NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Tatapan Sang Kaisar

​Pilar cahaya merah darah itu bagaikan lorong waktu yang mengoyak kewarasan. Saat Lin Tian menembus batas lantai kesembilan, ia tidak menemukan tumpukan harta karun atau lautan pil.

​Lantai puncak Pagoda Sembilan Lapis ini adalah sebuah kehampaan angkasa. Bintang-bintang mati menggantung di kejauhan, dan di pusat kehampaan itu, melayang sebuah peti mati raksasa yang terbuat dari Kristal Darah Bintang. Di atas peti mati tersebut, duduk sesosok bayangan ilusi raksasa setinggi seratus meter.

​Sosok itu mengenakan jubah kaisar kuno yang compang-camping, matanya seperti dua lubang hitam yang siap menelan cahaya. Ini adalah Sisa Jiwa Kaisar Kuno. Meskipun hanya seutas sisa jiwa yang telah melemah selama puluhan ribu tahun, tekanan yang dipancarkannya membuat udara di sekitar Lin Tian membeku menjadi kaca dan retak-retak.

​Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul), atau mungkin lebih tinggi! Perbedaannya dengan Pembentukan Pondasi seperti jurang antara semut dan dewa.

​"Tikus kecil," suara Kaisar itu bergema, bukan di telinga Lin Tian, melainkan langsung menghantam Lautan Kesadarannya. "Akar Roh Kelas Surga, Tubuh Logam Kaisar, dan Niat Pedang di usia semuda ini. Fisik yang luar biasa... Sangat cocok untuk menjadi wadah kebangkitanku!"

​Darah segar menetes dari sudut bibir Lin Tian. Untuk pertama kalinya sejak ia mendapatkan sistem, ia merasakan tubuhnya benar-benar dikunci oleh kekuatan yang murni bertumpu pada hukum alam tingkat tinggi. Inti Bintang-nya berputar liar mencoba menahan tekanan, namun perbedaan ranah ini terlalu absolut.

​Lin Tian tidak panik. Matanya menyipit tajam.

​"Sistem," perintah Lin Tian dalam hatinya. "Buka Ekstraksi Puncak. Telan sisa jiwa tua bangka ini!"

​Namun, suara mekanis sistem yang biasanya merespons dengan cepat dan tanpa ampun, kali ini berbunyi dengan nada peringatan merah.

​[Ding! Peringatan Kritis!]

[Menganalisis Entitas Target: Sisa Jiwa Ranah Transformasi Dewa (God Transformation) yang jatuh ke tingkat Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul).]

[Kapasitas Wadah Inang (Pembentukan Pondasi Tahap 4) tidak mencukupi!]

[Jika Ekstraksi dipaksakan, energi jiwa target akan meledakkan Lautan Kesadaran dan fisik Inang dalam 0.01 detik. Konsekuensi: Kematian Mutlak.]

[Saran Sistem: Mundur segera. Ekstraksi Dibatalkan.]

​Pupil Lin Tian menyusut.

​Ia tiba-tiba disadarkan oleh satu fakta dingin yang selama ini ia abaikan karena rentetan kemenangannya yang terlalu mulus. Sistem adalah alat pengekstraksi surga, ya... tapi ia hanyalah "mesin", dan tubuh Lin Tian adalah "wadah" penampungnya. Kau tidak bisa menuangkan air seluas samudra ke dalam sebuah cangkir teh tanpa menghancurkan cangkir itu sendiri.

​Kekuatannya saat ini belum cukup untuk menelan eksistensi sekelas Nascent Soul!

​"Kau mencoba melawanku dengan lautan kesadaranmu yang menyedihkan itu?" Kaisar Kuno tertawa meremehkan. Bayangan raksasa itu mengangkat tangannya, membentuk cakar yang terbuat dari jaring-jaring darah, langsung mencengkeram ke arah Lin Tian. "Jadilah cangkangku, serangga!"

​Cakar darah raksasa itu menyegel seluruh ruang spasial. Langkah Badai Astral Lin Tian tidak bisa digunakan. Kematian berada di depan mata.

​Namun, di saat krisis mutlak ini, ketenangan Lin Tian justru mencapai puncaknya yang paling menakutkan. Jika ia tidak bisa menelannya, maka ia akan membakarnya untuk membuka jalan keluar!

​"Bakar! Lepaskan semuanya!" raung Lin Tian.

​Seketika, seluruh kapasitas Qi Cair Murni di dalam Inti Bintang-nya dikuras habis hingga titik terakhir. Ia memanggil Api Roh Bumi Teratai Putih Nirwana yang baru saja ia serap. Pilar api putih yang membawa kekuatan pembakaran jiwa meledak dari tubuhnya, melapisi Tubuh Logam Kaisar Emas-nya.

​Di saat yang sama, Tunas Niat Pedang di lautan kesadarannya menjerit keras, melepaskan seuntai cahaya perak yang menyatu dengan api putih tersebut.

​Lin Tian melesakkan kedua tangannya ke atas, menyongsong cakar darah raksasa itu.

​BOOOOOOM!

