NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 20

Ansel menghela napas berat begitu ibu dari si anak yang tidak mau sekolah itu bersikeras jika putranya tidak akan masuk sekolah sampai orang yang yang memukul kepalanya meminta maaf. Ansel menghela napas berat karena si ibu itu tidak mau mendengarkan penjelasannya.

“Saya tetap mau sekolah adil terhadap apa yang menimpa putra saya, dia perempuan tapi mengapa tabiatnya begitu kasar, bahkan berani memukul temannya saat pelajaran di kelas berlangsung,” ucap si ibu menatap Ansel tajam.

“Bapak seharusnya sebagai guru di sekolah juga wali kelas di kelas bisa adil terhadap semua siswa, tapi kedatangan bapak ke rumah saya dan meminta putra saya untuk kembali masuk ke sekolah seolah-olah hal seperti ini sangat wajar di mata bapak,”

Ansel semakin diam, bukan karena merasa apa yang di ucapkan ibu itu benar, tapi si ibu rupanya masih belum tahu awal permasalahn itu bisa terjadi, yang dimana putranya terkena pukulan oleh Cwen di dalam kelas.

“Begini bu Dyah, bukannya saya membenarkan apa yang di lakukan Cwen kepada putra ibu, Denna, tapi sebelum ibu menyalahkan orang lain, sebaiknya ibu tanya terlebih dahulu kepada putra ibu, apa yang sudah putra ibu lakukan kepada teman sekelasnya yang bernama Cwen itu,”

Bu Dyah semakin meradang mendengar ucapan Ansel yang seperti menuduh putranya melakukan hal yang mengacu Cwen memukul Denna.

“Jadi maksud bapak, Cwen tidak salah? Tapi putraku yang salah, jelas-jelas anak itu yang salah,”meledak sudah amarah bu Dyah, bahkan ia tidak lagi memandang bulu siapa yang sedang ia teriaki itu, ia sudah kepalang marah kepada guru dari putranya itu.

“Bu Dyah, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya tidak menyalahkan putra anda dan membenarkan tindakan Cwen, orang tua Cwen sudah meminta maaf dan sudah mendapatkan surat peringatan dari sekolah, kita juga sudah membicarakannya baik-baik saat di sekolah, bu Dyah bahkan sudah memaafkan semuanya, tapi mengapa sekarang Denna malah di larang datang ke sekolah, bahkan ibu sampai menuntut Cwen? Ibu sudah tahu apa yang putra ibu lakukan sebelum mendapatkan pukulan dari Cwen?”

Bu Dyah diam, tapi tatapannya masih sama. Penuh amarah.

“Coba ibu tanyakan kepada putra ibu sendiri apa yang telah putra ibu lakukan kepada teman sekelasnya itu! Dan tolong jangan memperbesar masalah ini, pihak keluarga Cwen sudah meminta maaf dan ibu sendiri sudah memaafkan,”

Ansel bangkit menatap ibu dari Denna itu dengan tatapan tenangnya.

“Saya pamit!”

Lalu Ansel melangkah tenang kearah mobilnya yang terparkir di depan rumah Denna yang cukup besar itu.

***

Ansel menyipitkan matanya melihat sosok perempuan yang cukup ia kenali itu. Ansel menepikan mobilnya di pinggir jalan, dan menurunkan kaca mobilnya.

“Jenia,”

Jenia menoleh, tidak terkejut sama sekali melihat Ansel yang entah muncul dari arah mana itu, tatapannya kosong dan tampak putus asa.

Dan Ansel bisa melihat itu, mata yang sembab, seperti habis menangis.

“Jenia ada apa?”tanya Ansel, ia membuka pintu mobilnya dan turun untuk menghampiri Jenia yang hanya diam berdiri di sisi kiri mobilnya.

“Maaf saya sedang buru-buru, pak Ansel,”

Jenia bahkan sudah tidak mempermasalahkan lagi panggilan Ansel terhadapnya. Jenia hanya ingin cepat-cepat pergi dari hadapan Ansel sebelum pria itu mengetahu masalahnya. Sudah cukup Ansel di repotkan banyak hal oleh Jenia, kali ini, ia tidak mau lagi merepotkan Ansel dalam masalah keuangan.

