NovelToon NovelToon
Petani Ndeso Di Dunia Game

Petani Ndeso Di Dunia Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa / Slice of Life
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengunjung Pertama Dibuat Takjub! Ternyata Lokasinya Ada di Kampung Halamanku!

Bos Candra sangat percaya diri dengan kualitas lidahnya. Segala macam varietas stroberi impor kelas VIP sudah pernah ia cicipi. Namun, saat menyantap stroberi seharga Rp 800.000 per kilogram ini, ia berani bersumpah, dari segi rasa maupun tekstur... nggak ada satu pun buah di dunia ini yang sanggup menandinginya!

Harga 800 ribu sekilo ini mah kemurahan!

Buahnya bener-bener sedap nggak ada obat!

Baru saja ia melahap stroberi kedua dan ketiga dengan kalap, tiba-tiba pelampung di salah satu jorannya bergerak liar. Bos Candra buru-buru menyambar joran itu dan menarik senarnya. Seekor ikan berontak dan berhasil diangkat ke darat.

"Wah, aslinya ini ikan liar!" seru Bos Candra kaget setelah mengecek ciri fisik ikan tersebut.

Tak butuh waktu lama, kailnya kembali disambar. Ia berhasil mengangkat beberapa ekor ikan lagi, dan semuanya murni berstatus ikan liar! Penemuan ini pelan-pelan mulai meruntuhkan ego dan keraguannya pada ucapan pelayan vila tadi.

Meski begitu, ia tetap melepaskan kembali ikan-ikan kecil itu ke dalam air. Target utamanya hari ini adalah ikan monster!

Seiring berjalannya waktu, suasana Vila Dima perlahan mulai hidup dan ramai.

Beberapa rombongan keluarga mulai berdatangan silih berganti. Mereka semua adalah warga lokal Kabupaten Jatiroso yang terhipnotis oleh iklan promosi di videotron Wetan Mall.

Yaya, yang baru saja kelar mengantar dua rombongan tamu, kembali menyambut dua rombongan baru di depan lobi.

"Selamat datang di Vila Dima, Bapak, Ibu..." sapa Yaya dengan senyum manis dan pelayanan profesional standar tinggi, lalu mengarahkan rombongan tersebut menuju loket taman bunga.

Tiket masuk taman yang awalnya mau dipatok Rp 100.000 akhirnya didiskon menjadi Rp 50.000 per orang. Pertimbangannya murni karena tujuan utama taman ini adalah untuk 'menyedot' traffic keramaian. Banderol 100 ribu untuk promosi awal dirasa masih terlalu berisiko mengusir calon pengunjung.

Di dalam lobi, Bu Laras memperhatikan arus tamu yang terus bertambah dengan wajah sumringah. Di kepalanya, semakin banyak tamu yang datang, berarti pundi-pundi rupiah anaknya makin gendut.

"Sampai detik ini udah ada 37 pengunjung yang masuk, Mas," hitung Dinda sambil berbisik pada suaminya. "Kalau tiketnya 50 ribu, dari tiket taman doang kita udah ngantongin Rp 1.850.000. Belum lagi dari mereka pasti ada yang dine-in makan atau jajan buah, omzetnya pasti lebih gede lagi!"

Tentu saja, Dinda cuma menghitung pakai kalkulator normal. Dia belum tahu kalau okra dan stroberi dari alam gaib itu aslinya murni 100% margin profit tanpa beban modal produksi.

"Iki baru awal buka, Sayang. Entar agak siangan pasti makin rame," kekeh Bima santai. "Ke depannya pasti mulai narik pengunjung dari Sidoarjo juga. Kalau marketing-nya kita genjot nembus Surabaya atau diviralkan via medsos, traffic-nya pasti meledak berkali-kali lipat. Siapa tahu lautan bugenvil kita ini bakal beneran go public jadi wisata nasional."

"Halah, sok iye kamu! Ngaku deh, ide bikin lautan bugenvil yang aku cetusin malem itu emang brilian kan?" Dinda menatap suaminya yang super confident itu dengan dagu terangkat, tak mau kalah pamer prestasi.

