NovelToon NovelToon
Talak Tiga Di Malam Pertama

Talak Tiga Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Salwa Azzahra, gadis berusia 22 tahun, menikah dengan orang yang sangat dia cintai , dan berharap Salwa bisa keluar dari rumah yang membuathya terluka . namun harapannya hancur seketika di malam pertama pernikahan .

Baru saja akad dilaksanakan, Yogie, suaminya, langsung menjatuhkan talak tiga tepat di malam itu juga, tanpa penjelasan yang masuk akal. Ia mengembalikan Salwa ke rumah orang tuanya seolah gadis itu barang yang tidak berguna. Salwa hancur, merasa harga dirinya diinjak-injak, dan kini harus menanggung malu serta fitnah masyarakat yang menuduhnya bersalah hingga diceraikan secepat itu.

Di balik sikap dingin Yogie, ternyata ada rahasia besar dan alasan tersembunyi yang membuatnya terpaksa melakukan hal menyakitkan itu, meski sebenarnya ia menyimpan rasa peduli. Takdir mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian, saat luka keduanya belum sembuh , apakah Salwa akan kembali pada Yogie?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Bu Ratna terguncang hebat oleh teriakan itu. Ia mengusap air matanya dengan kasar, menatap suaminya itu dengan pandangan yang sudah berubah. Rasa takutnya perlahan berubah menjadi rasa benci, rasa sakit hati, dan kemarahan yang juga tidak kalah besarnya. Selama bertahun-tahun ia menahan segalanya, selama bertahun-tahun ia hidup menutupi kebohongan, selama bertahun-tahun ia menelan kepahitan hidup bersamanya... dan malam ini, saat hatinya sedang hancur lebur, saat ia sedang terluka parah, bukannya mendapat dukungan atau setidaknya sedikit rasa iba, yang ia dapatkan hanyalah makian dan kemarahan.

"Apa yang aku lakukan?!" bentak Bu Ratna balik, suaranya melengking tinggi, membalas kemarahan suaminya. Ia tidak lagi peduli sopan santun, tidak lagi peduli status, tidak lagi peduli apa pun. Topeng kesabaran dan kepatuhannya akhirnya roboh sepenuhnya malam ini. "Apa salahku, hah?! Aku yang salah?! Kau yang tadi diam saja seperti patung! Kau yang membiarkan aku dipermalukan, kau yang membiarkan Ardiansyah menghinaku habis-habisan di depan semua orang! Dan sekarang kau malah menyalahkan ku?!"

Pak Joko tertawa sinis, tawa yang kasar dan penuh penghinaan. Ia melangkah selangkah mendekat, menatap wajah istrinya itu dengan jijik.

"Memang kau pantas dipermalukan! Kau pikir Ardiansyah tadi salah bicara?! Semua yang dia katakan itu benar adanya! Kau wanita tidak tahu diri, Ratna! Kau wanita yang tidak punya harga diri! Kau buang dia dulu demi aku, dan sekarang saat dia sudah sukses, kau malah menatapnya dengan tatapan meminta kasih sayang! Kau pikir siapa kau di matanya?! Kau sampah, Ratna! Sampah yang dia buang bertahun-tahun lalu, dan sekarang kau malah datang lagi mengganggu dan membuat kami semua jadi bahan tertawaan!"

Kata-kata itu menusuk tepat ke jantung Bu Ratna. Ia merasa dikhianati, merasa disakiti oleh orang yang seharusnya menjadi pendamping hidupnya. Ia menatap Pak Joko dengan pandangan yang penuh kepahitan, pandangan yang seolah baru menyadari siapa laki-laki yang sudah bertahun-tahun bersamanya itu.

"Kau berani bicara begitu padaku?!" ucap Bu Ratna bergetar, campuran antara tangis dan amarah. "Kau berani menyalahkan ku?! Coba kau ingat kembali, Pak Joko! Coba kau ingat siapa yang dulu meracuni pikiranku?! Siapa yang dulu datang kepadaku, memutarbalikkan fakta, memfitnah Ardiansyah sebagai laki-laki jahat, pemboros, dan tidak bertanggung jawab?! Siapa yang dulu berjanji akan memberikan hidup mewah, kemewahan, kebahagiaan, dan segalanya kalau aku mau meninggalkan dia?! Itu kau! Semua itu kau yang lakukan!"

