NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:738
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 3

"Joo.." ucap bianca ketika berbalik badan tubuhnya sudah berhadapan dengan seorang bertubuh kekar.

"Heiii..siapa anda.."

"Lepasin bianca.." ucap nadisya mencoba melepaskan genggaman tangan jo,

Bianca pun terlihat ingin melepaskan genggaman jo.

"Ini jonathan nad.." ucapnya sembari menatap ke arah sahabatnya.

"Lepasin jo.." pinta bianca kini menatap kembali ke arah jonathan.

"Ikut aku plisss.." ucapnya langsung menarik tubuh bianca dengan sedikit memaksa.

Bianca mau tidak mau mengekor dibelakang jonathan,beberapa kali mencoba melepaskan genggaman tangan jo tapi tidak berhasil.

Kini mereka berada di sebuah ruangan kecil dengan pencahayaan yang minim.

"Bii..berapapun itu aku akan membayarnya.." ucap jonathan mencoba mencium bibir bianca.

Mendapat perlakuan seperti itu membuat matanya seketika melotot seperti hampir keluar.

Plak

"Kamu kira aku ini apa hah.."

"Aku bukan perempuan yang bisa.."

"Ahh aku berbeda dari mereka.." ucap bianca mencoba keluar dari ruangan tersebut.

Dengan cepat jonathan menarik paksa tangan bianca hingga membuat keduanya saling menempel.

"Berapapun itu aku ga peduli..aku sudah ga kuat menahannya.." ucap jonathan kembali mencium kasar bibir bianca.

"Joo plisss.." pinta bianca dengan rasa kepanikan mencoba mendorong jonathan.

Jo membanting tubuh bianca keatas sofa panjang dan lumayan lebar sedikit keras membuat bianca sedikit merintih,sedangkan jo masih tetap berdiri melepaskan kancing bajunya satu persatu.

"Joo..mau ngapain,pliss jo.."

Ucap bianca kini semakin ketakutan.

Dengan paksaan jo merebahkan tubuh bianca dan menindihnya.

Berkali-kali ia mencium paksa bibir bianca,memainkan lidahnya dan sesekali berganti keleher sehingga membuat tubuh bianca sedikit menerima rangsangan itu.

"Aaakkhh jo..jangan.." pinta bianca.

"Kamu melarangku tapi tubuhmu meresponku bi.."

"Kamu pun tak berbeda dari yang lain,penampilanmu saja seperti ini.."

ucap jo kembali berdiri untuk melepaskan sisa kain yang menempel pada dirinya.

Bianca terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya,meskipun dibawah sinar yang minim ia masih bisa menatap seperti apa bentuk didepan matanya.

"Jooo jangan joo..pliss.." kembali bianca memohon.

Dengan sekali tarikan robeklah kain mini yang menutupi tubuh bianca.

Kembali tubuhnya menindih bianca yang kini sudah polos tanpa kain,

Jonathan bermain diarea leher dan dada sintal milik bianca.

"Masih sangat kencang sekali.." ucap jo sembari memelintir salah satu pucuk dari gunung kembar itu.

"Aakkhh jooo.." erang bianca.

Bianca hanya mampu meremas rambut milik jonathan.

Jari-jari yang bermain di area sensitif membuatnya melupakan sejenak kesadarannya,beberapa kali melenguh sampai akhirnya ia merasakan sesuatu ada yang ingin meledak,

Ia mendongakkan kepalanya keatas dan sedikit bergetar.

"Begini saja kamu sudah merasakan kenikmatan.."

"Apalagi dengan ini.." ucap jonathan yang kini mulai mengarahkan benda pusakanya kearah intim milik bianca.

"Jangan jo..yang ini aku mohon jangan.." kini bianca memohon.

Jonathan tidak peduli dengan permintaan bianca,sampai akhirnya ia menyadari setelah beberapa dorongan ia masih belum bisa memasukkan miliknya,

"Ga mungkin kan ini masih.."

Dengan sentakan keras akhirnya masuk.

"Aaahh sakitt ya tuhan..." teriak bianca,lalu meneteskan airmata.

Jo berhenti sejenak,ia mulai menyadari bahwa ia melakukan kesalahan fatal,

Ia memandangi wajah bianca yang kini menatap ke sisi kiri,terlihat menangis.

"Bii..aku minta maaf aku kira.."

Bianca hanya terus menangis tanpa bersuara.

Ia pun merasakan sesuatu yang amat perih dari dalam tubuhnya.

"Kamu jahat jo.."

"Aku minta maaf bi..aku benar-benar menyesal.."

"Aku janji akan bertanggung jawab setelah ini.."

hasrat yang sebelumnya sudah sangat menggebu krna pengaruh obat kini berangsur hilang begitu saja.

Ia melepaskan diri lalu duduk di sisi sudut sofa,

Meraih kemeja miliknya untuk menutupi tubuh polos bianca,

Ddrrttt dddrrttt ddrrttt

"Hallo..lagi dimana.."

"Dalam waktu 10 menit kamu harus kesini membawakan satu set pakaian lengkap wanita.." perintahnya sembari menatap sekeliling.

Bianca masih tidak ingin bergerak,

Berkali-kali jonathan membujuknya namun sama sekali tidak direspon,

Tok tok tok

"Boss ini saya bawakan apa yang anda minta.." terdengar suara seorang bodyguard dari luar ruangan tersebut.

Jonathan hanya membuka sedikit pintu dan meraih paperbag tersebut.

"Jangan mengintip.."

"Bianca.."

"Pakai ini yaa..kita keluar dari sini.."

Dengan bermalas bianca akhirnya bangun,ia memunggungi lalu memakai pakaian yang jonathan berikan.

Disitulah jonathan akhirnya melihat sebuah cairan berwarna merah.

"Bianca aku janji aku bakal.."

"Emang kamu siapa berani berbuat seperti itu hah.."

"Kamu sudah memperko** ku.."

Didalam mobil mewah milik jonathan kini bianca terisak.

Mobil kembali melaju menuju apartemen.

Keheningan berlangsung selama perjalanan,hanya suara isak bianca yang terdengar.

"Tuhaaann kenapa ini bisa terjadii.."

"Aku akuuu..maafin aku mah pah.."

"Aku gagal mempertahankannya.."

tangisnya pecah dibawah kucuran shower.

Pov : jonathan

"Aarrgghhhh..."

pyar

Amarah jonathan memuncak,ia melemparkan gelas yang ia pegang ke sembarang arah.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun yang memasukkan obat itu kedalam minumanku tenang.."

Sebelumnya ia berempat bersama teman-temannya minum seperti biasa,

Sampai akhirnya ia merasa ada sesuatu yang aneh dari minumannya,

Ia merasa panas,pusakanya pun berangsur bereaksi,

Dan ketika hendak ia pergi matanya justru menangkap tubuh bianca dari seberang mejanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!