"Iya deh, ide Bu Bos emang the best! Sini tak kasih reward kecupan manis." Bima tertawa, lalu menunduk dan mencuri ciuman di bibir Dinda.

"Guk! Guk!" Hoki si anjing herder tiba-tiba merengek dan melompat-lompat di antara kaki mereka, seolah cemburu dan ingin ikut-ikutan adegan mesra tersebut.

Di loket, Yaya baru saja tiba membawa rombongan baru. "Bapak dan Ibu silakan antre di loket sini ya untuk pembelian tiket masuk taman bunganya."

Para pengunjung pun berbaris rapi menunggu giliran.

Di dalam antrean itu, ada seorang gadis muda bernama Risa. Ia adalah mahasiswi jurusan Fotografi yang hobi traveling dan membuat vlog estetik. Kebetulan ia sedang pulang kampung ke Jatiroso karena urusan keluarga, dan semalam tanpa sengaja melihat video promosi vila ini di Wetan Mall.

Awalnya ia tak percaya kalau kabupaten kecil sekelas Jatiroso punya taman bunga se- epic itu. Makanya, jiwa penasarannya meronta dan memutuskan hunting ke mari hari ini.

Saat sedang mengantre tiket, Risa melihat sebuah keranjang kecil berisi bungkusan biji kenari dengan harga Rp 10.000 per bungkusnya. Teringat adegan tupai jinak di video promosi semalam, ia langsung membeli sebungkus. Harganya memang sedikit overprice buat ukuran porsi sekecil itu, tapi ya sudahlah, demi konten.

Setelah tiketnya disobek oleh petugas, Risa melangkah masuk ke dalam taman dengan pesan peringatan: "Dilarang menyakiti hewan apa pun di dalam area!"

Kesan pertamanya saat melewati lorong pintu masuk biasa saja. Formasi bugenvil di area terluar ini jenisnya standar, tak jauh beda dengan taman-taman bunga pada umumnya.

Tapi semakin ia berjalan ke dalam... pandangannya perlahan mulai berubah takjub.

Risa mendadak merasa terbuai oleh pemandangan yang tersaji di depan matanya. Warna-warni bunga bugenvil itu memancarkan rona yang begitu cerah dan hidup, seakan menarik paksa kedua matanya. Tangannya refleks merogoh mirrorless camera dari dalam tasnya dan mulai menjepret.

Semakin dalam ia melangkah, kejutan visualnya semakin liar! Puncaknya saat ia memasuki zona Pohon Bugenvil 7 Warna Kualitas 2!

Rasa takjub itu kini berubah menjadi sensasi kedamaian yang aneh namun sangat nyaman, seolah segala penat di otaknya menguap begitu saja. Keindahan pohon-pohon ini benar-benar susah dideskripsikan pakai kata-kata.

Itu semua adalah efek kombinasi atribut: Visual Warna-warni +2, Nilai Estetika +2, Daya Tarik Massa +2, Mengangkat Mood Pengunjung +2.

Gerombolan pohon mutan ini punya gravitasi visual yang sanggup merantai pandangan siapa pun!

Gema decak kagum terdengar bersahut-sahutan dari pengunjung lain di sekitarnya.

"Masyaallah... bagusnya kebangetan! Jauh lebih bagus dari yang di luar!"

"Sumpah, ini warnanya real nggak sih? Terang banget!"

"..."

Risa sangat setuju dengan komentar mereka. Ini adalah lautan bunga paling memukau yang pernah ia kunjungi seumur hidupnya. Tangannya dengan lincah kembali menekan tombol shutter berkali-kali.

"Cantik banget!" gumam Risa bersemangat, mencari-cari angle terbaik untuk merekam video cinematic.

Ia sangat yakin, keindahan visual di zona ini sanggup melibas habis pamor taman bunga mana pun di level nasional! Walaupun ada taman bunga yang skalanya puluhan kali lipat lebih besar dari ini, tapi kalau diadu urusan detail pesona dan pengalaman immersive pengunjung, taman raksasa itu pasti kalah telak!

Bukan cuma Risa, seluruh turis yang ada di zona itu kompak berubah jadi zombi konten. Semuanya sibuk merekam vlog, selfie, atau menyuruh pasangannya untuk mengambil foto.

