NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura

Kantin.

" Hahaha... kau gagal mendapatkan tongkat sihir Ren? "

Duduk di depan meja makan, Ren menikmati makanannya sambil melihat Eden tertawa, dia sudah menduga hal ini dari Eden.

" Ya, goblin itu mengambil pedang yang aku dapatkan, padahal aku merasakan kecocokan dengan pedang itu "

" Hahaha... meskipun dia tidak mengambilnya, apa yang akan kau lakukan dengan pedang itu, mustahil untuk mengalahkan Mage dengan pedang "

Geri, Boris, dan Petru juga berpikir hal yang sama, tidak mungkin seseorang bisa mengalahkan Mage dengan senjata dingin.

" Yah...kau tidak akan tahu sebelum mencobanya "

" Tidak usah mencobanya, kau akan kalah, hahaha! "

Ren menghela nafas, dia mengabaikan perkataan Eden dan fokus memakan makanannya, dia ingin secepatnya pergi ke kelas untuk menulis sistem warior yang baru saja dia dapatkan, dia tidak ingin kehilangan pengetahuan yang berharga ini seperti dia kehilangan Fulgor.

" Hei lihat mereka! "

Tiba-tiba perhatian orang-orang di sekitar tertarik ke sebuah meja yang dekat dengan jendela, disana Ren melihat empat orang sedang duduk, satu gadis dan tiga anak laki-laki.

Gadis itu adalah Flame Biasfa, dan salah satu anak laki-laki itu adalah Merlin Hermes.

" Wow... dia benar-benar gadis yang populer, selain Merlin Hermes, dia juga menarik perhatian si pringkat pertama Alaric Garvin dan pangeran mahkota kekaisaran Solara, Kaelan El Solara "

Alaric Garvin, dia memiliki mata berwarna merah, wajahnya tampan dengan garis wajah jelas, dia terlihat seperti anak nakal.

Kaelan El Solara, rambut dan matanya berwarna emas, wajahnya tampan dan terlihat sopan dan ramah.

" Jika aku merayunya apakah mereka bertiga akan menatapku dengan tatapan tajam? "

" Cobalah "

Mereka berempat sama-sama murid populer di akademi, tidak ada yang tidak mengenal mereka disini.

' Meskipun berasal dari kalangan rakyat biasa, Flame berhasil menarik perhatian orang-orang papan atas, apa ini akan menjadi drama cinta akademi? '

Ren akhirnya menghabiskan makanan, dia berdiri untuk pergi ke kelas" Aku duluan "

" Baiklah "

Dia tidak tertarik dengan hubungan percintaan orang lain, hidupnya sudah sangat melarat jadi kenapa dia harus repot-repot memikirkan orang lain.

Melihat Ren pergi, Eden tersenyum kearah Geri, Boris, dan Petru" Hei, apa menurut kalian Ren tertarik dengan Flame? "

" Kenapa kau berpikir seperti itu? " Tanya Petru dengan ekspresi bingung.

" Yah karena dia terlihat tidak senang setiap kali Flame dekat dengan seorang pria "

Geri memegangi dagunya" Kupikir tidak, Ren lebih terlihat tidak tertarik dengan lawan jenis, itu menurut sudut pandangku "

" Ya, aku juga berpikir seperti itu "

••• ••• ••• •••

Lapangan latihan.

Setelah semua kelas berakhir, Ren pergi ke lapangan alih-alih perpustakaan seperti biasanya, alasannya dia ingin mencoba metode merasakan Aura lebih cepat yang tertulis di buku.

Luas lapangan sekitar seratus meter, dan karena ini adalah lapangan untuk berlatih sihir, terdapat patung kayu yang digunakan sebagai target.

Mungkin karena sudah sore, tidak banyak orang yang datang, hanya murid yang di sebut rajin yang datang ke lapangan latihan untuk berlatih.

Ren melepas jasnya dan menaruhnya di bangku yang ada di pinggir lapangan, setelah itu dia berjalan sedikit ke tengah lapangan lalu duduk bersila.

' Cara cepat merasakan Aura adalah dengan melihat bagaimana energi sihir keluar dari tubuh '

Dan untuk melihat bagaimana energi sihir keluar dari tubuh, hal pertama yang harus Ren lakukan adalah merasakan bagaimana energi sihir mengalir di dalam tubuhnya.

' Fokuslah...'

