NovelToon NovelToon
Di Balik Topeng Kembar

Di Balik Topeng Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:527
Nilai: 5
Nama Author: Diyanathan

Ziva kembali ke keluarga kandungnya setelah dua puluh tahun terpisah, namun ia harus menyembunyikan identitas aslinya sebagai bos mafia yang kejam.

Di sana, ia bertemu Arsen—pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses, tapi ada aura bahaya yang tak bisa dibohongi oleh naluri Ziva.

Mereka saling tertarik, tapi sama-sama memakai topeng.

Saat rahasia terbongkar, akankah cinta mereka bertahan... atau justru menjadi alasan untuk saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyanathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Pewaris Asli & Bayangan di Rumah

Mobil mewah yang membawa Ziva berhenti di depan sebuah gerbang besi yang sangat megah dan tinggi. Saat gerbang terbuka, pemandangan di depannya seolah menyihir mata Ziva. Ia melihat sebuah rumah bergaya klasik modern yang luasnya luar biasa, dikelilingi taman yang tertata sangat rapi dan indah.

Ini adalah kediaman utama keluarga Sterling.

Ziva melangkah turun dari mobil. Matanya yang biasanya dingin dan tak tergoyahkan kini sedikit membelalak melihat kemegahan tempat itu. Arsitekturnya megah, penuh dengan detail mewah yang menunjukkan betapa tingginya status sosial keluarga ini.

"Wah..." gumam Ziva pelan. Ia yang terbiasa tinggal di gedung pencakar langit dan markas besar organisasi yang penuh dengan teknologi canggih di luar negeri, harus mengakui bahwa rumah ini memiliki keanggunan yang tak kalah hebatnya.

Victoria tersenyum bangga melihat reaksi putrinya. "Ini rumahmu sekarang juga, sayang. Ayo masuk."

Saat melangkah masuk ke dalam, Ziva semakin takjub. Ruang keluarga yang luas dengan langit-langit tinggi, lampu gantung kristal yang berkilau, dan perabotan kelas atas memenuhi ruangan. Suasananya hangat namun tetap memancarkan wibawa keluarga besar. Tidak kalah megah dibandingkan dengan vila pribadinya, hanya saja nuansanya berbeda. Jika tempat tinggalnya dulu penuh dengan aura dingin dan ketakutan, tempat ini memancarkan kemewahan dan kehangatan keluarga.

"Silakan duduk, Nak," ajak James dengan ramah.

Ziva duduk di sofa besar dengan sikap tetap elegan. Ia masih berusaha menyesuaikan diri dengan suasana baru ini.

Victoria duduk di sebelahnya, lalu mulai memperkenalkan satu per satu pria tampan yang berdiri dengan gagah di ruangan itu.

"Sayang, ini Daniel, kakak sulungmu. Dia yang paling mengurus perusahaan keluarga," ujar Victoria menunjuk pria dengan kacamata dan senyum lembut. Daniel mengangguk hormat ke arah Ziva.

"Ini kakak kedua, Kevin. Dia yang paling tegas dan disiplin di sini," lanjut Victoria. Kevin hanya mengangguk singkat, tatapannya tajam namun ada kasih sayang di sana.

"Dan ini..." Victoria menunjuk pria yang wajahnya paling mirip dengan Ziva, "Ini Zio, saudara kembarmu. Kalian terpisah sejak bayi."

Ziva tersenyum ke arah Zio yang membalas senyumnya dengan sangat antusias.

"Oh iya, Mamah juga punya anak angkat cewek bernama Zea. Dia seumuran dengan kalian. Tapi... aneh sekali, biasanya dia selalu ada di ruangan ini, tapi hari ini tidak kelihatan batang hidungnya," ujar Victoria sambil melihat sekeliling dengan bingung.

Belum sempat Victoria mencari keberadaan gadis itu, suara langkah kaki yang terdengar santai namun angkuh terdengar dari arah tangga utama.

Terlihatlah seorang gadis dengan penampilan modis dan wajah yang cantik turun perlahan. Itu adalah Zea. Namun, alih-alih menyambut dengan senyum, raut wajahnya terlihat masam dan dingin. Matanya menatap Ziva dengan tatapan yang tidak bersahabat, seolah-olah Ziva adalah pengganggu yang datang merebut segalanya.

Di dalam hati, Zea sebenarnya berteriak. 'Astaga... jadi dia benar-benar putri asli keluarga Sterling? Cantiknya bukan main, auranya juga kuat. Ingin rasanya aku memeluknya dan berteman baik... TAPI TIDAK!'

Zea mengepalkan tangannya di balik punggung. 'Aku tidak boleh menunjukkan ketertarikan. Aku harus pura-pura membencinya. Cinta kasih keluarga ini sudah menjadi milikku selama bertahun-tahun. Aku tidak akan membiarkannya diambil oleh orang asing ini begitu saja. Aku harus mengujinya dulu. Aku harus lihat sampai sejauh mana dia bisa bertahan di sini.'

