NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 35

Anak harimau putih itu melompat dengan lincah, mendarat tepat di samping api unggun. Matanya yang merah cerah berkilat-kilat karena cahaya api, tapi bukan karena niat membunuh, melainkan karena rasa laparnya.

"Hiss... hiss..." ia mengendus-endus daging Rusa Tanduk Naga yang masih mengepul, ekornya bergoyang pelan, sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Chen Xuan yang masih memegang pisau dengan sikap siaga.

Chen Xuan mengerjap beberapa kali, otaknya butuh waktu untuk memproses.

"Ini... anak harimau?" gumam Chen Xuan, pada dirinya sendiri.

Bulunya sangat putih, hampir bersinar di bawah sinar bulan merah, dengan garis-garis hitam yang elegan. Ukuran tubuhnya baru sebesar anjing sedang, tapi aura yang dikeluarkannya aneh, bukan aura binatang biasa.

Chen Xuan perlahan menurunkan pisaunya, tapi tetap waspada.

"Kalau lapar, makan saja. Aku masih punya banyak." ucap Chen Xuan.

Anak harimau itu menoleh sekilas ke arah Chen Xuan. Untuk sesaat, kedua mata merah itu bertemu dengan mata Chen Xuan. Ada kecerdasan yang tidak biasa di sana.

"Grr..."

Dengan tidak tahu malu, ia menggigit sepotong besar daging yang sudah matang, lalu menariknya mundur dengan cepat.

"Hei! Itu makananku!" Chen Xuan refleks berteriak.

Tapi anak harimau itu malah mendengus kecil, seolah berkata "siapa cepat dia dapat". Ia mulai mengunyah dengan lahap, jus daging menetes di bulu dagunya yang putih.

Chen Xuan mengusap wajahnya.

"Baru saja aku pikir akan menghadapi Binatang Monster tingkat tinggi... ternyata cuma maling kecil berbulu." gumam Chen Xuan. Ia menghela napasnya, tapi entah kenapa sudut bibirnya sedikit terangkat. Setelah perjalanan yang sunyi dan tegang sejak berpisah dengan Luo Bing Li'er, kehadiran makhluk menggemaskan ini justru terasa... melegakan.

Chen Xuan duduk kembali di batu datar, menusuk sepotong daging lain dengan pisau dan memanggangnya lagi.

"Kau boleh makan, tapi setidaknya sisakan aku sedikit. Aku juga lapar." ucap Chen Xuan.

Anak harimau itu mendongak, telinganya bergerak-gerak. Seolah mengerti ucapan Chen Xuan, ia mendorong sedikit potongan daging yang sudah separuh dimakannya ke arah pemuda itu dengan moncongnya.

Chen Xuan tertawa kecil.

"Kau... dasar pelit." kata Chen Xuan.

Daging Rusa Tanduk Naga telah habis dimakan oleh Chen Xuan dan juga Harimau Putih kecil itu.

Chen Xuan pun terbaring di atas permukaan tanah, di depan api unggun. Namun, harimau putih itu malah ikut tertidur di samping Chen Xuan tanpa rasa ragu ataupun malu sedikitpun.

Chen Xuan tersenyum dan hanya membiarkan nya, ia merasa bahwa Harimau Putih kecil itu tidak akan membahayakan nyawanya. Tanpa sadar, mereka pun tertidur hingga pagi.

Di pagi hari, ketika Chen Xuan membuka kedua matanya, ia mendapati harimau putih itu yang telah berada di atas dadanya dengan lidahnya yang menjulur keluar, seolah-olah telah lama menanti Chen Xuan bangun.

Chen Xuan mengerjap beberapa kali, matanya masih berat karena tidur nyenyak semalaman. Rasa hangat dan berat di dadanya membuatnya langsung sadar.

Di atas dadanya, anak harimau putih itu sedang berbaring nyaman, moncongnya hanya beberapa jengkal dari wajah Chen Xuan. Lidah kecilnya yang merah muda menjulur keluar, ekornya bergoyang pelan seperti anak kucing yang sedang senang. Sepasang mata merah cerah itu menatapnya lekat, seolah sudah tidak sabar menunggu pemilik baru ini bangun.

