NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:871
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kota S

" firman aku perlu ke kota S apa aku bisa meminta bantuan mu." ucap Wira.

" hahaha masih di dalam negri kakak tidak salah orang aku bisa membantu.... kapan kita berangkat." ucap firman antusias.

" apa hari ini bisa....." ucap Wira.

" bisa hanya saja kemungkinan tiba akan tengah malam." ucap firman.

" tidak masalah..... "jawab Wira.

" jika begitu ayo berangkat....." ucap firman.

" aku akan izin dulu pada kakak ipar mu sebentar." ucap Wira.

" baik aku akan menunggu di mobil." ucap firman.

Wira kembali mengetuk pelan pintu kamar Ayu.

" ay.... Aku akan pergi ke kota S bersama dengan firman, mungkin aku akan kembali besok sebelum sore. Aku harap kamu bisa di rumah saja karena di luar masih belum aman. Setelah aku keluar tolong kunci rumah ini. Jangan biarkan siapapun yang tidak di kenal masuk. Aku pergi, makanan aku tinggal di meja makan lah. " ucap Arya.

Ayu di dalam mendengar semua yang di katakan Wira, tapi dia sama sekali tidak berminat untuk menjawabnya.

" mama, apa ayah akan meninggalkan kita....." tanya Sasa yang sudah bangun karena perutnya lapar.

" mama tidak tau." ujar ayu.

" mama Sasa masih mau punya ayah, walau ayah jahat Sasa masih mau ayah Sasa akan minta papa untuk jangan tinggalkan kita." ucap Sasa.

" eh Sasa tunggu...." ucap ayu melihat Sasa begitu gesit dari tempat tidur.

" ayah......" suara Sasa.

Wira yang sudah akan berbalik untuk pergi mematung mendengar suara manis dan lembut dari Sasa tubuhnya gemetar.

" ayah..... apa ayah masih di sana....." ucap Sasa kembali.

" nak mungkin dia sudah pergi sudah sini sama mama." ucap ayu. Sasa tidak bisa keluar karena kunci tambahan yang di pasang cukup tinggi.

" tapi ma....." ucap sasa sedih.

" Sasa anak ayah....." ucap Wira.

" mama ayah masih ada....." Sasa sangat girang.

" ayah apa ayah pergi untuk meninggalkan kami." tanya Sasa.

" tidak sayang, ayah hanya ingin mengambil sesuatu, setelah itu ayah kembali." ucap Wira.

" oh... Apa ayah tidak berbohong." ucap Sasa.

" tidak ayah tidak berbohong, sekarang katakan pada ayah Sasa ingin apa sebagai oleh oleh." ucap Wira.

Sasa menoleh pada ayu meminta persetujuan tentang oleh oleh, karena pernah sekali Sasa meminta baju baru, Wira malah membentaknya membuat nya ketakutan.

Ayu tidak tau harus menjawab apa dia tanpa sadar hanya mengangguk pelan, dia masih tidak tau apa maksud Wira melakukan ini.

Melihat ayu mengangguk membuat Sasa mengira ayu mengijinkannya untuk meminta oleh oleh pada Wira, Wira sendiri yang menunggu tidak ada jawaban sudah pasrah dan akan pergi.

" Sasa mau boneka beruang yang putih, sepertinya lucu......" ucap Sasa.

" ah... baik akan ayah bawakan," ucap Wira girang.

" Sasa mau apa lagi sayang." ucap Wira.

" Sasa mau ayah yang baik......" ujar Sasa sedikit menitikkan air mata.

Wira yang mendengar itu hatinya sakit jika saja dia menemukan pemilik tubuh ini sebelumnya pasti sudah dia habisi sampai habis.

Lehernya kering Wira tak bisa menjawab permintaan Sasa anaknya. dengan gontai Wira pergi suara Sasa terus terdengar di kepalanya tentang ayah yang baik, serta kenangan bayangan betapa tidak beradab nya pemilik tubuh sebelumnya pada istri dan anaknya.

" kak apa kita berangkat sekarang...." tanya firman.

" ya kita berangkat sekarang saja....." ujar Wira.

setelah beberapa menit kepergian Wira dan firman ayu membawa Sasa keluar, kamar pelan tidak menimbulkan suara.

