NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Malam itu, langit kota tampak begitu indah dihiasi ribuan lampu yang berkelap-kelip, namun tidak seindah kemeriahan acara Grand Charity Gala yang sedang digelar di salah satu hotel berbintang lima paling mewah di kota ini.

Suasana di dalam ballroom itu sungguh luar biasa megah. Ornamen kristal yang berkilauan, musik orkestra yang mengalun lembut, dan deretan tamu undangan yang semuanya adalah orang-orang penting—para pengusaha, pejabat, dan kaum elit—saling berbasa-basi dengan anggun. Semua orang tampil sempurna dengan busana terbaik mereka, memamerkan status dan kelas sosial mereka.

Dan di tengah kerumunan itu, Selly Adhitama hadir bak bintang yang paling bersinar.

Gadis berusia 19 tahun itu tampil begitu memukau dengan gaun malam berwarna dusty pink yang membalut tubuh mungilnya dengan sempurna. Potongan gaun yang elegan memperlihatkan bahu putih mulusnya, sementara riasan wajah yang natural namun glowing membuat kecantikannya semakin terpancar. Rambut panjangnya diurai indah dengan sedikit gelombang, jatuh menutupi sebagian punggungnya.

Selly benar-benar terlihat seperti putri raja yang sempurna.

Namun, bagi Selly, semua kemewahan dan pujian itu tidak ada artinya jika tidak ada satu orang yang memandangnya. Matanya terus mencari-cari satu sosok di antara lautan manusia itu.

Dan akhirnya, tatapannya bertemu.

Di sudut ruangan yang agak sepi, berdiri seorang pria dengan setelan jas hitam yang tailor-made sangat rapi. Darren Wijaya.

Pria itu tampak begitu gagah dan memancarkan aura dominan yang tak tertandingi. Wajahnya yang tampan dan dingin membuat banyak mata wanita melirik penuh kagum, bahkan beberapa di antaranya berani melemparkan senyum menggoda. Tapi Darren seolah buta, ia hanya menatap sekeliling dengan tatapan datar dan bosan.

Selly tersenyum lebar, jantungnya berdegup kencang. Tanpa pikir panjang, ia melangkah mendekat dengan langkah anggun namun penuh semangat.

"Om Darren!" seru Selly pelan namun cukup terdengar, lalu dengan beraninya ia langsung berdiri sangat dekat di samping pria itu.

Bahkan tanpa ragu, Selly melingkarkan lengannya ke lengan kokoh Darren, menempelkan tubuhnya dengan erat seolah ingin memberi kode pada semua orang di sana bahwa pria ini adalah miliknya.

"Cantik banget malam ini," puji Selly dalam hati, meski yang terucap hanyalah rengekan manja. "Akhirnya Selly nemuin juga. Dari tadi Selly cariin lho."

Darren sempat menoleh sekilas, menatap wajah ceria Selly yang begitu dekat. Ia mengakui dalam diam, gadis itu memang sangat cantik malam ini. Bahkan sangat cantik hingga membuatnya sedikit tertegun. Tapi rasa itu segera ia kubur dalam-dalam, diganti dengan topeng dinginnya yang biasa.

"Hm," jawabnya singkat, tidak lebih.

Namun Selly tidak peduli. Baginya, sekadar dijawab 'hm' saja sudah cukup membuatnya bahagia. Ia merasa bangga bisa berdiri di samping pria paling diidamkan banyak wanita itu.

"Mau minum apa, Om? Selly ambilin ya? Atau jangan-jangan Om gak boleh minum yang keras kan? Nanti sakit, Selly jagain minuman Om ya," celoteh Selly tak henti, penuh perhatian layaknya seorang pasangan yang posesif namun manis.

Ia mengambil segelas mocktail dan segelas champagne, lalu kembali berdiri kokoh di samping Darren. Ia bahkan dengan beraninya menepis tangan seorang wanita yang berniat menawari Darren minuman.

"Maaf ya, minuman Om Darren sudah ada yang jagain," kata Selly dengan senyum manis namun penuh penekanan, membuat wanita itu mundur dengan wajah kesal.

Selly tersenyum puas, lalu menatap Darren dengan bangga. "Nah, gitu dong. Biar gak ada yang gangguin Om."

Tapi Darren sama sekali tidak menanggapinya. Pria itu justru menoleh ke arah beberapa rekan bisnisnya yang sedang berjalan mendekat.

"Darren! Lama tak jumpa!" sapa seorang pria paruh baya dengan ramah.

"Selamat malam, Pak Budi. Apa kabar?" jawab Darren dengan suara berat dan sopan, namun kali ini wajahnya terlihat lebih ramah dibanding saat bicara dengan Selly.

"Ayo kita ngobrol sebentar, ada hal penting mau dibahas."

"Baik, mari."

Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Selly, tanpa berkata apa-apa, tanpa bahkan memberitahu gadis itu untuk menunggu... Darren perlahan melepaskan lengannya dari pegangan Selly begitu saja.

Langkah demi langkah, pria itu berjalan menjauh meninggalkan Selly yang masih berdiri mematung di tempat itu.

Tangan Selly yang tadi memeluk lengan Darren kini tergantung hampa di udara. Ia masih memegang kedua gelas minuman itu, dan mulutnya sedikit terbuka karena keterkejutan.