"Bocah kecil, kau masih di sini ruoanya." gumam Chen Xuan dengan suara serak. Ia tersenyum tipis, tangannya naik perlahan dan mengusap kepala harimau putih itu. Bulunya lembut sekali, seperti sutra yang hangat.

"Grrruu..."

Harimau kecil itu mendengkur pelan, menikmati usapan tangan Chen Xuan. Ia bahkan mencondongkan kepalanya lebih dalam ke telapak tangan Chen Xuan, sama sekali tidak menunjukkan sikap liar seperti binatang buas.

Chen Xuan bangkit duduk perlahan. Harimau putih itu ikut melompat turun dengan lincah, lalu duduk di depannya sambil menengadah, seolah menunggu perintah atau... sarapan.

"Kau benar-benar tidak takut padaku ya?" Chen Xuan menggelengkan kepala sambil tertawa kecil. "Biasanya binatang liar langsung kabur atau menyerang. Tapi kamu malah tidur di atas dadaku seolah aku ini bantalmu." sambung Chen Xuan.

Ia berdiri dan meregangkan tubuh. Sisa api unggun sudah padam, hanya menyisakan asap tipis. Cahaya pagi menyusup lemah melalui pepohonan, membuat suasana hutan terasa lebih tenang dibandingkan malam tadi.

Chen Xuan melirik sisa tulang Rusa Tanduk Naga yang sudah bersih. "Kita berdua makan cukup banyak semalam. Sekarang perutku malah kosong lagi."

Harimau putih itu tiba-tiba berdiri, telinganya tegak. Ia berlari kecil menuju semak-semak, lalu kembali beberapa saat kemudian dengan seekor kelinci liar yang masih hidup di dalam mulutnya. Kelinci itu masih meronta-ronta, tapi harimau kecil itu meletakkannya di depan kaki Chen Xuan dengan bangga, seolah berkata: "Ini sarapan untuk kita."

Chen Xuan tertegun.

"Kau... memburunya untukku?" tanya Chen Xuan.

Mata merah harimau itu berkilat. Ada kecerdasan yang jelas di sana, terlalu pintar untuk ukuran seekor anak harimau biasa.

Chen Xuan berjongkok, mengusap lagi kepalanya dengan lembut.

"Baiklah. Mulai hari ini, kita adalah saudara, aku beri nama kamu... Xiao Bai. Bagaimana?" ujar Chen Xuan, segaris senyuman masih menggantung di bibirnya.

Harimau putih itu mendengkur senang, seolah mengerti namanya. Ia menggosokkan kepalanya ke lengan Chen Xuan.

Namun, saat Chen Xuan sedang tersenyum, tiba-tiba aura di sekitar Xiao Bai berubah sedikit. Bulu putihnya berkilau samar di bawah sinar matahari pagi, dan Chen Xuan bisa merasakan sedikit tekanan spiritual yang aneh dari tubuh kecil itu.

"Xiao Bai... kau bukan harimau biasa, bukan?"

Xiao Bai hanya memiringkan kepalanya lucu, seolah tidak mengerti. Tapi Chen Xuan sangat begitu yakin ada sesuatu yang tersembunyi di balik penampilan menggemaskan ini.

Saat Chen Xuan hendak mengulurkan tangan untuk mengambil kelinci, Xiao Bai tiba-tiba menegang. Telinganya bergerak cepat ke arah utara hutan. Matanya yang tadinya ramah, kini menyipit penuh kewaspadaan.

"Grrrr..."

Suara geraman rendah keluar dari tenggorokannya.

Chen Xuan langsung berdiri, tangannya meraih pisau kecilnya.

"Ada apa, Xiao Bai?" ucap Chen Xuan, waspada.

1
APRILAH
Chapter 39, sabar ya
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
/Determined//Determined//Determined/
APRILAH
Chapter 37, sabar ya temen-temen
Ngix
ceritanya bagus. lanjut thor up nya.
APRILAH: Siyap kak
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pandangan mungkin ya, bukan pasangan
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: /Facepalm/
total 2 replies
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
Akagami
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
Akagami
/Doge//Coffee//Coffee/
Akagami
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Akagami
Kang semvvvaaukkk
Akagami
duo sejoli
Akagami
satu vote meluncur thor😍
Akagami
💪👍/Determined//Determined/
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!