NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Mentari sore menggantung rendah di langit ketika pintu utama mansion keluarga Vane terbuka dengan suara menggelegar.

DUARRR.

"DIMANA ANAKKU YANG NYARIS MATI ITU?"

Suara seorang wanita langsung mengguncang seluruh aula depan mansion.

Freya yang masih berdiri dekat tangga utama refleks meloncat kecil kaget.

"…Astaga."

Seorang wanita berambut cokelat gelap melangkah masuk dengan aura yang terlalu kuat untuk seseorang yang baru datang bertamu. Dress hitam-merah elegan yang ia kenakan berkibar dramatis di belakangnya, sementara para pelayan mansion langsung menegang seperti baru melihat bencana alam.

Dan di belakang wanita itu… beberapa ksatria keluarga Blackwood terlihat pasrah secara spiritual.

Ares memejamkan mata pelan. "…Aku tahu ini akan terjadi."

Wanita itu langsung menunjuk Ares. "KAMU."

"Aku."

"Kau hampir mati."

"Secara teknis semua orang juga hampir mati."

"Itu bukan jawaban yang menenangkan untuk seorang ibu."

Freya berkedip beberapa kali. Lalu perlahan menoleh pada Felix. "…Ini ibunya Ares?"

Felix mendesah kecil. "Sayangnya iya."

"Aku mendengar itu, Felix."

"Memang sengaja."

Wanita itu akhirnya berjalan cepat menghampiri Ares lalu memegang wajah putranya dengan kedua tangan. "Syukurlah... Ternyata masih hidup."

"Ya."

"Tidak ada anggota tubuh yang hilang?"

"Masih lengkap."

"Bagus." Wanita itu mengangguk puas. "Kalau tidak, ayahmu pasti mulai dramatis lagi."

Freya langsung memegangi dadanya sendiri. 'OH. Jadi keluarga Blackwood memang seluruhnya rusak.'

Crimson Valkyrie langsung berkomentar datar dari pinggangnya. "Pengamatanmu sungguh lambat."

Sebelum Freya sempat membalas dalam hati, wanita itu akhirnya menoleh ke arahnya. Dan langsung tersenyum lebar. "KAU pasti Freya."

DEG.

Freya refleks tegak lurus. "I-Iya?"

Wanita itu langsung meraih kedua tangan Freya dengan antusias berlebihan. "Aku Ophelia Blackwood. Ibu dari bocah tidak berguna ini."

Ares terlihat tersinggung kecil. "Aku masih di sini, kalau ibu lupa."

"Dan ibu masih kecewa."

"Kejam sekali."

Freya langsung menyukai wanita ini dalam waktu tiga detik. Karena energi chaos-nya terlalu kuat.

Duchess Seraphina yang sejak tadi berdiri dekat pintu akhirnya tertawa kecil lembut. "Ophelia, kau masih sama seperti dulu."

Ophelia langsung menoleh cepat. "Seraphina..."

Dan detik berikutnya kedua duchess itu saling berpelukan seperti sahabat yang sudah puluhan tahun tidak bertemu.

Padahal kemungkinan besar mereka baru bertemu beberapa bulan lalu.

Duke Cassius yang berdiri di belakang mereka perlahan memijat pelipisnya.

Freya langsung memperhatikan ayahnya penuh simpati. "…Ayah terlihat lelah."

"Karena beliau sadar dua sumber bencana sedang berada dalam satu tempat yang sama," gumam Felix datar.

"Aku mendengar itu juga," protes Ophelia.

"Bagus."

Ares menggigit apel santai sambil memperhatikan semuanya. "Kadang aku lupa kalau keluarga Vane juga sama anehnya dengan keluarga kami."

"Kau terdengar bangga sekali, wahai tuan muda," komentar Freya.

"Aku memang bangga."

"Ya, itu menjelaskan banyak hal."

Sementara itu Aria berdiri sedikit canggung di belakang Freya sambil memegang tas kecilnya.

