NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28 Hukuman

Sebuah pesan dari rumah sakit masuk ke ponsel Aksa. Ternyata itu adalah pemberitahuan soal biaya bulan ini yang belum lunas. Karena ia baru membayar separuhnya. Aksa menatap pesan itu cukup lama sambil menghela nafas ringan. Sementara gajih nya belum turun dan ia harus segera membayar lunas tiga hari lagi. Disaat ia merasa sangat bingung dan buntu. Aksa tidak sengaja melihat iklan yang di share forum sekolah. Ada balapan liar dengan hadiah lima juta sebagai pemenang pertama. Orang yang mensponsorinya adalah alumni angkatan sekolah ini yang terkenal bandel dan sangat berkuasa. Namanya Zaki Santoso.

Sejenak Aksa berpikir keras, hatinya seakan terdorong untuk ikut dalam balapan tersebut. Namun, balapan liar resikonya terlalu tinggi. Dan ia akan mendapatkan masalah jika tidak berhati-hati. Namun hadiah yang disebutkan membuat ia berpikir ulang terus menerus. Ia hendak akan menekan link pendaftaran yang ada di forum sekolah tersebut. Namun, niatnya ia urungkan karena memikirkan janji kepada Ibunya untuk tidak pernah melakukan balapan liar walaupun situasinya sangat terdesak.

"Lupakan saja! Gue bisa cari jalan lain, " gumam Aksa sambil menaruh ponselnya itu di atas meja belajarnya.

Teman-teman Aksa menyadari kegundahan Aksa saat ini. "Ada apa, Sa? Loh kelihatan gelisah banget, " tanya Rifal yang sedari tadi memperhatikan.

Aksa menoleh dan tersenyum kecil. "Tidak ada, bukan apa-apa. Hanya melihat-lihat berita di forum sekolah, " jawabnya kemudian.

"Oh, loh pasti gelisah soal berita yang ini yah?" timpal Samsul yang sedang asik memainkan ponselnya juga tidak sengaja melihat iklan tersebut. Ia menunjukkan iklan itu kepada Feri dan Rifal.

"Balapan liar? " sahut Feri. "Jangan bilang loh mau ikutan balapan liar itu? Itu terlalu berisiko, " tambah Feri menegur Aksa.

"Iyah, apalagi orang yang mensponsorinya adalah Zaki. Orang yang paling bermasalah di lingkungan ini. Jangan coba-coba untuk terlibat dengannya, " tambah Rifal ikut memperingati Aksa karena khawatir.

"Iyah, Sa. Gue setuju sama mereka. Jangan lakukan hal akan membuat loh nyesel nantinya, " Imbuh Samsul ikut-ikutan.

"Kalian tidak usah khawatir. Lagi pula gue gak punya motor buat ikut balapan. Gue gak akan ikut, gue juga udah janji sama Ibu tidak akan pernah ikut dalam balapan liar, " balas Aksa dengan tegas supaya mereka percaya.

"Memang harus begitu. Gue kan udah pernah bilang, jika kamu sedang kesulitan atau membutuhkan bantuan gue, Samsul sama Rifal siap bantuin loh. Jangan sungkan sama kita, " ujar Feri lagi kembali mengingatkan Aksa bahwa ia tidak sendirian.

"Iyah Iyah, gue tahu. Makasih yah, kalian sudah sangat banyak membantu. Gue cuma sesekali terkadang merasa ingin kembali ke arena balapan, itu saja. Tidak ada hal yang lain, " ungkap Aksa mencari alasan yang tepat supaya teman-temannya tidak perlu mengkhawatirkan apapun.

"Benar cuma itu saja? " sahut Feri meyakinkan lagi.

"Iyah. Cuma itu!" tegas Aksa menjawab dengan mantap.

Feri merangkul sahabatnya itu sambil tersenyum berusaha percaya dengan alasan yang dibuatnya. Padahal pikiran Aksa saat ini masih bergelut dalam pilihan yang sulit. Satu sisi uang lima juta itu bisa melunasi biaya rumah sakit bulan ini dan sisanya bisa ia bayarkan untuk uang sekolah. Namun satu sisi ia juga tidak bisa mengingkari janjinya yang telah dibuat kepada Santi. Aksa sangat bingung dan benar-benar tidak tahu harus apa sekarang.

Sementara itu, Devina dan Aditya sudah berada di ruang guru untuk menemui Pak Wira-wali kelas mereka.

"Kenapa kamu bolos dikelas Bapak tadi? " tanya Wira kepada Aditya.

"Aku ketiduran di atap. Aku minta maaf, " jawab Aditya seadanya saja dan menunjukkan penyesalan.

