NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Suasana di puncak Menara Sihir Barat berubah mencekam. Eros berdiri dengan tenang di hadapan Hyal, sang Penyihir Agung yang baru saja dilantik sebagai Ketua Menara. Segala mantra pelindung dan segel sihir yang menghalangi pintu masuk ruangan itu hancur berantakan, dihalau oleh Eros tanpa usaha berarti.

"Haha, ternyata Sang Naga Air yang dulu memohon untuk menemani adiknya bereinkarnasi agar adiknya tidak kesepian adalah kau, Hyal," ucap Eros dengan nada meremehkan yang amat dingin.

Langkah kaki Eros terdengar bergaung di lantai marmer yang mengilap. "Aku masih teringat jelas saat persidangan Dewa di menara langit. Kalian, para naga penyeimbang, melihat rekan kalian—Naga Cahaya dan Naga Es—dieksekusi dengan dijatuhi hukuman dari tiga dewa. Dan... Naga Es yang kau biarkan menderita itu adalah kekasihku saat ini, Hyal."

Dengan gerakan lambat yang sengaja memprovokasi, Eros berjalan mendekati meja kerja besar milik Ketua Menara. Hanya dengan satu sentuhan ujung jarinya, gelombang energi kasat mata menghantam meja, menjatuhkan dan meremukkan segala benda berharga, tumpukan dokumen, serta artefak sihir di atasnya hingga berserakan di lantai.

"Sebelum aku menghancurkan Alucas—si Naga Cahaya sialan itu—aku akan menghancurkanmu terlebih dahulu," desis Eros, matanya berkilat merah berbahaya. "Kau... dengan jahatnya menggunakan kekuatan Astraia untuk membelenggu Krystal. Apa mungkin sebenarnya kau membencinya sejak awal dan ingin melihat penderitaannya?"

Mendengar nama Astraia disebut, napas Hyal seketika tercekat. Sepasang matanya yang biru membelalak, dipenuhi rasa terkejut yang luar biasa. Seluruh tubuhnya menegang kaku di balik jubah kebesarannya. Pena bulu yang dipegangnya patah menjadi dua.

"A-apa yang kau katakan?" suara Hyal tercekat di tenggorokan, runtuh sudah topeng datar yang biasa ia tunjukkan pada dunia. "Astraia... membelenggunya? Penderitaan?!"

Hyal melangkah maju, mencengkeram tepi mejanya yang telah kosong dengan tangan yang gemetar hebat. "Astraia adalah Dewi Harapan! Dia adalah kekasihku sejak sebelum aku bereinkarnasi hingga detik ini! Aku meminjam secercah kekuatan sucinya semata-mata untuk melindunginya! Aku menaruh berkat harapan Astraia di dalam jiwa Krysta sejak usianya tiga tahun untuk mematahkan kutukan Dewa Ingatan agar dia tidak menderita mengingat kehidupan-kehidupannya yang lalu."

Air mata kemarahan dan kepanikan mulai menggenang di sudut mata Hyal. Jiwa naganya bergolak hebat, menolak kenyataan yang baru saja ia dengar.

"Aku juga melakukannya agar ibuku dan para tetua menara tidak bisa mendeteksi bakat sihirnya, sehingga dia bisa hidup tenang sebagai manusia biasa di istana ini!" teriak Hyal, suaranya parau dan bergetar hebat karena frustrasi. "Setiap kali aku berada di dekatnya, aku hanya ingin memastikan berkat itu melindunginya dengan sempurna! Bagaimana bisa... bagaimana bisa kekuatan dari kekasihku sendiri justru menyiksanya?!"

Eros menatap kehancuran emosi di wajah Hyal tanpa rasa iba sedikit pun. "Karena kau bodoh, Hyal. Berkat dari seorang Dewi Harapan adalah racun murni bagi jiwa Naga Es yang telah dikutuk oleh para Dewa. Energi suci Astraia yang kau tanamkan terus-menerus menolak eksistensi kutukan itu sendiri dari dalam jiwanya. Setiap kali kau mendekatinya dengan sisa-sisa ikatan sihir kekasihmu, berkat Astraia itu beresonansi dan memicu penolakan alami di dalam tubuh manusianya, hingga ia harus menahan rasa sakit yang membakar tulang setiap malam jika bertemu dengamu."

Hyal melangkah mundur hingga tubuhnya membentur kursi kebesarannya. Wajahnya pucat pasi, bagai kehilangan seluruh darahnya. Kenyataan bahwa niatnya untuk melindungi sang adik dengan kekuatan wanita yang dicintainya justru menjadi sumber penderitaan terbesar bagi Krystal selama belasan tahun ini benar-benar menghancurkan kewarasannya.

"Tidak... tidak mungkin..." gumam Hyal, menatap kedua tangannya sendiri dengan pandangan penuh rasa penyesalan yang mendalam. "Aku... akulah yang selama ini membunuhnya secara perlahan?"