Dan Seraphina langsung menyadarinya. Wanita berambut emas itu tersenyum hangat lalu berjalan mendekat. "Aria...sini bergabung."

Aria langsung membungkuk sopan. "S-Salam hormat, Duchess Vane."

"Astaga." Seraphina tertawa kecil. "Tidak perlu terlalu formal. Tadi kau juga sudah memberi salam."

"Tapi..."

"Kau teman Freya." Seraphina menggenggam tangan Aria lembut. "Berarti kau juga termasuk keluarga di mansion ini."

DEG.

Aria langsung membeku kecil.

Freya sendiri hampir terkena emotional damage melihat itu. 'IBUKU KEREN BANGET.'

Crimson Valkyrie mendengus kecil. "Kau benar-benar gampang terharu."

'AKU CUMA HAUS KEHANGATAN KELUARGA OKE.'

Ophelia tiba-tiba muncul di samping Aria. "Hm..."

Aria langsung menegang.

Ophelia menyipitkan mata beberapa detik. Lalu mengangguk puas. "Anak ini normal."

Freya langsung menunjuk dirinya sendiri. "Aku merasa dihina."

"Itu karena kau memang aneh," jawab Felix tanpa ragu.

"AKU KORBAN KEADAAN."

"Keadaan mungkin korban dirimu," timpal Ares.

Aria akhirnya tertawa kecil. Dan entah kenapa suara tawa itu membuat suasana mansion terasa jauh lebih hidup.

Setengah jam kemudian, kekacauan meningkat drastis karena sekarang seluruh penghuni mansion berkumpul di ruang teh utama.

Freya duduk di sofa sambil memperhatikan Ophelia dan Seraphina berbicara. Dan ia mulai menyadari sesuatu yang mengerikan. "…Ibu."

"Hm?" Seraphina menoleh lembut.

"Apakah kalian sebenarnya dulu tipe orang yang suka membuat masalah ya?"

Hening. Felix langsung memalingkan muka, Ares mulai tersenyum, sedangkan Cassius terlihat seperti pria yang kehilangan harapan hidup bertahun-tahun lalu.

Ophelia tertawa keras. "OH, kami jauh lebih buruk."

"Ophelia," tegur Seraphina lembut.

"Apa? Itu fakta."

Freya langsung merasa dunia runtuh sedikit. "…Aku baru sadar kerajaan ini masih berdiri saja adalah suatu mukjizat."

Ares mengangguk setuju. "Pendapat yang valid."

Cassius akhirnya membuka mulut. "Kerajaan hampir runtuh tiga kali saat mereka masih di akademi."

Freya membelalak. "APA?"

Ophelia terlihat bangga. "Itu masa muda yang indah."

"Itu terorisme akademik," gumam Felix.

Seraphina menutup mulut kecil sambil tertawa. "Aku masih ingat saat Ophelia meledakkan laboratorium alkimia."

"Itu bukan salahku."

"Kau mencampur enam bahan peledak."

"Itu eksperimen."

"Itu percobaan bunuh diri masal."

Freya langsung menoleh pada Ares. "...Sekarang aku paham kenapa kau seperti ini."

"Genetik memang sangat menakutkan," jawab Ares santai.

Sementara itu Aria duduk diam sambil memperhatikan semuanya. Dan perlahan ia mulai sadar bahwa keluarga Vane benar-benar berbeda dari rumor menyeramkan yang sering ia dengar.

Mereka memang absurd tapi hangat. Sangat hangat.

Beberapa saat kemudian Freya mulai menjalankan misi pribadinya.

Operation: Dekatkan Felix dan Aria.

Dan target pertama dimulai secara brutal.

"Kak."

Felix yang sedang membaca dokumen mengangkat kepala kecil. "Apa."

"Tolong antar Aria melihat perpustakaan."

"…Kenapa aku?"

Freya langsung menunjuknya dramatis. "Karena kau manusia yang bisa berjalan."

"Itu alasan terburuk yang pernah kudengar."

"Tapi itu tetap alasan."

