Alya Talita tanjaya gadis pembangkang dia egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri. suatu ketika Alya di usir karena dia mengambil uang untuk operasi ginjal kakaknya yang membuat hampir kakaknya meregang nyawa, dia di usir dari rumah orangtuanya dan Alya tinggal di kontrakan sahabatnya hari demi hari dia berubah namun suatu kejadian menimpanya saat dirinya sudah berubah menjadi lebih baik dia di tabrak mobil saat dirinya menghindari kakaknya yang ingin mendekat ke arahnya. dia tidak mau menganggu keluarga nya lagi jadi Alya memutuskan untuk menjauhi mereka. saat di mana detik - detik kematiannya datang tiba - tiba ada suatu keajaiban dimana dia kembali ke masa lalu dan di anugrahhi sistem Kekayaan 1000x Lipat.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
Keesokan Harinya.
Tringg..... Tringg....Tringg... Tringg....
Suara alarm ponsel Alya berbunyi....
"Akhhhh badan gue sakit - sakit banget sumpah" gumam Alya yang baru bangun dari tidurnya
"Linu banget akhh" lesu Alya
Badannya sangat sakit dan linu, jika bukan karena alya kelelahan dan mengantuk mungkin saja Alya tidak bisa tidur karena badanya yang sakit - sakit.
Tokk... Tokk...
"Al udah bangun belum?" tanya Yuri
"Udah" jawab Alya
Alya bangun dari ranjangnya dengan rintihan kesakitan.
Akhhhhh.....
Alya berjalan perlahan menuju pintu dan membuka kunci pintu agar Yuri bisa masuk ke dalam kontrakan nya.
Cklek.....
"Lo udah sarapan belum?" tanya Yuri
Alya hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Lo kenapa? Lo sakit ya" tanya Yuri kembali
"Badan gue sakit - sakit kemarin di gudang gue kerja sendiri" jawab Alya
"Hah kerja sendiri? Emang temen Lo kemana?" tanya Yuri
"gak tau, kemarin dia gak masuk" jawab Alya
"Hari ini Lo jangan kerja aja lah ya, Lo kaya kesakitan gitu" ucap Yuri
"Gue hari ini kerja di cafe aja, nanti gue izin gak masuk di gudang" balas Alya
"Kenapa Lo gak libur aja sih. Badan udah sakit - sakit gini juga" protes Yuri
"Gak papa. Sehari ini doang ko" balas Alya sembari membaringkan kembali badanya
"Yaudah kalo gitu gue beliin koyo sama sarapan ya, biar lebih enakan" ucap Yuri
"Iya makasih ya ri" balas Alya
"Kaya sama siapa aja Lo bilang makasih. tunggu ya" ucap Yuri sembari keluar dari dalam kontrakan Alya dan menuju ke apotek untuk membeli koya dan Yuri juga membeli sarapan untuk Alya.
"Enak kali di pijet. Sakit banget sumpah, kemarin gue gak berhenti kerja jadi gini nih sendiri pula lagi" gumam Alya
30 Menit Kemudian
Cklek....
Yuri pun masuk ke dalam kontrakan Alya dan melihat Alya yang sudah siap dengan pakaian kerjanya.
"Beneran Lo mau kerja? Gue izinin deh ya, teman nyokap gue ini yang punya cafe" larang Yuri
"Jangan... Gue kerja aja, kerja nya juga kan gak kaya di gudang" balas Alya
"Ah yaudah deh terserah Lo. ayo sarapan dulu terus gue bantu tempellin koyo di badan Lo" ucap Yuri
"Hmmm" balas Alya sembari mengangguk pelan.
Mereka berdua pun sarapan bersama dan di sela - sela mereka makan Alya tiba - tiba bicara sesuatu.
"Yuri gue mau ngomong sesuatu sama Lo" ucap Alya
"Apa? Ngomong aja kalian, biasanya juga gitu kan" tanya Yuri
"Pin ATM gue 532*** Lo harus inget ya" jawab Alya tiba - tiba memberi pin rekening nya.
"Buat apa Lo kasih tau pin ATM Lo ke gue al?" tanya bingung Yuri
"Gak biar jaga - jaga aja. Oh iya makasih ya Lo udah selalu jadi sahabat terbaik gue" ucap Alya
"Sama - sama, Lo juga kan sama walupun lu keras kepala tapi Lo sahabat terbaik gue Al. Jangan ngomong gitu ah" balas Yuri
Alya hanya tersenyum tulus ke arah Yuri, dia berpikir jika bukan karena Yuri mungkin sekarang dirinya sudah jadi gelandangan.
1 Jam Kemudian
Tin..
"Gue berangkat dulu ya" pamit Alya
"Oke. Nanti gue mampir ya" balas Yuri
"Oke" jawab Alya sembari melambaikan tangan dengan senyum yang sangat manis
Alya pun langsung melajukan motornya keluar dari area kontrakan Yuri.
"Kenapa gue berat banget ya liat Alya pergi kerja" gumam Yuri
"Semoga aja gak terjadi apa - apa" lanjut Yuri
Yuri masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.
10 Menit Kemudian
Alya sudah Sampai tempat kerja, dia langsung menyiapkan semuanya bersama ke 2 rekan kerjanya..
