NovelToon NovelToon
Antara Doa Dan Takdir

Antara Doa Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilaarumi

Dimasa lalu..

Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.

Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.

" Lepaskan saya lebih baik saya mati."

" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."

Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab27

Ayla keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.ayla masih terlihat mengunakan baju yang sama dengan yang dipakainya tadi.ia tidak berniat menggantinya dengan ileiner.

" Kamu yakin ay.tidak mau mencarinya warna baju yang tergantung dilemari banyak Lo pilihanya." Devan terkekeh kecil mengoda istrinya itu.

.....

Ayla tidak menjawab,ia membaringkan tubuhnya dikasur. Berniat sekedar merilekskan diri tapi pandanganya malah tertuju pada foto pernikahan yang terpapan sangat besar dihadapannya.

Ayla menghelai nafasnya lalu membuang pandangannya agar netranya tidak tertuju pada foto itu tapi ia malah mendapati Devan yang terlihat fokus dengan laptopnya.laki laki itu terlihat sangat serius seperti orang yang sedang bekerja tapi ayla memilih tidak ingin tahu.

Hahhhhhh

Helaian nafas Ayla terdengar berat.

Untuk menghilangkan rasa suntuknya.ia kembali mengambil benda pipinya lalu kembali membuka Vidio Vidio orang tua Kay yang sempat Kay kirimkan kepadanya.

Kali ini ia melihat Vidio mama Kay terlihat mencumbui bibir seorang pria asing.

Ayla mengigit bibirnya matanya berkaca-kaca.apa dia sudah sangat keterlaluan dengan Kay? Harusnya dia tidak mengambil keputusan untuk meminta Devan mengantikan Kay menikah dengannya.harusnya ia memberikan waktu untuk Kay sembuh dari traumanya bukan memaksa Kay menikah dengannya .atau ada alasan Kay yang lain? Sungguh kini Ayla diliputi rasa kebingungan dan perasaan bersalah.

Ayla kemudian keluar dari aplikasi bertukar pesan itu.kali ini ia lebih memilih melihat lihat berita uptudet hari ini.

Berita terkini membahas tentang keluarga Lucas aleandra dan nabella putri disebuah acara.dalam acara tersebut mereka terlihat sangat bahagia dan nampak serasi.

"Cii bagaimana bisa mereka terlihat biasa biasa saja didepan publik."batin ayla.

Para netizen mengomentari kedua pasangan itu.

" Aku ngikutin mereka dari dulu.cinta mereka tidak pernah luntur."

" Mereka berdua memang pasangan serasi."

Ayla keluar dari kolom komentar itu.ia begitu muakk bagaimana mungkin selama ini ia tidak tahu betapa hancurnya keluarga kekasihnya itu.bagaimana mungkin dia membiarkan Kay melewati itu semua seorang diri.dan kini ia lebih memilih menikah dengan laki laki lain.satu tetes air mata Ayla menetes.

Tapi tunggu? Dimana Kay.biasanya Kay akan selalu ikut dengan kedua orang tuanya setiap ada acara.! Dimana dia?

Ayla kembali memutar Vidio itu berharap wajah Kay terekam dalam Vidio tapi Kay sungguh tidak berada dalam Vidio itu.dimana laki laki itu?

" Ayla kamu sedang lihat apa.?"

Suara Devan mengangetkan dirinya Jantung Ayla hampir saja copot.hingga handphone ditangannya terjatuh.

Devan terkekeh kecil.

" Kamu kenapa sih sayang."

" Kamu ngagetin aku Devan."

" Aku tuh ngomongnya pelan.kamu aja yang terlalu serius.memangnya kamu lihat apasih?.

" Ucap Devan selalu dengan senyuman yang terbit diwajahnya saat berbicara dengan Ayla.

" Bukan. ini bukan apa apa kok" ucapanya mengambil handphonenya dikasur yang terlepas dari tangannya.

Devan memegang kepala ayla.

Ayla menatap Devan dengan rasa takut.