Bu Ratna maju selangkah, menunjuk dada suaminya dengan jari gemetar, matanya menyala penuh api kebencian yang lama terpendam.

"Dulu kau bilang Ardiansyah tidak punya apa-apa! Dulu kau bilang Ardiansyah tidak akan pernah sukses! Dulu kau bilang kaulah yang paling hebat, kaulah yang akan membuatku jadi ratu! Dan apa kenyataannya sekarang, hah?!" teriak Bu Ratna histeris. "Lihatlah kami sekarang! Kau bilang kau hebat, kau bilang kau kaya... tapi apa yang kau punya?! Hanya pabrik kecil yang nyaris bangkrut kalau tidak aku atur! Kau bilang kau sukses... tapi lihat Ardiansyah! Lihat apa yang dia punya sekarang! Semua yang dia punya dulunya seharusnya menjadi milikku! Seharusnya menjadi milikku kalau saja aku tidak buta, kalau saja aku tidak percaya pada kebohonganmu yang busuk itu!"

Hati Bu Ratna yang sudah hancur kini mengeluarkan segala kepahitan yang selama ini tertimbun rapat. Ia mengungkit kembali semua kesalahan masa lalu, semua kebohongan Pak Joko, dan penyesalan terbesarnya: keputusan memilih laki-laki di hadapannya ini dan membuang Ardiansyah.

"Aku menderita, Joko! Aku menderita bertahun-tahun hidup bersamamu! Hidup penuh kebohongan, hidup penuh ketakutan, hidup harus berpura-pura kaya padahal aslinya kita cuma penipu! Aku membuang kebahagiaanku, membuang anakku sendiri, membuang masa depanku... semua itu demi janji-janjimu! Dan sekarang lihat aku! Aku jadi apa?! Aku jadi bahan tertawaan semua orang! Aku jadi wanita paling hina di mata Ardiansyah, di mata anakku sendiri! Dan semua ini... semua ini salahmu! Salahmu sepenuhnya karena kau membuatku memilihmu!"

Pak Joko mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut istrinya itu dengan wajah yang semakin berubah warna. Awalnya merah karena marah, kini berubah menjadi pucat lalu kembali merah padam karena rasa malu dan rasa bersalah yang dibalut dengan kemarahan yang buta. Kata-kata Ratna menyadarkannya akan fakta pahit itu, menyadarkannya bahwa dialah dalang dari semua kesengsaraan ini, dialah yang merampas kebahagiaan wanita itu, dan dialah yang menipu agar ia mau bersamanya.

Namun, alih-alih merasa bersalah atau menyesal, ego dan kesombongan Pak Joko justru semakin tersinggung hebat. Ia tidak terima disalahkan, tidak terima kejahatannya diungkit, dan tidak terima dibanding-bandingkan dengan Ardiansyah yang kini jauh lebih hebat darinya.

"Kau bilang salahku?!" teriak Pak Joko dengan suara parau karena menahan emosi yang meledak-ledak. "Kau berani bilang semua ini salahku?! Kau yang bodoh, Ratna ! Kau yang mata duitan! Kau yang mudah tergoda kemewahan! Kau yang dulu dengan senang hati meninggalkan dia begitu saja saat aku menjanjikan harta! Jangan kau balikkan fakta! Kau yang memilih! Kau yang serakah! Dan kalau kau menderita, kalau kau menyesal... itu adalah hukuman pantas untukmu! Kau pantas menderita! Kau wanita sial yang membawa sial bagiku! Sejak awal kita bersatu, tidak ada satu pun rencanaku yang berjalan mulus! Semua gara-gara kau!"

Pak Joko semakin geram. Ia merasa darahnya mendidih hebat. Di kepalanya, wanita di hadapannya ini adalah sumber segala masalah. Wanita ini yang membuatnya terlibat dalam kebohongan masa lalu, wanita ini yang membiarkan anaknya (Salwa) hidup dan akhirnya kembali datang menuntut balas, dan wanita ini yang tadi mempermalukannya di depan umum.

"Dan kau masih berani mengungkit Ardiansyah di depanku?! Kau masih berani membandingkan aku dengan dia?! Kau masih berani menyesali pilihanmu?! Dasar wanita tidak tahu diri! Seharusnya kau bersyukur aku masih mau memeliharamu sampai sekarang! Seharusnya kau sadar posisimu di mana! Kau pikir kalau kau meratapi dia, dia akan kembali padamu?! Lihat dirimu, Ratna! Kau sudah tua, kau sudah jelek, kau sudah hancur! Dia punya wanita jauh lebih cantik, jauh lebih baik, jauh lebih berharga darimu! Wanita yang tidak pernah membuang dia saat dia susah! Berhenti bermimpi bodoh! Kau tidak akan pernah ada apa-apanya lagi baginya! Kau hanya sampah baginya, dan kau hanya beban bagiku!"

