"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Ayo kita ke sana."Airin menarik tangan Nina, yang saat itu mereka berdua menuju lokasi yang akan Airin kunjungi.
"Ternyata kamu hanya ingin membeli barang ini." ucap Nina yang ternyata Airin mengajak membeli baju untuk adiknya.
"Iya,aku sengaja membeli untuk adikku.Apalagi,besok pun aku harus pulang." jawab Airin yang baru saja membayar.
Nina hanya menganggukkan kepala, mengerti jika Airin akan segera pulang.Tanpa sepengetahuan Airin, diam-diam Nina membeli sesuatu yang dia belikan untuk adiknya Airin.
"Ini untuk adikmu." Nina memberikan kantong plastik yang berisi beberapa barang untuk adiknya Airin.
"Ini apa?" tanya Airin yang terkejut isi dalam kantong itu.
"Kenapa kamu beli sebanyak ini." Airin kaget dalam isi kantong itu.
"Ini hadiah untuk adikmu,terima saja." jawab Nina yang tak terlalu mempermasalahkan jika dia membeli begitu banyak hadiah untuk adiknya Airin.
"Makasih ,pasti.adikku senang." jawab Airin yang tersenyum melihat kebaikan dari Nina.
Mereka pun melanjutkan jalan-jalan mereka,tanpa mereka sadari ada 2 orang pria yang berjalan di samping mereka yang langsung saja mereka merespon kaget melihat kedatangan mereka berdua.
"Airin." ucap pria itu yang.menyapa mereka.
"Kamu lagi." jawab Airin yang langsung berubah ekspresi melihat kedatangan mereka.
Nina menatap dingin setelah melihat kehadiran Andra di tempat itu,"Kenapa dia datang lagi." batin Nina yang merasa kesal melihat kehadiran pria itu lagi.
"Wah kebetulan kalian kesini,sekalian saja kita main bareng-bareng." ajak Yogi yang tak menyangka jika mereka akan bertemu ditempat itu.
"Ngapain juga ngajak-ngajak kita, mendingan kamu sendiri main tuh sama temanmu." jawab Airin yang merasa Yogi percaya diri.
"Ayolah,sekalian nanti aku traktir kalian berdua.Gimana?" tanya Yogi yang diam-diam merencanakan sesuatu.
"Traktir,lumayan juga." jawab Airin, tiba-tiba saja Nina menarik tangan Airin.
"Lebih baik kita pulang saja." ajak Nina yang sengaja menghindari mereka berdua.
"Pulang sekarang?"
"Ayolah,mumpung ada kita semua jadinya rame ,kan." Yogi memaksa mereka berdua untuk bersedia.
"Apa yang dikatakan Yogi ada benarnya juga,kita main-main saja disini dulu." jawab Airin yang lebih memilih pendapat Yogi daripada dirinya.
Nina hanya menghela nafas setelah mendengar jawaban dari Airin,"Benar-benar sial ." batin Nina, yang pada akhirnya dirinya terpaksa ikut dengan mereka.
Selama mereka berkeliling,Nina hanya terdiam tak terlalu memperhatikan mereka yang begitu asyik dengan rencana mereka.
"Ayo kita kesana." Ajak Yogi pada Airin.
"Malas aku kesana." jawab Airin yang lebih cuek tak terlalu minat pergi kesana.
"Nanti aku yang bayar, mumpung ramai." ajak Yogi yang penasaran kearah itu.
"Ya sudah,tapi sebentar saja." jawab Airin yang terpaksa menuruti permintaan Yogi.Nina terpaksa menuruti apa keinginan dari Airin,Posisi Airin dan Yogi sudah pergi ke arena permainan.
Kini hanya tinggal Andara dan Nina di tempat itu, sesekali Andra melirik kearah Nina,"Sekarang kita mau kemana?" tanya Andra pada Nina.
"Terserah." Jawab singkat Nina yang menahan kesal pada Andra,Andra pun mengerti jika Nina begitu kesal dengan dirinya.
Perlahan-lahan mereka berjalan berdua, Andra mencoba untuk mendekati walaupun ia sadar diri sedari awal Nina begitu cuek dengan dirinya.
"Kamu mau minuman?" Andra mencoba menawarkan minuman pada Nina.