Ren memejamkan matanya, dia sudah sering melakukan meditasi untuk mencoba menyimpan energi sihir di dalam tubuhnya, dia mengira jika menyimpannya di tempat lain dia mungkin akan bisa menggunakan sihir.

Tapi sayangnya rencana Ren berakhir gagal, alih-alih berhasil menyimpan energi sihir, Ren malah mendapatkan luka dalam karena tidak bisa menahan energi sihir yang melebihi batasnya.

Ren bisa merasakan, energi alam masuk melalui pori-porinya, menyebar keseluruh tubuh dan keluar begitu saja setelah berubah menjadi energi sihir.

' Ini... energi sihir itu keluar dan hilang begitu saja! '

Kenapa bisa begini, apakah Aura itu lebih halus dari yang Ren kira hingga sangat sulit untuk di rasakan.

Ren menghela nafas, dia tidak menyerah dan mencoba lebih keras, kali ini dia tidak akan mengikuti semua aliran, dia akan fokus pada satu aliran energi sihir di dalam tubuhnya.

Energi alam masuk, berubah menjadi energi sihir, Ren fokus mengikuti aliran energi sihir yang pergi ke lengan kanannya, saat itu keluar, Ren merasakan sensasi kehangatan!

' Hangat...aku merasakan ada yang keluar, haruskah itu menjadi Aura! '

Ren mengingat kembali sensasi barusan, berbeda dengan sebelumnya, dia mencoba merasakan sensasi barusan di tubuhnya.

Sebuah bola air jatuh di atas kepala Ren, mengalir ke seluruh tubuhnya, membuat seragamnya menjadi basah.

" Ups... maaf, aku salah sasaran, ini wajar di lapangan latihan, yah lagipula itu tidak bisa di sebut kekerasan "

Ren menoleh ke samping, disana dia melihat tiga anak laki-laki, salah satu dari mereka adalah Eden, melihat lencana bintang kuning di jas dua anak laki-laki lainnya, Ren tahu jika keduanya adalah bangsawan.

' Sabarlah...'

"...Lain kali berhati-hatilah "

"..."

Tidak ada yang menjawab, bahkan Eden diam dan bersikap seolah dia adalah pelayan di belakang kedua anak bangsawan itu.

" Membosankan...Eden, ambilkan aku minuman "

" Baik tuan muda "

Melihat Eden berlari untuk mengambil minuman, Ren menghela nafas, dia tidak terkejut melihat Eden seperti itu.

Seperti itulah Eden, sombong saat bersama orang yang setara atau lebih rendah darinya, dan rendah hati saat bersama orang yang lebih tinggi darinya, sungguh seorang pecundang sejati.

Ren kembali fokus, meskipun air yang masih berada di dalam tubuhnya sedikit mengganggu, hal itu tidak bisa mematahkan semangatnya untuk merasakan Aura!

Eden kembali dengan dua gelas anggur, tidak ada yang tahu dimana dia mendapatkannya.

Kedua anak laki-laki itu mengambil gelas anggur yang Eden bawa dan menghabiskannya dalam satu kali tegukan.

" Kau mengenalnya bukan, apakah dia temanmu? "

" Tidak, aku tahu namanya karena dia berada di kelas yang sama denganku "

" Begitu ya... sayang sekali, kupikir aku bisa menjadikannya bawahanku, dengan sikap rendah hatinya itu, pasti akan sangat menyenangkan jika kita mengerjainya "

Ren pura-pura tidak mendengarnya, jika saja disini bukan akademi, dia pasti sudah meninju wajah mereka.

Kedua anak bangsawan itu pergi menjauh dari Ren dengan Eden mengikuti di belakang mereka, Ren akhirnya mendapatkan ketenangan kembali.

Setelah mencoba berkali-kali, Ren akhirnya bisa merasakannya, dia bisa merasakan sensasi hangat yang mengelilingi tubuhnya, dia akhirnya bisa merasakan Aura yang mengelilingi tubuhnya!

Tanpa Ren sadari, berkat dia bisa merasakan Aura, seluruh indera miliknya naik level, sekarang matanya bisa melihat Aura!

Ren melihat cahaya biru mengelilingi tubuhnya seperti api, itu besar dan tinggi, kira-kira lebarnya sekitar 5 meter dengan tinggi 10 meter!

' Ini... jadi inikah yang dinamakan Aura! '

Saat Ren menoleh ke samping untuk melihat apakah dia juga bisa melihat Aura orang lain, dia terkejut karena melihat Aura yang mengelilingi tubuh mereka lebih kecil dari Aura miliknya.

