NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.

Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.

Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.

Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.

Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 4.

Pagi itu, langit istana bersih. Tidak ada hujan dan tak ada angin, namun suasana justru terasa lebih berat.

Di Aula Naga...

Tempat para menteri berkumpul, suara diskusi terdengar rendah dan penuh kehati-hatian.

“Pajak wilayah utara menurun lagi…”

“Persediaan gandum tidak cukup untuk musim dingin…”

“Jika ini berlanjut, pemberontakan bisa terjadi…”

Di kursi utama, Raja Alexander duduk diam. Tatapannya menyapu seluruh ruangan, di wajahnya tak ada ekspresi. Namun semua orang tahu, Raja sedang menilai.

Di sisi kanan dan kiri berdiri para pejabat tinggi. Dan di antara mereka, seorang pria paruh baya dengan jubah biru tua melangkah maju.

Perdana Menteri, Lord Vincent.

“Yang Mulia, kita membutuhkan keputusan cepat. Jika pajak tidak dinaikkan, kas negara akan kosong. Namun jika dinaikkan…” Ia berhenti sebentar, “Rakyat bisa memberontak.”

Hening.

Masalah klasik, namun tidak ada solusi mudah.

Raja Alexander tidak langsung menjawab, ia mengetuk sandaran kursinya pelan. “Bagaimana menurut kalian?”

Para menteri saling berpandangan, tak satu pun berani bicara dulu. Karena apa pun keputusan yang diambil, akan berdampak besar.

“Ratu Evelyn datang!” Suara seorang kasim terdengar dari luar aula dengan lantang, memecah keheningan.

Semua kepala langsung menoleh, dan beberapa menteri mengernyit.

Ratu… di aula politik? Itu jarang terjadi.

Pintu terbuka.

Evelyn masuk dengan langkah tenang, gaun merahnya kontras dengan warna gelap aula. Tatapannya lurus ke depan, terlihat percaya diri. Namun begitu ia masuk, bisik-bisik langsung muncul.

“Ratu?”

“Kenapa beliau ada di sini?”

“Ini bukan tempatnya…”

Alexander memperhatikan tanpa menghentikan, matanya menyipit. Ia ingin melihat, apa yang akan dilakukan wanita itu.

Evelyn berhenti di tengah aula, dan memberi hormat ringan. “Yang Mulia.”

Alexander mengangguk.

“Ini rapat menteri, apa keperluanmu?” nada suara Raja netral, namun jelas menguji.

Evelyn tidak langsung menjawab, Ia justru melirik ke arah para menteri. Beberapa dari mereka menatapnya dengan tidak suka dan beberapa lagi karena penasaran. Sementara Lord Vincent, menatap Evelyn dengan tenang seolah sedang membaca sesuatu darinya.

Evelyn kembali menatap Raja. “Saya mendengar pembahasan tentang pajak dan pangan. Jika di izinkan… saya ingin menyampaikan pendapat.”

Beberapa menteri tampak tidak setuju.

Seorang menteri tua melangkah maju. “Yang Mulia, dengan segala hormat… urusan ini terlalu rumit untuk—”

“Biarkan dia bicara.” Suara Alexander memotong.

Tegas dan tidak bisa dibantah.

Menteri itu langsung mundur.

Evelyn melangkah satu langkah ke depan. “Masalahnya... sederhana. Jika pajak dinaikkan, rakyat akan menderita. Jika tidak dinaikkan, negara yang runtuh.”

Ia berhenti.

Semua orang menunggu.

“Jadi… kenapa kita tidak mengubah masalahnya?” Lanjut Evelyn.

Beberapa menteri mengernyit tidak mengerti.

Evelyn melanjutkan. “Masalahnya bukan di pajak, masalahnya adalah… produksi.”

Ia menatap langsung ke arah Lord Vincent. “Wilayah utara kekurangan pangan, karena metode pertanian mereka tertinggal.”

Vincent sedikit mengangkat alis, terlihat tertarik.

Evelyn melanjutkan. “Kita tidak perlu mengambil pajak lebih banyak dari rakyat, kita hanya perlu... membuat mereka menghasilkan lebih banyak.”