"Baiklah. Kalau begitu, kemarin kalian juga bolos bersama, kenapa? Sesuatu terjadi sampai kalian harus sama-sama membolos di jam pelajaran terakhir? "

Devina dan Adit tidak bisa menjawab pertanyaan Pak Wira itu. Mereka bingung harus menjawab apa dan hanya saling melirik satu sama lain.

"Waktu kami... Anu... Kami... " Devina menjawab dengan terbata-bata dan kata yang terpotong-potong.

"Tidak alasan. Kami hanya ingin membolos karena itu menyenangkan, " sela Aditya dengan alasan konyolnya sambil memampang wajah tersenyum.

"Apa?! Apa maksud loh? " sahut Devina kaget mendengar alasan yang tidak jelas dan sangat konyol itu.

Pak Wira hanya tertawa tidak percaya kepada mereka sambil mengusap wajahnya pelan. "Kalian ini benar-benar membuat Bapak sakit kepala. Andai saja Bapak bisa menghukum kalian dan memberi kalian pelajaran untuk kesalahan kalian. Tapi, Bapak tahu tidak bisa melakukannya, " ujar Pak Wira lagi dengan geram dan menggertakkan giginya menahan marah.

"Kenapa? Jika Bapak mau menghukum lakukan saja! Kenapa tidak bisa? Kita memang melakukan kesalahan, kenapa Bapak tidak bisa menghukum kami? " Aditya menyahut dengan emosi.

"Benar. Memangnya kenapa? Apa karena status orang tuaku? Karena mereka sponsor utama sekolah ini? Aku bisa memaklumi jika itu aku, tapi kenapa dia juga tidak bisa Bapak hukum? " imbuh Devina menambahkan dan bertanya karena penasaran.

Aditya memutar kedua bola matanya menatap Devina dengan malas. "Hei? Loh ini... " geramnya sambil menunjuk Devina.

"Sudah cukup. Apa kalian sungguh tidak keberatan Bapak hukum? Kalian bisa menjamin Bapak tidak akan dipecat jika menghukum kalian?" Pak Wira menegaskan lagi bahwa keputusannya untuk menghukum mereka tidak akan berakibat buruk kepada dirinya sendiri.

"Iyah, tentu saja! " Serempak Devina dan Adit begitu kompak menjawab Pak Wira.

"Baiklah, kalau begitu untuk menebus kesalahan kalian Bapak akan menghukum kalian berdua. Setelah pulang sekolah selama satu minggu Bapak ingin kalian membersihkan kolam renang di sekolah ini, " ujar Pak Wira akhirnya dengan senang hati memberi mereka hukuman yang cukup berat. Menghukum siswa yang berpengaruh sangat jarang sekali bisa dilakukan. Karena berisiko sangat tinggi.

Contohnya saja saat dulu Zaki sekolah di sini dan Ayahnya adalah seorang yang berpengaruh besar di kepolisian yang menjabat tinggi sebagai kapolri dan juga seorang donatur terbaik di sekolah ini. Pernah ada guru yang hendak memberinya hukuman atas kesalahan yang dia buat. Namun pada akhirnya guru itulah yang difitnah dan di pecat bahkan sampai dipenjara atas tuduhan palsu menganiaya muridnya sendiri. Sejak saat itu, para guru sering menutup mata kepada siswa yang paling berpengaruh yang akan mengancam karir mereka.

"Apa? Membersihkan kolam renang? Dengan dia? " jawab Devina sedikit menyesal telah bersikeras menerima hukuman dari Pak Wira.

"Membersihkan kolam renang itu, cukup sulit dan membutuhkan banyak tenaga juga waktu. Memangnya Bapak tidak bisa memberikan hukuman yang lebih ringan gitu? " imbuh Adit ikut berkomentar karena menyesal.

"Kenapa? Kalian tidak bisa? Lihat! Memangnya anak seperti kalian bisa apa? Padahal tadi kalian sendiri yang meminta dihukum dan sekarang kalian mengeluh, menyesalinya. Lupakan saja kalau kalian tidak mampu melakukannya, " balas Pak Wira sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Tidak. Aku akan lakukan. Walau bagaimana pun juga aku tetap salah karena sudah bolos. Dan aku tidak mau di perlakukan berbeda dari siswa lainnya. Aku bersedia menerima hukuman dari Bapak, " Devina membalas dengan tanpa ragu dan penuh semangat.

"Aku juga. " Adit menimpali dengan sangat yakin. Dan tentunya karena ada niat lain dalam hatinya. Setidaknya ia berpikir ini kesempatan yang sangat baik untuk bisa lebih dekat lagi dengan Devina

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!