Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjanji Setia
"Angel, kamu dan anak - anak adalah prioritas utama buat aku sayang."
"Buktikan kalau aku prioritas utama."
Membangun kepercayaan sangat susah, apalagi sudah membuat orang itu kecewa. Aaron merasakan hal itu. Namun tekat utamanya adalah keluarganya. Merebut hati Angel Abraham istrinya. Perempuan yang sejak berumur delapan tahun tumbuh bersamanya yang pada saat itu adalah adik angkatnya.
Aaron bersama keluarga dalam perjalanan menuju ke bandara Soekarno Hatta. Setelah mereka pulang melayat dari makam orangtua mereka, oma dan opa dari Ethan dan Teo. Di mobil Ethan melihat bagaimana kedua anaknya sedang bersanda gurau dengan mami mereka.
Membayangkan untuk jauh dari mereka saja tidak bisa. Aaron yang berusaha bergabung dengan mencoba mencium istrinya. Ethan dan Teo kompak menolak kepalanya. Mereka berdua menutup kepala mami mereka, agar tidak di sentuh oleh papinya. Aaron merasa bahwa anak - anak sedang melindungi mami mereka.
"Ini istri papi loh??"
"Ini mami kami loh papi."
"Besok kalau kalian besar dan menikah, kalian akan bersama istri kalian cinta kalian akan fokus kepada istri kalian."
"Dan kepada mami kami tercinta. I love you more mami."
"Love you more Ethan dan Teo, belahan jiwa mami." Ethan dan Teo langsung mencium bibir mami mereka. Angel melirik ke suaminya Aaron dia tersenyum.
"Boys, please papi cium mami istri papi dong."
Ethan dan Teo memberi jarak buat papinya mencium Angel. Aaron mencium bibir istrinya sangat mesra. Hal ini membuat bibi Asih dan Susternya Ethan dan Teo menutup mata.
"I love you istriku sayang."
"Love you more suamiku, Kamu tahu itu, kenapa aku masih bertahan sampai saat ini. Karena cintaku tulus."
Ethan dan Teo langsung memeluk mami dan papi mereka dan dibalas dengan ciuman mesra dari mami dan papi mereka ke pipi kedua anak anak mereka. Aaron memeluk ketiga orang yang dia cintai ini.
Tiba di bandara ternyata ada Chan di sana. Sedang mencari penerbangan buat Kimberly. Aaron melihat namun dia tidak mau menyapa, tetapi ternyata Kimberly melihat dan memberitahukan Chan.
"Bro, pulang ke Bali saat ini. Hai Angel." Angel membalas dengan senyumannya.
"Iya."
"Tolong gue dong, Kimberly besok harus mengurus proyekku di Bali. penting banget."
Aaron melihat ke arah Angel. Dan Chan mengerti bahwa dia harus meminta ijin kepada Angel. Sedangkan Dion sudah tertunduk. Dia tahu pasti bahwa Aaron akan memberi dia hukuman.
"Oke silahkan."
"Terima kasih Angel."
"Dion, koe ikut ke Bali."
"Siap bos."
Akhirnya Kimberly ikut dalam penerbangan ke Bali menggunakan pesawat jet pribadi punya Benaya Company. Waktu naik pesawat, Aaron mengandeng tangan istrinya. Kimberly hanya melihat dengan sakit hati. Namun dia membutuhkan tumpangan ini. Ini kali pertama Kimberly bisa menikmati pesawat jet pribadi punya Aaron mantan pacarnya yang masih dia cintai.
"Sori Kim, kamu bisa duduk di belakang. Ini kursi suster dan bibi, karena mereka akan membantu menjaga anak - anak."
Kimberly yang mau duduk di deret sebelah berdekatan dengan Aaron di pindahkan oleh Dion. Dan kursi itu di duduki oleh Suster dan Bibi. Yang biasa kursi itu di duduki oleh orangtua Aaron dan Angel. Bibi dan suster akan tetap berada di belakang.
Aaron memperhatikan sabuk pengaman anak - anaknya. Karena pesawat akan berangkat ke Bali. Sementara Kimberly sudah berada di kursi yang biasa di duduki oleh suster dan bibi.
Perjalanan satu jam, sangat membuat Kimberly jengkel. Dia tidak menyangka bahwa Aaron akan memperlakukan dia seperti itu,begitu juga dengan Dion. Sampai di bandara Bali. Mobil yang menjemput keluarga ini sudah berada di depan pesawat. Kimberly yang juga mau naik mobil yang sama di tahan tangannya oleh Dion.
"Sori Kim, kamu bisa ke bagaian kedatangan dan keluar ke depan bandara."
"Dion...."
"Sori, keluarga lebih utama dari pada kamu."
Dalam perjalanan keluar bandara. Angel melihat raut muka Aaron yang cuek dan biasa - biasa saja.
"Kamu tidak kasihan??"
"Yang pentingkan sudah sampai di Bali. Dan ini kampungnya juga."
"Oke."
Mereka sudah sampai di rumah. Jelas ini suasana yang berbeda. Angel langsung ke kamar orangtuanya. Ada kerinduan tersendiri.
"Mami, papi, Angel kangen. Jadi penjaga buat Angel dan anak - anak dari atas ya."
Angel menangis sampai tertidur, memeluk bantal yang masih ada bau dari papi dan maminya. Anak- anak mencari maminya. Aaron mengira, Angel bersama anak - anak.
"Papi kira di kamar kakak dan adek."
"Pak, ibu ada di kamar oma dan opa sudah mau tiga puluh menit."
"Oke, Ethan dan Teo makan sama suster dan bibi ya. Biar papi yang lihat mami."
"Iya pi."
Aaron masuk kamar orangtuanya. Dia melihat istrinya sedang tertidur sambil memeluk bantal dalam kegelapan. Aaron menyalakan lampu. Di lihat wajah sembab istrinya. Dia pun ikut naik di kasur itu. Dipeluk istrinya.
"Sayang ...... I love you."
"Kak, aku kangen mami dan papi."
Aaron memeluk istrinya sangat erat. Kenangan Angel bersama orangtuanya sangat membekas di hati. Aaron tahu, kenapa Angel meminta bibi asih tidak menganti sprei dan sarung bantal di kamar ini. Karena masih ada aroma mami dan papi disini.
"Ada aku disini buat kamu dan anak - anak sayang. Aku janji akan menjadi papi dan mami juga suami buat kamu sayang."
"Jangan nakal lagi ya sayang. Aku ngak sanggup jika kamu mengulangi kesalahan yang sama."
"Maafkan kakak sayang."
"Berjanjilah Aaron. Aku ini wanita lemah, aku hanya pura - pura kuat." Aaron memeluk istrinya sangat erat.