Dengan langkah angkuh, Zea berjalan mendekat. Ia tidak menyapa, melainkan berdiri di hadapan Ziva dan menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala, menilai setiap detail dengan tatapan meremehkan.

"Oh... jadi ternyata kamu nona asli yang selama ini dicari-cari?" kata Zea dengan nada sinis dan ketus.

Suasana ruangan seketika menjadi sedikit tegang. Namun Ziva tetap tenang. Ia adalah pemimpin mafia, hal seperti ini hanyalah angin lalu baginya. Ia bisa merasakan ketidak sukaan gadis itu, namun ia juga bisa mencium kepura-puraan di baliknya.

"Iya, dan kamu pasti Zea kan?" jawab Ziva santai, suaranya lembut namun tegas. Ia mencoba bersikap ramah, berniat untuk berdamai, meskipun insting tajamnya berkata bahwa gadis di hadapannya ini sedang bermain peran dan mengujinya.

Zea mendengus, lalu dengan beraninya ia berjalan melewati Ziva, duduk sembarangan di sofa, bahkan dengan tidak sopannya ia meletakkan kedua kakinya di atas meja kopi yang terbuat dari marmer mahal. Ia berlagak seolah-olah dialah nyonya rumah yang paling berkuasa di sana.

Perilaku itu jelas melanggar tata krama keluarga Sterling yang sangat menjunjung tinggi sopan santun.

Srett!

Tiba-tiba sebuah suara teguran keras meledak di ruangan itu.

"TURUNKAN KAKIMU DARI MEJA ITU SEKARANG!"

Suara itu milik Kevin. Wajah kakak kedua itu kini berubah masam penuh amarah. Matanya menatap tajam ke arah Zea, memancarkan aura intimidasi yang sangat kuat.

"MANA TATA KRAMAMU, ZEA?! APA KAMI TIDAK PERNAH MENGAJARMU SOPAN SANTUN?!" sentak Kevin lagi dengan volume yang meninggi.

Zea yang tadi terlihat berani dan angkuh, seketika tubuhnya menegang dan gemetar. Wajahnya pucat. Ia langsung menarik kakinya kembali dan duduk dengan sangat tertib.

Ya, di keluarga Sterling, meskipun Daniel yang paling tua dan James yang menjadi kepala keluarga, tapi sosok yang paling ditakuti oleh semua orang—termasuk Zea—adalah Kevin. Pria itu dikenal sangat disiplin, tegas, dan tidak main-main jika sudah marah. Kata-katanya adalah hukum yang tidak bisa dibantah.

Zea menunduk, tak berani menatap mata Kevin. Dalam hati ia mencibir dan kesal. 'Aduh, si Kevin ini! Kenapa dia harus sekeras itu bersuara? Kan tadi perjanjiannya aku mau sedikit menguji Ziva, tapi dia malah menghancurkan suasananya. Dasar kakak keduanya tidak romantis!'

Di sisi lain, Zio—si kakak kembar—melihat wajah Zea yang pucat dan ketakutan itu. Ia sangat ingin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Zea yang baru saja sombong lalu langsung ciut dalam sekejap. Namun ia menutup mulutnya dengan tangan dan menahan tawanya mati-matian, takut jika ia tertawa, giliran dirinya yang akan dimarahi oleh Kevin yang sedang galak.

Melihat suasana yang mulai tegang, James akhirnya angkat bicara untuk meredakan ketegangan.

"Sudah-sudah..." kata James dengan nada lembut namun berwibawa. Ia menoleh ke arah Zea, "Zea, dengar baik-baik. Walaupun Ziva sudah pulang dan dia adalah putri kandung kami, kamu tetaplah anak yang kami sayangi. Kamu tetap bagian dari keluarga Sterling. Tidak usah khawatir, kami tidak akan pernah mengusirmu atau mengurangi kasih sayang kami padamu."

Mendengar itu, bahu Zea sedikit terangkat lega, meski ia masih berpura-pura sedih.

Victoria pun menambahkan dengan senyum hangat, "Iya, kalian berdua sama-sama kesayangan Mamah. Sekarang rukun ya."

Kemudian James menoleh ke arah Daniel yang berdiri tegap di sisi lain ruangan.

"Oh iya, Daniel. Tolong siapkan segalanya. Buatlah pesta penyambutan yang sangat megah untuk adikmu, Ziva. Buat yang terbaik dan termewah. Aku ingin memperkenalkan putriku yang hilang dua puluh tahun lalu kepada seluruh dunia. Biar semua orang tahu, bahwa pewaris asli keluarga Sterling akhirnya pulang!"

Mata Ziva berkilat. Pesta? Memperkenalkan dirinya ke publik?

Ini adalah tantangan baru. Bagaimana caranya ia bisa tampil di depan banyak orang sebagai putri manja keluarga kaya, sementara di dalam darahnya mengalir dinginnya seorang Ratu Mafia?

Tantangan Ziva di dunia yang baru ini baru saja dimulai.

1
YusWa
karya baru Thor? semangat semoga sukses
Mimpi Pencatat: Terimakasih suportnya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!