NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Bukan Untuku

Pernikahan Yang Bukan Untuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Lunaria Wulandari terpaksa menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahan. Demi menyelamatkan nama keluarga, ia harus menikah dengan Alex Lucas Dimitri—pria dingin dan penuh rahasia yang sejak awal tidak pernah menginginkan dirinya.

Awalnya Luna hanya dianggap pengganti. Namun semakin lama bersama, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Sayangnya, saat hati mulai saling menerima, masa lalu datang menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Kembali ke Jakarta

Malam terakhir di Puncak terasa berbeda.

Setelah menemukan surat peninggalan ibunya di gudang tua, Alex menjadi sedikit lebih banyak bicara dari biasanya.

Bukan berubah menjadi orang yang cerewet.

Tetap tidak.

Namun Luna bisa merasakan ada sesuatu yang berubah.

Seolah beban yang selama ini tersimpan diam-diam di dalam dirinya mulai berkurang.

Malam itu mereka menghabiskan waktu di teras vila.

Ditemani secangkir teh hangat dan udara dingin khas pegunungan.

Lampu-lampu kecil dari area perkebunan terlihat berkelap-kelip di kejauhan.

"Aku nggak mau pulang."

gumam Luna sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.

Alex meliriknya.

"Besok tetap pulang."

"Kalau aku sembunyi di kebun teh?"

"Nanti dicari pekerja."

Luna tertawa kecil.

---

Beberapa saat kemudian suasana kembali tenang.

Luna memperhatikan Alex yang sedang membaca ulang surat dari ibunya.

Surat itu sudah dilipat rapi dan disimpan kembali ke dalam amplop.

Namun sejak ditemukan tadi siang, Alex sudah membacanya berkali-kali.

"Mama pasti sayang banget sama kamu."

ucap Luna pelan.

Alex tersenyum tipis.

"Iya."

Nada suaranya terdengar hangat.

Bukan sedih.

Bukan pula penuh penyesalan.

Hanya kerinduan yang akhirnya mulai berdamai.

---

"Aku senang kita menemukan surat itu."

kata Luna.

Alex menoleh.

"Aku juga."

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, ia merasa benar-benar siap melanjutkan hidup tanpa terus-menerus terjebak dalam kehilangan masa lalu.

---

Keesokan paginya mereka bersiap kembali ke Jakarta.

Sebelum berangkat, Alex menyempatkan diri berkeliling perkebunan sekali lagi.

Beberapa pekerja yang melihatnya langsung menghampiri.

"Jangan lama-lama nggak datang lagi, Pak."

kata Pak Darto sambil tersenyum.

Alex mengangguk.

"Saya usahakan lebih sering ke sini."

"Kalau bisa bawa Bu Luna juga."

sahut pekerja lain.

Membuat semua orang tertawa.

---

Luna yang berdiri di samping Alex ikut tersenyum.

Entah kenapa ia merasa nyaman berada di tempat itu.

Seolah perkebunan tersebut memang menyimpan kehangatan yang berbeda.

---

Perjalanan pulang berlangsung lancar.

Namun semakin dekat ke Jakarta, pemandangan hijau perlahan berganti dengan kemacetan dan gedung-gedung tinggi.

Luna langsung menghela napas panjang.

"Selamat datang kembali di dunia nyata."

katanya.

Alex tertawa kecil.

---

Saat mereka tiba di rumah keluarga Dimitri sore hari, Kakek sudah menunggu di ruang tengah.

"Nah."

seru pria tua itu.

"Akhirnya pulang."

Luna langsung memeluk beliau.

"Kakek sehat?"

"Sehat."

Kakek lalu memperhatikan mereka berdua.

Matanya menyipit.

"Kalian kelihatan bahagia."

Luna langsung tersipu.

Sedangkan Alex memilih duduk santai seolah tidak mendengar apa-apa.

---

Malam harinya, setelah makan bersama, Luna kembali membuka laptop.

Melihat tumpukan email yang masuk selama dua hari terakhir.

Dan langsung menyesal.

"Ya ampun."

keluhnya.

Alex yang sedang membaca laporan perusahaan melirik sekilas.

"Ada apa?"

"Kerjaan."

jawab Luna lemas.

"Ternyata aku nggak kangen."

Alex tersenyum tipis.

---

Hari Senin datang lebih cepat dari yang diharapkan.

Pagi itu Luna kembali ke kantor bersama semangat yang cukup baik.

Liburan singkat ke Puncak berhasil membuat pikirannya lebih segar.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Begitu tiba di lantai 23, Sisil langsung berlari menghampirinya.

"Luna!"

"Hah?"

"Kamu akhirnya datang."

Luna mengernyit.

"Kenapa?"

Sisil melihat ke kanan dan kiri terlebih dahulu.

Memastikan tidak ada orang yang mendengar.

Lalu mendekat.

"Ada masalah."

---

Jantung Luna langsung berdebar.

"Masalah apa?"

Sisil menghela napas panjang.

"Rita."

Tentu saja.

Siapa lagi?

---

"Ada apa lagi sekarang?"

tanya Luna.

Sisil terlihat kesal.

"Semenjak kamu presentasi kemarin, dia makin nggak suka sama kamu."

Luna menghela napas pelan.

Ia sebenarnya sudah menduga hal itu.

Namun berharap situasinya tidak semakin buruk.

---

"Kemarin dia ngomong ke beberapa orang."

lanjut Sisil.

"Katanya kamu cuma cari muka ke atasan."

Luna memejamkan mata sesaat.

Benar-benar melelahkan.

---

"Terus?"

tanya Luna.

"Dia juga bilang Amanda pilih kasih."

Luna menggeleng pelan.

Sampai kapan wanita itu akan terus mencari masalah?

---

Belum sempat mereka melanjutkan pembicaraan, Amanda keluar dari ruangannya.

"Semua tim Family Gathering ke ruang meeting sekarang."

ucapnya.

Suasana kantor langsung berubah sibuk.

---

Saat berjalan menuju ruang rapat, Luna tidak sengaja berpapasan dengan Rita.

Wanita itu tersenyum.

Namun senyum yang sama sekali tidak hangat.

"Habis liburan?"

tanyanya.

Luna mengangguk sopan.

"Iya."

"Wah enak ya."

kata Rita.

"Nggak semua orang bisa sering jalan-jalan."

Luna hanya tersenyum tipis.

Tidak menanggapi.

---

Namun jauh di dalam hati Rita, rasa iri semakin besar.

Karena setiap kali melihat Luna, ia merasa wanita itu selalu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.

Dan tanpa disadarinya, rasa iri itu perlahan berubah menjadi obsesi.

Obsesi untuk mencari tahu siapa sebenarnya Lunaria Wulandari.

Karena menurut Rita, tidak mungkin seorang staf baru biasa memiliki kehidupan seperti itu.

Dan cepat atau lambat...

Ia akan menemukan sesuatu yang bisa mengubah suasana kantor selamanya.

1
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat ✍️☺👈
wulaniii
gais like dan beri gift dungs biar semangat 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!