NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:241.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Besarnya Tanggung Jawab

"Tiba - tiba jadi sepi gini, ya. Pulang kok pada bareng - bareng." Keluh Aksa siang itu begitu tiba setelah mengantar anak - anaknya ke Kabupaten.

"Cuma bentar aja sepinya. Nanti kalo biang rusuh itu udah pulang, pasti rame lagi, Po." Sahut Arjuna.

"Lah iya, Cima kok belum pulang jam segini?" Tanya Arsha.

"Di bawa sama Meshwa, Yah. Meshwa lagi di Kantor Yayasan." Jawab Arjuna.

"Kirain di jemput sama Yang Kung. Kok malah ngikut Mbaknya kerja." Kata Arsha.

"Emang semenjak ada Meshwa, dia mau di jemput sama Yang Kungnya? Kalo kita gak bisa, jelas minta Mbaknya yang jemput." Ujar Raina yang baru bergabung dengan membawa minuman juga camilan bersama Saira.

"Kamu gak jadi bulan madu dong, Mas?" Tanya Saira.

"Ya terpaksa di tunda dulu, Na. Orang harus ngerjain proyek itu." Jawab Arjuna yang kemudian melahap tahu bunting yang tadi mereka beli di perjalanan pulang.

"Duh alah, ya Allah capeknya. Kayak abis di gebukin orang sedesa." Keluh Aksa yang merebahkan diri di lantai teras rumah Arsha.

"Kayak pernah di gebukin orang sedesa aja, Po... Po." Komentar Arjuna.

"Mending abis ini pada istirahat deh. Nanti sore kan kita harus ke Kurungan Nyowo." Kata Saira.

"Iya, ya. Udah sebulan ya, Rustam dan Wiwit?" Tanya Raina yang di jawab anggukan oleh Saira.

"Makanya Romo sama Ibun gak mau ikut ke Kabupaten tadi. Karena mau nyiapin buat jemput Rustam sama Wiwit." Kata Arsha.

"Bilangin Meshwa jangan pulang sore - sore loh, Nang." Ujar Raina yang mengingatkan.

"Iya, Bu. Paling satu jam lagi dia sama Cima udah sampe rumah. Ini barusan chat kalo baru selesai urusannya di yayasan." Jawab Arjuna.

"Hm... Gimana kira - kira mereka berdua ini kedepannya?" Tanya Aksa yang meminta pendapat pada Saira, Arsha, Raina dan Arjuna mengenai Wiwit dan Rustam.

"Ya mau gimana, Po. Mau gak mau, kita antarkan ke Rumah Sakit Jiwa. Bopo denger sendiri, gimana jawaban keluarga Rustam dan Wiwit kemarin. Mereka gak mau merawat Rustam dan Wiwit." Jawab Arjuna.

"Kasihan banget mereka berdua. Masih muda, tapi harus berakhir kayak gini." Kata Raina.

Ya, setelah dua minggu berada di Kurungan Nyowo, kondisi Rustam dan Wiwit semakin aneh. Keduanya suka berbicara sendiri dan bahkan berteriak - teriak. Mereka berdua juga bisa tiba - tiba menangis dan ketakutan.

Meskipun masih bisa merespon ketika para Bopo dan Biyung mengunjungi, namun tak jarang juga keduanya 'kumat' sewaktu Bopo atau Biyung Desa Banyu Alas berkunjung untuk mengantar makanan.

Saat sedang berada dalam kondisi 'waras', Mereka kan menurut saat Bopo atau Biyung meminta mereka untuk mandi atau membersihkan tempat tinggal mereka. Namun. Saat sedang kambuh, jangankan untuk menjalankan perintah, di ajak berkomunikasi saja sudah tak mau merespon lagi. Mereka hanya akan terdiam atau menangis saat sedang di ajak bicara.

"Kira - kira, kondisi mereka bisa normal lagi gak ya, Ra?" Tanya Raina.

"Bisa aja sih, Mbak. Kalau mereka di rawat dengan baik. Apa lagi kan kata meshwa tahap gangguan jiwa mereka belum parah karena mereka masih bisa di ajak berkomunikasi juga menjalankan apa yang kita suruh." Jawab Saira.

"Mudah - mudahan kondisi mereka berdua bisa pulih dan bisa melanjutkan hidup dengan normal" Doa Arsha yang di amnikan oleh mereka semua.

"Meshwa bilang, dia udah jelasin kondisi Rustam dan Wiwit ke temannya yang kerja di RSJ kok, Po. In Syaa Allah, mereka akan mendapat penanganan yang tepat. Aku sama Meshwa juga pasti akan sering memantau kondisi keduanya." Kata Arjuna.

"Kalau nanti mereka sembuh, biar Bopo carikan pekerjaan untuk mereka di luar Desa, biar bisa menyambung hidup. Warga Desa kayaknya gak mau nerima mereka tinggal di sini lagi." Kata Aksa.

