NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29.Ledakan emosi dan tamparan.

Suasana di aula utama istana benar-benar mati.

Bahkan angin pun seakan enggan berhembus. Ribuan orang yang hadir, para bangsawan, penyihir agung, jenderal perang, hingga pelayan istana, semuanya terpaku mematung. Mulut mereka terbuka lebar, mata mereka membelalak, namun tidak ada satu pun suara yang keluar. Hanya suara napas yang tertahan dan detak jantung yang berpacu kencang.

Di tengah lantai dansa yang luas dan megah itu, Pangeran Mahkota Ka el drago mir sedang mencium Luna ria Star born.

Dan bukan cuma sekadar ciuman biasa. Itu adalah ciuman yang penuh dominasi, penuh gairah, dan sebuah pernyataan kepemilikan yang sangat jelas. Ka el memeluk pinggang Luna ria erat-erat, satu tangannya menopang tengkuk gadis itu, tidak memberinya ruang sedikitpun untuk bernapas atau menjauh.

Bagi Ka el, dunia di sekitarnya seakan lenyap. Yang ada hanyalah rasa hangat dan lembut di bibirnya. Ia bisa merasakan tekstur bibir Luna ria yang ternyata sangat lembut, kontras dengan sikap gadis itu yang kasar dan liar. Bahkan dengan wajah yang sengaja dibuat kusam dan pucat itu, Ka el merasa ini adalah ciuman terindah dan paling memuaskan yang pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Ia tidak peduli siapa yang melihat. Ia tidak peduli jika seluruh kerajaan gempar. Ia ingin semua orang tahu bahwa wanita di pelukannya ini adalah miliknya.

Di balkon tinggi lantai dua, pintu besar yang terukir indah perlahan terbuka.

Raja Alva dan Ratu Delia melangkah keluar dengan anggun. Mereka berniat turun menyambut para tamu dan merayakan malam bahagia ini. Wajah Raja tampak tegas namun ramah, sementara Ratu tersenyum lembut memancarkan aura keibuan yang menenangkan.

Namun, langkah mereka terhenti tepat di ambang pintu.

Biasanya, begitu mereka muncul, seluruh ruangan akan bersorak, membungkuk hormat, atau setidaknya ada suara sambutan yang meriah. Tapi malam ini... sunyi senyap.

Sangat hening hingga terdengar aneh.

"Hmm?" Alis Raja Alva terangkat bingung. Ia menatap ke bawah. "Ada apa ini? Kenapa semua orang diam saja? Seolah-olah mereka melihat hantu?"

Ratu Delia juga mengerutkan kening, tangannya menempel di dada. "Aneh sekali... suasana ini terasa sangat berat. Apa ada musuh yang menyerang?"

Mereka berdua menatap ke arah tengah lantai dansa, di mana kerumunan orang paling banyak memadati.

Dan saat mereka melihat apa yang terjadi di sana...

Wajah Raja Alva yang biasanya tenang seketika berubah kaget. Matanya membelalak lebar. Ratu Delia bahkan sampai menutup mulutnya dengan tangan, napasnya tertahan seketika.

"T-Itu... Ka el?!" bisik Raja Alva tidak percaya.

Di bawah sana, putra mereka, Pangeran Ka el drago mir—pria yang dikenal dingin, kejam, dan tidak pernah tersenyum—sedang memeluk dan mencium seorang wanita dengan sangat mesra dan intens.

Raja dan Ratu saling pandang. Mereka terkejut setengah mati.

Mereka tahu Ka el sudah menikah tiga kali sebelumnya. Tapi selama itu, Ka el tidak pernah sekalipun menunjukkan kasih sayang atau bahkan sentuhan lembut pada istri-istrinya. Pernikahan sebelumnya hanyalah formalitas politik yang dingin. Ka el bahkan sering tidur terpisah atau bahkan tidak pernah menyentuh mereka sama sekali.

Tapi sekarang... melihat caranya mencium gadis itu... itu bukan pura-pura. Itu nyata. Itu penuh hasrat.

