NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Mafia Kaya

Rahim Bayaran Mafia Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: I'ts Roomie

Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang sekarat, Aluna terpaksa menerima tawaran yang tak masuk akal yaitu menjadi rahim bayaran bagi seorang pria yang dikenal sebagai mafia paling kejam dan tak tersentuh.

Pria itu, Arka Mahendra, bukan hanya dingin dan berbahaya, tapi juga menyimpan rahasia kelam di balik keinginannya memiliki seorang anak. Tidak ada cinta dalam perjanjian mereka. Hanya kontrak, batasan, dan harga yang harus dibayar.

Namun semuanya berubah ketika kehidupan Aluna perlahan terjerat dalam dunia gelap Arka. Ancaman datang dari musuh-musuh yang mengintai, sementara perasaan yang seharusnya tidak pernah ada mulai tumbuh di antara mereka.

Di tengah bahaya, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu yang terkuak, Aluna dihadapkan pada pilihan yang menghancurkan, tetap menjadi “rahim bayaran”… atau mempertaruhkan segalanya untuk cint

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'ts Roomie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Suasana di ruang tamu rumah kontrakan mereka kini berubah menjadi semacam ruang strategi. Berbagai kertas, brosur properti, dan contoh kain berserakan rapi di atas meja. Arfan yang sedang tidur pulas menjadi saksi bisu semangat kedua orang tuanya.

"Nah, sayang... Ini kita mulai dari yang paling dasar dulu ya," kata Arka memulai pembicaraan sambil membuka buku catatan besarnya. Ia menatap istrinya dengan tatapan serius namun penuh kasih sayang.

"Iya Tuan... Aluna siap mendengarkan," jawab Aluna antusias sambil memegang pulpen siap mencatat.

"Pertama-tama soal Nama Brand," ucap Arka tegas.

"Kita harus punya identitas yang kuat. Kemarin aku sempat berpikir, bagaimana kalau kita pakai nama kamu saja? 'Aluna Collection' atau 'Aluna Boutique'?"

Aluna tersipu mendengarnya. "Ah, masa pakai nama Aluna Tuan? Kan Sarah juga ikut andil. Nanti Sarah gimana?" tanyanya ragu.

"Enggak sayang, justru itu malah bagus," sahut Arka cepat sambil tersenyum lebar.

"Kamu kan desainer utamanya. Karya-karya kamu yang jadi andalan utama. Jadi wajar banget nama brand-nya diambil dari nama kamu. Itu jadi nilai jual tersendiri, personal dan mudah diingat."

"Sarah kan cuma partner modal dan bantu desain pendukung. Dia juga setuju kok kemarin kalau konsepnya mengangkat karya kamu. Jadi 'Aluna Collection' itu nama yang pas dan bagus banget," jelas Arka meyakinkan.

Aluna mengangguk senang, wajahnya berseri-seri.

"Oh gitu ya... Ya sudah kalau Tuan bilang bagus, Aluna setuju pakai nama itu."

"Bagus! Sudah fix namanya," kata Arka sambil mencatat tebal di kertas. "ALUNA COLLECTION".

"Selanjutnya soal konsep dan produk, kamu yang pegang kendali penuh ya," lanjut Arka menoleh ke arah istrinya.

"Jelaskan dong sayang, kira-kira gaya busana apa yang mau kita produksi massal nanti?" tanya Arka sambil menatap Aluna

Aluna langsung bersemangat, matanya berbinar saat membicarakan hal yang ia sukai.

"Jadi begini Tuan... Aluna mau kita fokus ke busana muslimah yang modern dan elegan. Jadi bukan cuma gamis polos biasa, tapi ada detail-modelnya, ada variasi bordir atau renda yang tidak berlebihan, bahannya adem dan nyaman dipakai."

"Target pasarnya kita ke ibu-ibu muda, remaja sampai dewasa, yang mau tampil sopan tapi tetap ingin terlihat cantik dan kekinian. Jadi modelnya syar'i, panjang dan tertutup, tapi potongannya tetap menunjang penampilan," jelas Aluna antusias.

"Dan Aluna mau setiap koleksi punya cerita dan ciri khas sendiri, jadi orang yang pakai bakal merasa percaya diri dan anggun," tambahnya.

Arka mendengarkan dengan seksama dan mengangguk-angguk takjub.