Setelah merekam beberapa footage, Risa mengecek hasil videonya dan menyadari sebuah keanehan. Kualitas videonya hari ini entah kenapa kelihatan sangat, sangat artsy! Komposisi warna dan detail estetikanya seolah-olah direkam oleh fotografer master kelas dunia!

Ia jelas tahu skill videografinya belum se- pro itu. Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah: objek taman bunga ini memang kelewat perfect, jadi direkam angle mana pun hasilnya bakal tetep estetik! Nggak butuh filter, nggak butuh proses color grading rumit, apalagi aplikasi editan lebay!

Tentu saja Risa tak tahu kalau keajaiban artsy itu berasal dari efek atribut Fotogenik (Instagramable) +2.

Saking antusiasnya, Risa membagikan hasil rekamannya itu ke grup WhatsApp kosan kampus. Ia mengetikkan caption: "Cewek-cewek, cekidot! Surga dunia nih!"

"Astaga Ris! Di mana tuh? Sumpah aesthetic parah!"

"Gilaaa, cantik pol! Oh pantesan tiba-tiba ngilang, ternyata healing ke mari toh."

"Ris, sumpah ya, tega bener nggak ngajak-ngajak! Aku juga pengen healing weh!"

"..."

Membaca rentetan protes teman-teman kampusnya, Risa tersenyum puas. Jelas banget kan kalau mereka semua iri dan kena pelet visual dari videonya.

Namun, pesona magis sesungguhnya baru menghantam Risa saat ia tiba di altar zona tengah taman.

Begitu tatapannya menangkap tiga Pohon Raksasa Bugenvil 7 Warna Kualitas 3 yang menjulang tinggi, otaknya langsung nge-blank. Kakinya seolah dipaku ke tanah, dan matanya lumpuh tak bisa berkedip.

Keagungan visual pohon ini... tak sanggup lagi dicerna akal sehatnya! Jemarinya hanya bisa refleks menekan tombol rekam secara naluriah.

Dengan kekuatan atribut berantai +3, daya biusnya jauh lebih mematikan!

Apalagi keindahan bunga itu makin disempurnakan oleh pemandangan ratusan kupu-kupu yang beterbangan memutari dahannya.

Risa nyaris menangis saking takjubnya. Tak cuma kupu-kupu, kicauan burung liar mengalun merdu bersahutan dari sela ranting. Bahkan, kalau jeli, ia bisa melihat beberapa tupai mungil asyik melompat dan melongok ke bawah!

Visual super harmonis dan damai ini membuat Risa merasa seolah tersesat masuk ke dalam lukisan surga.

Teringat dengan bungkus kenari di tasnya, Risa berlari kecil ke bawah salah satu pohon raksasa. Ia menaruh sebutir kenari di atas pagar kayu. Seketika, seekor tupai melompat gesit ke bawah, menyambar kenari itu dengan cakarnya, dan... tupai itu diam di tempat! Bukannya kabur ketakutan, ia malah duduk menatap sisa kenari di tangan Risa!

Risa kembali menaruh satu butir. Si tupai kembali mengambilnya!

Hati Risa berdesir saking bahagianya. Hewan-hewan ini murni jinak alami!

Ia mencoba eksperimen nekat: menaruh satu butir kenari di pundaknya sendiri. Hal ajaib pun terjadi. Seekor tupai lain melompat tanpa ragu dari dahan, hinggap di pundak Risa, mengambil kenari itu, lalu kembali melesat ke atas pohon!

Risa bahkan mencoba menyodorkan kenari langsung dengan telapak tangannya, dan tupai itu mau mengambilnya dengan mulut!

Sumpah, momen berinteraksi dengan hewan liar ini sukses meluluhlantakkan sisi girly Risa. Sambil menahan napas bahagia, ia kembali merekam aksi tersebut dengan ponselnya.

Tingkah ajaib ini juga sukses membuat para turis di sekitar altar menjerit gemas. Mereka berebutan mencoba mendekat dan merekam.