Keadaan di luar kamar sudah baik baik saja karena Wira membereskan semuanya dengan baik, bau alkohol dan rokok sudah tidak semenyengat biasanya.

" mama sepertinya ayah sudah benar benar pergi......" ujar Sasa.

" um....." angguk ayu sebagai jawaban pada Sasa.

" ma.... Sasa lapar lihat ayah meninggalkan makanan di meja......." ucap Sasa menunjuk kearah meja.

" kita makan ayo......" ucap ayu, sebenarnya takut tapi karena mereka memang sudah begitu lapar mau tidak mau mereka harus makan, biasanya mereka akan menunggu Wira selesai makan dan sisanya baru mereka makan, karena jika tidak Wira akan mengamuk.

" mama..... Aku mau ini...." ujar Sasa pada sebuah sup jamur.

" um....." ayu tersenyum hangat mengambilkan sup jamur untuk anaknya itu Sasa.

Ayu dulunya seorang yang sangat pintar prestasinya selalu berada di peringkat 1, banyak perusahaan menawarkan pekerjaan dengan gaji fantastis untuknya, hanya saja karena begitu cinta pada Wira waktu itu ayu mengorbankan segalanya, tahun pertama kehidupan rumah tangga mereka sangat baik, namun tahun kedua usaha Wira merosot, dan mulai bergaul dengan preman preman, dan hal itu terus berlanjut pada judi, mabuk mabukan, rokok, tempramen, bahkan kekerasan.

...****************...

Hampir tengah malam Wira dan firman sudah mulai memasuki kota S perjalanan mereka sangat lancar tanpa ada kendala apapun.

" kak kita akan kemana...." ujar firman.

" alamat ini, semuanya ada di sana." ujar Wira.

" Ok......" firman segera membuka maps untuk menuju alamat yang Wira berikan.

lewat tengah malam mereka sampai di sebuah rumah yang bisa di katakan cukup mewah masih di daerah kota. Wira turun kemudian membuka gerbang rumah itu.

" masih sama seperti yang dulu....." gumam Wira mulai memutar kode pada gembok, gembok ini hasil ciptaannya sendiri di kehidupan sebelumnya.

" ayo bawa masuk mobilnya....." ujar Wira.

Firman pun segera memarkirkan mobil dan lekas keluar dari mobil karena penasaran dengan rumah yang baru saja dia datangi bersama Wira .

" kak ini rumah siapa...." ujar firman.

" rumahku......" ujar Wira menjawab.

" hahaha kak Wira kamu bercanda ya." ujar firman.

" ayo kamu akan tau." ucap Wira.

mereka menuju ke pintu utama dari rumah itu, kemudian Wira beralih ke sisi sebelah kiri pintu di sana ada pot bunga cukup besar dan Wira kemudian menarik sedikit motif yang menonjol di sana segera terlihat seperti laci kecil di dalamnya terdapat kartu akses.

" kak aku tidak tau kau memiliki ini semua." ucap firman.

" hahaha, dulu aku malas hidup dengan semua ini jadi aku putuskan menjadi orang biasa." ujar Wira bohong jika di ceritakan rumah ini sebenarnya milik black hole di raja pembunuh yang melegenda itu mungkin firman sudah mengajaknya pulang.

" orang kaya mah bebas, tapi kak kau memainkan peran dengan sangat bagus, kau begitu natural dan sangat mendalami peran sebagai orang biasa." puji firman.

" lupakan itu sekarang kita masuk...." ucap Wira segera menempelkan kartu akses masuk ke rumah itu dan pintu pun terbuka.

" selamat datang kembali tuan rumah, alpha di sini." ucap suara tanpa wujud bukan hanya Wira yang mendengar bahkan firman mendengarnya.

" alpha apakah rumah selama ini aman...." ucap Wira. Sedangkan firman di buat kagum dengan kecanggihan dan tekhnologi rumah milik Wira.

" aman tuan rumah, beberapa kali ada beberapa pencuri ingin masuk tapi mereka akhirnya berhasil di tangkap oleh polisi." jelas alpha

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!