NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 — Paviliun Hening

Distrik Timur Kota Daun Gugur adalah labirin yang tidak pernah tidur. Berbeda dengan Distrik Barat yang tenang dan penuh kediaman pejabat, atau Distrik Utara yang didominasi oleh industri tambang, wilayah timur adalah tempat di mana uang haram, informasi gelap, dan material langka berpindah tangan di bawah bayang-bayang lampion merah yang kusam.

Di tengah hiruk-pikuk manusia yang berlalu-lalang, dua sosok berjalan dengan tenang. Yang pertama adalah seorang pria tua dengan janggut putih tipis yang tampak sedikit bungkuk—Su Wenzhou. Di sampingnya, berjalan seorang pemuda yang wajahnya tampak kaku, dengan satu lengan kiri yang terikat penyangga kain dan ekspresi wajah yang datar, hampir menyerupai orang bisu.

Tidak ada yang mengenali bahwa pemuda itu adalah Ye Chen. Melalui artefak Topeng Seribu Wajah, struktur tulang pipinya telah dibuat lebih lebar dan hidungnya sedikit lebih mancung, menciptakan wajah baru yang sama sekali tidak menonjol di keramaian.

"Sistem, aktifkan pemindaian area radius seratus meter. Filter target berdasarkan tingkat kultivasi dan aktivitas transaksi," batin Ye Chen.

[Memproses pemindaian lingkungan...]

[Populasi terdeteksi: 412 entitas. 12% adalah kultivator Alam Kondensasi Qi, 2% Alam Lautan Asal.]

[Analisis Lokasi: Bangunan di koordinat depan (15 meter) memiliki kepadatan aliran manusia yang optimal. Status: Bangunan kosong bekas kedai obat.]

Ye Chen berhenti di depan sebuah bangunan dua lantai yang tampak kusam dengan papan kayu yang tergantung miring. Lokasinya strategis, hanya terpaut tiga blok dari penginapan 'Awan Merah' tempat Tabib Hua Jue membuka praktik rahasianya.

"Ini tempatnya, Su," ucap Ye Chen, suaranya terdengar sedikit berbeda akibat perubahan struktur tenggorokan oleh topengnya.

Su Wenzhou menyeka keringat di dahinya. "Tuan, apakah Anda yakin? Bangunan ini sudah lama ditinggalkan karena rumor adanya sisa racun dari pemilik sebelumnya. Harganya memang murah, tapi reputasinya buruk."

"Rumor adalah penyaring alami untuk menjauhkan orang-orang yang tidak berguna," jawab Ye Chen dingin. "Beli bangunan ini sore ini juga menggunakan identitasmu sebagai ahli alkimia. Katakan kau butuh gudang tambahan untuk bahan-bahan mentahmu. Jangan sebutkan namaku sama sekali."

Su Wenzhou mengangguk patuh. Ia segera melangkah menuju kantor makelar distrik, sementara Ye Chen melangkah masuk ke dalam bangunan yang berdebu itu.

Lantai kayunya berderit saat ia berjalan. Ye Chen melepaskan persepsi spiritualnya. Ia tidak melihat debu atau sarang laba-laba; di matanya, sistem sedang memetakan setiap inci ruangan, mencari variabel yang bisa dimanfaatkan.

[Analisis Struktur Bangunan:]

[Integritas: 76%. Terdapat ruang bawah tanah tersembunyi di bawah dapur (ketebalan dinding penahan: 50 cm).]

[Anomali terdeteksi: Jejak residu gas beracun (Tingkat Fana) masih tersisa di ventilasi. Rekomendasi: Gunakan sirkulasi Qi Teknik Pernapasan Arus Bumi untuk menetralisir dalam 12 jam.]

Ye Chen berjalan menuju lantai dua dan berdiri di dekat jendela yang kotor. Dari sini, ia memiliki sudut pandang luas ke arah pasar gelap dan gerbang menuju penginapan Tabib Hua.

"Identitas baruku akan menjadi seorang asisten penilai barang," pikir Ye Chen. "Setiap kultivator liar yang kembali dari perburuan pasti membawa material yang mereka sendiri tidak tahu nilainya. Dengan fungsi pemindaian sistem, aku bisa mendapatkan barang langka dengan harga sampah, sekaligus memetakan dari mana mereka mendapatkan barang tersebut."

Ia membuka Toko Sistem untuk melengkapi "alat kerjanya".

