NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Baju Kembar dan Restu Sang Putra Mahkota

Setelah berhasil melewati drama pengusiran secara halus yang dilakukan oleh Ibu Suri dan Permaisuri, Alistair akhirnya bisa bernapas lega. Paviliun medis kini sudah sepi, menyisakan dirinya yang duduk di sisi ranjang tempat Lia berbaring.

Lia yang sejak tadi memperhatikan wajah kaku Alistair langsung tahu kalau suaminya itu sedang menahan dongkol karena sempat "tersisih". Jiwa jahil Lia seketika meronta-ronta melihat ekspresi cemburu yang sangat langka dari sang Pangeran Agung.

"Pangeran... Ali..." panggil Lia dengan nada manja yang sengaja dibuat mendayu-dayu.

"Aku bosan di kamar terus. Temani aku jalan-jalan ke pusat perdagangan kerajaan, yuk? Aku mau belanja, sekalian cuci mata."

Alistair langsung mengerutkan dahi, menatapnya tidak setuju.

"Kondisimu belum pulih total, Aurellia. Tabib Agung memintamu beristirahat, bukan kelayapan di pasar."

"Ayolah, Pangeran..." Lia langsung mengeluarkan senjata pamungkasnya, yaitu puppy eyes tingkat dewa, lengkap dengan kedua tangan yang menangkup di depan dada.

"Kalau cuma tiduran, energi aku malah kesedot sama kasur. Lagipula, jalan-jalan itu bagian dari terapi penyembuhan psikologis tahu! Biar aku cepat sehat dan bisa menikmati... maksudnya, bisa melayani Pangeran dengan baik."

Hampir aja gue sebut menikmati emas-emas istana, batin Lia sambil menyengir tanpa dosa.

Menghadapi wajah imut dan tatapan memohon dari Lia, pertahanan es Alistair runtuh dalam sekejap. Ia menghela napas pasrah.

"Baiklah. Tapi hanya sebentar, dan kamu tidak boleh jauh-jauh dariku."

"Siap, Kapten!" seru Lia girang.

Pusat perdagangan Kerajaan Ivalice siang itu sangat ramai. Alistair berjalan di samping Lia dengan jubah hitamnya yang gagah, sementara tangannya secara refleks melingkar di pinggang Lia, menjaganya dari kerumunan orang sekaligus sebagai tanda kepemilikan yang mutlak agar tidak ada yang berani mendekat.

Lia menarik Alistair masuk ke dalam butik pakaian terbesar di sana. Mata Lia langsung berbinar melihat deretan kain sutra berkualitas tinggi. Dengan cekatan, ia memilih beberapa pasang pakaian, namun ada satu hal yang membuat Alistair tertegun.

Lia mengambil sepasang jubah dan gaun yang memiliki warna serta corak yang persis sama. Biru langit dengan sulaman perak di tepinya.

"Pangeran, coba deh pegang jubah ini. Warnanya pas banget sama warna mata kamu yang tegas itu. Kita beli kembaran ya! Biar semua orang tahu kalau kita ini pasangan serasi abad ini," ceplos Lia santai sambil mencocokkan jubah itu ke bahu lebar Alistair.

Jantung Alistair berdesir hebat. Sudut hatinya yang selama ini dingin mendadak menghangat. Aurellia yang dulu jangankan memikirkan pakaiannya, melihat wajahnya saja enggan. Namun kini, wanita ini dengan begitu ceria dan penuh perhatian memilihkan baju yang serasi untuk mereka berdua.

"Kamu... membelikan ini untukku?" tanya Alistair memastikan, suaranya sedikit serak.

"Ya iyalah, Pangeran sayang. Masa buat Yovan? Ogah rugi amat gue beliin baju buat cowok jamet kayak dia," ceplos Lia kelepasan.

Alistair sempat bingung dengan kata jamet, namun mendengar nama Yovan ditolak mentah-mentah oleh Lia membuat seulas senyum tulus mengembang di wajah tampannya.

"Baiklah, kita ambil yang ini."

Duh, senyumnya... merusak iman dan ketenangan jiwa gue beralih ke dompet, batin Lia salah tingkah sendiri melihat ketampanan Alistair yang naik seratus persen saat tersenyum.

Saat mereka sedang mengantre di kasir butik, sebuah suara bariton yang familier menyapa mereka dari arah belakang.

"Wah, wah... pemandangan langka apa yang sedang kulihat di pusat kota ini?"

Mereka berdua menoleh dan mendapati Pangeran Rayyan, sang Putra Mahkota, berdiri di sana bersama beberapa pengawal pribadinya. Rayyan awalnya menatap Lia dengan pandangan yang sedikit dingin dan menjaga jarak.

Sebagai adik sepupu sekaligus murid yang sangat menghormati Alistair dalam hal ilmu pedang, Rayyan paling tidak suka melihat bagaimana Aurellia di masa lalu selalu memperlakukan Alistair dengan buruk dan penuh pengkhianatan.

Namun, ketika Rayyan melihat bagaimana tangan Alistair mendekap pinggang Lia dengan begitu protektif, serta melihat binar kebahagiaan yang nyata di mata kakak sepupunya itu, tatapan dingin Rayyan perlahan mencair.

"Hormat, Pangeran Mahkota," sapa Lia dengan membungkuk sopan, tidak ada lagi kesan angkuh seperti Aurellia yang dulu.

Rayyan tersenyum ramah, aura dinginnya menguap digantikan sifat aslinya yang jenaka.

"Tidak perlu seformal itu, Kakak Ipar. Tampaknya rumor bahwa Kakak Ipar telah berubah menjadi bidadari penolong di perbatasan itu memang benar adanya. Bahkan hari ini, Anda berhasil membuat Kak Alistair yang seperti batu es ini mau memakai baju kembaran di depan umum."

Lia terkekeh geli.

"Tentu saja, Pangeran Rayyan. Es kalau sering-sering didekatkan dengan kehangatan cintaku pasti akan meleleh juga pada waktunya."

Alistair langsung berdehem keras, menyembunyikan telinganya yang mulai memerah akibat ucapan blak-blakan Lia. Sementara Rayyan tertawa lepas melihat kakak sepupunya yang gagah berani itu dibuat tidak berkutik oleh istrinya sendiri.

"Kalian terlihat sangat serasi," ucap Rayyan tulus, memberikan restu tersiratnya bagi hubungan mereka.

"Kak Alistair, jaga Kakak Ipar dengan baik. Aku duluan, ada urusan militer yang harus diselesaikan."

Setelah Rayyan pergi, Lia menyenggol lengan Alistair jahil.

"Tuh, denger kata Putra Mahkota, Pangeran harus jaga aku baik-baik. Jangan sampai aku diculik atau salah pegang lagi kayak kemarin, ya?"

Alistair tidak menjawab, namun ia mempererat pelukannya di pinggang Lia, menundukkan kepalanya sedikit untuk berbisik di telinga istrinya.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun membawamu pergi dari sisiku, Istriku."

BLUSH!

Kini berganti wajah Lia yang mendadak matang seperti kepiting rebus mendengar Alistair memanggilnya dengan panggilan sayang 'Istriku' itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!