"Ya Tuhan..." Ratu Delia berbisik pelan, matanya mulai berkaca-kaca karena haru sekaligus kaget. "Akhirnya... akhirnya putra kita bisa tersenyum dan mencintai seseorang... Tapi... wanita itu siapa? Kenapa wajahnya...?"

Mereka bisa melihat penampilan Luna ria yang aneh, wajah yang kusam dan menyeramkan, tapi mereka juga bisa melihat betapa Ka el tidak peduli sama sekali. Bagi Ka el, wanita itu adalah satu-satunya hal yang indah di matanya.

Kembali ke tengah lantai dansa.

Luna ria merasa seperti akan mati lemas.

Matanya terbuka lebar, menatap punggung tangan Ka el yang ada di depan wajahnya. Jantungnya berdegup kencang bukan main, campuran antara marah, malu, dan panik.

LEPAS! LEPAS! batinnya menjerit.

Ia mencoba mendorong dada bidang Ka el dengan kedua tangannya, tapi sia-sia. Tubuh pria itu terasa keras seperti baja. Sekeras batu karang yang tidak bisa digoyahkan. Ia mencoba memalingkan wajah, tapi tangan Ka el yang menopang tengkuknya terlalu kuat, memaksanya tetap berada di posisi itu.

Luna ria merasa terperangkap. Udara di paru-parunya mulai habis. Kepalanya pening. Dan yang paling membuatnya kesal adalah... pria ini benar-benar menikmatinya! Ia bisa merasakan senyuman tipis di bibir Ka el saat menciumnya!

Dasar mesum! Dasar gila!

Rasa malunya sudah memuncak, tapi rasa marahnya jauh lebih besar. Ia adalah Luna! Gadis yang tangguh! Ia tidak akan membiarkan dirinya diperlakukan seperti boneka mainan di depan umum!

Dengan amarah yang meledak-ledak, Luna ria mengambil keputusan nekat.

GLEKK!

Dengan sekuat tenaga, ia menggigit bibir bawah Ka el!

Bukan gigitan main-main, tapi gigitan yang cukup keras hingga membuat kulit pecah dan terasa perih.

"NG..GH!!"

Ka el mendengus kesakitan, refleksnya melemahkan cengkeramannya sedikit longgar karena kaget. Ia melepaskan ciuman itu dan mendongak sedikit.

Di bibir tampan Ka el, terlihat goresan kecil dan setetes darah merah segar mulai menetes.

Ia menatap Luna ria dengan mata yang menyala, campuran antara kaget dan amarah yang mulai membara.

"Kau—"

Belum sempat Ka el menyelesaikan kalimatnya, atau bahkan belum sempat ia memproses rasa sakit itu, Luna ria yang sudah dikuasai emosi mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

PLAAAKKK!!!

Suara tamparan itu terdengar sangat keras, nyaring, dan memekakkan telinga. Suaranya bahkan terdengar sampai ke lantai dua!

Tangan Luna ria mendarat dengan sangat keras dan telak di pipi kanan Ka el drago mir!

Bogeman mentah! Tanpa ampun!

Kepala Ka el terlempar ke samping karena kekuatan tamparan itu.

Seluruh ruangan...

DEAD SILENT.

Kematian total.

Bahkan para musisi berhenti memainkan alat musik mereka seketika. Suara itu begitu keras hingga membuat bulu kuduk semua orang meremang ketakutan.

Raja Alva di lantai dua sampai melangkah maju, tangannya mencengkeram pagar balkon erat-erat. "Gila... gadis itu gila... dia menampar Pangeran Mahkota?!"

Ratu Delia menutup matanya kuat-kuat. "Astaga... ini bencana besar..."

Di lantai bawah.

Ka el diam. Ia tidak bergerak. Kepalanya masih menoleh ke kiri akibat tamparan itu.

Di pipinya yang pucat, terlihat jelas bekas merah menyala berbentuk telapak tangan yang sangat jelas.

Suasana menjadi mencekam. Aura membunuh yang tadinya hilang seketika kembali muncul, bahkan kali ini sepuluh kali lipat lebih pekat dan lebih mengerikan daripada sebelumnya. Udara di ruangan itu terasa begitu berat hingga membuat orang-orang sulit bernapas.

