NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Kecurigaan Ella terhadap Aza

Keesokan paginya, suasana tenang di rumah sakit seketika pecah oleh suara teriakan histeris dari dalam ruang rawat Bianca. Ternyata, Bianca berteriak sambil meringkuk di sudut ruangan. Ia duduk bersandar di dinding sambil menutup rapat kedua telinganya dengan tangan.

"Tolong... Jangan mendekat! Pergi sana... Jangan sentuh aku! Jangan mendekat!" teriak Bianca berulang kali.

Ternyata, penyebab teriakannya adalah seorang perawat laki-laki yang hendak masuk untuk mengganti cairan infusnya yang hampir habis. Karena masih sangat trauma dan ingatannya belum pulih sepenuhnya, Bianca mengira perawat itu adalah orang jahat yang akan menyakitinya lagi. Ia pikir dirinya masih terkurung di tempat yang mengerikan itu.

Suara teriakan itu terdengar jelas sampai ke ruang tunggu. Barra dan Leo yang sedang tertidur seketika terbangun dengan kaget. Tanpa membuang waktu sedetik pun, mereka berdua segera berlari kecil masuk ke dalam ruangan Bianca. Meskipun sekarang sudah ada perawat perempuan yang berusaha menenangkan dan menjelaskan keadaan kepada Bianca, gadis itu masih saja terus berteriak dan menolak didekati oleh siapa pun.

Barra dan Leo mencoba perlahan mendekati Bianca, namun usaha mereka malah membuat teriakan Bianca semakin keras dan panik. Melihat keadaan itu, Leo mengalah dan memundurkan langkahnya. Ia mengisyaratkan agar Barra saja yang maju mendekat, karena ia sadar betapa besarnya pengaruh kehadiran Barra di hati Bianca.

Barra pun mengangguk perlahan. Ia melangkah pelan mendekati Bianca sambil terus memanggil namanya dengan suara yang sangat lembut dan menenangkan.

"Bi... Ini aku, Barra. Tenanglah... Kamu sudah aman sekarang. Tidak ada lagi orang jahat yang akan menyakitimu. Semuanya sudah berakhir," ucap Barra dengan nada suara yang sangat lembut dan penuh kasih sayang, berusaha menyadarkan Bianca dari ketakutannya.

Perlahan namun pasti, Bianca mulai berhenti berteriak. Ia membuka matanya sedikit demi sedikit dan mencoba memfokuskan pandangannya ke arah sosok di depannya. Ia memastikan dengan teliti apakah orang yang ada di hadapannya itu benar-benar Barra atau hanya halusinasi semata. Setelah pandangannya menjadi jelas dan ia yakin bahwa sosok yang berdiri di depannya adalah orang yang paling dipercayainya, air mata Bianca langsung tumpah membasahi pipinya. Ia menangis tersedu-sedu sambil menatap lekat-lekat wajah Barra, lalu seketika ia langsung memeluk tubuh Barra dengan sangat erat seolah takut orang itu akan menghilang lagi.

"Jangan pergi... Aku takut sekali... Jangan tinggalkan aku sendiri lagi..." rintih Bianca terus-menerus di sela-sela tangisnya, tangannya memeluk erat pinggang Barra sekuat tenaga.

Barra membalas pelukan itu dengan lembut. Ia mengelus lembut kepala dan punggung Bianca, lalu berjanji dengan sungguh-sungguh, "Tenanglah... Aku tidak akan pergi ke mana-mana. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Aku akan selalu ada di sini menemanimu selamanya."

Di samping mereka, Leo hanya diam memandangi pemandangan itu dengan perasaan haru dan tenang. Ia bisa melihat dengan jelas ketulusan dan besarnya cinta yang dimiliki Barra kepada Bianca. Saat itu juga Leo mengerti sepenuhnya, mengapa Bianca sempat sangat hancur dan trauma saat ditinggalkan oleh Barra dulu. Cinta yang terjalin di antara mereka berdua begitu besar, kuat, dan dalam. Bianca pasti merasa, jika cinta sebesar itu saja bisa membuatnya terluka dan ditinggalkan, apalagi cinta yang sifatnya biasa saja atau tidak terlalu mendalam. Bianca merasa kehilangan tumpuan hidupnya saat itu.

Setelah Bianca mulai tenang dan cukup kalem, Barra perlahan menggendong tubuh mungil itu untuk dipindahkan kembali ke atas ranjangnya agar ia bisa beristirahat dengan nyaman. Namun, Bianca sama sekali tidak mau melepaskan genggamannya pada tangan Barra. Ia terus memegang tangan pemuda itu dengan erat sepanjang waktu.