" Kita sholat bareng yuk.sudah isya."

" Tidak.kamu duluan aja."

" Ayla.."

" Ia ia baiklah kamu wudhu duluan."

Devan tersenyum ia.lalu berjalan kearah toilet untuk mengambil wudhu.

Setelah melaksanakan sholat isya.ayla membuka mukenanya karna merasa gerah.

" Devan tolong dong nyalahin ac-nya,aku kepanasan."

" Ya udah kalau kepanasan buka aja bajunya."

" Devan"

" Baiklah sayang."

Devan mencoba menyalakan acnya tapi tidak bisa.

" Kayaknya ac-nya rusak deh ay."

" Oh tuhan cobaan apalagi ini?"

Ayla berjalan kearah pintu.saat ia memutar knopnya dan berusaha menariknya.pintunya tidak bisa terbuka.

Ayla menatap Devan tajam

" Devan ini ulah kamu ya."

" Demi Allah aku tidak tahu apa apa ay!"

" Aku tahu ini ulahmu,pintu terkunci,AC mati.itu pasti karna ulahmu."

Devan tersenyum lalu duduk ditepi ranjang.

" Sepertinya aku tahu ini ulah siapa.! Maafkan bunda ya ay.bunda itu terkadang memang jail."

Dengan keringat yang bercucuran dikeningmya Ayla berjalan kearah jendela kamar,ia berusaha membuka jendela itu.

" Astaga ini juga terkunci."

" Bunda juga mengunci itu?"

Ayla terduduk lesu disofa keringatnya bercucuran.

" Ayla daripada kepanasan seperti itu.mendingan kamu ganti baju kamu dengan yang ada dilemari.!"

Ayl menatap Devan dengan tatapan tajam,membuat Devan terkekeh kecil.

Ia lalu mengambil sebuah buku diatas nakas lalu duduk disamping ayla.ayla sangat tidak nyaman setiap tatapan Devan terhadapnya seperti tatapan seorang predator yang ingin memaksanya.

" Sini aku kipasin."

" Tidak usah.aku bisa sendiri."ucapnya mengambil buku itu dari tangan Devan.

" Mendingan kamu jauh jauh dari aku.jangan dekat dekat aku tambah gerah ini."

" Aku disini buat bantu kamu.biar aku yang ngipasin kamu."Devan kembali merebut buku itu dari tangan Ayla.

Sekarang tatapan Devan fokus pada leher Ayla yang terlihat seksi dibasahi keringat.tubuhnya menjadi tegang tapi dia harus menahan dirinya.ini belum waktunya ia melakukan lebih kepada Ayla.jika ia sampai nekat melakukan hal yang tidak disukai ayla.itu artinya satu kesempatannya untuk mengambil hati Ayla telah hilang.

Sekarang bukan cuma Ayla yang kepanasan Devan juga mulai gerah.

Ia berdiri lalu membuka bajunya dan melemparnya keranjang membuat Ayla melebarkan mata.

Sungguh badan Devan sangatlah bagus,roti sobek terlihat jelas disana.tapi tetap saja Ayla merasa tak nyaman.

" Apa yang kamu lakukan?"

" Aku juga kepanasan ayla."

Dengan bertelanjang dada Devan kembali duduk disamping Ayla dan kembali mengipas Ayla.

Devan tahu saat ini Ayla merasa tidak nyaman dan takut ia akan berbuat sesuatu.

" Ay,aku tidak akan pernah melakukannya jika kamu tidak siap.aku akan melakukannya jika kamu sendiri yang menyerahkannya kepadaku."ucapnya untuk sekedar membuat Ayla merasa nyaman saat duduk berdekatan seperti ini.

Ayla tertegun ia menoleh menatap laki laki yang kini sangat dekat dengannya.

Apa ia kata kata dari laki laki ini bisa Ayla percaya? Tidak tidak Ayla tidak bisa lengah ia masih harus selalu waspada jangan sampai ia kecolongan sama seperti kemarin malam.saat Devan berhasil melumat bibirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!