NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tak Diundang di Lantai Empat Puluh

Pagi itu, kantor Aditama Group tidak seperti biasanya. Kabar tentang "Tunangan Rahasia Kenzo Aditama" telah menyebar lebih cepat daripada api yang melahap jerami kering. Di meja resepsionis hingga ruang pantry, semua orang membicarakan gadis asisten yang mendadak naik kasta menjadi calon ratu di gedung ini.

Gadis itu, yang masih memegang gelar asisten pribadi, melangkah masuk ke kantor dengan kepala tegak meski jantungnya berdegup kencang. Ia tahu, setelah pengumuman gila semalam, hari ini akan menjadi medan perang yang sesungguhnya.

"Pagi, Pak Kenzo," sapanya saat memasuki ruangan kerja CEO.

Kenzo sedang berdiri membelakangi pintu, menatap jendela besar yang menampilkan pemandangan kota Jakarta. Pria itu berbalik, matanya tampak sedikit merah, seolah ia tidak tidur semalaman. "Kamu terlambat tiga puluh detik," ucap Kenzo dingin, namun tatapannya tertuju pada leher asistennya yang kini kosong tanpa perhiasan. "Di mana kalung yang aku berikan semalam?"

"Itu hanya properti pesta, Pak. Saya sudah menyimpannya kembali di kotak perhiasan Bapak," jawabnya tenang.

Kenzo melangkah mendekat, auranya begitu mengintimidasi. "Mulai hari ini, apa pun yang aku berikan padamu, tetaplah pakai. Dunia sedang memperhatikanmu. Jangan buat mereka berpikir tunanganku adalah orang yang tidak punya selera."

Baru saja ia hendak menjawab, pintu ruangan Kenzo tiba-tiba terbuka dengan kasar tanpa ketukan. Seorang wanita paruh baya dengan pakaian bermerek dari ujung kepala hingga kaki masuk dengan wajah murka. Dia adalah Ny. Sofia Aditama, ibu kandung Kenzo yang dikenal sangat pemilih dan keras.

"Kenzo! Apa-apaan berita murahan ini?!" teriak Ny. Sofia sambil melempar ponselnya ke atas meja kerja Kenzo. Layarnya menampilkan foto Kenzo dan asistennya yang sedang bergandengan tangan di pesta semalam.

Kenzo tidak tampak terkejut. Ia justru menarik pinggang asistennya, membawanya mendekat ke samping tubuhnya. "Seperti yang Mama lihat. Dia adalah wanita yang aku pilih."

Ny. Sofia menatap asisten itu dengan pandangan menghina. "Dia? Seorang asisten rendahan? Kenzo, kamu pasti sudah gila! Kita sudah menjodohkanmu dengan Aruna, anak pemilik bank swasta terbesar. Kenapa kamu malah memilih gadis dari antah berantah ini?"

"Namanya adalah Nabila Adistia, Ma. Dan dia lebih berharga dari semua tawaran bisnis Mama," jawab Kenzo telak.

Ny. Sofia mendekati asisten itu, matanya menyipit penuh selidik. "Berapa yang kamu minta? Katakan saja angkanya, lalu tinggalkan anakku sekarang juga. Gadis seperti kamu pasti hanya mengincar harta keluarga Aditama, kan?"

Mendengar penghinaan itu, ia tidak menangis. Ia justru tersenyum tipis—senyuman yang membuat Ny. Sofia semakin meradang. "Maaf, Nyonya Sofia. Harta bisa dicari, tapi posisi di samping Pak Kenzo... saya rasa itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan cek tunai Anda."

"Beraninya kamu!" Ny. Sofia mengangkat tangannya, hendak melayangkan tamparan, namun dengan sigap Kenzo menangkap pergelangan tangan ibunya.

"Cukup, Ma! Jangan permalukan dirimu sendiri di kantorku," bentak Kenzo dengan nada suara yang membuat seluruh ruangan terasa membeku. "Jika Mama tidak bisa menghormati pilihanku, maka silakan keluar."

Ny. Sofia menarik tangannya dengan kasar, wajahnya merah padam. "Baik! Kita lihat sejauh mana gadis ini bisa bertahan di keluarga kita. Jangan harap Mama akan merestui hubungan ini!" Dengan langkah kaki yang menghentak, Ny. Sofia keluar dari ruangan, meninggalkan keheningan yang menyesakkan.

Kenzo perlahan melepaskan rangkulannya di pinggang asistennya. Ada kecanggungan yang menggantung di udara. "Terima kasih sudah tidak menangis di depan ibuku," gumam Kenzo, suaranya kini terdengar lebih manusiawi.

"Saya sudah biasa menghadapi tekanan, Pak. Tapi... apa Bapak benar-benar akan melanjutkan sandiwara ini?" tanyanya ragu.

Kenzo kembali ke kursinya, menyesap kopi yang sudah dingin. "Kita tidak punya pilihan. Ibuku adalah orang yang sangat dendam. Sekali dia merasa ditantang, dia akan melakukan apa pun untuk menghancurkanmu. Satu-satunya caramu aman adalah tetap berada di bawah perlindunganku sebagai 'tunanganku'."

Di saat yang sama, ponsel asisten itu bergetar di dalam saku blazernya. Sebuah pesan baru masuk: "Ibu mertuamu baru saja memulai permainannya. Hati-hati, karena foto masa kecilmu saat keluargamu bangkrut sudah ada di tangannya. Pilihannya: pergi sekarang, atau hancur bersamaku."

Ia menatap Kenzo yang kembali sibuk dengan dokumennya. Ia merasa terjepit di antara dua raksasa. Kenzo yang posesif dan pengancam misterius yang tahu segalanya tentang masa lalunya.

"Ada apa?" tanya Kenzo, menyadari perubahan ekspresi wajah asistennya.

"Tidak ada, Pak. Saya hanya merasa... hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang," jawabnya sambil mencoba menyembunyikan getaran di tangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!