📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa
Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤
Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.
Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.
Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇
yu baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 : BAHAYA YANG MUNCUL KEMBALI
Kehidupan keluarga mereka berjalan dengan damai dan bahagia selama beberapa minggu ke depan. Setiap hari terasa penuh dengan tawa, kebersamaan, dan kedamaian yang sulit didapatkan oleh orang lain. Alfin, Alfarro, dan Zara semakin erat ikatan persaudaraan dan persahabatan mereka, dan setiap masalah kecil yang muncul selalu bisa diselesaikan dengan baik karena mereka saling mendukung dan memahami satu sama lain.
Alfin merasa sangat puas dengan keadaan yang ada saat ini. Dia telah melakukan tugasnya dengan baik untuk melindungi keluarganya, dan sekarang dia bisa menikmati kebahagiaan yang telah dia perjuangkan dengan susah payah. Dia sering menghabiskan waktu luangnya dengan duduk di halaman rumah, menikmati udara segar sambil mengamati anggota keluarganya yang sedang bermain atau berbicara satu sama lain. Dia merasa bahwa inilah kebahagiaan yang sebenarnya, kebahagiaan yang dia impikan sejak lama.
Namun, kebahagiaan yang mereka rasakan tidak berlangsung selamanya. Seolah-olah takdir ingin menguji kebahagiaan mereka, suatu hari datanglah kabar yang tidak menyenangkan yang membuat suasana di keluarga mereka berubah seketika.
Suatu pagi, ketika matahari baru saja terbit dan sinarnya mulai menyinari setiap sudut rumah, seorang tamu datang ke pintu mereka. Orang itu adalah seorang pengawal yang selalu bekerja di bawah perintah Alfin, dan wajahnya terlihat sangat cemas dan terburu-buru saat dia masuk ke dalam rumah dan mendekati Alfin yang sedang duduk di ruang tamu.
"Tuan Alfin! Ada kabar buruk yang harus segera Tuan ketahui!" kata pengawal itu dengan suara yang tergesa-gesa dan wajah yang pucat.
Alfin yang sedang duduk dan membaca berkas-berkas pekerjaannya langsung menoleh dan menatap pengawalnya dengan pandangan yang penuh perhatian. Dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari sikap pengawalnya.
"Ada apa? Ceritakan dengan tenang, apa yang terjadi?" tanya Alfin dengan suara yang tenang meskipun dia sudah mulai merasakan ada rasa khawatir yang muncul di hatinya.
Pengawal itu menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, lalu dia mulai berbicara dengan suara yang terdengar serius dan menegangkan.
"Tuan, kami baru saja menerima laporan dari mata-mata kami yang menyamar di lingkungan musuh. Ternyata kelompok orang-orang jahat yang sudah lama kita waspadai telah bangkit kembali. Mereka telah merencanakan sesuatu yang berbahaya, dan tujuan mereka bukanlah hal yang baik. Mereka ingin menyerang tempat ini, mencelakakan anggota keluarga Tuan, dan menghancurkan segala sesuatu yang Tuan bangun selama ini."
Saat mendengar kata-kata itu, suasana di ruang tamu langsung berubah. Alfarro yang sedang duduk di samping Alfin langsung menatap saudaranya dengan pandangan yang cemas, sementara Zara yang sedang berdiri di dekat jendela segera berbalik dan menatap ke arah mereka dengan pandangan yang penuh kewaspadaan. Wajah semua orang yang ada di ruangan itu terlihat berubah, rasa bahagia yang ada sebelumnya seketika hilang dan digantikan oleh perasaan waspada dan khawatir.
Alfin berdiri dengan perlahan, tangannya terasa sedikit kencang saat dia memikirkan kabar yang baru saja dia dengar. Dia sudah lama tahu bahwa musuh-musuhnya tidak akan pernah berhenti mencoba mencelakakan keluarganya, tapi dia tidak menyangka bahwa mereka akan berani datang dengan cara yang begitu terang-terangan dan berani.
"Apakah kamu yakin dengan laporan ini?" tanya Alfin dengan suara yang berat dan tegas, matanya menatap lurus ke mata pengawalnya untuk memastikan bahwa apa yang dia katakan adalah benar.
"Saya yakin, Tuan. Kami telah mengumpulkan banyak bukti dan informasi yang membuktikan bahwa rencana mereka sudah matang. Mereka akan datang dalam waktu dekat, mungkin hanya dalam beberapa hari lagi. Kami juga mengetahui bahwa mereka memiliki kekuatan dan jumlah yang jauh lebih banyak dari yang kita perkirakan sebelumnya. Mereka telah mengumpulkan senjata dan peralatan perang yang cukup untuk melakukan serangan yang besar," jawab pengawal itu dengan jujur dan jelas.