Di tempat lain, di rumah Bianca, Ella sedang duduk termenung sendirian. Ia masih terus memikirkan ucapan Barra kemarin malam yang mengatakan bahwa Bianca memang sudah menjadi target utama sejak awal. Tiba-tiba, mata Ella terbelalak lebar dan seketika ia berdiri tegak dari duduknya. Pikirannya berputar kencang menyusun satu per satu kejadian.

"Apa jangan-jangan... Aza yang merencanakan semua kejahatan ini? Karena sejauh yang gue tahu, hanya dia yang sangat membenci dan tidak menyukai Bianca, meskipun gue sendiri tidak tahu pasti apa alasannya," gumam Ella dalam hati dengan wajah terkejut.

Ella mulai mondar-mandir di ruang tamu dengan gelisah. Kukunya ia gigit pelan saat sedang berpikir keras. Di dalam otaknya, ia mencoba menyusun dan menggabungkan kepingan-kepingan peristiwa yang pernah terjadi. Tiba-tiba, matanya terbelalak lagi saat sebuah gambaran utuh muncul di benaknya.

"Bisa jadi... Tujuannya saat itu mencuri ponsel memang milik gue! Mengingat pasti Aza ingin menghilangkan atau mengambil bukti penting yang ada di dalam ponsel gur. Tapi ternyata dia salah ambil dan justru mendapatkan ponsel milik Dinda. Di sanalah dia menemukan rahasia besar milik Dinda, lalu dia memanfaatkannya untuk mengancam Dinda. Akhirnya terjadilah kejadian mengerikan kemarin itu," pikir Ella semakin yakin dengan analisisnya sendiri.

Saat itu, Dinda yang baru saja keluar dari kamar melihat tingkah laku Ella yang tampak sangat aneh, tegang, dan gelisah. Ia pun segera menghampiri sahabatnya itu dan menepuk lembut bahu Ella.

Ella yang sedang asyik berbicara dan berdebat dengan pikirannya sendiri sontak sangat kaget hingga tubuhnya tersentak.

"Lo kenapa sih, El? Kok kaget banget kayak baru saja ketemu hantu ," canda Dinda sambil tersenyum lebar.

Melihat Dinda yang sudah bisa tersenyum dan bercanda seperti biasa, Ella seketika ikut tersenyum lega dan bahagia. Ia senang melihat Dinda perlahan mulai pulih dari kesedihannya.

"Ngomong-ngomong, kapan kita boleh ke rumah sakit? Gue sudah rindu dan ingin sekali bertemu dengan Bianca," rengek Dinda manja kepada Ella, wajahnya tampak sangat antusias.

"Sabar dong... Tunggu sampai Leo menghubungi Lo dulu, kan itu perjanjian kita kemarin malam.Lo kan sudah janji mau menurut," jawab Ella mengingatkan dan menasihati Dinda dengan lembut.

Dinda mengangguk paham dan mengerti dengan ucapan sahabatnya itu.

"Ngomong-ngomong, tadi Lo sebenarnya sedang memikirkan apa sih? Kok wajah Lo tegang dan serius amat? Kalau Lo tahu sesuatu, ceritakan pada gue dong. Ingat kan janji kita kemarin? Kita harus menyelesaikan masalah ini bersama-sama," desak Dinda penasaran.

Ella terdiam sejenak. Dalam hatinya ia berkata, Gue belum mungkin menceritakannya pada Li, Din. Karena ini hanyalah asumsi dan dugaan gue saja. Gue belum punya bukti yang nyata dan kuat. Lagipula, gue masih terikat janji dan kontrak bungkam dengan Aza untuk tidak membocorkan apa pun tentang masa lalu kerja sama kita dulu, kecuali jika salah satu pihak melanggar perjanjian itu. Gue harus menemui Aza hari ini juga. Gue harus memastikan kebenarannya sendiri."

"Oi... Melamun lagi Lo . Apa sih yang sebenarnya sedang Lo pikirkan? Ceritain dong," kata Dinda mendesak dan mengguncang pelan lengan Ella.

Akankah Ella menceritakan dugaannya kepada Dinda? Atau ia akan merahasiakannya dulu sampai kebenaran terbukti? Apa yang sebenarnya akan dibahas dan dilakukan Ella saat bertemu dengan Aza nanti?

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!