Kata-kata tajam dan menyakitkan itu meluncur deras dari mulut Pak Joko, tanpa ia pedulikan betapa dalam luka yang ia torehkan di hati istrinya. Bagi Pak Joko, kemarahan sudah menguasai seluruh akal sehatnya. Ia merasa dihina, disalahkan, dan dipermalukan.

Bu Ratna berdiri kaku, matanya melotot menatap suaminya. Rasa sakit hatinya sudah melampaui batas. Ia merasa hancur sepenuhnya. Di satu sisi ia dibenci dan dipermalukan oleh mantan suaminya, di sisi lain ia dihina dan dimaki habis-habisan oleh suaminya sendiri. Ia merasa tidak ada tempat baginya di dunia ini, tidak ada yang mengasihani dirinya, semua orang hanya melihatnya sebagai wanita jahat, wanita serakah, wanita pembuang anak. Dan laki-laki yang ia pilih bertahun-tahun lalu, laki-laki yang ia korbankan segalanya demi dirinya... justru yang paling kejam menyakiti hatinya.

Bersambung,,,,

1
🌿🌺WINA🌸🌿
2minggu lagi balas dendam akan segera dimulai, Ratna joko adik tiri salwa dan Yogi pratama...
🌿🌺WINA🌸🌿
kasian ayahmu dimasa tuanya pasti butuh seorang pendamping hidup, restuilah ayahnya dan tante bunga menikah...
🌿🌺WINA🌸🌿
Saatnya tiba salwa muncul dipesta, mereka jahat sama kamu akan hadiiiir, saatnya pelan-pelan balas dendam dimulai...
🌿🌺WINA🌸🌿
Pada saat itu tunjukan diri salwa bukan lemah lagi, salwa yg kuat tidak mudah dihina/ditindas...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa belajarlah dari tante bunga jadi perempuan yg kuat dan tangguh, balas rasa sakit hatimu sama mereka telah mengusir...
🌿🌺WINA🌸🌿
Dasar joko sangat jahat dan licik sekali, mempermalukan salwa emang ulah joko supaya salwa hancur...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa dapat merasakan pelukan seorang ayah, salwa sangat merindukan figur seorang ayah kini dihadapannya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Jadilah salwa yg kuat tidak mudah tindas/hina, balas dendam orang-orang telah menyakitimu salwa....
Dian Fitriana
up lg
🌿🌺WINA🌸🌿
ayah tirimu seorang penipu salsa, ibu kena tipu...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa telah menemukan tempat tinggal yg baru, tekad balas dendam membara...
Salwa menjadi kuat dan tanggung akan balas dendam yg menyakitinya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Salwa ditolong sama pria misterius, ada rasa takut salwa takut pria itu jahat...
tenang salwa semoga pria itu tidak jahat dan baik...
🌿🌺WINA🌸🌿
kasian salwa pergi tanpa arah, salwa penuh kebencian sama ibu dan ayah tirinya tega sekali mengusirnya...

salwa disebut anak pembawa sial , sabar salwa
🌿🌺WINA🌸🌿
Yogie tidak akan bisa kembali lagi sama salwa karena dah metalak 3 salwa, katanya demi keselamatan salwa gak gitu caranya yogi sampai talak 3 salwa...

salwa merasa kecewa dan sakit hatinya diperlakukan seperti itu, Yogi cari cara lain seharusnya...
🌿🌺WINA🌸🌿
Malang banget nasibmu salwa, dimalam pertama langsung ditalak 3 sama suaminya...alasan yogi demi melindungi salwa tapi sangat kejam dan tega langsung ditalak alasan salwa tidak suci...

pergi yg jauh salwa Yogi masih akan menyesal nantinya dan merasa bersalah....
Emily
CK narasi nya lebay bahkan di ulang ulang dan berulang ulang
Emily
heleh..ujung ujungnya balikan setelah si cewe nikah an bercerai
Safarniaty
👍seruu
Alit Liet
ceritanya bagus tidak berbelit2
Alit Liet
bab 23 nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!