"Konsepnya sudah sangat jelas dan matang. Pas banget sama kebutuhan pasar sekarang. Ibu-ibu sekarang kan banyak yang cari baju syar'i tapi modelnya bagus-bagus," ujar Arka

"Oke, urusan desain, pola, warna, dan detail aku serahkan 100% sama kamu. Aku percaya penuh sama selera kamu," lanjutnya.

"Terus sekarang kita masuk ke bagian aku nih. Soal rempat dan produksi." Arka kembali mengambil alih pembicaraan dengan wajah profesional.

"Karena modal awal dari Sarah itu jumlahnya terbatas dan kita harus bijak pakainya, aku usulin kita tidak usah langsung sewa ruko besar di mall atau jalan utama yang harganya selangit. Itu bakal makan modal besar buat bayar sewa tahunan."

"Terus gimana dong Tuan?" tanya Aluna bingung.

"Gini sayang..." Arka tersenyum licik penuh strategi.

"Kita cari rumah atau tempat yang agak luas di lokasi yang cukup strategis tapi tidak terlalu pusat. Kita pakai sebagian buat tempat produksi dan gudang, sebagian lagi kita rapihin jadi showroom atau tempat pameran yang nyaman dan estetik."

"Jadi konsepnya Rumah Produksi sekaligus Butik. Jadi hemat biaya operasional. Nanti kalau omzetnya sudah mulai besar dan stabil, baru kita buka cabang atau sewa tempat yang lebih besar lagi."

"Wah... pintar sekali Tuan," puji Aluna takjub. "Iya juga ya, jadi irit biaya."

"Pasti dong sayang," Arka tertawa kecil.

"Terus soal Bahan Baku dan Penjahit. Aku sudah mulai survei kemarin. Ada beberapa suplier kain di pasar yang harganya bisa nego kalau kita ambil partai besar. Nanti aku yang urus kontraknya supaya dapat harga terbaik."

"Untuk penjahit, kita tidak usah pakai karyawan tetap banyak-banyak di awal buat hemat gaji. Kita cari penjahit mitra atau home industry di sekitar sini yang sudah berpengalaman. Kita kasih pola dan bahan, mereka yang jahitkan, kita bayar per potong. Jadi lebih fleksibel dan risikonya kecil."

Aluna mengangguk-angguk sangat paham. "Aluna mengerti Tuan. Jadi sistemnya makin bagus ya."

"Betul sayang. Dan yang terakhir soal Pemasaran," Arka menegaskan.

"Ini aku yang pegang penuh. Kita akan buat akun media sosial resmi, Insta*ram, Fac*book, Wha*s*pp Bu*in*s*. Kita foto produknya yang bagus-bagus, kita edit semenarik mungkin."

"Aku juga punya banyak kenalan dan teman bisnis dulu, pasti bisa bantu bikin review atau promosi. Dengan konsep dan desain kamu yang bagus, aku yakin tidak butuh waktu lama, 'Aluna Collection' ini bakal langsung laris manis dan dikenal banyak orang."

Mendengar seluruh rangkaian rencana yang disusun begitu rapi dan logis oleh suaminya, hati Aluna terasa sangat tenang dan bahagia.

Semua keraguan, semua ketakutan akan kegagalan yang dulu sering ia dengar dari mulut Nyonya Soraya, kini lenyap tak bersisa.

Mereka memiliki tim yang sempurna. Sarah yang memberi modal. Aluna yang memberi seni. Arka yang memberi arah dan strategi.

"Terima kasih ya Tuan..." ucap Aluna lembut sambil memeluk lengan suaminya erat-erat.

"Aluna jadi merasa sangat bersyukur sekali. Ternyata Tuhan mempertemukan kita dengan Sarah adalah takdir yang indah banget."

"Amin... Iya sayang. Sekarang tinggal kita eksekusi rencana ini. Besok kita ajak Sarah ketemu lagi buat presentasi rencana ini dan kita mulai hitung-hitungan anggaran biayanya," jawab Arka hangat sambil mengecup puncak kepala istrinya.

"Mari kita wujudkan mimpi ini. Kita buktikan pada semua orang, termasuk pada Ibu, bahwa bakat dan kerja keras itu bisa mengangkat kita dari mana saja."

1
cintanya ningning
duh next lagi tor nanggung
Xiao Juan
ni orang tua mulutnya pen gua tampar, nyolot bet anying, manaa ada dimana-mana lagii, ikut campur bangett
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!