​Bentrokan antara Api Nirwana yang dilapisi Niat Pedang melawan cakar Sisa Jiwa Kaisar menciptakan ledakan yang merobek angkasa kehampaan lantai kesembilan.

​Api Nirwana—yang merupakan musuh alami dari entitas jiwa dan aura membusuk—berhasil membakar satu jari dari cakar darah raksasa tersebut!

​"AAARGH! Api Terataiku! Kau berani menggunakan hartaku untuk membakarku?!" Sisa Jiwa Kaisar Kuno meraung kesakitan saat jarinya menguap. Meskipun ia sangat kuat, kondisinya saat ini sangat rapuh, dan Api Nirwana adalah racun fatal bagi sisa jiwanya.

​Bentrokan itu menciptakan celah selebar beberapa meter di jaring segel spasial.

​"Aku akan kembali untuk menelan sisa kepalamu nanti, Kaisar Tua!" Lin Tian tidak menyia-nyiakan sepersekian detik itu. Alih-alih serakah menyerang balik, ia mengubah bentuk tubuhnya menjadi panah api putih, melesat keluar dari celah segel spasial.

​Tepat saat ia terbang melarikan diri, matanya menangkap sebuah token perunggu berkarat yang tergeletak di atas altar peti mati kristal. Tanpa pikir panjang, Lin Tian menyambar token itu dengan Tangan Besi Vajra Iblis-nya, lalu menerjang turun menuju portal spasial yang retak.

​"KAU TIDAK BISA KABUR!"

​Kaisar Kuno mengayunkan tangannya yang lain. Sebuah gelombang energi darah menghantam punggung Lin Tian tepat saat ia menembus portal.

​CRAAASS!

​Tulang punggung Lin Tian berderak keras, memuntahkan kabut darah segar. Jika ia tidak menggunakan Tubuh Logam Kaisar Emas dan vitalitas dari Teratai Darah Nirvana sebelumnya, pukulan ini pasti sudah menghancurkannya menjadi debu.

​Pukulan itu mendorong Lin Tian jatuh melintasi lantai-lantai Pagoda yang kini sedang runtuh, membawanya keluar dan melemparnya seperti meteor yang jatuh ke bumi.

​DUAARRR!

​Di luar Pagoda, di alun-alun utama Reruntuhan Kuno, ribuan praktisi sedang panik karena daratan mulai bergetar dan retak. Reruntuhan Kuno Provinsi Timur akan segera runtuh akibat hancurnya formasi pusat!

​Tiba-tiba, sesosok tubuh berjubah putih yang bersimbah darah terhempas keras ke tanah di pinggir alun-alun, menciptakan kawah kecil.

​Itu adalah Lin Tian.

​Ia terbatuk keras, memuntahkan darah hitam. Aura kultivasinya yang tadinya sangat mendominasi kini sangat tidak stabil. Luka dari Sisa Jiwa Kaisar Kuno menyusup ke dalam meridiannya, memaksa Inti Bintang-nya berputar pasif untuk menekan racun darah tersebut. Kultivasinya saat ini tertekan dan tampak hanya setara dengan Pembentukan Pondasi Tahap 1.

​"Hei! Itu Lin Tian dari Awan Azure!" teriak seorang murid dari Sekte Pedang Darah. "Dia terluka parah! Dan dia baru saja keluar dari Pagoda Sembilan Lapis!"

​Mendengar itu, mata puluhan kultivator dari berbagai sekte, termasuk beberapa tetua sekte luar yang diam-diam masuk, langsung menyala penuh keserakahan.

​Lin Tian adalah orang pertama yang masuk ke dalam Pagoda kuno yang kini sedang runtuh. Ia pasti membawa harta karun yang tidak terbayangkan! Dan melihat kondisinya yang melemah, ini adalah kesempatan emas.

​"Bunuh dia dan rebut cincin penyimpanannya!" teriak salah satu praktisi liar.

​Belasan praktisi Pembentukan Pondasi langsung menerjang ke arah Lin Tian dengan senjata terhunus, niat membunuh meluap-luap.

​Lin Tian memaksakan dirinya untuk berdiri. Lengannya gemetar, dan kepalanya berdenyut hebat. Ia belum pernah berada dalam kondisi selemah ini. Pertemuannya dengan Kaisar Kuno memberinya tamparan keras tentang realitas dunia kultivasi; bakat dan sistem tidak membuatnya abadi jika ia terlalu gegabah melompati ranah. Ia butuh waktu untuk mencerna kekuatan barunya.

​Namun, menatap belasan semut yang berlari ke arahnya, mata Lin Tian berkilat dengan kekejaman yang membekukan.

​Harimau yang terluka tetaplah harimau.

​"Bahkan dalam kondisi seperti ini..." Lin Tian perlahan mencabut belati Baja Hitamnya, menyeka darah dari sudut bibirnya. "Cukup untuk menyembelih sekawanan anjing."

​Ia memegang erat token perunggu kuno di tangan kirinya, sementara belatinya di tangan kanan memancarkan seutas Niat Pedang perak yang tipis namun sangat mematikan.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!