' Apa, kenapa Aura mereka sangat sedikit sekali? '

Ren bingung dengan penemuan ini, apa yang terjadi, melihat jumlah Aura semua orang hampir sama, hanya dia yang jumlahnya tidak masuk akal, Ren yakin jika masalah ada pada dirinya.

' Leakage Sindrom! '

Trait ini membuat tubuh tidak bisa menyimpan energi sihir, energi sihir keluar masuk seperti udara, jika di logika kan, energi sihir yang keluar terus berubah menjadi Aura, karena keluar lebih cepat dari orang lain, Aura yang di produksi menjadi lebih banyak!

Ren tersenyum, ternyata Leakage Sindrom bukan sepenuhnya kutukan, itu memiliki keuntungan tersendiri.

' Seperti kata pepatah, kelebihan datang dengan kekurangan, jika ada kekurangan pasti ada kelebihan! '

Di saat Ren mencoba mengendalikan Aura miliknya, dia mendengar sebuah keributan, saat dia menoleh ternyata kedua anak bangsawan tadi berbuat ulah lagi.

" Aku bilang aku tidak mau! "

" Hahaha...kenapa tidak, ini mudah kok, kau hanya perlu menahan sihirku dengan penghalang, dengan ini hasil latihan kita akan berlipat ganda, teknik seranganku meningkat dan teknik pertahananmu semakin kuat! "

Target mereka kali ini adalah seorang gadis, jika di pikirkan dengan tenang, perkataannya memang benar, latihan semacam itu akan membuat hasilnya berlipat ganda, itu akan menjadi saran yang sangat bagus jika dia tidak mengatakannya sambil tersenyum jahat.

Tanpa menunggu persetujuan gadis di depannya, anak laki-laki itu merapal mantra, di lihat dari simbol yang ada di tengah lingkaran sihir, Ren tahu jika itu adalah sihir atribut air.

" Setuju atau tidak, peluru air ini tetap akan mengenaimu! "

Peluru air melesat kearah gadis itu, membuatnya dengan terpaksa menciptakan penghalang sihir, sihir khusus paling dasar yang di ketahui banyak orang.

Tidak puas dengan satu mantra, anak laki-laki itu terus menembaki gadis di depannya dengan peluru air, semakin banyak peluru air yang menghantam penghalang, semakin besar retakan yang terbentuk.

Gadis itu menatap retakan dengan wajah ketakutan, ide yang pertama kali muncul di kepalanya adalah menghindar ke samping, tapi dia yakin jika pihak lain akan menembaki nya lagi.

Melihat sifat pihak lain, dia yakin jika anak laki-laki di depannya tidak akan membuat penghalang atau menghindar, anak laki-laki itu pasti akan sengaja membuat serangan mengenainya, dengan itu dia bisa menggunakan statusnya untuk membuat mengeluarkannya.

Ren berdiri, dia mendekati kelompok Eden sambil mengingat kembali kata-kata ibunya.

" Rendah hati dan sabar bukan berarti tidak memiliki keberanian, kamu boleh memaafkan orang yang telah berbuat jahat padamu, tapi jangan sesekali untuk menjadi penakut, terutama saat ada yang membutuhkanmu "

Aura terkonsentrasi di sekitar tubuh Ren, dari yang awalnya kacau seperti api, sekarang semua Aura itu memadat seolah menjadi sebuah armor!

Ren berlari, berkat aura yang terkonsentrasi di kakinya, dia berlari lebih cepat dari biasanya.

Eden melihat Ren mendekat, ini baru pertama kalinya dia melihat ekspresi Ren seperti itu, dingin dan teguh, seolah dia adalah sebuah pedang yang akan menebas semua musuhnya tanpa ragu.

" Apa..."

Ren akhirnya tiba di dekat anak laki-laki yang sedang bermain-main itu, dengan tangan terkepal, dia meninju wajahnya, membuat anak laki-laki itu terlempar jauh.

Melihat temannya tidak sadarkan diri, anak laki-laki yang tersisa menatap tajam Ren.

" Kau... kau pikir apa yang telah kau lakukan hah..."

Ren menatap anak laki-laki tersebut, matanya yang dingin membuat anak laki-laki tersebut gemetar, tanpa Ren sadari Aura miliknya menekan pihak lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!