Banyak turis yang baru sadar dan menyesal setengah mati karena tadi nggak beli kacang kenari di loket. Beberapa nekat berlari balik ke arah loket untuk membeli. Sialnya, sesuai aturan, tiket mereka yang sudah disobek tidak bisa digunakan masuk lagi. Kalau mau masuk, ya harus beli tiket masuk baru!

Dan gila-nya, demi ngerasain momen ngasih makan tupai jinak ini, beberapa turis rela antre beli tiket Rp 50.000 lagi dari awal tanpa pikir panjang!

Risa dengan cepat mengirimkan sekuel video tupai jinaknya ke grup WhatsApp. Detik itu juga, grupnya langsung meledak histeris.

"RISA! CUKUP! Jelasin ke kita sekarang juga, itu lokasinya di MANA?!"

"Gila gila gila! Aku mau nangis pengen ke situ! Besok aku mau bolos kuliah aja!"

"Bulan Oktober tapi kupu-kupunya bejibun?! Terus tupainya sumpah gemes banget astaga!"

"Ris, buruan shareloc sekarang juga!"

Sambil tersenyum jumawa, Risa mengetik balasannya, "Ini taman bunga di kampung halamanku, di Kabupaten Jatiroso lho!"

Pernyataannya itu bagai bensin yang disiram ke kobaran api protes teman-temannya.

"Risa gila! Kita udah temenan di kosan 2 tahun, dan kamu nggak pernah cerita kalau kampungmu punya hidden gem sekelas ini?!"

"Parah banget! Bisa-bisanya dari dulu nggak pernah ngajak kita touring ke sana. Fix musuhan kita!"

"..."

Membaca hujatan sayang dari sahabat-sahabatnya, Risa hanya bisa nyengir. Masalahnya, taman surga ini emang baru ada sekarang! Ya sudahlah, gampang, weekend depan dia tinggal ngajak teman-temannya ke sini.

1
Maz Shell
lanjut update
Yuliana Tunru
kapqnnih kejutan x buat dinda ..pasti dinda ternehek2 takjub bina sdh jd orkay 🤭🤭
Maz Shell
lanjutkan Thor
Yuliana Tunru
mantap bima hrs jd suami setia hempaskan cwek2 halu sok cantik pula mulut x penuh filter racun 🤭🤭
Yuliana Tunru
bima mmg the best tak sabar nunghu oeresmian vila oleh dinda jgn lupa klga x dinda ya sekian lamaran resmi ke ihu x dinda vila jd mas kawin bakqlqn shock habis tuh ibu2 💪💪💪bima up 3 napa thorrr blm puas ini
Tio Kusuma
mantappppp
Manusia Biasa
auto diborong🤣
Hardjoe Kewek
terima kasih
Hardjoe Kewek
cerita nya bagus,alurnya jg bagus
Jujun Adnin
lanjut
Yuliana Tunru
tak sabar gmn para karyawan bima yrrmehek2 liat bijit tanaman bogenvile x di tata aplg yg kelas sultan up x kurang thorrr 🤭🤭🤭
ZHIVER
thor tak bisa bahasa jawa
Yuliana Tunru
kwalitas gila tuh tak sabar nunggu bima nanam semua hunga di tanah koßoang trus buat gazebo2 buqt qisatawan nikmati ..cuan ngalir kyk air 💪💪 bimaa
Yuliana Tunru
smoga bimo yg dapat vila x buat hadiah pernikahan x dgn dinda ..gassss
Jack Strom
Lah dapat ikan hias legend, masalahnya mau diletak dimana itu ikan???🤔😁
Blue Izoel
tetap semangat thor bikin cerita petani 👍💪
Jack Strom
Ikan² kualitas 2 gak usah dijual, buat dikonsumsi saja, sayang efeknya tuh... 😁
Jack Strom
Selain lunasi pinjaman 100jt, juga kasih bantuan nikah 50jt cukup... 😁
Yuliana Tunru
mantal bima...bayarin utang2 mu duku bima hbs tuh siap2 ngumpuli buat beliin dinda rmh jd lapang tuh hati
Blue Izoel
update terus thor bakal saingan nih sma lahan mustika klo bnyk episode nya👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!