"Terserah." Andra pun mencoba membelikan minuman untuk Nina. Sedangkan Nina duduk terdiam mengawasi sekitar tempat duduknya.
Saat Nina duduk,dari samping datanglah seorang anak kecil datang menghampiri Nina,"Kakak mau beli tissu." anak kecil itu datang menawarkan dagangannya.
Nina sontak saja mengernyit dahinya,"Tissu?".
"Iya kak,kakak mau beli?" tanya Anak kecil pada Nina.
Dari belakang ada Andra yang baru datang membawa minuman untuk Nina,"Ini minumannya." Andra langsung memberikannya pada Nina.
Perhatian Andra teralihkan pada sosok anak kecil itu yang membawa tissu dikedua tangannya."Ada apa adik?"tanya Andra pada anak kecil itu.
"Hanya ingin menawarkan jualan tissu,Kak." jawab anak kecil itu dengan senyuman.
"Kakak beli semuanya."jawab Nina yang langsung menyodorkan uang pada anak kecil itu.
"Kakak beneran mau beli semuanya?" tanya Anak kecil itu lagi, yang terlihat tak percaya jika Nina membeli itu semuanya.
"Iya, Kakak akan membeli semua."Nina langsung mengambil semua barang itu.
"Ini uangnya." Sontak saja anak kecil itu kaget.
"Tidak ada uang yang pas,kak?" anak kecil itu terlihat kebingungan.
"Uang kelebihannya untuk adik saja,kakak minta setelah ini adik pulang.Jangan keluar malam,apalagi berjualan seperti ini.Seharusnya adik dirumah belajar bukan berkeliaran berjualan seperti ini." Nina memperingatkan anak kecil itu untuk segera pulang.
"Iya kakak, terimakasih ya kak." jawab anak kecil itu yang terlihat begitu bahagia.
Pada akhirnya anak kecil itu pergi dengan langkah bahagia,Nina sedari tadi menatap anak kecil,dari sisi Andra ia tertegun dengan sikap Nina yang begitu membantu anak kecil itu.
"Dari sikap dinginnya,ia baik juga." batin Andra yang tertegun dengan kebaikan Nina.
Mereka berdua duduk bersama,keduanya duduk menunggu Airin dan Yogi yang sedari pergi berdua.
Nina menghela nafas,"Kenapa lama sekali mereka pergi." gumam Nina yang merasa kesal sedari tadi menunggu mereka berdua pergi.
"Sabar,mungkin sebentar lagi mereka akan datang." jawab Andra yang duduk santai menikmati minuman miliknya.
Nina duduk terdiam sembari melirik kearah Andra,Andra pun balik melirik kearah Nina.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Andra yang mencoba memulai bertanya, walaupun ia merasa canggung.
"Baik." jawab singkat Singkat Nina.
"Begitu ya." jawab Andra yang merasa suasana masih terasa canggung.
"Lebih baik kamu tidak terlalu dekat denganku." ucapan itu sontak membuat kaget Andra.
Nina menatap tajam kearah Andra," Jangan terlalu perhatian denganku,lebih baik jaga sikapmu.Entah apa yang seperti teman-temanmu pikirkan tentang kita sebaiknya jaga sikapmu baik-baik." Nina mulai memperingati Andra.
"Aku paham,tapi bolehkan aku tahu kenapa aku tidak boleh dekat denganmu." dengan beraninya Andra bertanya perihal itu yang langsung dibalas dengan tatapan tajam dari Nina.
"Tak perlu kamu bertanya perihal itu,aku pun sudah mengingatkanmu untuk tidak terlalu mendekati ku.Apalagi mencoba menarik perhatian padaku." Nina mencoba mengingatkan kembali kepada Andra.
"Menarik perhatian?"
Nina masih saja menatap tajam Andra, berbanding terbalik dengan cara pandang Andra pada Nina.
Andra menghela nafas pelan-pelan, seolah ada sesuatu yang ingin dia ungkapkan.Dari rasa penasaran mulai berubah rasa sayang yang tersimpan.
"Aku ingin jujur padamu,aku mulai tertarik denganmu." ucap Andra yang mengatakan jujur pada Nina,reaksi Nina terdiam tak begitu mempercayai perkataan itu.