Felix menatap Freya lama. Tatapan seorang kakak yang sangat sadar adiknya sedang merencanakan sesuatu hal yang bodoh.

"…Kau mencurigakan."

"Aku tersinggung."

"Bagus."

Namun sebelum Felix sempat menolak lagi, Seraphina tiba-tiba ikut bicara.

"Itu ide bagus."

DEG.

Freya langsung menoleh pada ibunya. Seraphina balas dengan tersenyum lembut.

"Aria suka membaca, bukan?"

Aria terlihat sedikit kaget. "Ah… iya."

"Kalau begitu Felix bisa membantu menunjukkan koleksi keluarga."

Felix langsung sadar dirinya baru saja dikhianati ibunya sendiri. "…Ibu."

"Hm?"

"Itu pasti disengaja."

Seraphina hanya tersenyum lebih lembut yang jauh lebih menyeramkan. Dan akhirnya Felix menyerah.

"…Baiklah."

Freya langsung hampir bersorak kemenangan. Namun Crimson Valkyrie langsung berkomentar, "Memalukan."

'INI NAMANYA HEALING ARC.'

Aria berdiri pelan. "Kalau itu merepotkan..."

"Tidak," jawab Felix cepat.

Lalu beberapa detik kemudian ia terlihat sedikit kaku sendiri karena menjawab terlalu cepat.

Freya langsung menyipitkan mata kecil penuh makna.

Felix membalas tatapan itu dengan ancaman pembunuhan.

Freya puas secara spiritual.

Lima belas menit kemudian…Freya menyesal dengan keputusan hidupnya. Karena ternyata Felix dan Aria benar-benar sedang membaca buku secara serius. Tanpa adanya adegan romantis, tanpa adanya rasa awkward, tanpa ada apa pun.

Freya mengintip dari balik rak buku perpustakaan mansion sambil mengalami penderitaan batin. "…bukan seperti ini yang aku harapkan.”

Ares berdiri santai di sampingnya sambil makan kue. "Apa yang kau bayangkan?"

"Atmosfer romantis."

"Tapi malah mendapat kuliah sejarah."

Dan memang benar.

Di sisi lain perpustakaan, Felix sedang menjelaskan sejarah kerajaan dengan sangat serius sementara Aria mendengarkan dengan perhatian penuh.

"…Pada masa Raja Aurelius Kedua, perdagangan mana crystal mulai berkembang pesat."

Aria mengangguk kecil.

"Itu sebabnya keluarga merchant mulai mendapat pengaruh politik?"

"Benar."

Freya langsung menatap kosong. "…Mereka malah cocok.\*

Ares menggigit kuenya lagi. "Tragis sekali."

"AKU BERUSAHA MEMBUAT MOMEN ROMANTIS."

"Tapi kau malah membuat seminar ekonomi."

Freya memegangi wajahnya sendiri. "Kenapa kakakku sangat tidak peka?"

"Karena dia keluarga Vane."

"Itu penjelasan yang menyedihkan."

Namun sebelum Freya sempat mengeluh lagi, Felix tiba-tiba menoleh.

DEG.

Tatapan mereka bertemu.

Hening.

"…Kenapa kau mengintip?"

Freya langsung berdiri tegak. "Aku tidak mengintip."

"Kau berdiri di balik rak selama tujuh menit."

"…Aku suka buku."

"Pembohong."

Ares melambaikan tangan santai. "Kami hanya lewat."

"Kalian membawa camilan," balas Felix datar.

Freya langsung menunjuk Ares. "Itu punya dia."

"Pengkhianat."

Aria menahan tawa kecilnya. Dan melihat Aria tertawa membuat Felix tanpa sadar sedikit melunak.

Freya langsung sadar akan sesuatu saat melihat itu.

DEG.

'*OH*?'

Crimson Valkyrie mendengus. "Kau benar-benar terlalu fokus pada kehidupan cinta orang lain."

'*AKU INVESTASI EMOSIONAL*.'