Waktu seolah berhenti berputar.

Selly menatap punggung lebar Darren yang semakin menjauh, pria itu bahkan tidak pernah menoleh ke belakang sedikit pun. Ia asyik tertawa dan berbincang hangat dengan orang-orang itu, seolah keberadaan Selly di sisinya tadi hanyalah sebuah ilusi. Seolah Selly tidak lebih penting daripada angin lalu.

"Om..." panggil Selly lirih, suaranya tercekat di tenggorokan.

Dan saat itulah, Selly sadar. Banyak mata yang sedang melihat ke arahnya.

Tatapan-tatapan itu... ada yang memandang iba, ada yang memandang sinis, ada yang berbisik-bisik, dan ada yang bahkan menahan tawa mengejek.

'Hahaha, liat tuh cewek, ditinggalin gitu aja.'

'Kasihan banget sih, ngejar-ngejar terus tapi dianggap angin lalu.'

'Mending sadar diri deh, Darren mana mau sama anak kecil manja kayak dia.'

'Udah cantik-cantik kok malas banget ngaca, si Darren mah gak bakal nengok.'

Suara-suara itu seakan terdengar jelas di telinga Selly, meski mungkin hanya bisikan-bisikan kecil. Rasa panas mulai menjalar dari pipi menuju ke seluruh wajah dan lehernya. Mukanya memerah padam, bukan karena malu-malu manja, tapi karena rasa malu yang luar biasa, rasa terhina, dan rasa sakit yang menusuk hati.

Ia berdiri sendirian di tengah keramaian. Memegang dua gelas minuman yang kini terasa begitu berat dan tidak berguna. Gaun indah yang ia pakai, riasan wajah yang sempurna... rasanya semua itu menjadi bahan tertawaan orang banyak saat ini.

Bagaimana bisa ia sebodoh ini?

Sudah bertahun-tahun ia mengejar, sudah bertahun-tahun ia berusaha, tapi nyatanya di depan umum pun pria itu tidak segan-segan mempermalukannya seperti ini.

Selly menunduk, berusaha menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia tidak mau menangis di sini. Tidak mau memperlihatkan kelemahannya di depan semua orang yang sudah siap menertawakannya.

Dengan tangan gemetar, ia perlahan meletakkan gelas champagne milik Darren di atas meja prasmanan dengan kasar. Cukup! Ia tidak mau lagi menjadi bodyguard atau pelayan pribadi orang yang bahkan tidak menganggap keberadaannya.

"Dasar pria sombong... pria dingin tanpa hati..." gumam Selly pelan, suaranya bergetar menahan tangis.

Rasa percaya diri yang sedari tadi ia bangun runtuh seketika. Malam yang seharusnya indah berubah menjadi malam paling memalukan dalam hidupnya.

Ia ingin pulang. Sekarang juga.

 

1
aku
petir, gledek, angin topan, nyampur dlm otaknya daren 🤣🤣
wiwi: bener banget kak🤣🤭
total 1 replies
aku
bentar, kok aq malah merinding disko sm aron. takut bgt ada niat gk bner, mudahan jgn. kesian selly. n pliss sell, jgn gmpg luluh sm makhluk berkelamin LAKI2 dulu 😭😭
wiwi: lanjut terus kak biar gak penasaran🤭
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
badai salju akan datang🤭🤭
hanyauntknovelygseru😋
aaiisshh bnyak bcot luhh Darren🙈
hanyauntknovelygseru😋
yuhuuiiii thooorr bisa bikin Derren bucin akut ke Selly nggak🤭🤭 seru banget soalnya liat Derren jdi pusing 7 keliling🤣🤣🤣
hanyauntknovelygseru😋: *Darren
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
eeeee situ baru ngerasa sakit yah... apa kabar dngan Selly yg slalu kamu sakiti slm bertahun2 njjirrrr😑
hanyauntknovelygseru😋
Ceritanya sangatt seruuu
Semangattt thoorrr💚❤️🌺🍂🍁🌸🌼💮🔥
partini
daren ngedumel Mulu dah ,,
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak
wiwi: sabar kak, update tiap hari kok
total 1 replies
Celine Jehira
rasain lu 🤣🤣🤣
wiwi: aku aja penulisnya kalau baca ulang kadang jengkel🤣
total 1 replies
Celine Jehira
idihhhh mulai kehilangan loh
Sodiri Dirin
mampir KK 😍😍
wiwi: makasih kak😄
total 1 replies
partini
nah baru segitu kalau lihat dia Ama cowok lain bias" auto pindah alam 😂😂
hanyauntknovelygseru😋
lanjuutttt thoorrr,,, seru banget ceritanyaa
wiwi: sabar yah gays, ini update tiap hari kok, tiap jam 07.00 dan 12.00
total 1 replies
hanyauntknovelygseru😋
lanjuuuuutttt thooorrrr🌺❤️
hanyauntknovelygseru😋
😭😭😭😭😭
hanyauntknovelygseru😋
iihhhh dingin bener tuhhh derren kyak es batu
wiwi: sabar aja kak, ada masanya dia yang bucin😄
total 1 replies
partini
lah kejar terus apa ga cape hati malu juga lah dasar laki laki Bege
wiwi: nnti juga dia yang kejar balik kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!