Semua orang berpikir hal yang sama: Gadis itu mati. Dia pasti akan mati sekarang. Pangeran akan membunuhnya dengan cara yang paling menyakitkan.

Lord Valde mar dan Lady Seraphina sudah pucat pasi, wajah mereka seperti mayat hidup. Mereka ingin pingsan saat itu juga.

"Seharusnya kita tidak membawanya kembali sebagai pengganti Lea ria. " Ucap ayahnya yang menyesal.

"Kamu benar suamiku, lebih baik kita minta pembatalan tanpa menyuruh gadis gila itu membawa masalah untuk keluarga kita. "

Mereka berdua merasa cemas, mereka merasa keluarga Star born akan tamat di tangan Luna ria.

Luna ria sendiri juga terkejut dengan kekuatan tangannya sendiri. Tangannya terasa perih dan berdenyut, tapi ia tidak mundur. Ia berdiri tegak, dada nya naik turun karena napas yang memburu, matanya menatap tajam ke punggung Ka el, siap untuk bertarung sampai mati jika perlu.

Apa yang sudah kulakukan? batin Luna ria panik tapi ia mencoba terlihat tangguh. Sudah terlanjur! Kalau mau bunuh aku, ayo! Aku tidak takut!

Perlahan, sangat perlahan, Ka el memutar kepalanya kembali menghadap Luna ria.

Matanya yang merah menyala kini terlihat sangat gelap, sangat mengerikan. Tidak ada senyum lagi di wajahnya. Hanya ada ekspresi dingin yang mematikan. Ia mengusap setetes darah di bibirnya dengan ibu jari, lalu menatap noda darah itu dengan tatapan aneh.

Lalu, ia mendongak menatap Luna ria.

"Kau..." suara Ka el terdengar rendah, serak, dan bergetar. "Kau baru saja menamparku?"

Luna ria menelan ludah, tapi suaranya tetap lantang meski sedikit gemetar.

"SIALAN! KAU KIRA AKU WANITA APA AN, CIUM SEMBARANGAN DIDEPAN UMUM?!" teriak Luna ria dengan suara lantang yang menggema di seluruh aula. "KAU TIDAK PUNYA MALU SAMA SEKALI?! DASAR PRIA MESUM!"

Kata-kata Luna ria meluncur begitu saja tanpa filter.

Semua orang menahan napas. Gila... benar-benar wanita gila... dia berteriak pada Pangeran?!

Ka el menatap wajah gadis itu lekat-lekat. Ia melihat mata biru pekat itu yang berapi-api, melihat dada yang naik turun karena marah, dan melihat ekspresi berani yang tidak pernah ia temukan pada wanita lain.

Alih-alih semakin marah, sudut bibir Ka el justru perlahan tersenyum yang mematikan.

Lord Valde mar melihat bahaya, di maju kedepan Ka el dan berlutut meminta ampun.

Dan disusul dengan istrinya, mereka bersama berlutut didepan Ka el.

"Maafkan putri kami pangeran! " Seru mereka bersama.

Tapi ucapan mereka seperti tidak didengar Ka el, Valde mar melihat itu segera berdiri dan menampar balik Luna ria dengan keras didepan Ka el.

Plak!

"Dasar anak tak tahu diri, CEPAT MINTA MAAF PADA PANGERAN! " Bentak Valde mar.

Luna ria mememiringkan wajahnya dan menahan emosinya.

Orang tua gila, beraninya menamparku didepan umum!, batin Luna sambil memegang pipinya yang kena tamparan.

Tatapan Luna ria dengan tajam tertuju pada Valde mar, dan dirinya ingin membalasnya.

Tiba-tiba saja tubuh Valde mar terlempar oleh serangan Ka el yang membuatnya terlempar.

1
Frida
kerennnnnnn
Frida
sukaaaaaa.... deg2 an bacanya seruuuuu, belum lagi ditambah adegan romantis 17 thn ke atas...lemgkap sudah...😍😍😍😍
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!