Sementara itu, jauh di istana kerajaan. Malam mulai turun perlahan.

Zevian duduk di ruang kerjanya dengan beberapa dokumen terbuka di meja.

Namun, sudah sepuluh menit berlalu, dan ia masih membaca halaman yang sama.

Cain berdiri diam di dekat pintu sambil memperhatikan tuannya dengan hati-hati.

"…Yang Mulia."

"Hm?"

"Dokumen itu terbalik."

Hening.

Zevian perlahan membalik dokumen itu tanpa ekspresi. "…Aku tahu."

"Itu kebohongan yang buruk."

Zevian mengabaikannya.

Namun beberapa detik kemudian pikirannya kembali melayang pada bayangan Freya yang tertawa di dalam kereta, Freya yang berjalan bersama Ares, Freya yang mengundang orang ke mansion Vane dengan terlalu santai. Dan yang paling mengganggu adalah Ares ikut tinggal di sana.

Dahinya perlahan berkerut kecil. Perasaan aneh itu muncul lagi. Rasa tidak nyaman yang mengganggu. Sungguh menyebalkan.

"…Kenapa Ares ikut."

Cain berkedip.

"…Maaf?"

"Tidak ada."

Namun lima detik kemudian…

"…Apa dia memang sering tinggal di rumah orang lain?"

Cain sekarang benar-benar bingung.

"…Saya tidak pernah memperhatikan kehidupan sosial Tuan Muda Blackwood, Yang Mulia."

Zevian diam. Lalu kembali membaca dokumen. Tiga detik kemudian…

"…Menyebalkan."

Cain perlahan mulai menyadari sesuatu. Dan itu sangat menarik.

Kembali ke mansion Vane.

Kekacauan mencapai puncaknya saat makan malam.

Meja makan panjang keluarga Vane sekarang dipenuhi oleh keluarga Vane, Ophelia, Ares, dan Aria. Dan tentu saja jangan lupakan suasananya yang...bising.

"ARES, makan sayurmu."

"Aku sudah dewasa, ibu."

"Dan kau tetap menyebalkan."

"Terima kasih."

Freya hampir tersedak karena tertawa. Sedangkan Cassius terlihat seperti pria yang kehilangan energi hidup secara perlahan.

Seraphina tersenyum lembut sambil menuangkan teh. "Freya, jangan tertawa sambil makan."

"Maaf ibu."

"Tapi itu memang lucu," tambah Seraphina tenang.

Freya langsung menatap ibunya penuh kagum. '*IBUKU DIAM-DIAM CHAOS JUGA WOI*.'

Felix memegangi dahinya. "Kenapa aku satu-satunya orang normal di keluarga ini."

Ares langsung menoleh. "Kau jelas bukan normal juga."

"Apa itu hinaan?"

"Itu observasi."

Aria kembali tertawa kecil. Dan sekarang ia sudah jauh lebih rileks dibanding sebelumnya.

Ophelia tiba-tiba menatap Aria. "Hm."

Aria langsung tegang sedikit. "Kau anak keluarga Elowen, bukan?"

Aria mengangguk kecil. "Iya, Duchess."

"Ayahmu masih menjual mana crystal dari utara?"

Aria terlihat sedikit kaget. "Duchess mengenal ayah?"

"Tentu saja." Ophelia menyender santai. "Tom Elowen salah satu pedagang paling pintar di kerajaan."

Freya langsung tertarik. "Oooo…"

Seraphina ikut tersenyum. "Ibumu juga sangat baik."

Aria perlahan terlihat lebih nyaman sekarang.

Dan Freya menyadari sesuatu.

Keluarga mereka benar-benar menerima Aria tanpa kesulitan sedikit pun.

Dadanya terasa hangat.

Untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini, Freya merasa benar-benar punya rumah.

Rumah yang berisik, rumah yang absurd, rumah yang dipenuhi orang aneh. Meskipun begitu tetaplah rumah.

Dan entah kenapa…Perasaan itu membuatnya sangat bahagia.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!