sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
...
...
Suasana di meja bar apartemen malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, meski uap mie instan mengepul di antara Axelle dan Rea. Rea makan dengan gerakan kaku, pikirannya masih tertancap pada tangisan Vanya di koridor sekolah tadi.
"Kenapa? Mienya kurang asin atau lo lagi ngebayangin muka si wakil ketos itu?" celetuk Axelle memecah keheningan. Ia menyedot mienya dengan santai, matanya yang tajam menatap Rea tanpa berkedip.
Rea meletakkan garpunya. "dih.. ngaco banget sih lo" jawab Rea malas
hening, mereka sibuk dengan pikiran masing masing sambil menikmati mie nya
"Besok gue ada urusan pagi. Lo berangkat sendiri ke sekolah, pake taksi tau apa terserah. Jangan tungguin gue."
"Urusan apa?" tanya Rea refleks.
Axelle hanya melambaikan tangan tanpa berbalik. "Urusan laki-laki. Robot kayak lo nggak bakal ngerti."
...----------------...
Keesokan Harinya - Pukul 14.30 WIB
Bel pulang sekolah belum lama berbunyi, tapi area belakang SMA Galaksi, tepatnya di sebuah lahan kosong yang tertutup tembok tinggi, sudah dipenuhi deru mesin motor. Axelle berdiri di tengah-tengah, jaket kulitnya tersampir di bahu. Di sampingnya ada Arsen, yang tampak sangat antusias sambil memutar-mutar kunci Inggris.
"Bang, beneran nih mereka berani nantangin kita?" tanya Arsen dengan binar mata nakal. "Cuma gara-gara masalah rebutan lahan parkir di depan kafe semalem?"
"Mereka cuma butuh alasan buat cari mati, Sen," sahut Axelle datar.
Tak lama, rombongan dari SMA Dirgantara datang. Sekitar dua puluh motor sport menderu, dipimpin oleh seorang cowok bertubuh besar dengan bekas luka di pelipisnya. Situasi langsung memanas.
"AXELLE Keluar lo!" teriak pemimpin lawan.
Ferro, Zayden, Jaxon, Liam, dan Arkan langsung berdiri di barisan depan bersama Axelle. Geng Badboy Galaksi ini tampak sangat kompak, dengan Arsen yang nyelip di antara mereka, merasa paling jagoan meski paling kecil secara umur
"Gue di sini, gak usah teriak-teriak kayak tukang sayur," sahut Axelle santai sambil melangkah maju.
Tawuran pun pecah. Suara hantaman, debu yang beterbangan, dan teriakan memenuhi lahan kosong itu. Axelle bergerak dengan lincah, pukulannya akurat dan mematikan. Sementara itu, Arsen benar-benar seperti "anak macan". Dia tidak takut meski harus berhadapan dengan orang yang lebih besar darinya.
"WOI! RASAIN NIH DARI KELUARGA XANDER!" teriak Arsen sambil memberikan tendangan memutar ke arah lawan.
Namun, di tengah kekacauan itu, suara sirine polisi dan teriakan warga dari kejauhan terdengar.
"POLISI! CABUT WOI!" teriak liam
Semua orang kocar-kacir. Axelle menarik kerah baju Arsen yang masih nafsu mau memukul. "Cabut, bego! Lo mau papa lo jemput lo di sel?"
Mereka berhasil lolos, tapi sayangnya, salah satu warga sempat merekam kejadian itu dan mengirimkannya ke pihak sekolah. Dan celakanya, di video itu wajah Axelle dan Arsen terlihat sangat jelas.
Satu Jam Kemudian - Ruang Kepala Sekolah
Suasana di ruangan itu mencekam. Pak Satria, Kepala Sekolah, duduk dengan wajah merah padam. Di depannya berdiri Axelle, Arsen, dan anggota geng lainnya dengan baju yang kotor karena debu dan sisa-sisa luka memar di wajah.
Dan yang membuat suasana makin buruk adalah kehadiran Rea di sana sebagai perwakilan OSIS, berdiri di samping Pak Satria dengan catatan pelanggaran di tangannya.
"Axelle Aididev Atharic! Baru saja kemarin kamu dihukum karena telat, sekarang kamu bawa adik kelas, untuk tawuran?!" bentak Pak Satria.
"Dia yang mau ikut, Pak. Saya nggak maksa," jawab Axelle santai, yang langsung dihadiahi injakan kaki dari Arsen di sampingnya.
"Dan kamu, Arsen Giodan Xander! Hari kedua sekolah sudah terlibat perkelahian massal! Apa kata orang tua kalian nanti?!"
Arsen hanya menyengir tak berdosa. "Maaf, Pak. Habisnya mereka duluan yang mulai. Saya kan cuma membela diri pak"
Pak Satria menggebrak meja. "Cukup! Saya tidak mau tahu. Karena ini pelanggaran berat, kalian semua dihukum. Dan karena kalian butuh pengawasan ketat, Ketua OSIS akan bertanggung jawab penuh memantau kalian selama sebulan ke depan!"
Rea tersentak. "Hah? Saya, Pak?"
"Iya, Rea. Mulai besok, setiap sore setelah sekolah, Axelle dan Arsen harus membersihkan seluruh area perpustakaan dan gedung olahraga di bawah pengawasan kamu. Jika mereka kabur satu kali saja, Axelle akan saya skors selama satu bulan!"
Rea menatap Axelle dengan pandangan tidak percaya, sementara Axelle menatap Rea dengan seringai nakal yang seolah berkata, "Selamat bersenang-senang, Bu Ketos."
...----------------...
Rea membanting tasnya ke sofa. Ia menatap Axelle yang sedang mengompres luka di sudut bibirnya dengan es batu.
