NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.Harga Diri Seorang Istri

Ryu menarik napas dalam sebelum akhirnya melanjutkan kata-katanya.

"Sekarang kita sudah sama-sama dewasa. Dan kita terpisah selama puluhan tahun. Aku gak tahu apa kamu masih ingin melanjutkan pernikahan ini atau tidak."

Nyonya Hanifah tak menyela. Ia mendengar apa yang akan dikatakan Ryu dan menunggu tanggapan Seroja.

"Aku juga tidak ingat soal pernikahan ini. Mungkin karena aku waktu itu masih kecil," kata Seroja akhirnya. Lalu ia menatap Ryu. "Tapi kamu waktu itu lebih besar dariku. Aku rasa, kamu gak mungkin lupa kalau kita sudah menikah."

Ryu tersenyum pahit.

"Ryu mengalami kecelakaan saat usianya sembilan tahun. Tepat setahun setelah kalian menikah," jelas Nyonya Hanifah.

Wanita yang masih terlihat segar meski usianya sudah lanjut itu menatap ke depan, seolah sedang mengingat masa lalu.

"Waktu itu libur sekolah. Ryu dan kedua orang tuanya ingin mengunjungimu," lanjut Nyonya Hanifah. "Tapi sayang... dalam perjalanan mereka mengalami kecelakaan. Ayah Ryu meninggal sehari setelah dirawat di rumah sakit."

Ryu memejamkan matanya menahan sakit yang tiba-tiba menyerang kepalanya. Rahangnya menegang, tangannya terkepal erat.

Nyonya Hanifah melihatnya. Meski demikian, ia tetap melanjutkan, "Ibu Ryu kondisinya tidak separah ayahnya. Tapi semangat hidupnya menurun saat tahu suaminya meninggal. Dan seminggu kemudian... ia menyusul."

Seroja menggenggam tangan keriput itu hangat. Ia mengerti perasaan wanita disampingnya ini.

"Ryu sendiri..." Nyonya Hanifah berusaha menyelesaikan ceritanya meski dadanya terasa sesak. "dia divonis mengalami amnesia retrograde. Kehilangan memori masa lalunya."

Nyonya Hanifah menatap Ryu yang wajahnya sedikit pucat. "Kepalanya langsung sakit jika dipaksa mengingat masa lalu. Bahkan saat tak sengaja disinggung pun kepalanya kembali sakit."

Seroja ikut menatapnya. Ia bisa melihatnya, Ryu menahan rasa sakit.

"Maaf, aku tidak tahu," ujar Seroja lirih.

Sejenak, waktu berlalu tanpa suara. Nyonya Hanifah berusaha menenangkan hatinya setelah membuka luka lama yang sebenarnya ingin ia tutup selamanya.

Ryu masih berusaha merilekskan tubuhnya yang sempat tegang karena sakit di kepalanya.

"Jadi..." kata Ryu akhirnya, setelah sakit di kepalanya perlahan mereda. "apa kamu masih mau melanjutkan pernikahan ini?" tanyanya.

"Dilanjutkan atau tidak, tak masalah bagiku," jawab Seroja tenang. Lalu ia menatap Ryu lurus. "Tapi... bagaimana denganmu?"

Nyonya Hanifah ikut menatap Ryu. Tongkat di tangannya ia pegang lebih kuat dari seharusnya.

Ryu menarik napas dalam sebelum akhirnya menjawab. "Jujur, aku sudah mencintai wanita lain."

Seroja tersenyum samar. Ia sudah menduganya. Tidak mungkin pria tampan dan mapan seperti Ryu masih sendiri.

"Namanya Clara," lanjut Ryu. "Kami sudah menjalin hubungan selama lima tahun. Dia bekerja sebagai analis investasi," beber Ryu dengan nada bangga yang sulit disembunyikan. "Dia berada di dunia yang sama denganku."

Nyonya Hanifah menatap Ryu tajam. Jelas ia tidak suka mendengar perkataan cucunya itu.

Seroja tersenyum, tapi tak sampai ke mata. Kalimat terakhir Ryu seolah ingin menegaskan padanya bahwa dunia mereka berbeda.

Dan ia bisa merasakannya. Dibanding dirinya, Ryu lebih menghargai wanita yang bernama Clara itu. Dan entah kenapa, harga dirinya merasa terusik.

"Jadi," ucapnya akhirnya. "kau ingin membatalkan pernikahan ini?" tanyanya tenang, meski dadanya terasa sesak.

Ryu tak langsung menjawab. Ia menatap Seroja lebih lama dari seharusnya. Namun ia tak bisa membaca wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.

"Aku butuh jawaban," tegas Seroja karena Ryu tak kunjung menjawab.

Ryu membuka mulut, tapi tak ada suara yang keluar. Keputusan yang sebelumnya terasa mudah, mendadak terasa berat.

Nyonya Hanifah mencengkram tongkatnya kuat. Garis rahangnya yang keriput memegang.

Seroja tersenyum. Tapi tak ada bahagia yang tersirat di sorot matanya.

"Aku tidak ingin memaksa orang yang tidak menginginkanku tinggal di sisiku," ucap Seroja tegas. "Jika kau tak ingin melanjutkan pernikahan ini, katakan dari sekarang. Ceraikan aku."

Suara Seroja tetap lembut, nadanya terkontrol. Tapi justru itu yang membuatnya terasa menghantam.