"Ah, karena kau bereaksi seperti itu... Nikmatilah penderitaanmu mulai detik ini. Dan... apa kau tau aku ini siapa?" Eros seketika merubah wujudnya menjadi sosok Dewa Agung dengan tubuh yang lebih besar dan kokoh, rambut hitam yang panjang mengalir dan mata hitam yang pekat, seolah-olah akan menelan cahaya. "Aku adalah Dewa Nafsu... Salah satu dari Tujuh Dewa Agung... Kau tau betul bahwa kekuatan Naga penyeimbang tidak ada apa-apanya bagiku. Aku hanya akan memberimu peringatan, karena aku tak mau membuat Rys menangis sedih dengan kematianmu."

Sebelum Eros menghilang, ia menekankan. "Jika kau tidak membereskan Astraia dengan segera. Aku akan melenyapkan Dewi rendahan itu."—*Wuuuush*— pusaran hitam menelan Eros dan menghilang.

Hyal jatuh berlutut, seluruh persendiannya mendadak lemas. Tekanan kuat dari aura kegelapan yang ditinggalkan Eros masih terasa membakar udara di puncak menara sihir itu.

Air mata penyesalan menetes ke lantai marmer yang kini telah retak. Kata-kata Dewa Nafsu itu terus bergaung di kepalanya bagai lonceng kematian. Niat tulusnya untuk menjaga Krystal dengan meminjam kekuatan suci kekasihnya, Astraia, ternyata adalah kesalahan fatal yang menyiksa sang adik selama belasan tahun. Kini, tidak hanya jiwa Krystal yang terancam hancur, namun nyawa Astraia—Dewi Harapan yang teramat dicintainya—juga berada di ujung tanduk di tangan salah satu dari Tujuh Dewa Agung.

"Astraia... Krystal..." gumam Hyal, suaranya parau penuh keputusasaan. Tangannya mencengkeram jubah kebesarannya dengan erat. Ia tidak punya pilihan lain. Ia harus menemukan cara untuk menarik kembali berkat itu dari jiwa Krystal tanpa memicu kecurigaan para Dewa langit lainnya, sebelum Eros benar-benar menepati ancamannya untuk melenyapkan Astraia.

...----------------...

Sementara itu, di Istana Aquamarine, pusaran hitam tipis muncul di sudut rumah kaca bawah tanah. Eros kembali dengan wujud manusianya yang biasa, wajahnya kembali datar seolah ia baru saja menyelesaikan jalan-jalan sore yang santai.

Ketika pusaran hitam terurai sepenuhnya, Eros melangkah kembali ke dalam rumah kaca bawah tanah. Langkahnya terhenti. Amarah murni yang baru saja ia tumpahkan di puncak Menara Sihir Barat mendadak menguap, digantikan oleh pemandangan yang membuat jantung Dewa Nafsu itu berdegup di luar kendali.

Di tengah kolam melingkar, Krystal rupanya telah tertidur lelap. Tubuhnya bersandar nyaman di tepian marmer kolam, terendam dalam dekap hangat air yang mengepulkan uap tipis. Beberapa peri kecil berterbangan rendah di sekelilingnya, sesekali mendarat di permukaan air untuk memercikkan pendar emas redup, menjaga agar Krystal tetap tenang. Kulit Krystal yang biasanya pucat kini tampak merona segar akibat suhu air hangat.

Tepat pada saat itu, terdengar langkah kaki ringan menuruni anak tangga menara. Mira muncul dengan membawa sebuah nampan kayu berisi beberapa helai handuk bersih, minyak aromaterapi, dan pakaian ganti yang lebih santai. Ia rupanya sudah bersiap-siap dan berencana untuk ikut berendam, menghabiskan waktu bersantai bersama sahabatnya setelah ketegangan berhari-hari.

Begitu matanya menangkap sosok Eros yang berdiri mematung menatap Krystal yang masih terpejam nyaman, Mira langsung menghentikan langkahnya di anak tangga terakhir. Ia mendelik tajam, memberikan isyarat tegas dengan dahi berkerut dan gerakan tangan yang mengusir.

“*Naik ke atas sekarang*,” gerak bibir Mira tanpa suara, mengusir Eros agar tidak mengganggu wilayah privasi gadis-gadis.

Eros yang biasanya berwajah sedingin es dan tak tersentuh, mendadak salah tingkah. Ingatan tentang kecupan Krystal di pipinya sebelum ia pergi ke Menara Sihir tadi kembali berputar di kepalanya, berpadu dengan pemandangan di depannya saat ini. Semburat merah samar kembali merayap di telinganya.

Tanpa mendebat, Eros yang gugup berbalik dengan kaku, lalu melangkah cepat kembali menaiki tangga menara menuju lantai atas, membiarkan kedua sahabatnya menikmati ketenangan yang sangat layak mereka dapatkan.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!