"Puas lo?! Sekarang gue harus ikut telat pulang tiap hari cuma buat jagain lo berdua!" omel Rea habis-habisan.
"Yah, lumayan kan? Kita jadi punya waktu kencan lebih lama di sekolah," goda Axelle sambil meringis karena lukanya perih.
Tiba-tiba pintu apartemen diketuk keras. Rea dan Axelle membeku. Siapa yang berani bertamu malam-malam begini?
DING-DONG!
Suara bel apartemen berbunyi nyaring. Jantung Rea hampir copot. "Siapa? Jangan bilang bokap lo?!"
Axelle mengernyit, ia melihat ke arah layar monitor interkom. Matanya membelalak. "Mampus. Arsen sama Valerie!"
"APA?!" Rea panik setengah mati. "Sembunyiin gue! Sembunyiin barang-barang gue!"
"Masuk ke kamar! Cepet! Jangan keluar sampe gue suruh!" perintah Axelle tegas.
Rea berlari kilat ke kamar, menyambar tas dan sepatunya yang tergeletak di ruang tengah. Ia membanting pintu kamar tepat saat Axelle membuka pintu utama.
"SURPRISE! KAK AXELLEEE!" pekik Valerie sambil menerobos masuk dengan koper kecilnya. "Aku diusir Daddy gara-gara Arsen tawuran! Daddy bilang aku harus tinggal di sini biar Kak Axel jagain aku dari cowok-cowok nakal! selama daddy di HongKong"
Arsen masuk di belakangnya dengan gaya sok asik, menenteng tas gitar dan satu koper besar. "Yow, Bang! Maafin gue ya, gara-gara gue kita kena hukum, tapi asik kan? Kita bisa mabar tiap malem di sini!"
Axelle mematung di tengah ruangan, mencoba menghalangi pandangan mereka ke arah dapur. "Tunggu, tunggu! Kok tinggal di sini? Apartemen gue sempit, cuma ada satu kamar!"
"Halah, Bang, gue mah tidur di sofa juga jadi," sahut Arsen sambil melempar tasnya ke atas sofa—tepat di tempat Rea tadi duduk. "Eh, kok aromanya... wangi parfum cewek ya? Kak Axel pake pengharum ruangan rasa bunga?"
Axelle menelan ludah. "I-itu... bibi yang bersihin apartemen tadi siang kayaknya kebanyakan semprot."
Valerie mulai berkeliling dengan mata teliti layaknya detektif. "Kak, kok ada sandal cewek warna pink di deket rak sepatu? Ukurannya kecil banget, nggak mungkin ukuran kaki Kak Axel."
"Itu punya... nyokap gue! Iya, punya Mommy pas terakhir ke sini ketinggalan," bohong Axelle lancar, meski keringat dingin mulai turun.
Sementara itu, di dalam kamar, Rea mendekap mulutnya rapat-rapat. Dia mendengar setiap kata di luar. Sialnya, dia baru sadar kalau rok sekolahnya masih tersampir di sandaran kursi meja makan di luar!
"Kak Axel, aku capek banget. Aku mau cuci muka di kamar Kakak ya?" Valerie melangkah menuju pintu kamar tempat Rea bersembunyi.
"JANGAN!" teriak Axelle barengan sama Arsen yang lagi asik buka kulkas
Valerie berhenti, tangannya sudah memegang gagang pintu. "Kenapa? Kak Axel nyembunyiin sesuatu ya? Jangan-jangan ada cewek di dalem?!"
"Bukan gitu, Val... kamar gue berantakan banget! Banyak... anu... banyak tikus mati! Iya, lagi gue kasih racun, bahaya buat lo," Axelle lari menghalangi pintu, badannya yang besar menutupi seluruh akses.
Arsen tertawa ngakak. "Bang, masa Atharic punya tikus? Gengsi dong! Sini gue liat, gue kan jago nangkep tikus!"
Situasi makin kritis. Rea di dalam kamar sudah pasrah, dia memegang gagang pintu dari dalam, siap-siap nahan kalau ditarik dari luar.
"Arsen, Valerie, dengerin gue!" Axelle mencoba menenangkan suasana. "Kalian bisa tinggal di sini, TAPI... ruang tengah ini wilayah kalian. Kamar gue terlarang. Dan satu lagi, besok kita harus berangkat pagi-pagi banget buat jalanin hukuman. Sekarang, Arsen lo mandi di kamar mandi luar, Valerie lo pake kamar mandi tamu di deket dapur. SEKARANG!"
Valerie cemberut tapi akhirnya nurut. "Iih, Kak Axel pelit banget sih. Ya udah, aku laper. Aku mau masak mie."
Valerie jalan ke dapur, dan sedetik kemudian...
"LOH? KOK ADA DUA MANGKUK MIE YANG MASIH ANGET DI SINI? KAK AXEL MAKAN SAMA SIAPA?!" pekik Valerie dari dapur.
Axelle memejamkan mata, memaki dirinya sendiri karena lupa membereskan bekas makan malamnya dengan Rea. "Gue... gue laper banget tadi, jadi gue bikin dua mangkuk buat gue sendiri. Lo tau kan porsi makan gue banyak?"
Arsen menyipitkan mata, menatap kakaknya dengan penuh selidik. "Bang... lo aneh banget hari ini. Kayak lagi nyembunyiin harta karun."
Di dalam kamar, Rea merosot duduk di lantai. Hidupnya benar-benar di ujung tanduk. Dia terjebak di kamar suaminya sendiri, sementara Valerie dan arsen yang nggak tahu apa-apa lagi menggeledah setiap sudut apartemen.
Besok pagi di sekolah, dia harus menghadapi hukuman sikat WC bareng mereka, dan malamnya dia harus kucing-kucingan di rumah sendiri.,,
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