Sebuah Pernikahan Yang Dipaksa Keadaan
Sebuah Rahasia Yang perlahan merenggut kebahagiaan
Mereka tak pernah saling menetap hanya sebatas saling mengenal , tapi takdir menyatukan dalam 365 Hari .
Dimana cinta Tumbuh Meski Waktu terus menghitung mundur .
Follow IG : @Rnhumaira05_ @coretanara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohati nur humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Menata hati
'' Han , apa gak papa kamu disini terus setiap malam , kasian yumna sendirian apalagi ia sedang hamil '' ucap nashwa yang berdiri disamping brankar pak hamzah dan rayhan pun menghela nafasnya kasar
'' aku bingung sha , satu sisi abi ku sedang koma disini sedangkan sisi lain yumna pun pasti membutuhkanku , tapi aku gak bisa berbuat apa-apa sha , kasian umi nangis terus '' ucap rayhan
'' terus yumna ?'' tanya nashwa kembali
'' dia sering bolak-balik ke rumah orangtua nya sha , untuk saat ini , inilah yang terbaik '' ucap rayhan dan nashwa mengangguk paham
'' ngomong-ngomong , kandungan yumna sudah berapa bulan han ?'' tanya nashwa
'' kalo tidak salah , kata yumna masuk 27 minggu sha '' jelas rayhan , nashwa mengangguk
'' kamu sering ikut periksa kandungan yumna han ?'' tanya nashwa
'' waktu awal awal iya , tapi beberapa kali ini aku tidak bisa menemaninya lantaran sibuk dengan kerjaanku sha , ia sering ditemani jihan kadang '' jelas rayhan
''han , aku pernah liat yumna periksa kandungan ke sini , ke dokter arisha , tapi yang aku bingung , kenapa dia periksa ke dokter ardan juga '' ucap nashwa penasaran
'' dokter ardan ? siapa dia ?'' tanya rayhan
'' dokter ardan adalah dokter ahli hematologi-onkologi (sp,pd khom )'' jelas nashwa
'' kapan kamu liat yumna kesini ?'' tanya rayhan
'' hmm , beberapa minggu yang lalu sebelum aku ke panti '' ucap nashwa
'' oh , waktu itu aku memang gak ikut yumna periksa sha , untuk perihal dokter andra , semenjak kehamilan ini yumna emang sering ngerasain pusing , tapi udah aku tanya ko , dan dia bilang cuma tensi darahnya yang rendah katanya , dia kan ada riwayat anemia sha '' jelas rayhan , nashwapun mengangguk namun kepalanya penuh dengan tanda tanya
'' han , aku yakin yumna gak sakit anemia tapi yang lain '' ucap nashwa dalam hati
'' kalo gitu kapan acara tujuh bulannanya han ?'' tanya nashwa
'' entahlah sha , ngeliat kondisi abi seperti ini , aku belum memikirkan acara untuk tujuh bulanan kandungan yumna , fokusku sekarang ke abi dulu sha'' jelas rayhan dan nashwapun hanya mengangguk
,,,
Ditempat lain yumna yang tengah berdo'a sambil menangis merasakan sakit dibagian kepalanya lagi , bahkan disertai mimisan
'' yaa allah , aku mohon berikan waktuku sedikit lagi saja , izinkan aku menyebarkan kebaikan meski hanya sebiji jarah , aku sadar waktuku kian habis , namun berikan kesempatan untuk anakku lahir kedunia ini , sungguh aku mencintainya sedari ia hadir dalam rahimku , dahulu cintaku habis di rayhan , namun sekarang , cintaku habis untuk putriku , izinkan ia hadir didunia ini , meski pada akhirnya ia hanya merasakan kasih sayang dariku dalam kandungan saja '' rintihan yumna sambil menengadahkan tangannya
'' ya allah , sakit sekali , ampuni aku ya allah , apa segitu banyaknya dosaku hingga kau memberikan penyakit yang sangat menyakitkan ini , ya allah bahkan rambutku mulai rontok , namun jika sakit ku ini penggugur segala dosaku , aku ridho'' rintih yumna sambil memegang kepalanya dengan satu tangannya dan tangan yang lain mengelap mimisannya dengan tisu
sedangkan dilain tempat
'' ya allah , sadarkan abi , ampuni semua dosa-dosa abi , kembalikan ia ditengah-tengah kami , ampuni aku ya allah , sebab sebagai anak aku belum bisa membahagiakannya , pulihkanlah ia agar ia bisa merasakan dan menggendong calon cucu yang ia tunggu selama ini , ia sudah sangat menantikannya '' rintih rayhan sambil menciumi punduk tangan abinya dengan air mata yang memasahinya
'' ya allah , apapun luka yumna bahkan penyakit serius apapun sembuhkanlah sebab engkau maha penyembuh , sungguh bukannya aku ingin mendahului kuasamu tapi firasatku sebagai dokter merasakan yumna tengah diuji dengan penyakit serius , ya allah kuatkanlah ia , dan ku mohon sembuhkanlah abi hamzah , meski aku bukanlah menantunya tapi aku sudah menganggapnya seperti orangtuaku , berikan ketabahan untuk umi juga ya allah '' rintih nashwa didalam ruangannya ,
arlo yang membuka pintu ruangan nashwa dan melihat calon istrinya menangis terisak-isak ia bergegas menghampirinya
'' sha ? '' arlo mamanggilnya sambil duduk dikursi yang berhadapan dengan nashwa
'' ar , aku takut firasatku benar , aku harus bagaimana ?'' ucap nashwa yang masih terisak-isak
'' yumna ?'' tanya arlo
'' kamu tahu sesuatu ar ?'' tanya nashwa dan arlo mengangguk
'' aku tahu , tapi kamu sendiri paham kita tidak bisa melanggar kode etik '' jelas arlo
'' ar '' ucap nashwa yang semakin menangis
'' kita berdoa yang terbaik ya '' saran arlo
'' Sungguh yang paling menyakitkan bagi seorang dokter adalah tidak bisa bertindak dengan melanggar kode etik , dan yang paling menyakitkan ketika kita tau orang yang kita kenal akan kebaikannya membutuhkan pertolongan namun kita tidak bisa berbuat apa-apa dan disaat seperti inilah kita merasa gagal , hanya allah yang maha tau yang terbaik untuk hambanya '' pov nashwa
terimakasih sudah mampir kak , jangan lupa tinggalik jejak ya 💕
Semoga novel ini membawa inspirasi yang baik dan jadi ladang pahala untuk author dan para readers ,
semoga suka sama karyanya ya .
selamat membaca😍