NovelToon NovelToon
Diagnosis: Ghost!

Diagnosis: Ghost!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Misteri / Mata Batin / Tunangan Sejak Bayi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Salah klik jurusan saat kuliah adalah bencana, tapi bangun dari koma dan bisa melihat hantu adalah petaka!"
Arini, dokter forensik yang aslinya clumsy dan penakut, harus menerima kenyataan pahit: ia terbangun dari koma dengan "bonus" mata batin terbuka. Kini, ruang otopsinya jadi ramai! Ia harus membedah mayat sambil mendengarkan curhat para arwah yang menuntut keadilan (dan permintaan konyol lainnya).
Untungnya, ada Mika—hantu gadis Tionghoa yang centil dan bar-bar—yang setia membantu Arini mengungkap fakta medis lewat "jalur gaib".
Masalahnya satu: Tunangan Arini, Baskara, adalah Jaksa kaku yang skeptis dan hanya percaya logika. Baskara memang bucin parah, tapi bagaimana jadinya jika sang Jaksa tahu bahwa bukti-bukti kemenangan kasusnya berasal dari bisikan makhluk halus?
Di tengah konspirasi maut yang mengancam nyawa, Arini harus memilih: Tetap waras di antara para hantu, atau terjebak dalam pelukan posesif sang Jaksa yang benci takhayul?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Otopsi di Bawah Bayang-bayang

Pagi itu, Rumah Sakit Medika terasa lebih mencekam dari biasanya. Kabut tipis menyelimuti area parkir, seolah-olah matahari pun enggan menyentuh gedung dingin itu. Arini melangkah masuk ke ruangannya dengan langkah berat, kantung mata terlihat jelas di wajah cantiknya setelah kejadian semalam.

Di meja kerjanya, sebuah berkas baru sudah menunggu. Arini membukanya dan jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Pak Darmawan... meninggal?" gumam Arini.

"Baru saja masuk subuh tadi, Rin. Katanya serangan jantung mendadak saat sedang tidur," Mika muncul dari balik lemari pendingin jenazah, wajahnya terlihat pucat dan gelisah. "Tapi aku tahu itu bohong. Aku sempat lihat arwahnya ditarik paksa keluar sebelum sempat pamit."

Belum sempat Arini menjawab, pintu ruang otopsi terbuka. Baskara masuk dengan langkah cepat, dasinya sedikit miring—pemandangan langka yang menunjukkan betapa kacaunya pikiran pria itu.

"Arini, jangan lakukan otopsi ini sendirian," ucap Baskara tanpa basa-basi. Suaranya rendah, penuh penekanan.

Arini menoleh. "Bas, ini tugas profesional pertamaku setelah kasus kemarin. Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya."

Baskara mendekat, jarak mereka hanya beberapa senti. Ia mencengkeram bahu Arini, seolah ingin memastikan tunangannya itu tidak lari ke mana-mana. "Timku baru saja menemukan fakta bahwa istri keduanya mengirim uang dalam jumlah besar ke rekening 'Mbah Suro' tepat tiga jam sebelum Darmawan tewas. Ini bukan kematian biasa, Arini. Ini... eksekusi."

"Lalu kenapa kamu melarangku? Justru aku yang bisa menemukan buktinya, kan?" balas Arini berani.

Baskara terdiam. Rahangnya mengeras. Ia tidak bisa mengatakan bahwa ia takut makhluk hitam semalam kembali menyerang Arini. "Aku akan menemanimu di sini. Di dalam ruangan ini."

"Kamu? Di ruang otopsi?" Arini terbelalak. "Kamu kan paling benci bau formalin dan... pemandangan ini."

"Aku lebih benci melihatmu dalam bahaya," jawab Baskara singkat, lalu ia mengambil posisi berdiri di sudut ruangan, melipat tangan di dada dengan wajah kaku namun waspada.

Arini menghela napas, lalu mulai mendekati jenazah Pak Darmawan. Saat ia membuka kain penutupnya, Mika langsung berteriak.

"RIN! JANGAN SENTUH DULU!"

Arini berhenti. Di mata batinnya, ia melihat benang-benang merah darah melilit seluruh tubuh jenazah Pak Darmawan. Benang itu bukan benang fisik, melainkan energi pelet yang kini berubah menjadi kutukan mati.

"Ada apa, Arini?" tanya Baskara yang menyadari keraguan di wajah tunangannya.

"Ada... ada sesuatu di tubuhnya, Bas," bisik Arini. Ia meraih botol aromaterapi yang selalu ia bawa—yang sebenarnya sudah dicampur dengan air doa oleh ibunya dulu. Ia menyemprotkan sedikit ke udara.

Seketika, asap hitam tipis menguar dari dada jenazah. Di mata Baskara, ia hanya melihat reaksi kimia biasa, namun bagi Arini, itu adalah perlawanan dari kiriman si dukun.

Arini mulai membedah dengan tangan yang luar biasa stabil. Ia bekerja dengan ketelitian seorang spesialis, namun telinganya terus mendengar bisikan-bisikan dingin dari sudut ruangan. “Jangan buka... jangan buka rahasianya...”

