Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Maafin kita ya Dara", kita gak bermaksud bikin kamu sedih" ujar Kyra dan Tody sambil memeluk sahabat baiknya itu.
" Kamu jangan sedih ya beib, ada kami disini yang siap menjaga dan menyayangimu sampai kapanpun" ujar Tody.
Mereka berdua sangat memahami kondisi Dara yang sejak umur 5 tahun ditinggal ibunya meninggal karena sakit kanker.
Pasti gadis itu memendam kerinduan kepada ibunya. Walaupun ia tidak kekurangan kasih sayang dari ayahnya, tetapi ia masih sering merindukan belaian seorang ibu.
\=\=\=\=\=\=
Sementara itu Keenan baru menyelesaikan pekerjaannya, ia langsung menuju kamar pribadinya untuk membersihkan badan dan bersiap. Sedangkan Bram pulang sebentar ke apartemennya yang tidak jauh dari kantornya. Ia akan mandi dan bersiap dahulu kemudian baru menjemput bossnya di kantor.
Keenan melonggarkan pangkal dasi, serta melepaskan kancing kemeja putih nya kemudian melepas kemeja dan celana panjangnya yang ia lempar sembarangan ke tempat tidur. Yang tersisa hanya celana boxer yang menutupi sempurna bagian bawah tubuhnya.
Tampak kulitnya yang putih bersih, tanpa tatto, otot perut yang menonjol bak barisan roti sobek, ditambah postur tubuh yang tinggi menjulang semuanya semakin proposional.
Wajahnya tampan dengan rahang yang tegas serta ditumbuhi bulu-bulu halus menampilkan visual bak dewa yunani. Ia merupakan impian semua wanita.
Keenan Aldrich William, lelaki impian wanita diluaran sana, sosok yang gagah, tampan dan kaya raya. Banyak rekan-rekan bisnis kakek dan ayahnya yang ingin menjodohkan anak gadisnya dengan Keenan, tetapi sampai detik ini belum ada yang menarik perhatiannya.
Terlebih sejak ia pulang ke indonesia dan diangkat menjadi CEO diperusahaannya seperti pemandangan baru bagi orang-orang yang bekerja disana, terutama para staf dan rekan-rekan bisnis wanita yang bekerjasama dengan perusahaannya.
Tidak jarang banyak yang mencari perhatian pada sang CEO tampan itu, mulai dari ajakan makan siang, makan malam, hingga datang ke kantornya hanya sekedar untuk mengantar makanan.
Ia segera masuk ke kamar mandi, ia berdiri dibawah shower otomatis yang langsung memancarkan air yang mengguyur hangat ke wajah tampan dan seluruh tubuh manusia setengah dewa ini.
Dengan keadaan tubuh basah seperti ini ia terlihat semakin gagah. Tampak sesekali ia menyugar rambutnya dibawah guyuran air shower. Penampilannya kelihatan sangat menggoda dengan tubuh basahnya.
Setelah selesai mandi ia segera memakai kemeja putih dan jas warna hitam dari brand ternama yang sangat pas dengan tubuh atletisnya itu.
Ketika ia keluar dari kamar rahasianya, nampak Bram sang asisten sudah menunggu sambil duduk di sofa kulit di ruangan itu. Bram juga tak kalah gagah dengan setelan jas rapi yang membungkus tubuh atletisnya.
" Eh.. Pak boss udah siap ya? Ujar Bram menyapa bos nya.
" Kita mau langsung berangkat sekarang bos? sekarang baru jam 18.30 wib, masih ada waktu 30 menit lagi." tanya Bram.
" Berangkat sekarang aja Bram, lagian gak ada kerjaan lagi kan disini" jawab Keenan.
" Oke, siap bos" jawab Bram singkat.
Ia segera menelpon Pak Edo sopir pribadi bosnya agar segera bersiap di lobby depan kantor mereka.
Suasana kantor sudah agak lenggang karena sebagian staf sudah pulang, ada sebagian masih duduk-duduk di sofa tunggu di lobby gedung perkantoran mewah tersebut.
Mereka sambil bercengkrama dan mengobrol santai.
Nampak beberapa staf kebersihan kantor masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Keenan dan Bram menuju lift dan menekan tombol turun. Hanya dalam hitungan menit mereka sudah berada di lobby.
Bram mempersilahkan bosnya keluar duluan dari lift kemudian disusul sang asisten sambil membawa tas yang berisi dokumen dan agenda digitalnya.
Ketika keduanya keluar dari lift para staf mendadak terdiam melihat sang CEO tampan dan asistennya yang gak kalah keren, dengan gagahnya berjalan melintas menuju kearah pintu keluar. Staf yang kebetulan berpapasan dengan mereka menyapa sambil menundukkan kepala tanda hormat kepada CEO tampan itu.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