"Biar mereka suruh kerja di Pabrik, juga gak apa - apa. Atau mungkin bisa jadi kerja di Rumah Sakitnya Falih, gak ketang cuma jadi pegawai kebersihan." Imbuh Aksa yang mendapat anggukan setuju dari keluarganya.

...****************...

Ba'da ashar, Abimanyu bersama anak, menantu dan cucunya berangkat ke Kurungan Nyawa.

Mobil Ambulans milik Balai Kesehatan pun turut ikut ke sana, untuk langsung membawa Rustam dan Wiwit ke Rumah Sakit Jiwa.

Selentingan mengenai keduanya yang kini tak waras, sudah beredar di seluruh penjuru desa, bahkan hingga ke desa sebelah.

Respon dari warga pun berbeda - beda, ada yang masih menghujat, namun tak sedikit pula yang merasa iba melihat kondisi keduanya.

Berita mengenai orang yang tak pernah 'selamat' jika sudah berada di *Kurungan N*yowo itu pun semakin membuat warga merasa takut dan tentu lebih berhati - hati dalam bertindak.

Angin lembut menyapa ketika para Bopo dan Biyung itu sampai. Mereka pun langsung berjalan menuju ke pondokan tempat Rustam dan Wiwit tinggal satu bulan ini.

Tak menunggu lama, Arjuna dan Aksa segera membuka gembok pintu dan gembok yang mengunci rantai di kaki Rustam dan Wiwit. Keduanya tertegun miris ketika melihat kondisi Rustam dan Wiwit secara langsung.

Selama ini, mereka hanya memberikan makanan melalui pintu kecil berukuran 30 kali dua puluh senti meter yang ada di pojok ruangan.

Mereka pun hanya bisa mengintip dari celah - celah dinding untuk melihat bagaimana kondisi keduanya.

"Ayo kita pulang." Kata Arjuna pada Rustam yang hanya terpaku memandang ke satu titik. Meski tak menjawab, namun pria muda itu mematuhi setiap perintah dari Arjuna.

Begitu juga dengan Wiwit, gadis itu terus bergumam dengan ucapan tak jelas. Meski begitu, ia tak memberontak atau menolak saat Meshwa mengajaknya keluar dan memakaikannya mukena untuk menutupi tubuhnya, karena pakaian yang di kenakan Wiwit itu tampak sobek di beberapa bagian. Sementara pakaian lain yang di sediakan pun sudah kotor dan bau. Hanya mukena itu lah yang masih bersih.

"Astaghfirullah." Lirih Runi dan Raina hampir bersamaan.

Perasaan sedih, miris dan bersalah pun memenuhi hati para Bopo dan Biyung saat ini, melihat kondisi Rustam dan Wiwit yang kurus dan juga tak lagi waras.

Sebagai 'Orang Tua' tentu ada perasaan sakit dan sesak saat melihat 'anak' mereka dengan kondisi yang seperti ini.

"Ini pelajaran untuk kita semua, tak hanya untuk warga tapi juga untuk para Bopo dan Biyung." Kata Abimanyu.

"Apa yang terjadi pada mereka berdua, tentu ada bagian yang mungkin juga kesalahan kita. Mungkin kita kurang peduli dengan 'anak - anak' kita, mungkin kita kurang merangkul dan menuntun mereka hingga membuat mereka jauh dari Allah." Ujar Abimanyu yang membuat istri, anak dan cucunya menunduk.

"Kedepannya, kita harus lebih memperbaiki diri lagi agar bisa menjaga 'anak - anak' kita dengan baik." Pinta Abimanyu yang di jawab anggukan oleh keluarganya.

"Buna sendirian nemenin mereka?" Tanya Meshwa saat melihat Saira menaiki Ambulans.

"Iya, Mbak." Jawab Saira.

"Meshwa temenin kalo gitu. Biar Bopo sama Mas Juna aja yang di mobil." Kata Meshwa yang tanpa ragu naik ke atas Ambulans bersama Saira, Rustam dan Wiwit.

1
aku baru
yaaaaah ko udahan.....,
adning iza
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kasandra Kasandra
skg up nya cm 1x
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka 😁
Ayu Oktaviana
double up donk kak
Atik Kiswati
lnjt....
amilia amel
lanjuttttt
Rusi Rusi
lanjut thor
Nuri 73749473729
kok sedikit... double up lagi dong💪
Rahmawati
kasian Rustam dan Wiwit
dik sugiyantoro
yaaahhh shima mana kok ngak muncul.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 msh kepikiran
Ita Xiaomi
Kasihan Cima. Sayang Cima banyak-banyak.
Ita Xiaomi
Bakalan seru nih 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Cima pagi-pagi dah ceramah aja 😁
aurora
pancen Yo do kumat Kabeh 🤣🤣🤣
aurora
gak buka rong dino ae chima gae ontran2 🤣🤣🤣
aku baru
ya Allah......ikut ngakak 🤣🤣🤣🤣
amilia amel
pancen jiannnnn, wong papat iki nek kumat guyone ra karu-karuan
Rahmawati
lanjutttt, seru kl para lelaki ini kumpul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!