"Mika, jaga pintu!" perintah Arini dalam hati.

Mika langsung terbang ke ambang pintu, bersiap menghalau energi negatif yang mencoba masuk. Sementara itu, Arini menemukan sesuatu di dalam rongga dada Pak Darmawan. Bukan sebuah organ yang rusak, melainkan sebuah benda kecil yang terbungkus kain hitam berminyak—tersembunyi di balik jantung.

"Bas... lihat ini," Arini mengambil benda itu dengan pinset.

Baskara melangkah mendekat, mengernyit jijik namun penasaran. "Apa itu? Benda asing di dalam jantung?"

"Ini bukan medis, Bas. Ini bukti material. Jika ini dibawa ke laboratorium forensik, kita akan menemukan sisa racun digitalis yang disamarkan dengan ramuan tradisional," jelas Arini.

Tepat saat itu, lampu di ruang otopsi mulai berkedip-kedip liar. Suhu ruangan merosot tajam hingga napas Arini dan Baskara mengeluarkan uap.

"Dia datang lagi," desis Mika.

Sosok hitam semalam muncul di langit-langit, merayap tepat di atas kepala Baskara. Arini panik. Ia tidak bisa membiarkan Baskara terluka.

"BASKARA, AWAS!" Arini mendorong Baskara hingga pria itu jatuh terduduk.

Baskara yang bingung karena tidak melihat apa-apa, merasa udara di atasnya mendadak sangat berat dan bau busuk mawar kembali tercium. Secara insting, ia menarik pistol dinasnya, meskipun ia tahu ia tidak bisa menembak angin.

"Arini! Mundur!" Baskara berdiri di depan Arini, menutupi tubuh mungil tunangannya. Meskipun ia tidak melihat sosok itu, ia bisa merasakan kehadiran yang mengancam. "Siapa pun kamu, jangan sentuh dia!"

Mika berteriak kencang, melepaskan energi pelindungnya hingga sosok hitam itu terlempar ke arah lemari alat bedah. Suara dentuman logam bergema keras.

Keadaan perlahan kembali normal. Lampu berhenti berkedip. Baskara terengah-engah, wajahnya pucat pasi. Ia menoleh ke arah Arini yang gemetar.

"Kamu... kamu melihatnya lagi, kan?" tanya Baskara dengan suara yang tidak lagi skeptis. Ada sedikit pengakuan dalam nada suaranya.

Arini mengangguk pelan. "Dia dikirim untuk melindungi benda ini, Bas."

Baskara mengambil napas panjang. Ia menyimpan pistolnya, lalu meraih tangan Arini yang dingin dan mencium punggung tangannya dengan lembut. "Maafkan aku karena pernah menyebutmu halusinasi. Mulai sekarang, kita hadapi ini bersama. Kamu dengan 'mata'mu, dan aku dengan hukumku."

Di samping mereka, Mika tersenyum puas meski energinya terkuras. "Nah, gitu dong! Jaksa robot akhirnya upgrade jadi Jaksa pembasmi hantu."

Baskara menatap Arini dengan tatapan posesif yang jauh lebih dalam dari sebelumnya. "Ayo kita pergi dari sini. Bawa buktinya. Kita akan datangi Mbah Suro malam ini juga."

1
Cerry Beta
di tunggu lanjutannya 🤩
Ariska Kamisa: oke siap, terimakasih banyak kak... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut😍
Ariska Kamisa: oke deh /Good//Good//Good//Good//Good/
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Neneng
seruuu..
lanjut thorr
Ariska Kamisa: gaskeun....
total 1 replies
Ariska Kamisa
mikacu... ♥️♥️♥️♥️
umie chaby_ba
min.. aku ga sabar mau tahu lanjutannya
umie chaby_ba
mika lu polos banget sumpah... ga bisa apa kamu cari tahu masalalu mu? atau jangan-jangan hantu juga bisa lupa ingatan???
Ariska Kamisa: mungkin saja... mika kejedot dialam hantu🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
mika??? waduh jangan-jangan ada sangkut pautnya nih.. kenapa mika ngintil mulu🫣
Ariska Kamisa: tenang kal nanti terungkap kok,
jangan lupa ikuti yaaa
total 1 replies
umie chaby_ba
ikut merinding sih aku... 🫣
Ariska Kamisa: /Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lagian botol parfum taro diluar dulu deh rin kalo mau bikin anak. hantu lu resek🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: eehh.. nanti di curi orang 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... mika denger ga yaaa🤭
umie chaby_ba
mika bisa ga lu diem .. dia lagi bulan madu woyy
Ariska Kamisa: maafkan mika ya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
pen banget diakui 🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: begitulah mika🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
hantu apaan lu banyak mau🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: hantu pick me🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
seblaknya keluar lagi nih🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: aduh.. ketahuan 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
mika .. 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
pesen apa nih? 🫣
Ariska Kamisa: pesan siomay🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
👍👍👍👍👍
umie chaby_ba
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!