Setelah mendengar jawaban itu, Alfin tahu bahwa dia tidak bisa lagi membiarkan keadaan berjalan seperti biasa. Dia harus segera mengambil tindakan untuk melindungi keluarganya dan juga tempat yang dia bangun dengan susah payah. Dia memerintahkan pengawalnya untuk segera kembali dan mengumpulkan semua informasi yang lebih lengkap tentang rencana musuh, dan dia juga memerintahkan semua pengawal yang ada di sekitar tempat ini untuk bersiap-siap dan waspada setiap saat.
Setelah pengawal itu pergi, Alfin segera mengumpulkan semua anggota keluarganya dan juga Zara untuk berbicara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka berkumpul di ruang tamu yang sekarang terasa lebih gelap dan tegang dari biasanya.
"Semua orang, duduklah dan dengarkan baik-baik," kata Alfin dengan suara yang terdengar tegas namun tetap penuh perasaan. "Kabar yang baru saja saya terima tidak menyenangkan. Kelompok musuh yang selama ini kita waspadai telah bangkit kembali dan berencana untuk menyerang tempat ini. Mereka ingin mencelakakan kalian semua dan menghancurkan segala sesuatu yang kita miliki."
Mendengar hal itu, Aisyah yang masih muda dan belum memahami sepenuhnya tentang bahaya yang ada hanya menatap mereka dengan pandangan yang bingung. Dia merasakan bahwa suasana di sekitarnya terasa berbeda, dan dia merasakan bahwa ada sesuatu yang menakutkan akan terjadi. Alfarro yang duduk di sampingnya memegang tangan adiknya dengan lembut, berusaha memberinya rasa aman dan ketenangan.
"Al, apa yang akan kita lakukan?" tanya Alfarro dengan suara yang terdengar serius, meskipun dia tidak menunjukkan rasa takut yang berlebihan. "Kita harus bersiap-siap, kan? Kita tidak bisa membiarkan mereka datang dan mencelakakan kita."
"Benar sekali, Al. Kita harus bersiap sebaik mungkin. Tapi yang paling penting sekarang adalah kita harus tetap tenang dan tidak panik. Jika kita panik, kita tidak akan bisa mengambil keputusan yang benar," jawab Alfin sambil menatap adiknya dengan pandangan yang penuh keyakinan. "Kita telah berlatih dan bersiap untuk hal-hal seperti ini sejak lama. Kita memiliki pengawal yang kuat, kita memiliki tempat yang aman, dan yang paling penting adalah kita bersama-sama. Selama kita tetap bersatu dan saling mendukung, kita bisa mengatasi apapun yang akan datang."
Zara yang mendengar semua pembicaraan itu berdiri tegak dan menatap semua orang dengan pandangan yang penuh semangat dan keberanian. "Tuan Alfin, Alfarro, dan semua orang di sini. Saya ingin memberitahu kalian bahwa saya akan selalu siap untuk melindungi kalian. Saya tidak takut dengan musuh apapun, dan saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk menjaga keselamatan kalian. Saya telah menemukan tempat yang aman dan keluarga di sini, dan saya tidak akan membiarkan siapapun mencelakakan orang-orang yang saya cintai."
Kata-kata Zara memberikan semangat baru bagi semua orang yang ada di ruangan itu. Keberanian dan kesetiaan yang ditunjukkan oleh gadis barbar itu membuat mereka merasa lebih tenang dan yakin bahwa mereka bisa menghadapi semua bahaya yang akan datang.
Alfin kemudian mulai memberikan perintah dan rencana tindakan yang akan mereka lakukan. Dia memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk memperkuat penjagaan di setiap pintu dan sudut rumah, memeriksa setiap bagian tempat ini dengan teliti untuk mencari celah atau kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh musuh. Dia juga memerintahkan untuk menyiapkan semua senjata dan peralatan perang yang ada, dan mengatur posisi setiap orang sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka masing-masing.
Selama beberapa hari ke depan, suasana di tempat itu berubah total. Awalnya suasana terasa damai dan bahagia, tapi sekarang berubah menjadi suasana yang penuh kewaspadaan dan persiapan. Setiap orang yang ada di tempat itu bekerja dengan tekun dan serius, semuanya bersiap untuk menghadapi ser...
📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷
Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰
Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷
Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🩷🌷
akun TikTokku:(lisalestari310)
akun Instagramku:(Lisa Lestari)
Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷
Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷
buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