terlalu lambat bagi mata Bang Jack.
Brak! Bugh!
Dua pukulan cepat tepat ke ulu hati membuat mereka langsung lemas dan jatuh.
Satu orang tersisa, pemimpin kelompok itu, tampak mulai gemetar.
"Jangan... jangan dekati aku! Aku punya senjata!"
"Letakkan senjatanya. Jawab pertanyaanku atau rasakan sakitnya."
"Siapa yang menyuruhmu memburuku? Apa tujuan sebenarnya?"
Pria itu gemetar hebat namun tetap mencoba memberontak. "Kamu tidak tahu apa-apa! Kami bekerja untuk orang yang sangat berkuasa! Orang itu punya kekuatan lebih besar dari presiden! Kamu tidak akan menang!"
"Siapa namanya?! Bicara atau patah tulang rusukmu!"
"Namanya... namanya..."
Tiba-tiba pria itu merogoh saku dan mengeluarkan alat kecil.
TETTT!!!
Suara bip panjang terdengar. Wajah pria itu langsung pucat dan berbusa.
"Apa yang Kamu lakukan?! Jangan mati dulu! Jawab pertanyaanku!"
"Tidak... berguna... Bos... besar... akan... menghukummu."
Pria itu menghembuskan napas terakhir dan tewas seketika. Bang Jack tertegun melihat kejadian itu. Mereka punya alat bunuh diri.
"Dasar fanatik. Lebih baik mati daripada bicara. Tapi ini membuktikan sesuatu. Organisasi ini sangat rapi dan tersistem. Mereka siap mati demi melindungi identitas bos besar mereka."
Tiba-tiba layar sistem muncul dan memberikan peringatan keras.
[PERINGATAN! DETEKSI BAHAYA BESAR DARI ARAH DEPAN.]
[TINGKAT ANCAMAN: S CLASS. JAUH DI ATAS KEMAMPUAN SAAT INI.]
Bang Jack langsung waspada maksimal. Ia memandang ke ujung jalan yang gelap. Angin berhembus kencang membawa aroma darah dan besi. Dari kegelapan, muncul sosok tinggi besar berjalan santai. Setiap langkahnya membuat tanah terasa bergetar pelan.
"Wah wah wah. Hebat sekali Kamu bisa mengalahkan pasukan pembersih."
"Kamu lebih berbahaya dari perkiraan kami bocah ojol."
Suara itu berat dan dalam. Sangat menakutkan.
"Kamu siapa?! Bagian dari kelompok apa lagi ini?!"
"Aku? Aku hanya tukang bersih-bersih. Dan tugasku hari ini membuang sampah sepertimu."
Sosok itu berhenti tepat di bawah lampu jalan yang remang-remang. Wajahnya terlihat jelas. Penuh luka bakar dan memiliki satu mata saja.
Di punggungnya terikat sebuah gada besi raksasa sebesar badan manusia. "Namaku Bimo. Dan Kamu akan menjadi tanah liat ku hari ini."