"Tapi jika kau ingin melanjutkan pernikahan ini," lanjut Seroja masih dengan nada yang sama. "Putuskan Clara."

Suaranya turun lebih rendah. "Karena aku tidak mentolerir perselingkuhan dalam rumah tanggaku."

Setiap kata yang diucapkan Seroja terasa menghantam jantung Ryu lebih keras dari pukulan apapun.

Dan Nyonya Hanifah?

Bibir wanita tua itu bergerak samar. Ia menatap cucu menantunya dengan tatapan kagum.

"Tidak kusangka," batinnya. "gadis yang terlihat lembut ini begitu tegas." Ia beralih menatap Ryu. "Kau akan menyesal jika melepaskan wanita seperti Seroja."

Ryu tertunduk. Garis rahangnya mengeras. Ia tak menyangka gadis yang lembut itu punya sisi setegas ini. Sekarang ia merasa seperti berdiri di persimpangan.

Kata-kata neneknya kembali terngiang di kepalanya.

"Jika kamu ingin menceraikan istrimu, keluar dari rumah ini dan jangan bawa apa pun."

Ryu memejamkan matanya sesaat, lalu membukanya.

"Aku memutuskan..." Ia menarik napas dalam, seolah meyakinkan dirinya sendiri kalau keputusannya kali ini sudah benar.

Napas Seroja tertahan. Tapi ia sudah menyiapkan diri apapun jawabannya.

Ia sudah siap jika diceraikan. Meski harus menanggung malu jika orang-orang di desanya tahu ia dijemput suaminya hanya untuk diceraikan.

 

...🔸🔸🔸...

...“Cinta mungkin tak bisa dipaksa. Tapi harga diri tetap harus dijaga.”...

...“Ia tidak meminta untuk dicintai. Tapi ia juga tidak akan tinggal di hati yang masih dihuni wanita lain.”...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
mery harwati
Jordi tolong terima kopi online ku ya, biar otakmu tetep waras disaat bosmu mulai oleng gegara Seroja 🤣💪
mery harwati
Jadi inget sama Vexia & Rayno dalam novel Istriku Badas 🤣
Hampir mirip kisahnya, istri yang disembunyikan tapi bikin penasaran suami dengan segala tindakannya
Apakah Seroja masih ponakan Vexia ya 🤭😃
Anonim
Perbincangan pagi di meja makan - lutut Nenek rasanya tidak terlalu sakit lagi. Terima kasih untuk Seroja dari Nenek yang telah diterapi.

Seroja mau lanjut kuliah, Nenek senang mendengarnya - antusias mendukung Seroja kuliah lagi.

Ryu menawari Seroja pakai mobilnya, disuruh pilih yang Seroja suka. Setelah bertanya Seroja apa bisa bawa mobil.

Seroja malah pilih naik motor. Padahal motor Ryu motor sport wkwkwk.

Ryu mendengar Seroja mau pakai motor sport miliknya sampai hampir tersedak buburnya.

Yang ngajarin Seroja naik motor sport Tony. Nah lho - Ryu cemburu tuh 😄
Siti Jumiati
penasaran kelanjutannya...
lanjut kak nana... 💪🙏
Siti Jumiati
lanjut kak... 🙏
Anonim
Paginya Seroja merasa gulingnya berbeda. Gulingnya terasa lebih keras dan wangi gulingnya tidak seperti wangi gulingnya.

Lucu juga nih Seroja. Meraba tubuh Ryu dari atas ke bawah - yang dikira gulingnya dan mengendus aromanya pula 😄.

Kebayang bagaimana Ryu menegang ketika diraba tubuhnya dan diendus Seroja wkwkwk.

Ryu turun ranjang menuju kamar mandi, repot menjinakkan ularnya yang menegang tuh.
Anonim
Ryu dan Seroja tidur seranjang.

Kebiasaan Ryu tidur bertelanjang dada. Seroja tertegun sejenak melihatnya. Jantungnya mulai tak karuan.

Dalam hati dua insan yang sudah sah sebagai pasabgan suami istri berbeda.

Dalam hati Seroja - apa Ryu bakal minta haknya sebagai suami.

Dalam hati Ryu yang ditanya kenapa tidak pakai baju - apa tubuhku gak bagus. Kenapa dia tidak terpesona sama sekali.

Perbincangan mengalir - mereka mulai tidur.
Dew666
💃💃💃
Anitha Ramto
Ryuh mulai Protektif suruh nyelidiki Seroja,,
Dek Sri
lanjut
Hanima
Kerennn Seroja👍
partini
aku kira di ryu menunggu Seroja pergi dengan motor sport nya, semoga pas pulang nanti side by side pas di lampu merah brrummmm
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Baru-nya ya Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wahhh Bahaya nih! bisa berantem nih nanti mereka! 😁😁😁🙏
Diana Dwiari
ahirrrr cemburu ya ryu
Fadillah Ahmad
Widih... Badas juga nih zcewek? Kaywk Vexia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Lah, emangnya kamu bisa memakai Motor Sport Seroja? 😁😁😁 Kok, aku ragu, ya? Kamu itu nggk sama Kaysk Vexia! beda jauh tau! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
"Pilih saja yang kamu suka" 😂😂😂 Iya deh.. Si paling Kaya! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Istri yang perhatian 😂😂😂

Bagus Seroja... Lanjutkan lah lagi kuliahmu itu! Sayang loh, kslau nggk di lanjutkan!:😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sama-sama nenek! 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!