“Jenia,”

Ansel menahan pergelangan tangan Jenia saat wanita itu melangkah melewatinya.

“Masuk ke dalam mobil, kita bicara di dalam!” ucap Ansel menarik lembut Jenia dan membukakan pintu mobilnya untuk ibu anak satu itu.

“Maaf, tapi saya sedang banyak urusan, pak,” tolak Jenia halus, ia hendak melepaskan genggaman tangan Ansel pada lengannya, tapi tentu saja Ansel tidak akan melepaskan begitu saja.

“Ada yang ingin saya bicarakan denganmu,”

Kata itu cukup menjelaskan jika memang ada topik penting yang ingin Ansel bicarakan dengan Jenia. Jenia berfikir mungkin Ansel akan kembali membicarakan masalah putrinya, karena entah sudah berapa kali mereka berbincang panjang berdua dan membicarakan Cwen.

Jenia mengangguk, lalu masuk ke dalam mobil tanpa menunggu kata perintah lagi, Ansel yang melihat itu tersenyum tipis, lalu ia sendiri langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi.

“Tentang Cwen lagi?”tanya Jenia menoleh, menatap Ansel.

Ansel mengangguk, ia sedikit menghela napasnya, “Kamu tahu sendiri mama dari Denna sangat keras kepala, bahkan ia tetap bersikeras membawa masalah ini ke ranah hukum jika Cwen tidak di keluarkan dari sekolah, tapi kamu tenang saja, saya pastikan ibu dari Denna akan segera menyadari perbuatannya yang terlalu berlebihan, dia akan segera tahu jika memang putranya yang sering kali menganggu Cwen di dalam kelas, sekolah memiliki bukti, tapi ibu Denna tidak pernah mau datang ke sekolah untuk melihat bukti itu,”

Jenia mengerutkan dahinya, otaknya langsung berkelana begitu jauh, pikiran tentang uang yang sejak tadi hinggap di kepalanya mendadak hilang digantikan dengan masalah sekolah putrinya yang mulai terlihat serius. Sampai akan di bawa ke ranah hukum jika Cwen tidak di keluarkan dari sekolah. Apa itu tidak berlebihan? Ia dan Cwen pun sudah meminta maaf terkait kejadian di dalam kelas, ibu Denna pun terang-terangan memaafkannya saat berada di ruangan kepala sekolah. Lalu mengapa sekarang malah akan membawa masalah ini ke ranah hukum? Jenia benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran ibu dari Denna itu.

“Bukankah masalahnya sudah selesai, ibu Denna juga sudah memafkan Cwen, bukan?”

Ansel mengangguk,“Saya sendiri tidak paham dengan jalan pikirannya, tapi percayalah, itu hanya ancaman saja, kepala sekolah pun sudah menindak -lanjuti masalah ini, semuanya akan di usut sampai tuntas karena dari hari ke hari, semakin banyak wali murid yang mengadu kepada sekolah jika anak-anak mereka mendapatkan gangguan dari Cwen,”

“Maksud pak Ansel apa?”

“Entah ide dari mana, banyak wali murid yang mengadu kepada pihak sekolah jika putra dan putri mereka selalu terkena bullying dari Cwen, di dalam kelas ada CCTV, dan semua itu sudah cukup untuk menjadi bukti kuat terkait masalah ini, para orang tua sepertinya hanya terkena hasutan yang membuat emosi sesaat mereka naik ke permukaan,”

Jenia menghela napas berat, masalah yang satu belum selesai, kini datang lagi masalah lain, apakah ia akan sanggup menghadapinya sendirian, tanpa bantuan siapapun?

“Jenia,”

Jenia menoleh, tatapan mereka terkunci, satu menit, dua menit, sampai di menit mereka, belum ada yang memutuskan tatapan itu.

“Ada apa denganmu?”tanya Ansel menyentuh lembut pundak Jenia lembut.

Dari hari ke hari, Ansel semakin merasa dekat dengan Jenia, jadi formalitas di antara mereka pelan-pelan menghilang.

Dan entah mendapatkan dorongan dari mana, Ansel sedikit memperpendek jarak diantara mereka, tangannya yang berada di bahu naik ke atas, dan mengusap lembut pipi Jenia dengan ibu jarinya.

“P-Pak Ansel?”

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!