Sunyi.

Sekarang semua orang benar-benar mendengarkan.

“Gunakan sistem irigasi sederhana. Perbaiki pola tanam, dan distribusi benih yang lebih baik. Dalam satu musim… hasil panen bisa meningkat dua kali lipat.”

Beberapa menteri langsung berbisik.

“Mustahil…”

“Tidak pernah ada cara seperti itu…”

“Bagaimana mungkin—”

Lord Vincent menatap Evelyn lebih dalam. “Dari mana Ratu mengetahui metode ini?”

Itu bukan sekadar pertanyaan, tapi penyelidikan.

Evelyn tersenyum tipis. “Dari membaca.”

Jawaban sederhana, namun tidak menjelaskan apa pun. Vincent tidak langsung membantah. Namun jelas, ia tidak sepenuhnya percaya.

Raja Alexander akhirnya berbicara. “Jika ini gagal?”

Semua mata kembali ke Evelyn, inilah inti pertanyaannya.

“Kalau gagal… saya yang bertanggung jawab.” Evelyn tidak ragu dalam menjawab.

Ruangan langsung gempar.

“Yang Mulia!”

“Ini terlalu berisiko—”

Raja Alexander mengangkat tangan, semua langsung diam. Ia menatap Evelyn dalam-dalam, mencoba melihat lebih dari kata-katanya.

“Dan jika berhasil?” tanya Raja pelan.

Evelyn tersenyum. “Kerajaan akan menjadi lebih kuat.”

Hening.

“Lakukan!” Alexander akhirnya menyetujui.

Keputusan itu jatuh seperti batu, tak bisa ditarik kembali. Beberapa menteri tampak tidak puas, namun tidak berani membantah. Vincent menunduk sedikit, tapi di balik itu matanya bersinar. Ia sangat... tertarik.

Rapat berakhir.

Para menteri mulai keluar satu per satu.

Namun sebelum pergi, Lord Vincent mendekati Evelyn. “Ratu… saya harap Anda benar.”

Nada suaranya sopan, tapi mengandung makna lain.

Evelyn menatapnya. “Saya juga.”

Vincent tersenyum tipis, ia pun berjalan pergi.

Di aula yang mulai kosong, Raja Alexander masih duduk. Evelyn berdiri di tengah ruangan. Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara.

“Kau mengambil risiko besar.” Alexander berkata pelan.

Evelyn menatap pria itu. “Risiko adalah satu-satunya cara untuk menang.”

Raja Alexander tidak langsung menjawab. Akan tetapi kali ini, tatapannya berbeda. Ada sesuatu yang lain... sedikit pengakuan.

Saat Evelyn keluar dari aula, angin sore menyapu wajahnya. Ia berhenti sejenak dan menatap langit.

“Langkah pertama…” gumamnya pelan.

Ia tahu, mulai hari ini... ia bukan lagi sekadar ratu di dalam istana. Ia sudah masuk ke dalam permainan kekuasaan yang sesungguhnya. Dan dalam permainan itu... tidak ada tempat bagi orang yang lemah.

1
Miss Typo
Raja dan Ratu bikin perasaan campur aduk, harusnya formal aja eh romantis bgt lagi 🤣
Tiara Bella
so sweet bngt ya raja Alexander sm ratu Evelyn.....😍
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😅😅😅😅😅
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😅😂😂😂😂😂
Rita
wah siap2 evelyn ngambek😅😂😂
Rita
waahhhh👍👍👍👍
Nyonya Gunawan
Kirain alex beneran koma..😄😄
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili
Rita
ceritanya bagus,seru,tegang g betele2
Rita
berani macam2 tunggu pembalasan ku😅😂pov evelyn
Rita
bangun̈in singa betina
Rita
ikut panik
Rita
waspada yg bs dilakukan plus bersiap
Rita
peka
Rita
waspada
Rita
tuh 🔥🔥🔥🔥
Rita
saling terbuka 👍👍👍👍apa yg dirasakan apa yg dipikirkan
Rita
wajar Eve
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!