Awal - awal Alya bekerja dia terlihat kaku namun sekarang dia sangat gesit dan cepat.
"Al leher lu sakit ya, koyo banyak banget itu di pinggang juga sama" ucap kak rose ( senior Alya di cafe )
"Kemarin aku kerja di gudang ekspedisi sendiri kak jadi badan ku sakit - sakit" balas Alya
"Pantesan kalo gitu. Kenapa masuk kerja kalo lagi sakit, Lo bisa istirahat di rumah aja padahal" ucap kak rose
"Gak papa kak aku kuat ko" balas Alya
"Yaudah kalo gitu. Kalo gak kuat kerja ngomong aja ya sama gue" ucap kak rose
"Siap kak" balas Alya
Setalah mereka berbicara sebentar mereka langsung mulai bekerja karena para pelanggan sudah mulai berdatangan.
Dari jam 10 siang pelanggan Tak berhenti membuat Alya terus melayani mereka dengan badan yang sudah sangat sangat lelah dan saat alya memegang badanya ternyata badanya mulai hangat tanda dirinya akan demam.
Alya ingin bicara dengan kak rose kalo dirinya demam tapi keadaan tidak memungkinkan jadi Alya terus bekerja dengan menahan rasa sakit di badanya.
Jam 21.00
Alya pulang dengan keadaan sangat sangat pusing dan sangat kelelahan, hari ini pembeli Tak henti dan Alya terus berdiri selama berjam jam.
Untung tadi saat Alya ingin membantu kak rose dan kak Bagas membereskan cafe dia tidak di izinkan dan di suruh pulang karena Alya Sudah sangat terlihat pucat.
Sebelum Alya Sampai kontrakan dia membeli makanan, obat dan koyo untuk dia minum nanti.
"Bang beli sate Padang yang ayam aja" ucap Alya
"Oke neng" balas penjual sate
"Saya mau ke sana dulu ya pak mau beli minuman, tenang motor saya di sini ko, eh nih langsung aja uangnya juga takut lupa" ucap Alya
"Siap neng" balas penjual sate
Alya pun pergi ke supermarket untuk membeli minuman.
Setelah alya membeli minuman dia keluar dari supermarket, di samping supermarket ada restoran yang dulu sering Alya dan keluarganya berkunjung.
"Gue sering banget dulu ke sini" gumam Alya sembari melihat restoran dari luar.
Saat Alya sedang melihat ke dalam restoran tiba - Tiba ada yang meneriakinya.
"Al!!" ucap Lisa
Lisa melihat Alya yang terlihat lesu dan pucat, awalnya Lisa tidak bisa mengenali Alya karena pakaian dan wajah Alya yang terlihat lesu namun saat dirinya melihat lebih detail dia tidak salah orang yang dia lihat adalah adiknya.
Orang tua Alya dan keluarga yang lain langsung melihat ke arah tangan Lisa yang menunjuk.
"Akhhh malah ketemu sama mereka" panik Alya
Alya langsung berlari menjauh dari mereka.
"Al tunggu kakak" teriak Lisa sembari mengejar Alya
Alya berlari sembari melihat ke belakang dan....
Brakk.....
Ughhh.....
"Alyaaaaaa" histeris Lisa
"Alyaaa" teriak Andreas melihat putri bungsu nya tergeletak di tengah jalan.
Mereka langsung berlari menuju Alya yang sudah tergeletak.
"Al" lirih Rumi melihat putrinya yang sudah di penuhi darah
"Ayo bawa kerumah sakit" ucap om Husen
Mereka pun langsung menggotong Alya masuk ke dalam mobil, mereka melesat dengan cepat menuju rumah sakit.
Di dalam mobil semua orang menangis karena nafas Alya yang sudah mulai melemah.
"Tunggu Alya sebentar lagi tunggu. Jangan tinggalin mamah nak, maaf mamah" lirih Rumi
"Iya Al. Bertahan ya, bentar lagi nyampe rumah sakit kuat ya" ucap Lisa
Alya hanya tersenyum dan memegang tangan ibunya dan kakaknya dengan lemah.
"Ma-maaf mah Kak, teri-teriman kas-ih" ucap Anya terakhir kalinya tubuh Alya pun langsung lemas
"Akhhhhh gak Alya gak. gak nak gak" panik Rumi
"Jangan tinggalin mamah nak, maafin mamah nak. cepetan pah" teriak Rumi
"Tunggu sebentar lagi ya nak, tunggu mamah mohon nak" lirih Rumi
dsr ppb.....🤮🤮🤮
tapi kayaknya aku bakalan nabung bab nya soalnya kalo baca per update nya kan cuma 1bab jadi mendingan di tabung bab nya. makasih thor aku suka ceritanya, sehat selalu ya author yang baik. ❤❤❤
s neng blm sdar sm kkuatannya sndri....pdhl,slain jd holang kaya dia jg jd sakti mndragunawati.....🤣🤣🤣
kl holang kaya mh gt ya....pas dngr btuh apa,sat set beli....tau2 udh nmpuk aja....tp indah bruntung bgt ktmu alya,jd dia bs bbas dr kluarga gila...trs prgi jauh....