[Saldo: 101.700 Poin Kenaikan]

[Opsi: Lensa Analisis Esensi (Tingkat: Bumi - Rendah)]

[Deskripsi: Alat optik yang mampu mendeteksi tanda-tanda energi tersembunyi pada benda mati. Digunakan untuk memperkuat dalih sebagai 'Penilai Material' tanpa harus melepaskan aura Qi yang mencolok.]

[Harga: 12.000 Poin Kenaikan]

[Opsi: Formasi Penyerap Suara 'Hening Malam' (Tingkat: Fana - Puncak)]

[Deskripsi: Set bendera formasi untuk menutupi satu ruangan agar suara dari dalam tidak terdengar keluar. Cocok untuk pertemuan rahasia.]

[Harga: 8.000 Poin Kenaikan]

"Beli keduanya," perintah Ye Chen.

[Transaksi Berhasil. Saldo Sisa: 81.700 Poin.]

Ye Chen mengeluarkan sebuah lensa kecil berwarna perak dari inventarisnya dan memasangnya di mata kanan. Seketika, dunia di matanya berubah. Setiap retakan di kayu, setiap butiran debu, kini memiliki deskripsi energinya sendiri. Ini adalah instrumen yang akan membuatnya tampak seperti "penilai jenius" di mata para kultivator.

Dua hari kemudian, toko itu resmi dibuka. Tidak ada upacara, tidak ada petasan. Hanya sebuah papan kayu baru bertuliskan: "Paviliun Hening — Penilaian & Pertukaran Material".

Su Wenzhou duduk di depan sebagai pemilik toko yang tampak ramah namun tegas, sementara Ye Chen berdiri di balik meja penilaian dengan jubah abu-abu dan wajah kakunya. Tangannya yang terbalut kain menciptakan kesan bahwa ia adalah seorang praktisi cacat yang hanya mengandalkan mata dan otaknya.

Bel pintu berdenting. Pelanggan pertama mereka masuk—seorang tentara bayaran bertubuh besar dengan baju zirah yang penuh goresan. Ia meletakkan sebuah kantong kulit yang berbau amis di atas meja.

"Kudengar di sini ada penilai baru yang berani membayar tinggi?" gerutu si tentara bayaran, menatap Su Wenzhou dengan curiga, lalu beralih ke Ye Chen yang diam. "Aku punya taring dari Serigala Angin tingkat dua, tapi ada sesuatu yang aneh dengan taring ini. Penilai di tempat lain bilang ini sampah karena tidak ada energinya."

Su Wenzhou melirik Ye Chen. Ye Chen melangkah maju, mata kanannya yang menggunakan lensa analisis menatap taring yang tampak kusam dan menghitam tersebut.

[Pemindaian Objek: Taring Serigala Angin (Tersegel).]

[Analisis: Objek telah terpapar cairan empedu Katak Lumpur Kuno. Cairan ini membekukan energi Qi di dalam taring, membuatnya tampak seperti tulang biasa. Nilai asli: 5 kali lipat dari taring normal setelah dibersihkan dengan alkohol spiritual.]

Ye Chen tidak mengubah ekspresinya. "Benda ini memang tampak mati," ucapnya dengan suara datar. "Tapi teksturnya cukup unik untuk koleksi pajangan. Kami bisa membelinya seharga sepuluh keping emas fana, atau menukarnya dengan tiga botol pil pemulih stamina tingkat rendah."

Tentara bayaran itu mendengus. "Sepuluh emas? Itu lebih baik daripada dianggap sampah. Berikan emasnya!"

Setelah transaksi selesai dan orang itu pergi, Ye Chen menyerahkan taring itu kepada Su Wenzhou. "Bersihkan ini dengan sari alkimia tingkat rendah. Nilai jualnya akan naik menjadi lima puluh emas atau satu batu spiritual tingkat rendah besok pagi."

Su Wenzhou terpana. "Bagaimana... bagaimana Anda bisa tahu dalam satu detik?"

"Setiap benda memiliki informasi yang tidak bisa berbohong, Su. Orang hanya terlalu malas untuk membacanya," jawab Ye Chen sambil kembali ke kursinya. "Ini baru permulaan. Dalam satu bulan, Paviliun Hening akan menjadi magnet bagi seluruh informasi di Distrik Timur. Dan saat itu terjadi, kita akan tahu persis kapan Keluarga Lin akan mengirimkan kiriman batu spiritual dari tambang yang tersisa."

Ye Chen menatap ke arah luar jendela. Di kejauhan, ia melihat kereta kuda mewah dengan lambang daun maple merah Keluarga Lin melintas menuju pusat kota. Strategi infiltrasinya kini telah bergeser; ia tidak lagi membobol tanah, ia mulai memonopoli aliran ekonomi mereka.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!